Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Literasi Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Interaktif dan Eksperimen Pembuatan Es Krim Sederhana Yoga Anjas Pratama; Prio Santoso; Retno Yuliati; Yulistia Anggraini; Irwan Sudarmanto; Fina Khaerunnisa Frima; Aditya Ayu Wulanda; Ni Luh Ayu Puspita Sari; Yusmi Nazzih Calysta; Miftahul Jannah; Cherisa Salena Kesuma; Wida Nurwulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i1.4219

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan di Sekolah Rakyat Busa Pustaka, Kemiling Bandar Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini melalui pembelajaran interaktif, dan eksperimen pembuatan es krim sederhana. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan berbasis pengalaman (experiential learning), yang dilakukan melalui beberapa tahapan: (1)  observasi, dan pemberian pretest, (2) sosialisasi literasi, (3) pembelajaran interaktif,  dan (4) eksperimen pembuatan es krim sederhana, (5) postest, dan penutup. Peserta dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 32 anak usia dini berusia 5–8 tahun. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi peserta, dimana pada tahap pretest, persentase peserta yang berada pada kategori literasi cukup dan baik adalah 58,44%, kemudian meningkat menjadi 100% pada tahap posttest. Hasil observasi juga menunjukkan adanya peningkatan partisipasi aktif, antusiasme, kemampuan mengajukan pertanyaan, merespons materi, dan menjelaskan kembali tahapan permbuatan es krim yang telah dilakukan. Dengan demikian, pembelajaran interaktif berbasis eksperimen sederhana dapat menjadi alternatif strategi yang efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual.
Sosialisasi Pencegahan Penyakit Berbasis Vektor melalui Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Kelompok PKK Desa Patoman, Kecamatan Pagelaran Aditya Ayuwulanda; Yulistia Anggraini; Irwan Soedarmanto; Abdul Aji; Fina Khaerunnisa Frima; Yoga Anjas Pratama; Rahmat Kurniawan; Indarto Indarto; Edria Khaira Arminta; Desi Saragih; Manuela Christin N; Muhammad Fikhran Junaidi; Ratu Zharifah Zalianty; Sherlyta Amalia Putri; Atthira Fadya Kirania; Teresia Hotmaida Pakpahan; Adam Bertrand Alexander; Hawa Purnama Celala Ary Cane
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4934

Abstract

Penyakit berbasis vektor, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD), masih menjadi permasalahan kesehatan yang memerlukan keterlibatan masyarakat dalam pengendalian lingkungan. Kondisi rumah tangga, seperti wadah penampungan air, genangan, saluran air yang tidak lancar, dan barang yang dapat menampung air, berpotensi menyediakan tempat perkembangbiakan nyamuk. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit berbasis vektor melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada kelompok PKK RT 2 RW 2 Desa Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta dan dilaksanakan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi dan leaflet, sosialisasi, diskusi, serta tanya jawab. Materi mencakup penyakit berbasis vektor, karakteristik nyamuk penular dengue, tempat potensial perkembangbiakan nyamuk, Pemberantasan Sarang Nyamuk melalui 3M Plus, dan peran keluarga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif melalui observasi terhadap proses pelaksanaan dan keterlibatan peserta selama kegiatan. Peserta berpartisipasi dalam diskusi dengan menyampaikan pengalaman mengenai keberadaan nyamuk, wadah penampungan air, kondisi lingkungan rumah, serta menanggapi langkah pengendalian yang disampaikan. Luaran kegiatan berupa satu leaflet edukasi yang dibagikan kepada peserta dan file digital yang dapat digunakan kembali sebagai media informasi. Kegiatan ini menunjukkan terlaksananya proses edukasi dan adanya keterlibatan peserta selama sosialisasi.
Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Bahan Potensial Pendukung Antinyamuk Alami pada Kelompok PKK Desa Patoman, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung Yulistia Anggraini; Abdul Aji; Irwan Soedarmanto; Aditya Ayuwulanda; Fina Khaerunnisa Frima; Yoga Anjas Pratama; Indarto Indarto; Rahmat Kurniawan; Manuela Christin N; Ratu Zharifah Zalianty; Sherlyta Amalia Putri; Atthira Fadya Kirania; Teresia Hotmaida Pakpahan; Edria Khaira Arminta; Adam Bertrand Alexander; Muhammad Fikhran Junaidi; Desi Saragih; Hawa Purnama Celala Ary Cane
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 7 (2026): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4955

Abstract

Pemanfaatan tanaman pekarangan sebagai sumber daya lokal dapat menjadi bagian dari edukasi masyarakat mengenai alternatif bahan pendukung pengendalian nyamuk. Pengamatan awal di RT 2 RW 2 Desa Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, menunjukkan bahwa sejumlah tanaman dan bahan seperti serai, lidah buaya, jeruk, kayu manis, dan selasih telah tersedia atau dikenal masyarakat, tetapi pemanfaatannya masih terutama sebagai bumbu, minuman, tanaman pekarangan, perawatan sederhana, atau belum dimanfaatkan lebih lanjut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan menyosialisasikan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan bahan lokal sebagai bahan potensial pendukung antinyamuk alami secara rasional dan aman. Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi mitra, pengamatan terhadap 7 pekarangan warga, penyusunan materi dan leaflet berdasarkan hasil pengamatan dan kajian literatur, serta sosialisasi kepada 20 anggota PKK melalui pemaparan interaktif, pengenalan bahan, diskusi, dan tanya jawab. Hasil pengamatan digunakan sebagai dasar pemilihan materi edukasi mengenai tanaman aromatik, minyak atsiri, perbedaan bentuk bahan, keterbatasan efektivitas, keamanan penggunaan, serta peluang pemanfaatan bahan lokal. Kegiatan menghasilkan leaflet edukasi dan terlaksananya diseminasi informasi kepada peserta. Peserta terlibat dalam diskusi dengan menyampaikan pengalaman mengenai tanaman dan pemanfaatannya di tingkat rumah tangga. Kegiatan ini menunjukkan terlaksananya edukasi berbasis potensi lokal.
Pelatihan Pembuatan Water Kefir Berbasis Air Kelapa–Nanas untuk Pemberdayaan Ekonomi Kelompok PKK Desa Patoman Fina Khaerunnisa Frima; Indah Oktaviani; Yulistia Anggraini; Yoga Anjas Pratama; Erga Syafitri; Aditya Ayuwulanda; Hawa Purnama Celala Ary Cane; Ezra Gracia Sibarani; Kasih Dear Layakni Sinaga; Astri Silaban; Greace Febriani; Ashyfa Ramadhani; Petrus Nofrans Simanjuntak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1705

Abstract

Kelompok PKK Desa Patoman memiliki potensi bahan lokal berupa air kelapa dan nanas, tetapi pemanfaatannya sebagai produk fermentasi bernilai tambah masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta melalui pelatihan pembuatan water kefir berbasis air kelapa–nanas yang dapat diterapkan pada skala rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan di Desa Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung, pada Juli 2026 dan diikuti 15 peserta. Pendekatan yang digunakan meliputi sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi melalui pretest–posttest, penilaian organoleptik, penerimaan produk, dan evaluasi pascapelatihan. Secara deskriptif, skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 9,47 menjadi 9,87 dari skala 10. Sekitar hampir 100% peserta dinyatakan memahami proses pembuatan water kefir, sedangkan produk yang dihasilkan mencapai penerimaan 83–100% pada lima indikator penilaian. Profil organoleptik menunjukkan skor rata-rata sekitar 3,3–4,0 pada skala 1–5, dengan kesegaran dan aroma sebagai atribut yang relatif paling menonjol. Sebanyak 1 L produk berhasil dihasilkan selama pelatihan. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan learning by doing efektif sebagai transfer teknologi fermentasi sederhana dan membuka peluang pengembangan produk berbasis sumber daya lokal. Keberlanjutan program perlu diarahkan pada standardisasi formulasi, keamanan pangan, pengemasan, dan pengujian mikrobiologis sebelum produk diklaim sebagai minuman probiotik.