Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

The Effect of Teacher Pedagogic Competence and Discipline on the Performance of Elementary School Teachers during the Covid-19 Pandemic Muslih Muslih; RM. Teguh Supriyanto; Maximus Gorky Sembiring
Edunesia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : research, training and philanthropy institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v4i2.387

Abstract

The focus of this research is the effect of teacher pedagogic competence and discipline on teacher performance in Kunduran District, Blora Regency. Teacher performance can be seen from their work performance in managing learning activities. This study used a sample of 172 respondents. Three variables are examined in this study: academic competence, discipline, and teacher performance. The data collection method that researchers use is a questionnaire. Methods of data analysis using SPSS Statistics 20 and Excel Office 2010 software. Based on the research and followed by data analysis using multiple linear regression, shows 1) teacher performance influences pedagogical competence; 2) teacher performance is influenced by teacher discipline; 3) and teacher performance can influence pedagogical competence and discipline together. multiple regression equation Y = 33.304 + 0.132X ₁ + 0.304X ₂ + e. This study's results mean that teachers with high work motivation and high work discipline can provide the best performance results to improve the quality of learning.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik dan Kompetensi Profesional Guru Terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Secang Kabupaten Magelang Ansori Budi Cahyana; Maximus Gorky Sembiring; Ety Syarifah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4855

Abstract

Abstract Teachers are the spearhead of the success of the education process in schools, so that in carrying out their duties, teachers are required to have complete and adequate competence. The mandatory competencies that a teacher must have to support their performance are pedagogic competence and professional competence. This study aims to analyze whether or not there is a relationship between pedagogic competence and professional competence with teacher performance. This research was conducted on elementary school teachers in Secang District, Magelang Regency with a population of 239 teachers. The sample used is the total population of 239 teachers. The independent variable in this study is pedagogic competence and professional competence, while the dependent variable is teacher performance. The measurement of the variables was carried out using a Likert scale. Data analysis was performed using multiple linear regression with the help of SPSS 22 software. From the regression coefficient values ​​for pedagogic competence and professional competence, multiple linear regression equations can be made as follows Y=26.185+0.350(X1)+0.549(X2)+e. Based on the results of the t-test, it was found that there is a relationship between pedagogic competence and teacher performance with a significance value of pedagogic competence variable of 0.000 < 0.05, there is a relationship between professional competence and teacher performance with a significance value of professional competence variable of 0.000 < 0.05. Based on the results of the F test, it was found that there was a relationship between pedagogic competence and professional competence together with the performance of elementary school teachers in Secang District, Magelang Regency with a significance value of 0.000 < 0.05 for the F test. The value of the coefficient of determination (R2) in this study was 45.2%, while the remaining 54.8% was influenced by other factors outside of this study. Keywords: Pedagogic Competence, Professional Competence, Teacher Performance
The effect of puzzle-based learning on students’ mathematical creative thinking ability and active learning Mardiana Zulfa; Maximus Gorky Sembiring; Yumiati Yumiati
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2023): Mei - Agustus 2023
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v9i2.2176

Abstract

Fokus pada penelitian ini adalah untuk menyelidiki pengaruh pembelajaran puzzle-based learning berdampak pada kemampuan berpikir kreatif seiring dengan keaktifan belajar matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi experiment yang melibatkan dua grup penelitian, kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi yang terlibat di penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas 8 SMPS Insan Cendekia Madani Serpong tahun pelajaran 2022/2023. Sampel penelitian adalah kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dan VIIIB sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 32 siswa. Pengukuran menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kreatif matematis dan non tes berupa angket keaktifan belajar matematis telah digunakan untuk mengumpulkan data. Uji-t dipakai dalam rangka pengujian hipotesis. Hasil analisis mengungkap yaitu kelompok eksperimen memiliki kemampuan berpikir kreatif dan keaktifan belajar matematis yang lebih tinggi secara signifikan dalam pembelajaran matematika dibandingkan dengan kelas kontrol.
BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN KUESIONER UNTUK PENELITIAN DOSEN PEMULA Maximus Gorky Sembiring; Rahmat Budiman; Sri Wahyu Krida Sakti; Andriyansah Andriyansah; Erman Arif; Fatia Fatimah; Widya Rizky Pratiwi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1714-1721

Abstract

Dalam impelemntasi tridharma Perguruan Tinggi, dosen dituntut untuk mempublikasikan hasil risetnya. Sehingga, untuk mencapai standart kualitas dan kuantitas publikasi, diperlukan bimbingan teknis  dan pelatihan terkait salah satu instrumen penelitian berupa kuesioner bagi dosen pemula. Bimbingan teknis ini dapat membantu dosen pemula memetakan riset dan membuat peta jalan riset hingga dosen mencapai jabatan fungsional Guru Besar. Bimbingan teknis ini mendorong untuk para dosen pemula memiliki keterampilan dalam membuat perangkat penelitian kuesioner karena dengan kuesioner peneliti dapat menggali hal-hal yang tidak terpantau saat observasi. Pelatihan sekaligus bimbingan teknis pembuatan kuesioner ini dilaksanakan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang konten pertemuannya bermuatan diskusi kelompok  dengan peserta yang dipilih secara khusus dan bersedia mengikuti bimbingan pembuatan kuesioner bagi mereka yang baru berstatus sebagai tenaga pengajar atau dosen pemula. Kegiatan tela dilaksanakan pada tanggal 26 Mei hingga 28 Mei 2023 bertempat di Jakarta Selatan. Tahapan Pelaksanaan yaitu sharing terkait fungsi, tujuan, manfaat kuesioner oleh pakar, tanya-jawab antara pakar dan peserta terkait materi, praktik pembuatan form kuesioner untuk beberapa metode penelitian oleh peserta, prensentasi terkait kuesioner yang telah dibuat peserta, perserta berdiskusi dengan sesama peserta untuk saling memberikan masukan, dan pakar memberikan masukan terkait kuesioner yang telah dibuat oleh peserta. Beberapa materi bimbingan yang dijelaskan yaitu teknik membuat kuesioner dapat disusun berdasarkan urutan pertanyaan dengan sesuai kebutuhan penelitian. Peneliti diarahkan untuk membuat pertanyaan yang mudah dan sederhana. Disarankan peneliti untuk tidak  membangun relasi terlalu jauh, namun perlu  membangun kepercayaan agar  responden bersedia untuk memberikan jawaban, pertanyaan atau pernyataan kuesioner dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penelitian, kuesioner mencakup identitas peserta jika dibutuhkan. Selain materi bimbingan terkait teknik pembuatan kuesioner yang baik, pemateri juga mengajarkan teknik pembuat kuesioner secara elektronik yang dapat memudahkan peneliti. Sebagai catatan, Pembuatan kuesioner sebelum sampai kepada responden sebaiknya diuji cobakan atau ditelaah oleh rekan sejawat untuk dapat memastikan bahwa bahasa dan maknanya dapat dipahami oleh banyak orang.
Efektivitas E-Book dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Ditinjau dari Literasi Digital Sebagai Upaya Pemulihan Learning Loss (Studi Eksperimen pada Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar) Febri Maria Andriyani; Maximus Gorky Sembiring; Trini Prastati
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.3733

Abstract

Revolusi Industri 4.0 telah membawa dampak besar, baik dalam hal inovasi maupun efisiensi, namun juga menimbulkan tantangan baru terkait dengan keamanan dan perubahan sosial. Dengan meningkatnya akses informasi melalui internet, penggunaan internet di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, terutama di kalangan siswa sekolah. Di tengah arus informasi yang tak terbatas, literasi digital menjadi kunci untuk menyaring informasi yang relevan dan dapat dipercaya. Pendidikan dasar memegang peranan penting dalam pengembangan literasi untuk tingkat yang lebih lanjut. Namun, tantangan learning loss atau penurunan prestasi akademik menjadi fokus global, terutama sejak munculnya pandemi COVID-19. Tingkat putus sekolah, terutama di tingkat dasar, ikut memperparah masalah learning loss, yang berdampak pada kemampuan tradisional seperti bahasa dan matematika. Dalam penelitian ini, learning loss mengacu pada rendahnya capaian literasi yang tercatat dalam rapor pendidikan tahun 2023 di sekolah dasar. Upaya mengatasi learning loss dengan penggunaan e-book menjadi solusi yang menarik dengan menyediakan akses ke sumber belajar digital yang interaktif. Penelitian ini menerapkan metode kuasi eksperimen, yang membandingkan 2 kelompok siswa kelas 5 Sekolah Dasar Negeri Grogol 1 dan 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-book oleh kelompok siswa SDN Grogol 2 dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terbukti lebih efektif dibandingkan kelompok siswa SDN Grogol 1 yang melaksanakan aktivitas pembelajaran non-e-book/ekspositori. Literasi digital siswa juga berpengaruh terhadap hasil tes kognitif mereka, namun tidak ada interaksi signifikan antara penggunaan e-book dan literasi digital siswa dalam memengaruhi hasil tes kognitif. Meskipun demikian, keduanya secara independen membantu meningkatkan hasil tes kognitif siswa. Ini menunjukkan bahwa baik penggunaan e-book maupun literasi digital siswa sama-sama memiliki dampak positif yang dapat membantu memulihkan learning loss.
Hubungan Antara Organizational Citizenship Behavior dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Guru Juninarita; Maximus Gorky Sembiring; Otib Satibi Hidayat
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1805

Abstract

Penelitian tentang OCB dan motivasi kerja terhadap kinerja guru telah banyak dilakukan, namun masih ada kesenjangan dari hubungan antara ketiga variabel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan organizational citizenship behavior (OCB) dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di sekolah dasar dalam Gugus 5, Kecamatan Serpong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantiatif, data dikumpulkan dan dianalisis untuk menguji hipotesis penelitian. Populasi sebanyak 443 guru, sampel terpilih sebanyak 82 dipilih menggunakan rumus Slovin dengan margin kesalahan 10 persen. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling dan proporsional sampling sehingga didapatkan sampel representatif, kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OCB secara positif dan signifikan memengaruhi kinerja guru, dengan nilai-t sebesar 4,034. Motivasi kerja memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja guru, tercermin dalam nilai-t sebesar 3,656. Temuan penelitian ini menjelaskan dampak OCB dan motivasi dalam meningkatkan kinerja guru. Dengan demikian secara umum dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan kinerja guru dapat dilakukan dengan pembinaan OCB dan motivasi. Implikasi praktis adalah variabel OCB dan motivasi kerja dapat menjadi determinan prioritas dalam meningkatkan kinerja guru.
Efektivitas Pembelajaran Matematika Realistik terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis dan Sikap Positif Siswa SMP Negeri 3 Wamena Nurita Angesti Rahayu; Maximus Gorky Sembiring; Yumiati Yumiati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i4.2460

Abstract

Pengalaman belajar memiliki peran penting dalam mengembangkan pemahaman konsep matematika serta membentuk sikap positif siswa terhadap pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektivitasan pendekatan pembelajaran matematika realistik (PMR) dan mengetahui perbedaan signifikan dalam pemahaman konsep serta sikap siswa antara kelompok yang mengikuti PMR dan kelompok yang menggunakan strategi konvensional. Studi ini dilakukan di SMP Negeri 3 Wamena, Papua Pegunungan, dengan total populasi 225 siswa dan sampel sebanyak 38 siswa, meliputi 19 siswa kelas VIIIA sebagai kelompok eksperimen dan 19 siswa kelas VIIIB sebagai kelompok kontrol. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dari tiga kelas yang tersedia. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, angket untuk kelompok eksperimen, dan tes untuk kedua kelompok. Peneliti menganalisis data menggunakan uji N-Gain, uji t-independen, dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa skor N-Gain sebesar 0,69, nilai signifikansi (2-tailed) dari uji t-independen sebesar 0,01, dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) dari uji Mann-Whitney sebesar 0,041. Berdasarkan ini, maka dapat disimpulkan bahwa PMR efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika dan sikap positif siswa. Oleh karena itu, disarankan agar guru menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis konteks dunia nyata untuk mewujudkan pengalaman belajar yang lebih berarti dan menyenangkan bagi siswa.