Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The dilemma of a safe campus: Challenges in preventing and dealing with sexual violence in Indonesian universities Nursyifa, Aulia; Gumilar Rusliwa Somantri; Francisia Saveria Sika Ery Seda
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol. 45 No. 1 (2026): Cakrawala Pendidikan (February 2026)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v45i1.85752

Abstract

This research focuses on identifying obstacles, challenges in preventing and dealing with sexual violence on campus, based on case studies on three campuses in the Greater Jakarta region of Indonesia. The methods used included observation, FGD, interviews, and documentation, with analysis using Publish or Perish, Vos Viewer, and NVivo. The findings of this study show that the issue of sexual violence is a multidimensional and challenging issue: sexual violence is seen as a sensitive issue due to gender stigma; policy implementation needs to pay attention to cultural norms, and social order; campus response is not fast; lack of support of facilities and infrastructure, funds, time and workload, human resources; uneven socialization; Most victims have a hard time proving a case; the perpetrator has a higher power relationship than the victim; other cases of sexual violence: perpetrators of violence by the victim's closest people, cases that occur outside of Tridharma activities, gender-based violence in the digital realm, involving other institutions. Strategies to deal with obstacles and challenges can be carried out in collaboration with all parties (academics, campuses, government, Komnas Perempuan, and so on) in realizing a campus that is safe from the practice of sexual violence.
KAJIAN CULTURAL LAG DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT PERKAMPUNGAN BUDAYA BETAWI SETU BABAKAN PADA ERA GLOBALISASI Nursyifa, Aulia
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 1 Maret 2018
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v5i1.y2018.p1-24

Abstract

This research aims to know the shape of cultural lag in the community of the Betawi Setu Babakan Village after the Ghetto culture of Engineering results the Government of DKI Jakarta. The method that used in this study is qualitative method. The research results showed that the Government of DKI Jakarta is trying to build a facility there are various means for protection of the Betawi in the era of globalization, but in practice local community contradictions occur less empowered, the community does not have the mental preparedness for menyeimbangi development that the more progressive so that experiencing a failed. Based on the theory of cultural lag of Ogburn, researchers sought to expose the failed, therefore needs to be an attempt to overcome the Cultural communities failed Betawi Setu Babakan by changing mindsets of society so that in accordance with the Master Plan of development of the Betawi Setu Babakan Village.
Transformasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Nursyifa, Aulia
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 1 Maret 2019
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v6i1.y2019.p51-64

Abstract

Era revolusi industri 4.0 menjadi fenomena penting di berbagai bidang termasuk dalam bidang pendidikan. Permasalahan yang dihadapi dalam era ini siswa tidak hanya dituntut menggunakan teknologi digital, namun kualitas sumber daya manusia harus lebih ditingkatkan agar mampu beradaptasi dari perubahan. Artikel ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk mengungkapkan tantangan Pendidikan IPS dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Hasil kajian ini mengungkapkan bahwa pendidikan IPS sebagai bekal dalam menghadapi perubahan zaman, pengajaran IPS bukan hanya konsep atau teori, tetapi implementasi dari pendidikan IPS menjadi pedoman bagi siswa untuk dapat memecahkan persoalan sosial. Pengajaran IPS harus bertransformasi menjadi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, kreatif, menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi, berpikir kritis, berpendapat, kolaborasi dalam tim, kepekaan sosial, dan kemampuan pemecahan masalah. Peran pendidikan IPS tidak hanya sekedar membuat peserta didik cerdas, namun juga menjadi warga negara yang baik, berjiwa sosial, berakhlak, dan berkarakter. Oleh karena itu, dalam menghadapi tantang di era ini diperlukan kolaborasi semua pihak meliputi: sekolah, keluarga, masyarakat, serta pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di era revolusi industri 4.0.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0: Perspektif Sosiologi Pendidikan Nursyifa, Aulia
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 6 No. 2 September 2019
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v6i2.y2019.p143-154

Abstract

Pendidikan di era revolusi industri 4.0 bertransformasi mengalami berbagai perubahan, salah satunya gaya kepemimpinan kepala sekolah ditutut untuk disesuaikan dengan tuntutan era revolusi industri 4.0. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam menghadapi era revolusi industry 4.0 dalam perspektif Sosiologi Pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi penelitian. Sedangkan narasumber penelitian yaitu berjumlah 10 kepala sekolah dan 1 pengawas di Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah yang tranformasi yang demokratis mengikuti perubahan, berbagai pengetahuan serta keterampilan kepala sekolah di era revolusi industry 4.0 perlu untuk diperkuat terutama dalam keterampilan menggunakan teknologi dan kompetensi kewirausahaan.
Rancangan Undang-Undang Ketahanan Keluarga Dalam Perspektif Sosiologi Gender Nursyifa, Aulia
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 Maret 2020
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v7i1.y2020.p55-68

Abstract

Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga di Indonesia. Namun dalam implementasi RUU ketahanan keluarga menjadi polemik di kalangan masyarakat. Salah satu permasalahan pada RUU ketahanan keluarga terkait dengan ketidakadilan gender, terutama terkait dengan peran dan fungsi perempuan dalam keluarga. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis RUU Ketahanan Keluarga dalam perspektif sosiologi gender. Penulisan artikel ini menggunakan metode kajian literatur yang berasal dari buku, jurnal, dokumen lain yang relevan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Rancangan Undang-Undang ketahanan keluarga mengandung pasal yang dapat menimbulkan kotroversi di masyarakat terutama tentang hak dan kewajiban suami maupun istri yang dapat menimbulkan ketidakadilan gender, menempati perempuan memiliki kewajiban bekerja pada ranah domestik. Ketahanan keluarga memiliki tujuan baik untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai upaya mewujudkan ketahanan bangsa, namun perlu dikaji lebih mendalam tentang pasal-pasal yang ada di dalam RUU ketahanan keluarga agar tetap mengedepankan keadilan gender di Indonesia.