Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL PEMASARAN KOMPETITIF

PENGARUH CORPORATE BRAND TERHADAP CONSUMER LOYALTY PADA SHOWROOM HYUNDAI PONDOK INDAH JAKARTA SELATAN Anah Furyanah
Jurnal Pemasaran Kompetitif Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Pemasaran Kompetitif
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.49 KB) | DOI: 10.32493/jpkpk.v1i2.851

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh functional benefit dan Symbolic benefit terhadap attitudinal dan behavioral consumer loyalty. Penelitian empiris ini menggambarkan adanya hubungan yang signifikan diantara functional benefit, emotional benefit dan symbolic benefit dan consumer attitudinal dan behavior loyalty. Penelitian ini dilakukan pada 92 pelanggan di showroom Hyundai Pondok Indah. Cronbach alpha dan analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan SPSS versi 12.00 adalah sebagai alat yang mendukung dalam validasi construct pemahaman teori argumentasi sebagai dasar dalam pengukuran hasil. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah functional benefit, emotional benefit, dan symbolic benefit berpengarus positif terhadap attitudinal loyalty dan behavior customer loyalty. Kata kunci : Functional Benefit, Emotional Benefit, Symbolic Benefit, Attitudinal Customer Loyalty, Behavioral Customer Loyalty
Efektifitas Pengelolaan Lokasi Wisata Curug dan Bukit di Subang Jawa Barat Alfiah Alfiah; Jeni Andriani; Anah Furyanah
Jurnal Pemasaran Kompetitif Vol 3, No 2 (2020): Junal Pemasaran Kompetitif
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkpk.v3i2.4309

Abstract

AbstractPermasalahan dalam  penelitian ini adalah bagaimana bagaimana regulasi/komitmen dalam pengelolaan lokasi wisata? Bagaimana kemampuan SDM Lokal dalam mengelola lokasi wisata ? Bagaimana upaya tata kelola lokasi wisata ? dan bagaimana upaya mengelola sarana  prasarana di lokasi wisata ?. Tujuan Penelitian yaitu untuk menemukan, mendeskripsikan, dan menganalisis mengenai regulasi atau komitmen dalam pengelolaan wisata, untuk mnegetahui dan menganalisa  kemampuan SDM lokal dalam mengeloa lokasi wisata, untuk menemukan, mendeskripsikan, dan menganalisis upaya yang akan dilakukan dalam mengelola potensi wisata di lokasi wisata dan untuk menemukan, mendeskripsikan, dan menganalisis mengenai sarana prasarana yang ada di  lokasi wisata.Metode analisis:penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif  kualitatif dengan strategi fenomenologi  dengan tehnik pengumpulan data yaitu kuesioner dan wawancara. Responden menggunakan teknik purposive yaitu (1) aparat desa terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Bendahara Desa, Kepala BPD, Ketua Karang Taruna, Ketua Ulama, dan Ketua Bumdes. (2) pengelola wisata (Ketua RT dan Pengelola Wisata merangkap anggota karang taruna) dan (3) Pengunjung yang ditemui dilapangan dengan menggunakan sample simple sederhana. Lokasi penelitian berada di Kampung Penyeredan, Desa Cimanggu Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan lokasi wisata belum efektif dapat dilihat sebagai berikut: (1) Saat ini kedua lokasi wisata belum memiliki regulasi baik berupa Peraturan atau Keputusan Kepala Desa sebagai payung hukum/ legalitas  pengelolaan lokasi wisata baik Curug Paok maupun Bukit Pasir Jaka, (2)  Kemampuan dan pengetahuan SDM local selaku pengelola dalam mengelola lokasi wisata masih sangat terbatas;  (3) Pengelolaan Desa Wisata belum ada pencatatan tentang pendapatan dan pengeluaran dari pengelolaan wisata, belum ada pelaporan terkait pengelolaan lokasi wisata, Pengunjung belum dikenakan biaya masuk,  (4) Sarana dan prasarana yang belum memadai. Kata  Kunci: Efektivitas, Pengelolaan lokasi Wisata
Nilai Tambah dan Strategi Pemasaran Sale Pisang Anah Furyanah; Haidilia Maharani
Jurnal Pemasaran Kompetitif Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Pemasaran Kompetitif
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.958 KB) | DOI: 10.32493/jpkpk.v3i1.3600

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa manfaat buah pisang sebagai nilai tambah di industry sari murni kecamatan Dayeuhluhur kabupaten Cilacap Jawa Tengah. selain itu juga untuk mengetahui rancangan staretegi pemasaran sale pisang pada industry rumah tangga sari murni di kecamatan Dayeuhluhur kabupaten Cilacap Jawa Tengah.Penelitian ini merupakan  penelitian deskriptif analisis, menggunakan  analisa Nilai tambah  metode hayami dan analisa SWOT. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Cilacap  Provinsi Jawa Tengah.Hasil penelitian pada industri sale pisang sari murni yaitu setelah melakukan analisa menggunakan metode hayami terdapat nilai tambah pada industry sale pisang sari murni sebesar rp 5.740,- setiap kilogramnya. Buah pisang yang sebelum diolah mempunyai harga Rp 2.500 setelah diolah menjadi Rp 46.000,- untuk pisang sale dan Rp 35.000,- untuk pisang sale siem. Setelah melakukan analisis SWOT strategi pasar pada industry sale pisang sari murni adalah berada pada kuadran I yaitu menggunakan strategi SO ( Strength-opportunity) yaitu menggunakan kekuatan perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi. Strategi tersebut yaitu : mengadakan kerjasama dengan reseller, lokasi strategis dekat dengan jalan besar dimaksimalkan untuk promosi dan pemasangan spanduk besar serta pemajangan produk yang lengkap, kualitas produk harus terus dijaga, menjaga ketersediaan bahan baku, pembinaan terhadap tenaga kerja. 
ANALISIS PEMASARAN PERTUMBUHAN PERTANIAN KARET DI DESA CIWALEN KABUPATEN CILACAP PROVINSI JAWA TENGAH Anah Furyanah; Sugeng Widodo
Jurnal Pemasaran Kompetitif Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Pemasaran Kompetitif
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.157 KB) | DOI: 10.32493/jpkpk.v2i1.1987

Abstract

ABSTRAKTujuan Penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasikan saluran pemasaran hasil pertumbuhan karet; untuk mengetahui struktur pasar; untuk mengetahui perilaku pasar; dan  untuk mengetahui penampilan pasar, untuk mengetahui pertumbuhan pertanian karet.Penelitian ini menggunakan metode survei dengan tehnik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Petani responden dipilih secara acak sederhana dari desa yang dipilih secara purposive. Pedagang desa, pedagang kecamatan, dan pedagang kabupaten dipilih secara snowball sampling. Saluran pemasaran, perilaku pasar dan pertumbuhan pasar karet dijelaskan secara deskriptif dan data kuantitatif dianalisis dengan pendekatan, konsentrasi rasio untuk mengetahui struktur pasar karet; marjin pemasaran dan share keuntungan untuk mengetahui penampilan pasar. Lokasi penelitian berada di provinsi Jawa Tengah.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa,) saluran pemasaran karet terdiri dari 4 saluran dan dapat diidentifikasi saluran terbaik yaitu Petani-pedagang kabupaten-eksportir. Saluran ini digunakan oleh sedikit petani di daerah penelitian, berarti sedikit petani yang memiliki akses baik terhadap eksportir. Petani sebagian besar memasarkan karet melalui saluran pemasaran : petani-pedagang desa-pedagang kecamatan-pedagangkabupaten-eksportir. Saluran ini terpaksa digunakan karena petani sudah terikat dengan pedagang dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. struktur pasar di tingkat desa, kecamatan, kabupaten bersifat oligopsoni konsentrasi sedang yang menunjukkan bahwa pedagang memiliki tingkat kekuasaan yang sedang dalam mempengaruhi pasar. Struktur pasar di tingkat eksportir adalah oligopoly yang menunjukkan adanya lebih dari satu perusahan yang menguasai pasar. (3) perilaku pasar ditunjukkan dengan hubungan yang sangat kuat antara pedagang kabupaten dengan eksportir atau pedagang besar, hal ini terlihat dari cukup terjadinya proses tawar-menawar dan tersedianya informasi harga yang diperoleh, serta terdapat jalinan kerjasama antara lembaga pemasaran tersebut dalam permodalan dan persaingan harga. (4) penampilan pasar ditunjukkan dengan adanya marjin pemasaran dan share keuntungan yang relative efisien dengan ditunjukkan oleh nilai KR dibawah 50%. (5) untuk pertumbuhan pasar karet cenderung fluktuasi atau naik turun tergantung harga dari pihak eksportir atau jumlah penawaran di pasar.Kata  Kunci: saluran pemasaran, struktur pasar, perilaku pasar, penampilan pasar,pertumbuhan hasil  pertanian karet ABSTRACTThe Study on some problem of public rubber marketing in the Cilacap regency aimed at : identifying  the marketing channel, knowing the marketing structure, knowing the marketing conduct,  knowing the marketing performance and knowing market rubber growth.           The study used the survey method. The farmers were selected as respondends by purposive simple random sampling.  Rural wholesalers, distric wholesalers, and regency wholesalers were selected by snowball sampling. The marketing channel, marketing behavior and market growth  was descriptively explained and the quantitative data were analyzed by : the ratio concentration approach to know the market structure of rubber, market margin and profit share to know the marketing performance, price from several year to know rubber growth.          The study result indicate that (1) there were four kinds of rubber marketing channel, the best of which was the farmer-regency wholesaler-exportir. This cannel was used by only a few farmers in the area under investigation, thus only a few farmers had good access to the the exporter. Most the farmers marketed their rubber through the medium marketing channel. That was the farmers-rural wholesaler-district wholesaler-regency wholesaler-exporter channel. The farmers were forced to use this channel because they highly depended on the wholesaler in fulfilling daily needs. (2) the market structure at village level, district level,regency level was of middle concentration oligopsony revealing that the farmer only had medium power influencing the market. The market structure at the exporter level was oligopoly showing that several exporter had power over the market. (3) the market conduct showed good relation both regency wholesaler with exporter and bargaining about price held in there. Price Other wholesaler influenced by next buyer. (4) the market performance showed a relatively fluctuating margin and smaller profit share. This shows the efficiency of rubber marketing.  (5) the market growth relative fluctuating based on price wholesaler from several years. Key words : marketing channel, marketing structure, marketing conduct, marketing performance, rubber marketing  growth