Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Karimah Tauhid

Analisis Present Simple dan Present Continuous dalam percakapan sehari- hari Ain, Qori Kurotul; Nurfauziah, Riska; Febrianti, Rika
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i1.16071

Abstract

Bahasa Inggris ialah Bahasa internasional yang digunakan diberbagai Negara di seluruh dunia, Bahasa Inggris merupakan bahasa yang umum dan sering digunakan dalam berbagai konteks seperti komunikasi global, baik dalam bidang bisnis, politik, pendidikan, maupun dalam rutinitas yang sering di lakukan. Namun demikian, masih banyak mahasiswa yang masih keliru dalam menggunakan Present Simple dan Present Continuous untuk digunakan dalam percakapan sehari- hari. Metode penelitian yang di terapkan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan menggunakan teknik analisis, dan apa yang telah didapat dari analisis menunjukan pengaruh penerapan kedua tenses ini sangat penting dalam percakapan sehari- hari, karna meningkatkan kemampuan siswa dan akan bermanfaat pada kehidupan sehari- hari. Tujuan dalam penelitian ini, untuk memberikan pemahaman yang jelas mengenai perbedaan, penggunan, serta contoh penerapan kedua tenses tersebut dalam kehidupan sehari- hari. Inti dari penelitian ini ialah bagaimana cara mengaplikasikan Present Simple dan Present Continuous dalam percakapan sehari- hari. Hasil dari wawancara tersebut menunjukan bahwa Present Simple sering digunakan untuk menyatakan rutinitas atau fakta seperti “I eat breakfast every morning”, sementara itu, Present Continuous biasanya muncul unruk kegiatan yang sedang berlangsung atau akan terjadi, seperti “ I am eating now “. Perbandingan menunjukan Present Simple lebih banyak dipakai untuk hal- hal yang bersifat tetap, sedangkan Present Continuous digunakan saat focus pada kegiatan yang sedang terjadi, dan juga ada beberapa kesalahan dalam penggunaan kedua bentuk ini, yang menunjukan bahwa pemahaman narasumber terhadap tenses ini masih perlu diperbaiki. Kata kunci: Conversation, Present Simple, Present Continuous, kosa kata
Perbandingan Penggunaan Kalimat Past Simple dan Past Perfect Tense dalam Bahasa Inggris di Sekolah Dasar Febrianti, Rika; Fauziah, Riska Nur; Ain, Qori Kuratul
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 12 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i12.16038

Abstract

Pada zaman internasionalisasi masa kini, di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat kemahiran berbahasa inggris menjadi hal yang esensial sebagian orang berpikir mempelajari bahasa adalah sangat sederhana sebab banyak orang menganggap kita semua telah menerapkan berbahasa sehari-hari. Namun fakta nya meskipun zaman sudah semakin canggih dan sebagian besar orang sudah belajar bahasa Inggris mulai pendidikan dasar belum tentu memastikan bahwa mereka telah mahir berbahasa Inggris, sebagian besar dari mereka masih bingung dalam membedakan struktur bahasa dalam bahasa Inggris. Penelitian ini memiliki tujuan guna menyampaikan informasi mengenai perbedaan tata bahasa dalam bahasa inggris melalui kalimat Simple Past serta Past Perfect Tense. Hasil penulisan ini dikhususkan agar bisa menjadi patokan bagi pelajar untuk bisa mengetahui perbandingan antara kalimat Simple Past dan Past Perfect Tense saat mempelajari bahasa Inggris.
Pemahaman Konseptual Kalimat Present Simple dan Present Simple Continuous Tense pada Mahasiswa PGSD Riska Nur Fauziah; Febrianti, Rika; Qori Kurotul Ain
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 12 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i12.16059

Abstract

Dua konsep dasar dalam tata bahasa Inggris yang sering membingungkan bagi pelajar adalah Present Simple dan Simple Continuous Tense. Meskipun keduanya dipakai untuk menerangkan situasi yang sedang terjadi pada masa kini, namun terdapat perbedaan dalam penggunaannya yang memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam memahami dan menggunakan kedua bentuk tense tersebut, serta mencari faktor-faktor penyebab kesulitan tersebut. Penelitian ini menerakan metode deskriptif kualitatif dengan startegi kajian kasus. Dalam penelitian ini penulis menggunakan objek dari mahasiswa PGSD semester 1 diperguruan tinggi Djuanda Bogor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah siswa yang dipilih secara hati-hati untuk dijadikan sampel penelitian.Tak hanya itu saja,tetapi peneliti juga menyelami hasil tes tertulis guna menilai seberapa jauh kemampuan siswa dalam menerapkan pemahaman mereka terhadapaspek tense tersebut. Hasil studi ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menghadapi kesulitan dalam membedakan antara penggunaan terhadap present simple dan simple continuous tense. Masalah ini timbul karena beberapa faktor termasuk kurangnya pemahaman konsep tentang perbedaan antara kedua bentuk waktu tersebut,dampak dari bahasa ibunya sendiri,dan kurangnya latihan dalam menggunakan kedua bentuk waktu tersebut dalam situasi yang berbedat. Pada penelitian ini juga ditemukan adanya ketidak sesuaian antara pemahaman teoritis mahasiswa dan penggunaannya dalam kalimat sehari-hari.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah Melalui Media Wordwall dalam Pembelajaran Kontekstual pada Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Fitriani, Siti Nur; Febrianti, Rika; Atriani, Imelda
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20954

Abstract

Pembelajaran matematika di kelas I sekolah dasar sering kali menghadapi tantangan berupa rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa akibat metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi modul ajar matematika kelas I SD yang dirancang secara konkret, kontekstual, dan interaktif dengan mengintegrasikan media digital Wordwall. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap dokumen modul ajar tanpa implementasi di kelas. Analisis difokuskan pada tujuh aspek pembelajaran, yaitu: tujuan pembelajaran, media interaktif, pendekatan kontekstual, alat bantu konkret dan visual, strategi pembelajaran, asesmen dan remedial, serta refleksi pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa modul telah disusun secara sistematis sesuai Kurikulum Merdeka dan karakteristik kognitif siswa kelas rendah. Penggunaan Wordwall sebagai media evaluatif dan pembelajaran terbukti mendukung keterlibatan aktif siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta mempermudah pemahaman konsep operasi hitung dasar. Modul ini berpotensi menjadi alternatif pembelajaran matematika yang lebih menarik, efektif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.
Pembelajaran Operasi Hitung Dasar Bilangan Cacah Menggunakan Media Interaktif Wordwall di Kelas 3 SD Febrianti, Rika; Nurfitriani, Siti; Atriani, Imelda
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.20970

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi isi modul ajar matematika dengan materi operasi hitung dasar bilangan cacah kelas III SD. Modul ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih nyata, menyenangkan, dan mudah diingat kepada para siswa tentang mata Pelajaran matematika. Pendekatan pembelajaran ini digunakan dalam modul meliputi strategi kontekstual dan berdiferensiasi, serta pemanfaatan media digital interaktif seperti Wordwall dan alat peraga konkret. Penelitian ini menggabungkan antara kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi, di mana isi modul dikaji berdasarkan empat aspek utama, yaitu model pembelajaran, strategi, media, dan asesmen. Setiap aspek dianalisis secara sistematis dan dibandingkan dengan prinsip Kurikulum Merdeka serta hasil-hasil penelitian sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa modul telah mengintegrasikan model-model pembelajaran aktif seperti Discovery Learning, Problem-Based Learning, dan Cooperative Learning yang menginspirasi anak-anak untuk berkolaborasi, berpikir kritis, dan belajar mandiri. Dengan menggunakan Wordwall sebagai media evaluasi terbukti mampu mengembangkan keterlibatan dan motivasi siswa, sementara alat konkret membantu visualisasi konsep abstrak. Strategi yang kontekstual dan pembelajaran yang berdiferensiasi juga memberi ruang bagi guru untuk menyesuaikan kegiatan belajar dengan kebutuhan siswa. Secara keseluruhan, modul ini menunjukkan potensi kuat untuk menjadi perangkat ajar yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan siswa sekolah dasar masa kini.