Articles
RETORIKA DIGITAL PADA KONTEN PODCAST (ANALISIS TEMA FANTASI NARASI PODCASTER DI PEKANBARU)
Setiawan, Harry;
Hero, Eko;
Hidayat, Agus
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 6, No 4 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (850.41 KB)
|
DOI: 10.52423/jikuho.v6i4.20794
Penelitian ini adalah Penelitian Komunikasi dalam tradisi retorika kritis yang membahas tentang fantasi yang dikembangkan dalam fenomena komunikasi menggunakan wadah digital dalam aktifitas podcast. Tema Fantasi yang menjadi landasan berfikir dalam penelitian ini akan dipandu dengan menggunakan teori konvergensi simbolik dengan metode analisis tema fantasi dengan tujuan untuk mengungkap fantasi yang diciptakan podcaster dan kemampuan fantasi tersebut menjadi realitas simbolik pada konten podcast yang ditayangkan. Dalam upaya tersebut penelitian ini melibatkan delapan orang podcaster dan empat konten podcast. Tipe fantasi yang diciptakan melalui konten podcast terdiri dari comedy for life, parenting, dan historical. Tipe fantasi tersebut diciptakan dengan menggunakan frasa simbolik dialek lokal Pekanbaru. Tema fantasi yang menjadi realitas simbolik pada subjek adalah intelectual product yang merupakan kemampuan masing-masing podcaster dalam menciptakan fantasi dengan kohesi sosial. Penelitian ini menghasilkan satu model komunikasi digital yaitu model balok yang merupakan bentuk interaksi fantasi dari realitas simbolik dari analisis tema fantasi yang dilakukan pada penelitian ini. Kata Kunci : Podcast, Digital, Naratif, Konvergensi Simbolik, Tema Fantasi.Â
PERAN CYBER ARMY TERHADAP EKSISTENSI BUDAYA MELAYU RIAU
Yudi Daherman;
Tessa Shasrini;
Harry Setiawan
Jurnal Ranah Komunikasi Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Ranah Komunikasi (JRK)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.283 KB)
|
DOI: 10.25077/rk.4.2.178-185.2020
the formation of community on campus that is based on religion continues to trigger a debate on social media, The action to defend Islam. Students in Riau province as descendants of Malay tribe or live in Riau, use social media and the language used in social media, imagining that they have a role as people who care about information that causes uproar on social media. Cyber army can maintain their existence as students in Riau by maintaining the Malay culture of Riau. This study aims to determine how much influence the role of the cyber army has on the existence of Riau Malay culture. Through testing the theory of the role of the cyber army and the existence of Malay culture in Riau province, the results showed that from a sample of 208 students who were members of the student activity units at 6 universities, they represented. The result is dominant respondents are of Malay ethnic descent. The effect obtained is that the role of the cyber army affects the existence of Riau Malay culture, it is known by looking at the probability value which is 0.00 less than 0.05. The magnitude of the influence of the role of the cyber army on the existence of Riau Malay culture 23.7%,
Memiilih Diantara 7 Tradisi Ilmu Komunikasi Dalam Kerangka Filosofis
Harry Setiawan
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol 11 No 1 (2019): September 2019
Publisher : IAI Darussalam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30739/darussalam.v11i1.447
This article is one of many archives studies that focus on paradigms, traditions, and research in the Communication perspective from a philosophical point of view. The seventh traditions discuss in this article is owned by Robert Craig from his book titled Communication Theory, written by Littlejohn & Foss. The purpose of this research is to support the young researcher to choose and to decide which theory suite to which research paradigm that they are doing. The method is an archive study, the discussion used content analysis with the conclusion technic. The result of this research is the explanation of research based on tradition and paradigm in the Communication science field
Spiral Keheningan Melalui Tagar #indonesiaterserah Jelang Idul Fitri 2020
Harry Setiawan
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (898.793 KB)
|
DOI: 10.24002/jik.v19i1.3759
Tagar #indonesiaterserah adalah gelembung suara minoritas pekerja kesehatan di Indonesia jelang Idul Fitri 2020. Penelitian tradisi naratif dengan metode kualitatif ini mengumpulkan percakapan di Twitter selama 15 hari dari tanggal 10–25 Mei 2020. Sejumlah 8.144 (65 persen) dari 12.553 akun bernarasi negatif. Pergerakan sentimen negatif merupakan dampak pemberitaan media siber di Indonesia dengan 200 juta keterlibatan akun pengguna. Narasi dibedah dengan teori spiral keheningan. Hasil penelitian menunjukkan resonansi sosial opini minoritas menemukan bentuk barunya dalam media sosial. Opini yang bergerak pada spiral menjadi isu utama yang bertahan lebih dari 10 hari jelang perayaan Idul Fitri.
STUDI FENOMENOLOGI: PENGALAMAN GURU INSAN BERKEMAMPUAN KHUSUS DALAM MENJALANI PROFESINYA DI RUMAH AUTIS CABANG DEPOK
Fitria Ayuningtyas;
Drina Intyaswati;
Supratman Supratman;
Harry Setiawan;
Amelita Lusia
EKSPRESI DAN PERSEPSI : JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33822/jep.v5i1.3377
Motivasi dari penelitian ini adalah perhatian penulis terhadap insan berkemampuan khusus khususnya anak autis. Anak berkemampuan khusus sangat berbeda dengan anak normal pada umumnya. Insan Berkemampuan Khusus secara resmi diluncurkan pada 3 Desember 2019, dengan slogan "Kami peduli, mereka mandiri". Banyak anak autis mengalami kesulitan berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mendeskripsikan secara utuh makna dari pengalaman hidup berbagai orang yang pernah mengalami suatu fenomena tertentu. Dalam hal ini, inilah pengalaman guru manusia dengan kemampuan khusus dalam pekerjaan sehari-hari mereka di Cabang Rumah Autis Depok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode analisis fenomenologis eksplanatori. Fenomenologi sebagai metode penelitian disebut deskriptif, eksplanatori, tetapi juga sangat menarik, karena berusaha memperoleh esensi dari pengalaman pribadi atau seseorang. Menurut hasil penelitian dan temuan di lapangan, arti penting guru bagi anak autis sangat penting dan sulit untuk digantikan, karena jika ada orang baru, biasanya anak autis, mereka membutuhkan waktu yang lama untuk menyesuaikan diri. . Komunikasi anak autis terbagi menjadi dua jenis, ekspresif dan reseptif. Ekspresi adalah komunikasi verbal dan nonverbal. Sedangkan reseptif yaitu lebih pengertian/pemahaman. Dalam artian disini yaitu apa yang kita instruksikan atau perintahkan anak tersebut mengerti dan memahaminya dengan cukup baik.
Pengaruh Partisipasi Cyber Army dan Perubahan Budaya Media Sosial Terhadap Keberadaan Budaya Melayu Riau
Yudi Daherman;
Tessa Shasrini;
Harry Setiawan
KOMUNIDA : Media Komunikasi dan Dakwah Vol 10 No 02 (2020): Komunida: Media Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah IAIN Parepare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3765.246 KB)
|
DOI: 10.35905/komunida.v10i02.1601
The presence of students in Riau province has been carried away by the sophistication of social media technology, whether they are consumers or producers.Young students of social media activists are required to be creative in using it. Its presenceas a cyber army on social media has become a determining factor in the community formedin each campus based on religion. This continues to spark debate on social media whenthere is an action to defend Islam. The formation of cyber troops by naming them on socialmedia is the Muslim Cyber Army, they are tasked with escorting, filtering, and alsoclarifying news or information circulating on social media, especially on Instagram socialmedia. This study aims to determine how much influence the role of the cyber army has andchanges in social media culture on the existence of Malay Malay culture, which means thatthe old communication practices that change with new media (social media) lead tocultural changes in social media so that local culture such as Malay culture is changingRiau is affected. The results of the research under study there is a positive and significanteffect simultaneously of 54% of the role of the cyber army in changing social media cultureon the existence of Riau Malay culture. This means that students in Riau province as acyber army have a role in changing social media culture to maintain the existence of Malayculture.
Oposisi Komentar Unggahan Instagram @Kumparancom (Studi Pada Informasi Larangan Penggunaan Masker Scuba)
Gamal Baser;
Harry Setiawan
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol. 12 No. 2 (2021): April 2021
Publisher : IAI Darussalam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30739/darussalam.v12i2.2318
Unggahan informasi larangan menggunakan masker scuba di akun Instagram @Kumparancom mendapat respon tinggi dari netizen. Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui oposisi dalam komentar unggahan informasi larangan penggunaan masker scuba di akun Instagram @Kumparancom. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori analisis isi kuantitatif, teori ranah publik, dan teori Oposisi oleh Stuart Hall. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil yang ditemukan adalah komentar dari netizen sebanyak 58% dengan 105 komentar. Rata-rata, isi oposisi netizen dalam komentarnya menyatakan bahwa postingan informasi larangan penggunaan masker di Instagram @kumparancom tidak benar dan sengaja dilakukan dengan tujuan agar bisnis masker kesehatan kembali laris.
IDEOLOGI PATRIARKI DALAM FILM (SEMIOTIKA JOHN FISKE PADA INTERAKSI AYAH DAN ANAK DALAM FILM CHEF)
Setiawan, Harry;
Aziz, Abdul;
Kurniadi, Debby
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 6 No. 02 (2020): August 2020
Publisher : Dian Nuswantoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33633/andharupa.v6i02.3502
AbstrakFilm Chef yang beraliran drama – komedi ini dirilis pada tahun 2014 dengan menghasilkan US$45 Juta pada dua minggu penayangannya di bioskop seluruh Amerika dan masuk jajaran film box office dengan rating 7,3/10 versi IMDb. Film ini menghadirkan banyak interaksi antara ayah dan anak yang bisa menjadi acuan bagi orang tua dalam membangun interaksi terhadap anak. Interaksi karakter Carl (Ayah) dan Percy (Anak) yang menjadi subjek penelitian ini diulas dengan pendekatan semiotika John Fiske. Hasil penelitian ini tersaji pada tiga level analisis semiotika John Fiske yaitu level realitas yang digambarkan dengan interaksi karakter Carl dan Percy di ruang-ruang sempit dan padat pada area food truck “El Jefe” maupun area lain baik interior (dalam ruang) maupun exterior (luar ruang). Level representasi yang digambarkan dengan sudut pengambilan gambar (angle) dan komposisi yang membawa penonton untuk tetap terlibat dalam setiap interaksi antar karakter. Terakhir level ideologi patriarki yang menjadi temuan dalam penelitian ini bahwa ideologi patriarki yang dihadirkan dalam film ini bisa dijadikan acuan dalam membangun interaksi ayah dan anak sehingga anak tersebut tidak kehilangan sosok orang tuanya. Kata Kunci : interkasi sosial, patriarki, realitas, semiotika AbstractThis drama-comedy film, Chef, was released in 2014 with the US $ 45 million in two weeks of screenings in theaters across America and entered the ranks of box office films with a rating of 7.3/10 of the IMDb version. This film presents many interactions between father and son that can be a reference for parents in building interactions with their children. The interaction of Carl (Father) and Percy (Son) characters are the subjects of this study are reviewed by John Fiske's semiotic approach. The results of this study presented at three levels of John Fiske's semiotic analysis; the level of reality depicted by Carl and Percy's character interaction in narrow and dense spaces in the "El Jefe" food truck area and other areas both interior (inside) and exterior (outside room). The level of representation depicted by the camera angle and the composition that brings the audience to remain involved in every interaction between characters. Finally, the level of patriarchal ideology found in this study that the patriarchal ideology presented in this film can use as a reference in building the interaction of fathers and children so that the child does not lose the figure of his parents. Keywords: patriarchy, reality, semiotics, social interaction
Representasi Interaksi Sosial Korban Kekerasan Seksual pada Film 2037
Khoiriyah, Nisa Ul;
Setiawan, Harry
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjcs.v5i2.26811
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana representasi dampak interaksi sosial kekerasan seksual dalam film 2037. Penelitian ini menggunakan kajian isi kualitatif dengan analisis semiotika John Fiske dengan 3 tahapan representasi, pada tahap petama adalah realitas yang terdiri dari kostum, perilaku, ekspresi, dan lingkungan. Pada tahap ini sang korban cenderung menyendiri, terlihat sedih dan muram. Lalu pada tahap kedua yaitu representasi yang terdiri dari teknik pengambilan gambar berdasarkan sudutnya dan teknik kamera berdasarkan jaraknya. Dalam film 2037 mayoritas pengambilan gambar medium shot dan eye level angle. Pada tahap yang ketiga adalah ideologi, melihat pada interaksi sosial yang terjadi pada korban kekerasan seksual. Interaksi sosial yang muncul berupa proses asosiasi dan disosiasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa kekerasan seksual sangat berdampak pada korban sehingga dapat menimbulkan stres dan trauma yang berkepanjangan, selain itu korban kekerasan seksual akan menyakiti dirinya sendiri dan bahkan mencoba untuk mengakhiri hidupya.
Polarisasi, Relasi Media, dan Narasi Publik pada Kontestasi Politik Menjelang Pilpres 2024 di Platform X
Harry Setiawan;
Muslikhin Muslikhin;
Eka Fitri Qurniawati;
Dafrizal Samsudin
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/kjcs.v7i2.38271
Kata "capres" diasosiasikan dengan nama orang, representasi partai, dan asal usul tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap polarisasi nama dan relasi media siber dalam sentimen percakapan publik melalui X pada isu calon presiden Indonesia tahun 2024. Pengumpulan data menggunakan droneemprit.com, netlytic.com, dan diolah menggunakan aplikasi Gephi. Teori Intermedia Agenda Setting digunakan sebagai pisau analisis. Penelitian ini menganut paradigma interpretif dengan metode netnografi, mengumpulkan narasi percakapan publik selama 90 hari (Juni – Agustus 2022). Penelitian ini menemukan konfirmasi intermedia agenda-setting pada polarisasi media dengan kata kunci “capres” di Indonesia. Akun @detikcom menjadi akun yang paling berpengaruh dalam interaksi media siber dan publik melalui media sosial. Wacana publik terkait nama tokoh presiden dan latar belakangnya menjadi bahan baku pemberitaan isu calon presiden di Indonesia. Terakhir, sebagai budaya siber yang terbentuk adalah netizen di Indonesia menggunakan ujaran kebencian dan hoaks sebagai wahana beropini dan menjadi perbincangan yang luas.