Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Keselamataan Pasien efroliza efroliza
Masker Medika Vol 12 No 1 (2024): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v12i1.583

Abstract

Latar Belakang : Keselamatan pasien yaitu suatu program instansi kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih aman. Terdapat 6 sasaran keselamatan pasien agar tidak terjadi Insiden Keselamatan Pasien. Insiden Keselamatan Pasien (IKP) adalah setiap kejadian yang dapat mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cidera yang seharusnya tidak terjadi. Kesalahan dalam pemberian pelayanan kesehatan merupakan suatu tindakan yang tidak tepat atau tidak sesuai rencana tindakan yang akan diberikan. Dari kesalahan pemberian pelayanan kesehatan ini menyebabkan resiko terjadinya Insiden Kesalamatan Pasien. Tujuan : Untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan keselamatan pasien. Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini menggunakan total sampling sebanyak 51 responden. Instrumenpenelitianmenggunakankuesioner tentang karakteristik, sikap, pengetahuan, dan pelaksanaan keselamatan pasien.Hasil : Hasil analisis bivariate menggunakan uji chi square pada karakteristik umur,jenis kelamin, pendidikan, lama kerja nilai P value> 0,05, pengetahuan dan sikap menggunakan Fisher’s exact test dengan nilai P value (0,028) <α 0,05. Simpulan : Tidak ada hubungan antara karakteristik perawat dengan pelaksanaan keselamatan pasien, semakin baik sikap perawat maka semakin baik pelaksanaan keselamatan pasien, dan semakin baik pengetahuan perawat maka semakin baik pelaksanaan keselamatan pasien.
The Effect of Mentoring and Emotional Freedom Technique (M-EFT) on Nurses Students' Readiness and Anxiety Facing Competency Tests Efroliza, Efroliza
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 8, No 1 (2023): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v8i1.531

Abstract

Introduction: Competency Test is one of the mandatory instruments by the government to ensure quality graduates. Guiding students to prepare optimal results in the competency test, one of which is mentoring. The purpose of this study was to determine the effect of mentoring and emotional freedom technique (M-EFT) on the readiness and anxiety of nurse students to face the competency test. Method: This study is a quantitative study with a quasi-experimental research design with a pre-test and post-test approach with a control group with a statistical test used, namely the Mann Whitney test. The population in this study were nursing students from two institutions, namely the Muhammadiyah Palembang Institute of Health and Technology and the Musi Charitas Catholic University Palembang with a total sample of 153 people. Results:There is a significant effect (0.001) of the intervention of mentoring and emotional freedom technique (M-EFT) on the readiness and anxiety of co-ners students to face the competency test. Conclusions: there is a significant effect of M-EFT on students' readiness and anxiety to face the competency test. It is hoped that the M-EFT intervention can be used as an alternative method in overcoming the problem of learning readiness and anxiety in co-ners in educational institutions.
HUBUNGAN FUNGSI CONTROLLING KEPALA RUANGAN TERHADAP PELAKSANAAN SOP PENCEGAHAN RESIKO JATUH DI RUANG RAWAT INAP Farizqil, Dicky Adrianto; Efroliza, Efroliza; Apriany, Anita
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v3i1.42-47

Abstract

ABSTRAK Perawat menjadi bagian yang terpenting dalam memberikan pelayanan terhadap pasien, khususnya keselamatan pasien dari resiko terjatuh.Untuk mencapai pelayanan yang optimal rumah sakit salah satunya melalui fungsi controlling kepala ruangan. Peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit klinis meningkat khususnya keselamatan pasien. Tujuan Penelitian  ini untuk mengetahui hubungan fungsi controlling kepala ruangan terhadap pelaksanaan SOP pencegahan resiko jatuh di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan menggunakan metode deskriptif korelasi. Berdasarkan  masalah dan tujuan yang  hendak dicapai, peneliti menggunakan desain cross sectional. Sampelnya adalah Kepala Ruangan dan Perawat sebanyak 55 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Teknik analisis data dengan cara univariat dan bivariat dengan menggunakan Chi Square. Hasil penelitian ini adalah Fungsi controlling kepala ruangan dalam kategori baik sebanyak 36 responden (65.5%) dan hasil dari pelaksanaan SOP resiko jatuh dalam kategori baik sebanyak 32 responden (58.2%) dengan nilai p value = 0.011 (p value < 0.05). Fungsi controlling kepala ruangan mempunyai hubungan terhadap pelaksanaan SOP pencegahan resiko Jatuh. Penelitian ini dapat menjadi informasi bagi perawat untuk meningkatkan komitmen dalam menerapkan pelaksanaan SOP pencegahan resiko jatuh serta menjadi dasar untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan perawat dalam pelaksanaan SOP resiko jatuh. Kata kunci: Fungsi controlling, Resiko jatuh, Keselamatan Pasien, Perawat. ABSTRACT Nurses become the most important part in providing services to patients, especially patient safety from the risk of falling. To achieve optimal hospital services, one of them is through controlling the head of the room. Improving the quality of clinical hospital services is especially patient safety. Research objectives to determine the correlation of Head Room Controlling Function on the implementation of SOP for Falling Risk Prevention in the Inpatient Room of Bhayangkara Hospital Palembang in 2019. This research was a non-experimental study using descriptive correlation method. Based on the problem and objectives to be achieved, researchers used a cross sectional design. The sample was 55 heads of rooms and nurses. The sample in this study was total sampling. The analysis used univariate and bivariate analysis by using Chi-square. The results of this study were head room controlling function in the good category of 36 respondents (65.5%) and theresults of the implementation of SOP for Falling Risk Prevention in the good category of 32 respondents (58.2%) with a p value = 0.011 (p value (0.05) This research could be information for nurses to increase commitment in implementing the implementation of SOP for Falling Risk Prevention and as a basis for increasing the awareness and knowledge of nurses in the implementation of SOP for Falling Risk Prevention. Keywords: Controlling Function, Falling Risk, Patient Safety, Nurses
Edukasi Masyarakat Terhadap Pembuangan Sampah yang Benar di Rt 10 kelurahan 16 Ulu efroliza, efroliza
Khidmah Vol 6 No 1 (2024): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v6i1.486

Abstract

Sampah yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik bagi lingkungan maupun bagi umat manusia itu sendiri. Sampai saat ini belum seluruh masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap penanganan sampah. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku membuang sampah sembarangan, membakar sampah, atau melakukan pembuangan sampah secara terbuka. Akibat perilaku tersebut, masyarakat sekitar menjadi penderita yang terkena dampak polusi udara (asap dari hasil pembakaran dan bau dari proses pembusukan) serta didatangi kerumunan lalat. Untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat di Rt.10 kelurahan 16 ulu terkait pentingnya pengelolaan sampah yang baik, maka dilakukan edukasi melalui kegiatan PKLT mahasiswa IKesT MP mengenai edukasi pengelolahan sampah yang baik dan benar. Dampak yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya peningkatan kesadaran untuk mengelola dan atau membiayai pengelolaan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat.
Edukasi manfaat jus timun terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi Efroliza, Efroliza; Solihin, Solihin; Yunesi, Vira Suci; Natassyalia, Anjellicha; Safitri, Devi; Sulistin, Triani Mustika; Widiastuti, Resta; Dayanti, Nenti; Ulfa, Maria; Anisa, Anisa; Zahra, Andi Az
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2668

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease that is a major risk factor for cardiovascular diseases, such as stroke and coronary heart disease, and contributes significantly to global morbidity and mortality rates. The World Health Organization reported that in 2024 approximately 1.4 billion adults aged 30–79 years suffer from hypertension, or nearly 33% of the world's adult population. Purpose: To analyze the effect of education on the benefits of cucumber juice in lowering blood pressure on improving community knowledge. Method: This study used an educational approach with simple interventions based on education and the provision of cucumber juice to increase community knowledge regarding hypertension control. The method used was pre-experimental with a one-group pretest–posttest design. The activity was carried out with 30 adult participants selected using purposive sampling according to the inclusion criteria, namely willing to participate in the activity, not allergic to cucumbers, and not currently undergoing medical conditions that strictly limit fluid intake.. Results: Of the 30 participants who participated in the activity, the average knowledge score before the education (pretest) was recorded at 48.7. After receiving education and a demonstration on how to make and consume cucumber juice, the average knowledge score increased to 81.3. Conclusion: Education on the benefits of cucumber juice using leaflets has been shown to increase public knowledge about lowering blood pressure and managing hypertension.   Keywords: Blood Pressure; Cucumber Juice; Educationl; Hypertension.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung koroner, serta berkontribusi signifikan terhadap angka morbiditas dan mortalitas global. World Health Organization melaporkan bahwa pada tahun 2024 sekitar 1.4 miliar orang dewasa usia 30–79 tahun mengalami hipertensi, atau hampir 33% populasi dewasa dunia. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh edukasi manfaat jus timun dalam menurunkan tekanan darah terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Metode: Studi ini dilakukan dengan pendekatan edukatif dengan intervensi sederhana berbasis edukasi dan pemberian jus timun untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian hipertensi. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan desain one group pretest–posttest. Kegiatan dilaksanakan pada 30 peserta dewasa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi, yaitu bersedia mengikuti kegiatan, tidak memiliki alergi terhadap timun, dan tidak sedang menjalani kondisi medis yang membatasi konsumsi cairan secara ketat. Hasil: Sebanyak 30 partisipan yang mengikuti kegiatan, rata-rata skor pengetahuan sebelum edukasi (pretest) tercatat sebesar 48.7. Setelah diberikan edukasi dan demonstrasi mengenai cara pembuatan serta konsumsi jus timun rata-rata skor pengetahuan meningkat menjadi 81.3. Simpulan: Edukasi manfaat jus timun menggunakan media leaflet terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penurunan tekanan darah dan pengendalian hipertensi.                       Kata Kunci: Edukasi; Hipertensi; Jus Timun; Tekanan Darah.
Analisis Point Of Care Testing ( POCT) Kesehatan Pada Perawat di Rumah Sakit: Point of Care Testing (POCT) Analysis of Health Nurses in Hospital efroliza efroliza; Susanti Sherly; Mawani Ita; Tamara Erni
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.354

Abstract

Kualitas hidup tenaga kesehatan dapat dikaitkan dengan kualitas hidup profesional perawat (KHP) yaitu kualitas seseorang dalam melakukan pekerjaannya Shift kerja beresiko membawa dampak perubahan fisik pada perawat. Selain perubahan fisik. Profesi keperawatan mempunyai risiko tinggi juga untuk menghadapi stres, karena perawat mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat tinggi terhadap keselamatan hidup manusia. Stres kerja yang berlebihan tentunya membuat seseorang terganggu baik secara psikologis maupun fisiologis. Dampak negatif stres terhadap kualitas tidur disebabkan oleh beban kerja yang berlebihan, kondisi kerja yang tidak nyaman, konflik antara pekerjaan dengan keluarga pasien, tuntutan pekerjaan. Perubahan tersebut salah satunya berupa kadar kolesterol dan gula darah. Point Of Care Testing (POCT) kesehatan  perawat untuk mendeteksi, memonitoring dan menskrinning status kesehatan perawat sehingga perawat dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan meminimalkan dampak yang muncul setelah long term shift. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menilai  Point Of Care Testing (POCT) kesehatan  pada perawat. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di  rumah sakit. Pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti, yaitu sebanyak 39 perawat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini lembar observasi, Glucose test, Cholesterol test. Proses analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil dari penelitian ini akan dipublikasikan di jurnal terakreditasi dengan harapan akan menjadi bahan masukan bagi perawat dan Rumah Sakit agar perawat dapat di berikan pemeriksaan kesehatan rutin atau  medical check up. The complex work environment in hospitals, healthcare professionals such as the Quality of Life of healthcare workers can be linked to the quality of life of professional nurses (QOL), namely the quality of a person in carrying out their work. Shift work risks bringing about physical changes in nurses. In addition to physical changes. The nursing profession also has a high risk of facing stress, because nurses have very high duties and responsibilities for the safety of human life. Excessive work stress certainly causes a person to be disturbed both psychologically and physiologically. The negative impact of stress on sleep quality is caused by excessive workload, uncomfortable working conditions, conflicts between work and patient families, and job demands. One of these changes is in the form of cholesterol and blood sugar levels. Point of Care Testing (POCT) for nurses' health to detect, monitor and screen the health status of nurses so that nurses can improve the quality of health and minimize the impacts that arise after long-term shifts. The purpose of this study was to identify and assess Point of Care Testing (POCT) for nurses. The population in this study were nurses working in hospitals. The sample selection used a purposive sampling technique with criteria determined by the researcher, namely 39 nurses. The instruments used in this study were observation sheets, glucose tests, and cholesterol tests. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the chi-square test. The results of this study will be published in an accredited journal, with the hope that they will provide input for nurses and hospitals, enabling them to receive routine health check-ups.
Penyuluhan Kesehatan tentang Hipertensi dan Senam Hipertensi pada Masyarakat di Kota Palembang Efroliza, Efroliza; Fitriani, Dina; Kurniati, Dinda Aprilia; Damayanti, Erika Sherly; Natasa, Erpiorela; Amanda, Nadila Dea; Wati, Nila; Hidayat, Tohri; Novianti, Tri Wahyu; Larassati, Tria; Randa, Yudha Oxi
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 4 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i4.952

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang cukup serius dan berbahaya karena menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, gagal jantung, penyakit ginjal dan stroke yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Persentase angka kejadian hipertensi di kota Palembang dari 1.668.848 jiwa penduduk kota palembang, 255.449 penduduk yang diukur tekanan darahnya dan 146,220 orang (57,2%) yang mendapatkan pelayanan kesehatan tekanan darah tinggi (hipertensi) sesuai standar, persentase kejadaia hipertensi di kota Palembang dalam tiga tahun terakhir pada tahun 2018 sebeser (22,5%), pada tahun 2019 sebesar (54,2%) dan pada tahun 2020 sebesar (57,2%). Untuk mengatasi masalah tersebut penulis melakukan penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dan senam hipertensi dengan menggunakan media Leaflet dan demonstrasi. Hasil penyuluhan kesehatan sebelum penyuluhan kesehatan menggunakan media Leaflet dan demonstrasi yaitu dengan pengetahuan rendah sebesar 50 %, pengetahuan cukup sebesar 33 % dan pengetahuan tinggi sebesar 17 % dan tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan senam hipertensi sesudah penyuluhan kesehatan yaitu dengan pengetahuan rendah sebesar 17 %, pengetahuan cukup sebesar 20 % dan pengetahuan tinggi sebesar 63 %. Kesimpulan: didapatkan hasil terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan senam hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan. Disarankan agar program penyuluhan hipertensi terus digalakkan dan diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan primer, dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan spesifik sasaran.
Hubungan Efikasi Diri dengan Burnout pada Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Swasta Palembang Essy Lintang Kusumaningrum; Efroliza Efroliza; Sri Yulia
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 21 No 1 (2026): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v21i1.3913

Abstract

Background: Nurses play an important role in hospital services, especially in inpatient wards that require continuous nursing care. High workloads and emotional demands can increase the risk of burnout in nurses, while self-efficacy acts as a psychological factor that helps nurses manage work stress and reduce the risk of burnout. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and burnout among nurses in the inpatient ward of a private hospital in Palembang. Methods: This study used a quantitative approach with a correlational descriptive design and a cross-sectional approach. The studywas conducted in the inpatient ward of a private hospital in Palembang on January 19-21, 2026. The sampling technique used total sampling with a total of 47 respondents. The instruments used were the General Self-Efficacy Scale (GSES) to measure self-efficacy and the Maslach Burnout Inventory – Human Service Survey (MBI-HSS) to measure burnout levels. This study obtained ethical approval No: 000049/KEP/UMAD Palembang/2026 and used the Chi-square test for statistical analysis. Results: The results showed that of the 47 respondents, 25 respondents (53.2%) were nurses with high self-efficacy. The burnout levelof nurses was in the high and moderate categories, with 18 respondents (38.3%) in each category. There was a significant relationship between self-efficacy and burnout among nurses in the inpatient ward of a private hospital in Palembang.