p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Uji Daya Terima dan Karakteristik Sensorik Pudding Jelly Serai Lemon sebagai Produk Pangan Inovatif Arti Hastuti; Dinar Siti Maulida; Saphira Aulia Effendi; Ratu Destri Fitria; Muhammad Ajriya Fadhullah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22084

Abstract

Puding merupakan salah satu makanan penutup yang digemari karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis. Inovasi produk puding dengan penambahan bahan alami seperti serai (Cymbopogon citratus) dan lemon (Citrus limon) dilakukan untuk meningkatkan nilai fungsional dan cita rasa produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap produk puding jelly serai lemon berdasarkan uji sensorik dan uji hedonik. Metode penelitian menggunakan uji organoleptik dengan melibatkan 33 panelis yang menilai atribut aroma, warna, rasa, tekstur, penampilan, dan after taste. Hasil uji sensorik menunjukkan bahwa sebagian besar panelis menyukai aroma serai (48,5%), warna bening kekuningan sedang (69,7%), rasa manis (66,7%), tekstur kenyal (72,7%), penampilan menarik (48,5%), dan after taste disukai (57,6%). Sementara uji hedonik menunjukkan tingkat kesukaan tertinggi pada warna dan tekstur (masing-masing 55,6%). Berdasarkan hasil tersebut, puding jelly serai lemon diterima baik oleh konsumen dan berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional inovatif dengan kombinasi cita rasa segar serta manfaat kesehatan dari kandungan antioksidan serai dan lemon.
Pengembangan Produk Tempe Inovatif Non-Kedelai Studi Pemanfaatan Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai Upaya Upcycling Limbah Pangan Desi Agustina Safitri; Dinar Siti Maulida; Miftah Matlaul Badroen; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22231

Abstract

Ketergantungan terhadap kedelai impor sebagai bahan baku utama tempe mendorong pencarian alternatif dari sumber daya lokal yang lebih berkelanjutan. Biji nangka (Artocarpus heterophyllus), yang selama ini menjadi limbah pangan, memiliki kandungan karbohidrat (38,4 g), protein (6,6 g), dan lemak (0,4 g) per 100 g bahan, serta serat pangan dan senyawa bioaktif yang mendukung proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi biji nangka sebagai bahan baku tempe non-kedelai melalui studi literatur sistematis terhadap publikasi ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa tempe berbasis biji nangka memiliki tekstur padat, aroma khas, dan rasa yang dapat diterima oleh konsumen, dengan kadar protein meningkat setelah fermentasi menjadi sekitar 9,35%, serta kadar serat pangan mencapai 1,23%. Produk ini juga menunjukkan potensi sebagai pangan fungsional karena mengandung senyawa antioksidan alami. Pemanfaatan biji nangka mendukung diversifikasi pangan, pengurangan limbah organik, dan pemberdayaan komoditas lokal melalui pendekatan upcycling. Untuk mencapai kualitas produk yang optimal, diperlukan penelitian lanjutan terkait formulasi, teknik fermentasi, dan evaluasi mutu dalam skala produksi yang lebih luas.
Evaluasi Kandungan Karbohidrat dan Gula Pereduksi pada Olahan Sereal Tradisional Indonesia Dinar Siti Maulida; Raden Siti Nurlaela; Siti Nurhalimah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22943

Abstract

Sereal tradisional Indonesia berbasis bahan pangan lokal seperti singkong, jagung, dan umbi-umbian memiliki potensi besar sebagai sumber karbohidrat alternatif yang mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan karbohidrat total dan gula pereduksi pada olahan sereal tradisional Indonesia berdasarkan kajian literatur dalam perspektif kimia pangan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Data yang dianalisis mencakup nilai kuantitatif karbohidrat total, kadar gula pereduksi, serta pengaruh bahan baku dan proses pengolahan terhadap karakteristik kimia pangan sereal tradisional. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat total sereal tradisional Indonesia umumnya berada pada kisaran 60–85% berat kering, sedangkan kadar gula pereduksi relatif rendah hingga sedang, yaitu sekitar 1,2–6,5% berat kering. Dominasi karbohidrat kompleks dan rendahnya gula pereduksi berimplikasi pada stabilitas mutu produk serta potensi indeks glikemik yang lebih rendah. Kajian ini menegaskan bahwa sereal tradisional Indonesia berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional berbasis sumber daya lokal yang bernilai gizi dan berkelanjutan.
Pengembangan Bisnis Produk Pudding Jelly Berbasis Serai (Cymbopogon citratus) dan Lemon sebagai Pangan Fungsional Beraroma Alami dengan Pendekatan Metode Business Model Canvas (BMC) Delfitriani; Saphira Aulia Effendi; Dinar Siti Maulida; Ratu Destri Fitria Nur Fadilah; Muhammad Ajriya Fadhullah; Arti Hastuti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23571

Abstract

Pengembangan produk pangan fungsional berbasis bahan lokal merupakan upaya strategis dalam meningkatkan nilai tambah pangan sekaligus mendukung pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan produk puding atau jelly berbahan dasar serai (Cymbopogon citratus) dan lemon sebagai produk pangan inovatif berbasis bahan lokal, dengan meninjau karakteristik sensori, tingkat penerimaan konsumen, potensi nilai fungsional, serta perancangan model bisnisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat analisis pengembangan model bisnis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi pasar, survei atau kuesioner konsumen, uji organoleptik, serta studi literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi serai dan lemon mampu menghasilkan produk puding/jelly dengan karakteristik sensori yang khas, berupa aroma herbal dan rasa citrus yang menyegarkan, serta berpotensi sebagai pangan fungsional karena kandungan senyawa bioaktif dan vitamin. Analisis menggunakan BMC menunjukkan bahwa produk ini memiliki proposisi nilai yang jelas, segmen pasar yang spesifik, serta peluang pengembangan usaha yang menjanjikan, khususnya bagi pelaku UMKM pangan. Dengan demikian, pengembangan puding atau jelly berbasis serai dan lemon berpotensi menjadi produk pangan fungsional bernilai tambah yang kompetitif dan berkelanjutan.