This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Review Artikel: Pengaruh Komposisi Media Fermentasi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Metabolit Mikroba Desti Isna Danias; Dhiva Dwi Handayani; Noviyanti Sutisna; Desti Novia Salsabilla; Saphira Aulia Effendi; Siti Nurjannah; Tiara Amanda Lestari; Intan kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24769

Abstract

Komposisi media fermentasi merupakan faktor kunci yang menentukan pertumbuhan mikroba dan produksi metabolit dalam proses fermentasi industri. Review artikel ini mengkaji berbagai penelitian terkini mengenai pengaruh komponen media seperti sumber karbon, nitrogen, mineral, dan faktor fisikokimia terhadap kinerja fermentasi mikroba. Berdasarkan analisis literatur dari 10 jurnal terindeks internasional periode 2016-2026, ditemukan bahwa optimasi komposisi media menggunakan metode statistik seperti Response Surface Methodology (RSM) dan Plackett-Burman Design dapat meningkatkan produksi metabolit hingga 200-300%. Sumber karbon kompleks seperti molase, pati, dan limbah agroindustri terbukti lebih ekonomis dibandingkan glukosa murni. Sumber nitrogen organik seperti yeast extract dan pepton memberikan hasil lebih baik untuk produksi metabolit sekunder. Konsentrasi fosfat, magnesium, dan trace elements juga mempengaruhi jalur metabolisme mikroba. Pendekatan machine learning dan metabolomics mulai digunakan untuk memprediksi formulasi media optimal. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemilihan dan optimasi komposisi media yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi produksi fermentasi dan menurunkan biaya produksi.
Uji Daya Terima dan Karakteristik Sensorik Pudding Jelly Serai Lemon sebagai Produk Pangan Inovatif Arti Hastuti; Dinar Siti Maulida; Saphira Aulia Effendi; Ratu Destri Fitria; Muhammad Ajriya Fadhullah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22084

Abstract

Puding merupakan salah satu makanan penutup yang digemari karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis. Inovasi produk puding dengan penambahan bahan alami seperti serai (Cymbopogon citratus) dan lemon (Citrus limon) dilakukan untuk meningkatkan nilai fungsional dan cita rasa produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima konsumen terhadap produk puding jelly serai lemon berdasarkan uji sensorik dan uji hedonik. Metode penelitian menggunakan uji organoleptik dengan melibatkan 33 panelis yang menilai atribut aroma, warna, rasa, tekstur, penampilan, dan after taste. Hasil uji sensorik menunjukkan bahwa sebagian besar panelis menyukai aroma serai (48,5%), warna bening kekuningan sedang (69,7%), rasa manis (66,7%), tekstur kenyal (72,7%), penampilan menarik (48,5%), dan after taste disukai (57,6%). Sementara uji hedonik menunjukkan tingkat kesukaan tertinggi pada warna dan tekstur (masing-masing 55,6%). Berdasarkan hasil tersebut, puding jelly serai lemon diterima baik oleh konsumen dan berpotensi dikembangkan sebagai produk pangan fungsional inovatif dengan kombinasi cita rasa segar serta manfaat kesehatan dari kandungan antioksidan serai dan lemon.
Pemanfaatan Talas (Colocasia esculenta) sebagai Bahan Baku Pangan Alternatif Berdasarkan Karakteristik Fisikokimia, Organoleptik, dan Aplikasi Fungsional Calya Fahira Chandra; Saphira Aulia Effendi; Syifa Nur Aulia; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22137

Abstract

Talas (Colocasia esculenta) berpotensi sebagai bahan pangan alternatif yang bergizi, bebas gluten, dan berdaya saing tinggi untuk mendukung diversivikasi pangan lokal. Namun, penerapanya masih terbatas akibat penurunan mutu sensori dan kadar protein pada subtitusi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau karakteristik fisikokimia, organoleptik, dan potensi fungsional talas melalui pendekatan literature review deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari delapan artikel nasional dan internasional (2021-2024) yang membahas pemanfaatan tepung talas pada berbagai produk, dianalisis menggunakan metode content analysis untuk mengidentifikasi pola pengaruh proporsi talas terhadap mutu produk. Hasil menunjukan bahwa peningkatan proporsi tepung talas meningkatkan serat, karbohidrat, dan tekstur renyah, tetapi menurunkan protein dan skor hedonik. Formulasi terbaik terdapat pada penggunaan 60 - 80% tepung talas, yang menghasilkan keseimbangan antara nilai gizi dan penerimaan sensori. Studi lokal turut memperkuat bahwa subtitusi parsial pada mi dan bakso ayam memberikan hasil sensori baik dan meningkatkan serat pangan. Keterbatasan kajian ini terletak pada kurangnya data bioavailabilitas dan penelitian penelitian skala industri, sehingga disarankan penelitian lanjutan terkait optimasi fermentasi, pengendalian antinutrien, dan evaluasi ekonomi produksi. Secara keseluruhan, talas berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan inovatif dan berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan nasional.  
Pengembangan Bisnis Produk Pudding Jelly Berbasis Serai (Cymbopogon citratus) dan Lemon sebagai Pangan Fungsional Beraroma Alami dengan Pendekatan Metode Business Model Canvas (BMC) Delfitriani; Saphira Aulia Effendi; Dinar Siti Maulida; Ratu Destri Fitria Nur Fadilah; Muhammad Ajriya Fadhullah; Arti Hastuti
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23571

Abstract

Pengembangan produk pangan fungsional berbasis bahan lokal merupakan upaya strategis dalam meningkatkan nilai tambah pangan sekaligus mendukung pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan produk puding atau jelly berbahan dasar serai (Cymbopogon citratus) dan lemon sebagai produk pangan inovatif berbasis bahan lokal, dengan meninjau karakteristik sensori, tingkat penerimaan konsumen, potensi nilai fungsional, serta perancangan model bisnisnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat analisis pengembangan model bisnis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi pasar, survei atau kuesioner konsumen, uji organoleptik, serta studi literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi serai dan lemon mampu menghasilkan produk puding/jelly dengan karakteristik sensori yang khas, berupa aroma herbal dan rasa citrus yang menyegarkan, serta berpotensi sebagai pangan fungsional karena kandungan senyawa bioaktif dan vitamin. Analisis menggunakan BMC menunjukkan bahwa produk ini memiliki proposisi nilai yang jelas, segmen pasar yang spesifik, serta peluang pengembangan usaha yang menjanjikan, khususnya bagi pelaku UMKM pangan. Dengan demikian, pengembangan puding atau jelly berbasis serai dan lemon berpotensi menjadi produk pangan fungsional bernilai tambah yang kompetitif dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Kulit Semangka (Citrullus Lanatus) sebagai Bahan Baku Pembuatan Kimchi dan Karakteristik Organoleptiknya Selama Fermentasi Dhiva Dwi Handayani; Desti Isna Danias; Noviyanti Sutisna; Desti Novia Salsabilla; Saphira Aulia Effendi; Siti Nurjannah; Intan kusumaningrum; Tiara Amanda Lestari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25420

Abstract

Kulit semangka (Citrullus lanatus) menyusun ±30% bobot buah dan kaya senyawa bioaktif seperti L-citrullin, arginin, flavanol, dan fenolik, namun umumnya dibuang sebagai limbah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan kimchi berbahan dasar kulit semangka dan mengamati perubahan karakteristik organoleptiknya selama fermentasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengamatan empat parameter sensori (warna, rasa, tekstur, aroma) oleh enam (6) pengamat, pada hari ke-0 hingga ke-3 menggunakan skala deskriptif terstruktur. Warna konsisten pada skor +2 (merah) sepanjang fermentasi akibat dominasi cabai bubuk dan likopen alami kulit semangka. Rasa berkembang dari +1 (sangat tidak asam) pada hari ke-0 menjadi +4 (sangat asam) sejak hari ke-2 dan bertahan hingga hari ke-3, mencerminkan aktivitas BAL yang cepat difasilitasi oleh kadar air dan karbohidrat substrat yang tinggi. Aroma mengalami dinamika paling menonjol dengan lonjakan ke +4 (sangat beraroma khas kimchi) pada hari ke-1, lalu menstabil di +3 hingga akhir pengamatan. Tekstur tidak berubah dan konsisten di skor +2 (keras), diduga akibat struktur jaringan kulit semangka yang memperlambat laju osmosis garam. Penelitian ini terbatas tanpa analisis fisikokimia, durasi fermentasi lebih panjang, serta pengukuran pH dan total asam diperlukan. Kulit semangka terbukti dapat difermentasi secara asam laktat menghasilkan kimchi dengan perubahan organoleptik nyata, menjadikannya bahan baku alternatif yang potensial sekaligus solusi valorisasi limbah agroindustri.