Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Peer Counselor dan Pengenalan Media Promotif Untuk Peer Counselor Resti Rahmadika Akbar; Rahma Triyana; Prima Adelin
Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/saintek.v2i3.28

Abstract

Medical students as early adults have different challenges from high school, especially medical students. Based on the results of the previous study, it was found that medical students experienced anxiety, stress, and even depression with various levels. Ranging from mild to moderate-severe. Various efforts have been made, starting with increasing early detection of students from the first year, to the training stage to increase the role of academic advisory lecturers, to solving student problems that are sent to the counseling guidance section. The purpose of this training is that peer guidance services can be used as a form of guidance and counseling services provided to adolescents or early adults who have low social interaction. Before the training, it was started with the selection stage for peer counselors using an empathy questionnaire, based on the results of the questionnaire 28 students were found to be candidates for peer counselors. The training begins with a pretest then presentation material and case discussions then end with a post-test. Based on the results of the pre-test and post-test, there was an increase in knowledge about peer counselors, their roles, the benefits of counseling, and media that can be used as promotions as part of the peer counselor's duties. It is hoped that from this training, students can increase the role of assistance to students from the early stages so that severe cases experienced by students both in terms of academic and non-academic can be resolved.
Analisis Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Melya Susanti; Resti Rahmadika Akbar; Rinita Amelia; Aulia J Anna Aprilia Meysa
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1830

Abstract

Breast self examination is one of the efforts to detect breast cancer early. This examination can find lumps or changes in the breast that could be a sign of a tumor or breast cancer that requires medical attention. To find out the description of breast self-examination behavior in students of the Faculty of Medicine, Baiturrahmah University class 2017. This study was descriptive categorical with a research design was cross sectional. The population of this study were students of the Faculty of Medicine, Baiturrahmah University with 87 samples using simple random sampling technique by following inclusion and exclusion criteria, the data was from a quiestionnaire and presented in a frequency distribution table. The results of data analysis obtained from respondens that (47.1%) had knowledge of breast self-examination, with sufficient category, (58.6%) had attitude category is good in breast self-examination, and (43.7%) perform breast self-examination for early detection of breast cancer. The respondens have sufficient knowledge about breast self-examination, have a good attitude about breast self-examination, and less than 50% perform breast self-examination for early detection of breast cancer.
Upaya menurunkan penggunaan gadget melalui media promosi kesehatan pada siswa SDN 43 Sungai Sapih Kota Padang Resti Rahmadika Akbar
Abdimas Siliwangi Vol 6, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i2.16407

Abstract

Penggunaan gadget seperti handphone atau smartphone yang tidak bijak pada anak-anak akan berpengaruh buruk kepada perkembangan fisik dan perilakunya. Untuk itu penyuluhan kepada anak-anak pengguna gadget perlu di tanamkan sejak dini agar mereka dapat mengatur waktu antara bermain, belajar dan mengetahui dampak negatif penggunaan gadget jika pemakaian gadget yang tidak bijak, dengan demikian diharapkan gadget hanya dimanfaatkan kepada hal-hal yang positif bagi anak. Kegiatan diawali dengan persiapan untuk bekerja sama dengan mitra, kemudain mempersiapkan materi penyuluhan sesuai dengan permasalahan mitra. Kegiatan penyuluhan promosi kesehatan tentang “Upaya Menurunkan Penggunaan Gadget Melalui Media Promosi Kesehatan Pada Siswa SD Negeri 43 Sungai Sapih, Kota Padang” diawali dengan pre-test kemudian materi penyuluhan dan ditutup dengan post-test. Peserta promosi kesehatan adalah siswa kelas 4, 5 dan 6 dan dilakukan di aula SD Negeri 43 Sungai Sapih. Pelaksanaan kegiatan ini, penyampaian materi menggunakan PPT yang berisi gambar dan juga memberikan materi informatif yang singkat dan menarik melalui brosur. Hasil evaluasi kegiatan untuk menilai keberhasilan dan manfaat kegiatan ini terhadap pengetahuan mengenai dampak penggunaan gadget dilakukan pengukuran atau observasi dengan pre-test dan post-test.  Hasilnya terdapat peningkatan pengetahuan peserta pengabdian terhadap gadget dan dampaknya.
Upaya menurunkan penggunaan gadget melalui media promosi kesehatan pada siswa SDN 43 Sungai Sapih Kota Padang Resti Rahmadika Akbar
Abdimas Siliwangi Vol. 6 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v6i2.16407

Abstract

Penggunaan gadget seperti handphone atau smartphone yang tidak bijak pada anak-anak akan berpengaruh buruk kepada perkembangan fisik dan perilakunya. Untuk itu penyuluhan kepada anak-anak pengguna gadget perlu di tanamkan sejak dini agar mereka dapat mengatur waktu antara bermain, belajar dan mengetahui dampak negatif penggunaan gadget jika pemakaian gadget yang tidak bijak, dengan demikian diharapkan gadget hanya dimanfaatkan kepada hal-hal yang positif bagi anak. Kegiatan diawali dengan persiapan untuk bekerja sama dengan mitra, kemudain mempersiapkan materi penyuluhan sesuai dengan permasalahan mitra. Kegiatan penyuluhan promosi kesehatan tentang “Upaya Menurunkan Penggunaan Gadget Melalui Media Promosi Kesehatan Pada Siswa SD Negeri 43 Sungai Sapih, Kota Padang” diawali dengan pre-test kemudian materi penyuluhan dan ditutup dengan post-test. Peserta promosi kesehatan adalah siswa kelas 4, 5 dan 6 dan dilakukan di aula SD Negeri 43 Sungai Sapih. Pelaksanaan kegiatan ini, penyampaian materi menggunakan PPT yang berisi gambar dan juga memberikan materi informatif yang singkat dan menarik melalui brosur. Hasil evaluasi kegiatan untuk menilai keberhasilan dan manfaat kegiatan ini terhadap pengetahuan mengenai dampak penggunaan gadget dilakukan pengukuran atau observasi dengan pre-test dan post-test.  Hasilnya terdapat peningkatan pengetahuan peserta pengabdian terhadap gadget dan dampaknya.
Kegiatan Edukasi untuk Mencegah Gangguan Kesehatan Mental di Pesantren Al-Falah Mutiara Anissa; Resti Rahmadika Akbar; Rifkind Malik; Widia Sari
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 7, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v7i1.1639

Abstract

Stres adalah kondisi yang akan selalu dihadapi sehari-hari oleh manusia mulai dari bayi sampai dewasa. Survey The American Psychological Association (APA) melaporkan bahwa stres tertinggi dijumpai pada remaja. Pesantren banyak di isi oleh anak yang berusia antara 12-17 tahun atau yang disebut dengan santri dan termasuk kelompok remaja. Setiap tahunnya 5-10% mengalami berbagai masalah kesehatan mental. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi mekanisme koping dan cara belajar mengatasi emosi dan stres. Metode kegiatan dimulai dengan persiapan tim dalam menyiapakn materi dan menyiapkan kuis untuk menilain pemahaman peserta pengabdian. Pada tahap pelaksanaan dimulai dengan edukasi kemudian dilanjutkan dengan evaluasi pemahaman menggunakan quizis. Hasil dari pengabdian ini adalah peserta cukup memahami dengan nilai rata-rata 46% dan tingkat penyelesaian soal mencapai 72% dari 59 peserta. Dengan pengabdian ini diharapkan peserta dapat mengatasi emosi dan stres serta mengetahui kapan harus mendatangi ahli.
Gambaran Pola Luka pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di RSUD Mayjen H. A. Thalib Kerinci Periode 2018-2019 Heru Anugrah Putra; Insil Pendri Hariyani; Resti Rahmadika Akbar
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v9i2.286

Abstract

Kecelakaan lalu lintas dapat terjadi karena adanya unsur kesengajaan atau murni disebabkan oleh kecelakaan, sehingga dapat menimbulkan berbagai pola luka pada tubuh korban. Luka tersebut dapat berupa luka lecet, memar, ataupun luka robek. Diantara luka tersebut bisa saja termasuk ke dalam luka ringan, luka sedang, maupun luka berat tergantung dari tingkat keparahannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola luka pada kasus kecelakaan lalu lintas di RSUD Mayjen H. A. Thalib Kerinci periode 2018-2019. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan analisis secara deskriptif kategorik. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah seluruh rekam medis korban kecelakaan lalu lintas yang tercatat di rekam medis RSUD Mayjen H. A. Thalib Kerinci periode Januari 2018 – Desember 2019 dengan 96 sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase dan pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi 25.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah korban terbanyak adalah pengguna sepeda motor yaitu 85 orang (88,5%), usia terbanyak adalah 15-29 tahun yaitu 43 orang (44,8%), jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki yaitu 64 orang (66,7%), pola luka terbanyak adalah luka lecet yaitu 102 luka (68,5%), derajat luka terbanyak ringan yaitu 72 orang (75,0%) dan lokasi luka terbanyak adalah ekstremitas atas yaitu 61 luka (40,9%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah korban terbanyak adalah pengguna sepeda motor, laki-laki, berusia 15-29 tahun. Korban paling banyak mengalami luka lecet, di ekstremitas atas dengan derajat luka ringan.
Studi Eksplorasi Persepsi Dosen Pembimbing Klinik terhadap Dinamika Aktual Pembelajaran Klinik di Fasilitas Kesehatan Widyandana; Assyifa Nur'aini; Resti Rahmadika Akbar; Naima Lassie
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.202

Abstract

  Pendahuluan: Pembelajaran klinik merupakan fase krusial dalam pendidikan kedokteran yang bergantung pada peran dosen sebagai fasilitator. Namun, keterbatasan waktu, variasi kasus, dan minimnya pelatihan pedagogis kerap menjadi kendala. Tujuan: Mengeksplorasi persepsi dosen klinik terkait tantangan, strategi pembelajaran, serta pengalaman dan harapan terhadap pelatihan. Metode: Studi kualitatif deskriptif ini melibatkan 61 dosen pembimbing klinik Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahman Padang melalui survei daring saat pelatihan. Hasil: Sebanyak 27,9% belum pernah mengikuti pelatihan. Strategi dominan meliputi pendekatan kognitif (34,4%) dan penguatan soft skill (26,2%), sementara 24,6% tidak memiliki strategi khusus. Tantangan utama adalah keterbatasan waktu (31,1%) dan kesiapan mahasiswa. Dosen berharap mendapat pelatihan teknis (50,8%), peran perseptor (21,3%), serta komunikasi dan publikasi ilmiah (21,3%). Kesimpulan: Meskipun berpengalaman secara profesional, dosen masih menghadapi kesenjangan pedagogis. Diperlukan pelatihan teknis yang terstruktur dan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pembelajaran klinik.
Pengaruh Praktik Laboratorium Soft Skills Terhadap Kemampuan Refleksi Diri Mahasiswa Kedokteran Resti Rahmadika Akbar; Shinta Pratiwi; Aulia Cahya Madhani; Gadiza Usuludin
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.208

Abstract

Latar Belakang: Skills Lab, atau laboratorium keterampilan klinis, merupakan fasilitas pendidikan yang dirancang untuk membantu mahasiswa kedokteran menguasai keterampilan klinis melalui simulasi sebelum berinteraksi langsung dengan pasien. Salah satu kompetensi utama yang dipelajari adalah komunikasi efektif, yang mencakup edukasi dan konseling. Aspek penting dalam komunikasi efektif meliputi kemampuan sambung rasa terhadap pasien, empati, keterampilan membuka dan menutup sesi, serta negosiasi dalam proses persetujuan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan menganalisis 30 artikel yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi memiliki peran yang signifikan dalam proses pembelajaran mahasiswa kedokteran. Refleksi membantu mahasiswa menilai pengalaman dan respons emosional mereka secara kritis, terutama ketika terpapar pengaturan klinis sejak dini. Paparan ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami lebih baik tantangan klinis, mengembangkan empati, dan membangun identitas profesional mereka sebagai tenaga kesehatan. Melalui praktik reflektif, mahasiswa dapat memperbaiki keterampilan komunikasi dan klinis mereka. Refleksi membantu mahasiswa dalam meningkatkan pengambilan keputusan klinis, menyempurnakan kompetensi profesional, dan memperdalam pemahaman mereka tentang kebutuhan pasien. Selain itu, refleksi memungkinkan mahasiswa untuk mengelola emosi dalam situasi klinis dan membangun hubungan terapeutik yang lebih baik dengan pasien. Simulasi yang dilakukan di Skills Lab, didukung oleh praktik refleksi, menjadi pendekatan strategis dalam pendidikan kedokteran. Hal ini memastikan mahasiswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis tetapi juga memiliki kepekaan dan empati yang diperlukan dalam memberikan perawatan pasien. Dengan demikian, refleksi tidak hanya mendukung pengembangan keterampilan komunikasi yang efektif tetapi juga menjadi landasan dalam membangun kompetensi profesional yang lebih holistik. Kesimpulan: Refleksi memainkan peran kunci dalam pendidikan kedokteran, membantu mahasiswa menjadi penyedia layanan kesehatan yang kompeten, berempati, dan siap menghadapi tantangan klinis nyata.
Correlation Between Body Mass Index and Cardiovascular Fitness in Medical Student Alief Dhuha; Berry Rahmadhoni; Lovea Ajeng Sari; Dian Puspita; Resti Rahmadika Akbar; Widia Sari
Scientific Journal Vol. 4 No. 5 (2025): SCIENA Volume IV No 5, September 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i5.254

Abstract

Introduction: Cardiovascular fitness is one of the components that can be used to evaluate health-related physical fitness. Body mass index (BMI) is a factor that can influence cardiovascular fitness. This is due to the strong correlation between BMI and cardiovascular fitness. Aims: To assess the correlation between BMI and cardiovascular fitness among medical students at Universitas Baiturrahmah. Method: The research was conducted at the Physiology Laboratory, Faculty of Medicine, Universitas Baiturrahmah. We assessed each subjects’s BMI and evaluated their cardiovascular fitness using the Harvard Step Test. The data were processed using Spearman rho correlation analysis. Results: Among the 50 subjects who participated in this study the mean BMI was 23.66±0.67 kg/m2, with approximately 68% (34) of subjects categorized in the normal BMI group. Out of the total number of subjects, around 34% (17) subjects had good cardiovascular fitness, with a mean value around 75.48±2.17. The results showed a significant correlation between BMI and cardiovascular fitness (r = -0.436, p<0.05), indicating that a higher BMI is related to lower levels of cardiovascular fitness. Conclusion: The results of this study indicate a significant negative correlation between BMI and cardiovascular fitness among medical students at Universitas Baiturrahmah.
Edukasi Pengelolaan Keselamatan Kerja Nelayan dengan Media Brosur di Kecamatan Bungus Kota Padang Resti Rahmadika Akbar; Annisa Lidra Maribeth; Insil Pendri Hariyani; Mutiara Anissa; Muhammad Rifki; Ananda Lathifa; Mailinda; Atika Karina Asmi
Abdika Sciena Vol 3 No 1 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 1, Juni 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i1.232

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan  dan kesehatan kerja adalah suatu kegiatan untuk menciptakan  lingkungan  kerja yang  aman, nyaman  dan  cara  peningkatan  serta pemeliharaan  kesehatan  tenaga  kerja  baik jasmani, rohani dan sosial. Keselamatan dan kesehatan  kerja  secara  khusus  bertujuan untuk  mencegah  atau  mengurangi kecelakaan  dan  akibatnya,  dan  untuk mengamankan  kapal,  peralatan  kerja,  dan produk  hasil  tangkapan.  Komponen terpenting dalam menjaga keselamatan jiwa dan  keselamatan  peralatan  kerja  adalah pengetahuan  tentang  penggunaan perlengkapan keselamatan kerja  bagi awak kapal, utamanya adalah  awak kapal bagian mesin.  Penggunaan  alat  perlengkapan keselamatan  kerja  ini telah  di  standarisasi baik secara nasional  maupun internasional, sehingga  wajb  digunakan  ketika  akan melaksanakan  kegiatan  kerja  utamanya adalah  kegiatan  kerja  di  ruang  mesin. Tujuan: Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat nelayan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja. Metode: Kegiatan dimulai dari persiapan materi edukasi, membuat brosur dan melaksanakan kegiatan edukasi. Setelah pemberian materi edukasi, responden diminta untuk mengisi survei. Hasil: Hasil pemahaman dari responden cukup baik. Kesimpulan: Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini, pengetahuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja nelayan sangat penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan cedera, serta menjaga kesejahteraan nelayan.