Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Affective Taxonomy Domain Development for Improving Elementary Student Behaviour with English Mother Tongue Interaction Pamuji, Wirawan; Julia Marfuah; Nirmayanti
Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 3 (2024): May 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/modern.v3i3.8476

Abstract

Contextualized Methods are applied during an advance completing progress in adequate application for English Language applied for the function not for the theory The Research applies Descriptive Qualitative Methods in developing Domain of Affective Taxonomy in measuring how English applied at class with good steps of changing unwell behavior of students at class. Due that English learning process in Asia requires understandable pattern called second acquisition in which most teachers should follow adaptive comprehension in adequate manners of teaching
Bimbingan Teknis Standar Operasional Prosedur Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang dan Darmasiswa sebagai Upaya Mendukung Program Kerja Sama Internasional Sukma, Sukma; Asrianti, Asrianti; Patekkai, Idris; Marfuah, Julia
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 7 No. 2 (2024): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v7i2.12632

Abstract

Kegiatan bimbingan teknis ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya bimbingan teknis untuk perguruan tinggi di Sulawesi Tengah dalam penyelenggaraan program beasiswa KNB dan Darmasiswa. bimbingan teknis ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengelolaan program BIPA. Peserta terdiri dari pengelola program, pengajar, dan staf administrasi dari empat perguruan tinggi yang berpartisipasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan bimbingan teknis. Hasil dari bimbingan teknis ini menunjukkan bahwa peserta berhasil menyusun dua draft SOP yang mencakup aspek penting dalam pengelolaan beasiswa, seperti pendaftaran mahasiswa asing, pengelolaan kelas Bahasa Indonesia, dan evaluasi program. bimbingan teknis juga memberikan wawasan mengenai pentingnya SOP dalam memastikan konsistensi, efisiensi, dan transparansi dalam pengelolaan program beasiswa. Meskipun ada beberapa tantangan terkait dengan pemahaman dan penerapan pedoman, peserta telah mendapatkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas program beasiswa di institusi masing-masing. Kata kunci: KNB, darmasiswa, SOP, perguruan tinggi
Ekspresi Eufemisme dalam Surat Kabar di Kota Palu Ali Karim; Julia Marfuah; Muhammad Aqil; Fadly A. Karim
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.6726

Abstract

The topic discussed in this article is the use of euphemisms in newspapers. The aim is to describe the synonymy of euphemisms in newspapers in terms of collocation, distribution, emotive meaning and meaning components. The steps taken in this research include three stages, namely: (1) data collection stage, (2) data analysis stage, and (3), data analysis results presentation stage. The method used in collecting data is the siak method with note-taking technique. The methods used in data analysis are the matching method with referential matching techniques and the distributional method with techniques for direct elements, expansion techniques, and replacement techniques. The methods used in presenting the results of data analysis are formal methods and informal methods. The results of the research show that the use of euphemisms in newspapers is not perfectly synonymous with the linguistic form they replace based on analysis of collocation, distribution, emotive meaning and meaning components. Apart from that, the use of euphemisms in newspapers tends to hide certain intentions so as not to disturb the public. AbstrakTopik yang dibahas dalam artikel ini adalah penggunaan eufemisme dalam surat kabar. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan sinonimi eufemisme dalam surat kabar ditinjau dari kolokasi, distribusi, makna emotif, dan komponen makna. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi tiga tahap, yaitu: (1) tahap pengumpulan data, (2) tahap analisis data, dan (3) tahap penyajian hasil analisis data. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode siak dengan teknik catat. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode padan dengan teknik padan referensial dan metode distribusional dengan teknik unsur langsung, teknik perluasan, dan teknik penggantian. Metode yang digunakan dalam penyajian hasil analisis data adalah metode formal dan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan eufemisme dalam surat kabar tidak sepenuhnya sinonim dengan bentuk kebahasaan yang digantikannya berdasarkan analisis kolokasi, distribusi, makna emotif, dan komponen makna. Selain itu, penggunaan eufemisme dalam surat kabar cenderung menyembunyikan maksud tertentu agar tidak meresahkan masyarakat.
Analisis Bentuk dan Frekuensi Kesalahan Sintaktis dalam Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Bolano Lambunu Fitri Khodiyah; Syamsuddin; Asrianti; Idris Pattekai; Julia Marfuah
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KREDO VOL 10 NO 1 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v10i1.17253

Abstract

Kesalahan sintaksis dalam tulisan siswa, khususnya dalam teks deskriptif, menunjukkan pemahaman yang belum lengkap tentang aturan linguistik yang mengatur konstruksi frasa, klausa, dan kalimat. Oleh karena itu, menganalisis kesalahan-kesalahan ini sangat penting untuk mengidentifikasi bentuk dan frekuensinya sebagai dasar untuk meningkatkan pengajaran menulis. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan frekuensi kesalahan sintaksis yang ditemukan dalam teks deskriptif yang ditulis oleh siswa SMP Negeri 6 Bolano Lambunu. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, dengan metode kualitatif untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan dan metode kuantitatif untuk menghitung frekuensinya. Data terdiri dari 20 teks deskriptif siswa yang dikumpulkan melalui pengujian, pencatatan, dan dokumentasi. Data tersebut dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan total 37 kesalahan sintaksis: kesalahan frasa mencapai 62%, dengan interferensi bahasa daerah sebagai jenis kesalahan yang dominan; kesalahan klausa mencapai 5%, terutama melibatkan klausa yang tidak memiliki subjek; dan kesalahan kalimat mencapai 32%, dengan penggunaan konjungsi yang berlebihan sebagai masalah yang paling umum. Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan menulis siswa perlu dikembangkan lebih lanjut, khususnya dalam menguasai aturan sintaksis untuk menghasilkan komunikasi tertulis yang lebih efektif. Kata kunci: kesalahan bahasa, sintaksis, teks deskriptif, Lambunu
Pelatihan Penulisan Resensi Buku Bertema Keperawatan untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Prodi Keperawatan : Sebuah Pendekatan Schoolarship of Teaching and Learning Julia Marfuah; Andi Bismawati
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21217292

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa keperawatan dalam mendukung pengambilan keputusan klinis berbasis bukti. Namun, kemampuan tersebut masih perlu ditingkatkan melalui strategi pembelajaran yang inovatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Widya Nusantara Palu melalui pelatihan penulisan resensi buku bertema keperawatan dengan pendekatan Scholarship of Teaching and Learning (SoTL). Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahapan, yaitu orientasi dan pengenalan konsep berpikir kritis serta resensi buku, analisis buku keperawatan, pelatihan teknik penulisan resensi, serta presentasi, refleksi, dan pemberian umpan balik. Pendekatan SoTL diterapkan untuk mendorong pembelajaran reflektif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep penulisan resensi, menganalisis isi buku secara lebih kritis, serta menyusun resensi dengan struktur yang baik. Selain itu, proses diskusi dan refleksi selama pelatihan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengevaluasi informasi, menyampaikan argumentasi, dan mengaitkan teori dengan praktik keperawatan. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna serta berpotensi menjadi alternatif strategi pembelajaran dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa keperawatan.
Pelatihan Penulisan Resensi Buku Bertema Keperawatan untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Prodi Keperawatan : Sebuah Pendekatan Schoolarship of Teaching and Learning Julia Marfuah; Andi Bismawati
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Juni 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21217292

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa keperawatan dalam mendukung pengambilan keputusan klinis berbasis bukti. Namun, kemampuan tersebut masih perlu ditingkatkan melalui strategi pembelajaran yang inovatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Universitas Widya Nusantara Palu melalui pelatihan penulisan resensi buku bertema keperawatan dengan pendekatan Scholarship of Teaching and Learning (SoTL). Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahapan, yaitu orientasi dan pengenalan konsep berpikir kritis serta resensi buku, analisis buku keperawatan, pelatihan teknik penulisan resensi, serta presentasi, refleksi, dan pemberian umpan balik. Pendekatan SoTL diterapkan untuk mendorong pembelajaran reflektif, kolaboratif, dan berbasis pengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep penulisan resensi, menganalisis isi buku secara lebih kritis, serta menyusun resensi dengan struktur yang baik. Selain itu, proses diskusi dan refleksi selama pelatihan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengevaluasi informasi, menyampaikan argumentasi, dan mengaitkan teori dengan praktik keperawatan. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif dan bermakna serta berpotensi menjadi alternatif strategi pembelajaran dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis mahasiswa keperawatan.
Struktur Kalimat Mayor dan Kalimat Minor dalam Bahasa Kaili Donggala Dialek Doi Nurul Sifa; Julia Marfuah; Wahdania Wahdania
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.40823

Abstract

Kajian mengenai struktur sintaksis bahasa daerah memiliki peran penting dalam dokumentasi linguistik dan pengembangan pengetahuan tentang keragaman gramatikal bahasa-bahasa di Indonesia. Meskipun bahasa Kaili merupakan salah satu bahasa daerah utama di Sulawesi Tengah, penelitian yang secara khusus mendeskripsikan struktur kalimat mayor dan kalimat minor dalam dialek Doi masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola kalimat mayor dan kalimat minor dalam bahasa Kaili Donggala dialek Doi berdasarkan tuturan alami penuturnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif linguistik. Data penelitian berupa tuturan lisan yang diperoleh dari penutur asli bahasa Kaili Donggala dialek Doi melalui teknik simak libat cakap, rekam, dan catat. Data dianalisis menggunakan metode agih dengan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan struktur sintaktis yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat mayor dalam bahasa Kaili Donggala dialek Doi terdiri atas tiga bentuk utama, yaitu kalimat simpel, kalimat majemuk, dan kalimat kompleks yang memiliki struktur sintaktis lengkap. Sementara itu, kalimat minor ditemukan dalam bentuk kata dan frasa yang tetap memiliki fungsi komunikatif meskipun tidak memenuhi kelengkapan struktur sintaksis. Temuan ini menunjukkan bahwa penutur dialek Doi memanfaatkan baik konstruksi lengkap maupun konstruksi eliptis secara fungsional sesuai dengan kebutuhan komunikasi. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap dokumentasi sintaksis bahasa Kaili, khususnya dialek Doi, yang masih terbatas dalam literatur linguistik Indonesia. Selain memperkaya kajian sintaksis deskriptif bahasa daerah, hasil penelitian ini juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber rujukan dalam upaya pelestarian bahasa daerah dan pengembangan penelitian lanjutan mengenai variasi sintaktis bahasa Kaili.
The Local Wisdom of ‘Malabot Tumbe’: A Community Ritual in Banggai District Fadly A. Karim; Julia Marfuah; Asrianti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.2599

Abstract

Abstrak Kearifan lokal adalah bagian dari budaya suatu masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Molabot Tumpe merupakan tradisi penjemputan telur pertama burung maleo dari masyarakat adat Batui ke keraton Banggai. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam ritual “Molabot Tumbe” Masyarakat Kabupaten Banggai. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa nilai kearifan lokal yang terkandung dalam ritual tersebut, diantaranya: kearifan lokal kesejahteraan yang terdiri atas disiplin, gotong royong, pelestarian dan kreativitas budaya dan peduli lingkungan. Kemudian, terdapat pula nilai kearifan lokal kedamaian yang terdiri atas kesetiakawanan sosial, kerukunan dan penyelesaian konflik, komitmen dan pikiran positif. Kata Kunci: Kearifan lokal, Molabot tumbe, Masyarakat Banggai Abstract Local wisdom is part of the culture of a society that is passed down from generation to generation. Molabot Tumpe is a tradition of picking up the first maleo eggs from the Batui people to the Banggai palace. This study aims to reveal the values ​​of local wisdom in the "Molabot Tumbe" ritual of the Banggai Regency community. The method used is a qualitative method with an ethnographic approach. Based on the results of the study, there are several values ​​of local wisdom contained in the ritual, including: local wisdom of welfare which consists of discipline, mutual cooperation, preservation and cultural creativity and care for the environment. Then, there is also the value of local wisdom of peace which consists of social solidarity, harmony and conflict resolution, commitment and positive thoughts. Keywords: Local wisdom, Banggai Society, Molabot Tumpe.
THE SYMBOLIC MEANING OF THE SAWER TRADITION IN SUNDANESE TRADITIONAL WEDDINGS IN BERINGIN JAYA VILLAGE niswatin uliah; Gusti Ketut Alit Suputra; Arum Pujining Tyas; Ida Nuraeni; Julia Marfuah
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/f1p6az12

Abstract

The Sawer tradition is an important stage in Sundanese traditional wedding ceremonies that incorporates various verbal and nonverbal symbols as a medium for conveying advice, prayers, and cultural values to newlywed couples. However, the symbolic meanings embedded in this tradition are not fully understood by the community, including some members of the Sundanese ethnic group themselves. This study aims to describe and analyze the forms and meanings of verbal and nonverbal symbols in the Sawer tradition of Sundanese wedding ceremonies in Beringin Jaya Village, Bumi Raya District, Morowali Regency. The study employed a descriptive qualitative approach using Ferdinand de Saussure’s semiotic theory. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that verbal symbols in the Sawer tradition are expressed through four categories of ritual songs: the opening song, the song for the groom, the song for the bride, and the closing song. These symbols represent religiosity, responsibility, commitment, fidelity, cooperation, harmony, and divine blessing. Meanwhile, the nonverbal symbols, including yellow rice, candies, money and coins, and an umbrella, symbolize prosperity, harmony, economic well-being, protection, and family happiness. The findings indicate that the Sawer tradition functions as a medium for transmitting cultural, moral, social, and religious values and plays a significant role in preserving the cultural identity of Sundanese migrant communities.