Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Uji Organoleptik Dan Kandungan Nutrisi Biskuit Dengan Bahan Fortifikasi Tepung Kelor (Moringa oleifera) Untuk Penanganan Stunting Melissa Syamsiah; Yuliani; Angga Adriana Imansyah; Riza Trihaditia
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 10 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v10i2.3822

Abstract

Stunting is a nutritional problem caused by chronic malnutrition. Nutrition and nutritional intake for people affected by stunting, especially toddlers, can be obtained through the consumption of healthy and nutritious food. Biscuits are a food that is loved by all groups, especially toddlers. Moringa has many benefits, especially for health and medicine. The addition of Moringa flour fortification can increase the nutritional value of biscuits. This study aims to determine the results of the preference test (organoleptic) of biscuits with fortified moringa flour, and to compare the nutritional content of biscuits from the best fortified formulation with biscuits without the addition of moringa flour. The research was conducted in September - November 2022 at the Teaching Factory of the Faculty of Applied Science, Suryakancana University and the Laboratory of the Center for Agro Industry. This study used treatment in the form of the addition of moringa flour fortification: 0%, 1%, 2%, 3%, 4% and 5%. Organoleptic test through hedonic/liking test was conducted on 25 panelists and 2 expert panelists. The nutritional test was carried out on biscuits with the best organoleptic test results with biscuits without the addition of moringa flour as a control. The results showed that the A2 treatment (addition of 2% moringa flour) was the treatment that gave the most recommended organoleptic test results for consumption. Furthermore, the results of nutritional tests on the A2 treatment biscuits (addition of 2% moringa flour) showed that the food was high in protein and suitable for consumption for people affected by stunting. Meanwhile, the saturated fat content is very low. This really supports the stunting program because saturated fat can inhibit the metabolism of omega-3 which functions for eye health and brain development.
PENGUJIAN APLIKASI FITOHORMON ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BATANG MAWAR (Rossa sinensis) VARIETAS CLIMBING ROSE Widya Sari; Yuliani ,; Julkarnaen ,
Pro-STek Vol 5, No 1 (2023): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i1.3237

Abstract

Mawar Rambat (Climbing Rose), merupakan salah satu varietas mawar yang banyak diminati karena sangat unik mempercantik dinding rumah serta menghasilkan warna-warna yang indah. Perbanyakan tanaman mawar biasanya lebih sering dilakukan secara vegetatif, seperti menggunakan stek akan tetapi stek mengalami kegagalan dengan tidak tumbuhnya akar salah satu upaya mempercepat pertumbuhan stek tanaman mawar dengan pemberian fitohormon alamin dan sintetik ( ekstrak bawang merah , gel lidah buata dan air kelapa). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fitohormon ekstrak bawang merah, lidah buaya, dan air kelapa terhadap waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar pada stek mawar Climbing rose. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Non Faktorial (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap unit percobaan menggunakan 5 stek batang. K0 : tanpa ZPT 0% , K1 : konsentrasi air kelapa 100%, K2 : konsentrasi ekstrak bawang merah 70%, K3 : konsentrasi lidah buaya 50%, K4 : konsentrasi Rootone F 200 mg/liter air. Parameter yang diamati meliputi waktu muncul tunas, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar stek batang mawar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan fitohormon tidak berpengaruh terhadap waktu muncul tunas akan tetapi berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar stek batang mawar varietas Climbing rose.  Ekstrak bawang merah memberikan pengaruh yang paling nyata dan paling baik   terhadap jumlah tunas stek mawar (2,85 helai) dan jumlah akar (3,80 helai). Ekstrak air kelapa berpengaruh terhadap jumlah daun stek mawar.  Ekstrak bawang merah dan air kelapa mengandung auksin dan sitokinin yang berperan untuk mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tanaman.
EFEKTIFITAS PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH 3 R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) TERHADAP MASYARAKAT TERDAMPAK GEMPA BUMI CIANJUR KHUSUSNYA DESA SARAMPAD DAN BENJOT Fauzan Zikri; Yuliani Yuliani; Melissa Syamsiah; Angga Adriana Imansyah; Adang Suryana; Diny Syarifah Sany
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i1.801

Abstract

One of the ways to empower communities affected by the earthquake in Cianjur Regency is through community assistance activities in waste management and processing to create a clean environment. The Suryakancana University lecturer team carried out community service activities in the form of assisting communities affected by the Cianjur earthquake in Sarampad Village and Benjot Village. Forms of mentoring activities are carried out in the form of discussions and practices in processing waste into useful products such as pillows, doormats, fertilizer, and handicrafts. Data collection was carried out through pretest and posttest on 20 respondents (mentoring participants) who came from Sarampad Village and Benjot Village. Mentoring activities will be carried out from August – October 2023. The results of mentoring for earthquake-affected communities from Sarampad Village and Benjot Village show an increase in knowledge, attitudes and skills. Mentoring provided a greater increase in the knowledge aspect compared to the attitude and skills aspect in both Sarampad and Benjot Villages. The increase in knowledge aspects of people affected by the earthquake in Benjot Village (27%) was greater than in Sarampad Village (20%). Meanwhile, in the aspect of attitudes and skills, the increase was greater in the earthquake-affected communities in Sarampad Village (attitudes 18% and skills 17%) than in Benjot Village (attitudes and skills the same 11%).
Penerapan Metode FAST dan Analisis PIECES pada Perancangan Aplikasi EFarash Diny Syarifah Sany; Fauzan Zikri; Yuliani Yuliani; Adang Suryana; Melissa Syamsiah; Angga Adriana Imansyah
Explore: Jurnal Sistem Informasi dan Telematika (Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika) Vol 15, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jsit.v15i1.3427

Abstract

Gempa di Cianjur tahun 2022 menyebabkan tumpukan sampah tekstil dan sampah jenis ini merupakan sampah yang sulit terurai. Saat ini TPS3R di Cianjur hanya menjual barang bekas ke perorangan secara langsung dan terbatas. Masalah sampah dan bisnis menjadi pendorong utama membuat aplikasi EFarash. Hal ini disebabkan belum adanya toko online khusus menjual olahan sampah bernilai guna. Penelitian ini membahas bagaimana membangun aplikasi EFarash dengan menggunakan metode FAST (Framework for The Application of System Thinking) dan mengkombinasikannya dengan metode analisis PIECES (Performance, Information, Economy, Control an Security, Efficiency, dan Service) untuk analisis masalah, kebutuhan dan evaluasi kepuasan. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa rata-rata kepuasan tiap indikator ukur adalah 4.34 atau dikategorikan sangat baik. Sehingga diharapkan aplikasi ini akan menjadi solusi untuk perekonomian Masyarakat dan solusi penanggulangan sampah sebagai wadah penyalur olahan sampah.
EFEKTIVITAS BERBAGAI JENIS PESTISIDA NABATI TERHADAP MORTALITAS HAMA RAYAP (Coptotermes curvignathus) PADA TANAMAN KELOR Yuliani Yuliani; Angga Adriana Imansyah; Vina Nurfauziyyah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15 No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5910

Abstract

Tanaman Kelor merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, dikenal dengan julukan “miracle of tree”. Namun seringkali hama menyerang tanaman kelor salah satunya adalah hama rayap. Umumnya petani lebih memilih pestisida kimia dalam mengendalikan hama rayap, karena hal tersebut pestisida kimia berbahaya bagi lingkungan karena dapat meninggalkan residu. Sebagai alternatif untuk mengendalikan hama rayap adalah menggunakan pestisida nabati yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pestisida nabati untuk mengendalikan mortalitas dan LT50 hama rayap. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan yaitu K0 (Kontrol), K1 (Ekstrak Serai), K2 (Ekstrak Daun Salam), K3 (Ekstrak Daun Cengkeh) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis pestisida nabati menunjukkan adanya perbedaan mortalitas dari semua perlakuan. Adapun perlakuan terbaik yakni K1 (Ekstrak Serai) mampu mematikan hama rayap sebesar 70%, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak) pada 24 jam setelah aplikasi. Dan nilai LT50 tercepat yaitu perlakuan K1 (Ekstrak Serai) pada 17 jam diikuti oleh K2 (Ekstrak Daun Salam) dan K4 (Ekstrak Daun Sirsak) pada 18 jam.
PENGGUNAAN BEBERAPA PERANGKAP UNTUK MENGENDALIKAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI PANDANWANGI (Oryza sativa var. Aromatic) Yuliani ,; Ai Resti Anggraeni
Pro-STek Vol. 1 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i1.817

Abstract

Padi pandanwangi merupakan padi lokal Cianjur varietas jenis padi bulu (Javanica), padi ini tumbuh pada ketinggian 450-800 mdpl, umur tanaman mulai dari penanaman sampai panen mencapai 155 hari lebih lama daripada padi pada umumnya. Karena lamanya umur tanam padi Pandanwangi mengakibatkan populasi penggerek batang padi dapat berkembang dengan baik di areal penanaman tersebut dikareanakan ketersediaan makanannya selalu tersedia, untuk menekan populasi penggerek batang padi Pandanwangi dilakukan teknik penangkapan hama tersebut menggunakan perangkap lampu, perangkap feromon dan perangkap methyleugenol perangkap tersebut merupakan perangkap yang dapat memerangkap hama tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di areal penanaman padi Pandanwangi milik Fakultas Sains Terapan Unsur pada bulan Maret-April, menggunaan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kelompok dengan satu sampel dalam masing-masing kelompok, perangkap A (lampu), B (feromon), C (yellow sticy trap) dan D (methyleugenol). Hasil uji lanjut DMRT menunjukkan hasil yang paling tinggi pengaruhnya terhadap populasi penggerek batang padi Pandanwangi yang terperangkap adalah perangkap A (lampu)  diteruskan dengan perangap B (feromon).
UJI KETERTARIKAN HAMA KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) TERHADAP BERBAGAI UMPAN PERANGKAP DI LAHAN PADI PANDANWANGI Yuliani ,; Aidannisa .
Pro-STek Vol. 1 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v1i2.826

Abstract

Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan salah satu hama penyebab padi gagal tumbuh pada budidaya padi Pandanwangi fase vegetatif. Hama  tersebut memakan bibit padi muda sehingga petani harus menyulam kembali tanaman padi. Populasi hama Keong Mas yang tinggi perlu dikendalikan agar populasi tidak semakin meningkat. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan adalah pengendalian hama secara terpadu (PHPT) seperti penggunaan umpan perangkap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketertarikan hama Keong Mas terhadap berbagai umpan  perangkap dilahan padi Pandanwangi sehingga dapat berpengaruh terhadap populasi hama Keong Mas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 di Pusat Studi dan pengembangan plasma nutfah padi Pandanwangi lahan milik MP3C dan Fakultas sains Terapan Univeristas Suryakacana. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari 4 perlakuan dan 7 ulangan, yaitu: (P1) Daun Pepaya, (P2) Daun Selada, dan (P3) Ampas Kelapa dan K (Kontrol) Hasil menunjukkan bahwa pemberian umpan berpengaruh terhadap populasi hama Keong Mas. Umpan perangkap yang paling banyak menarik  populasi hama Keong Mas yaitu P1 (15.89) dan P2 (14.23) dan yang paling rendah adalah  Kontrol (Larutan Ragi) yaitu sebanyak 0.76.
KEPADATAN POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata lugens. Stal) PADA BUDIDAYA PADI PANDANWANGI DENGAN PENERAPAN ORGANIK DAN ANORGANIK Yuliani & Ade Perta Agustian
Pro-STek Vol. 2 No. 1 (2020): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v2i1.992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati kepadatan populasi dan intensitas serangan hama wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) pada padi varietas Pandanwangi organik dan anorganik. Penelitian dilakukan di desa Tegallega dan Mekarwangi Kecamatan Warungkondang, dengan menggunakan metode survey pada lahan persawahan padi pandanwangi perlakuan organik dan anorganik, dan tiap lahan dilakukan pengambilan sampel yang terdiri dari 5 petak. Untuk pengamatan secara visual pada setiap petak ditentukan 5 sub petak yang tersebar secara diagonal, pada setiap sub petak percobaan diambil 5 tanaman contoh secara acak berpindah-pindah setiap minggunya sehingga terdapat 25 tanaman contoh dalam satu sub petak. Hasil yang diperoleh yaitu : kepadatan populasi hama wereng batang coklat pada lahan budidaya tanaman padi organik,  pada pengamatan minggu ke-1 hingga minggu ke-5 secara berturut-turut adalah : 0,28; 0,32; 0,16; 0,08 dan 0. Sedangkan kepadatan populasi hama wereng batang coklat pada lahan budidaya tanaman padi anorganik,  pengamatan pada minggu ke-1 hingga minggu ke-5 secara berturut-turut adalah : 2,48; 2,08; 1,56; 0,72 dan 0,2. Hal ini menunjukan bahwa populasi wereng batang coklat lebih banyak pada lahan budidaya padi secara anorganik. Sedangkan pada lahan organik populasi wereng coklat relatif stabil. Dari hasil pengamatan yang diperoleh, menunjukan bahwa intensitas serangan hama wereng batang coklat pada budidaya tanaman padi pandanwangi dengan penerapan lahan organik lebih rendah dibandingkan lahan anorganik, hal ini sejalan dengan tingginya populasi hama wereng di lahan anorganik dibandingkan di lahan organik.