Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Perbedaan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Berbantuan Proyek Berdasarkan Kemampuan Awal Matematis Siswa Wiwit Damayanti Lestari
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.39 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan proyek dan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional berdasarkan kategori kemampuan awal matematis siswa (tinggi, sedang, dan rendah). Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian kelompok kontrol non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII salah satu SMP Negeri di Cirebon tahun ajaran 2013/2014. Sampel untuk penelitian ini diambil dua kelas sebagai kelas eksperimen yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan proyek dan kelas kontrol yang mendapat pembelajaran konvensional dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Analisis data dilakukan terhadap skor gain ternormalisasi antara dua kelompok sampel. Analisis data kemampuan pemecahan masalah matematis menggunakan uji ANOVA Dua Jalur. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan proyek dan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional berdasarkan kemampuan awal matematis siswa (KAM).
Perbandingan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Antara Siswa Yang Menggunakan Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Dengan Ekspositori Ditinjau Dari Tingkat Mathematical Habits of Mind Dian Rohaeni; Rosyadi Rosyadi; Wiwit Damayanti Lestari
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.708 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan interaksi antara metode pembelajaran dan tingkat Mathematical Habits of Mind. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan populasi subjek adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sindang tahun ajaran 2017/2018. Sampel kelas diambil sebanyak dua kelas dengan menggunakan teknik cluster random sampling dengan cara diundi. Terpilih kelas VII B sebagai kelas eksperimen I yang menggunakan metode pembelajaran Penemuan Terbimbing dan kelas VII E sebagai kelas eksperimen II yang menggunakan metode pembelajaran Ekspositori. Berdasarkan analisis uji ANAVA dua jalan, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan interaksi antara metode pembelajaran (penemuan terbimbing dan ekspositori) dan tingkat Mathematical Habits of Mind. Hasil uji lanjut dengan menggunakan uji Scheffe diperoleh bahwa penggunaan metode pembelajaran penemuan terbimbing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan tingkat Mathematical Habits of Mind tinggi lebih baik dibandingkan dengan metode pembelajaran ekspositori.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Pair Check Terhadap Kemampuan Berpikir Reflektif Siswa Ditinjau Dari Tingkat Kebiasaan Berpikir Shely Selina Ramadhani; Sri Hartin; Wiwit Damayanti Lestari
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.662 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini: (1) untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran pair check terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa; (2) untuk mengetahui pengaruh tingkat kebiasaan berpikir matematis terhadap kemampuan berpikir matematis siswa; (3) untuk mengetahui pengaruh interaksi antara model pembelajaran (pair check dan langsung) dan tingkat kebiasaan berpikir matematis terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan populasi subjek adalah semua siswa kelas VII SMP Al-Islah Sudimampir tahun ajaran 2017/2018. Dua kelas sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran pair check dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil analisis data uji ANAVA dua jalan, diperolah kesimpulan sebagai berikut: (1) terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran pair check yang signifikan terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa; (2) terdapat pengaruh tingkat kebiasaan berpikir matematis yang signifikan terhadap kemampuan berpikir matematis siswa; (3) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran (pair check dan langsung) dan tingkat kebiasaan berpikir matematis terhadap kemampuan berpikir reflektif siswa. Hasil tes lebih lanjut menggunakan tes Scheffe menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan model pembelajaran pair check pada kemampuan berpikir reflektif siswa dengan tingkat tinggi pada Kebiasaan Berpikir Matematika lebih baik daripada model pembelajaran pembelajaran langsung dengan tingkat tinggi pada Kebiasaan Berpikir Matematika. Jadi, model pembelajaran pair check dan kebiasaan berpikir matematika dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika untuk mengembangkan kemampuan berpikir reflektif siswa.
MENGUNGKAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MATERI SEGITIGA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) Ulfha Rachmawati; Sudirman Sudirman; Wiwit Damayanti Lestari
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1743.246 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan efektifitas dalam peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa materi segitiga menggunakan pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi model/desain Concurrent Embedded, dimana metode penelitian kualitatif sebagai metode primer dan metode kuantitatif sebagai metode sekunder. Analisis data dengan tahapan- tahapan yaitu: (1) dilakukan analisis data kualitatif untuk mengetahui gambaran peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa materi segitiga menggunakan pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dengan langkah-langkah analisis data model Miles dan Huberman yaitu: data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. (2) dilakukan analisis data kuantitatif untuk mengetahui efektifitas dalam penggunaan pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa materi segitiga. Untuk melihat kriteria efektifitas yakni: adanya peningkatan hasil tes kemampuan berpikir kreatif matematis materi segitiga sebelum dan sesudah pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP), dengan uji t satu sampel terhadap N-gain Ternormalisasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh gambaran peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa materi segitiga menggunakan pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) pada setiap pertemuannya dan dinyatakan efektif, dengan adanya peningkatan hasil tes kemampuan berpikir kreatif matematis mencapai ketuntasan dengan rata-rata pretest 60,67 masuk dalam kategori rendah dan rata-rata postest meningkat 82,11 kategori tinggi. Jadi kesimpulannya yakni pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa materi segitiga.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MENGGUNAKAN STRATEGI QUESTION STUDENT HAVE ANTARA SISWA YANG DIBERI SISIPAN ICE BREAKING DENGAN SISWA YANG DIBERI SISIPAN REINFORCEMENT Refa Roviani; Sri Hartini; Wiwit Damayanti Lestari
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.217 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis menggunakan Strategi Question Student Have yang diberi sisipan ice breaking dan yang diberi sisipan reinforcement; (2) Untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa yang lebih baik antara menggunakan Strategi Question Student Have yang diberi sisipan ice breaking dengan yang diberi sisipan reinforcement. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VII SMP N 4 Sindang Tahun Pelajaran 2019/2020. Sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Terpilih kelas VII B sebagai kelas eksperimen 1 yang menggunakan Strategi Question Student Have yang diberi sisipan ice breaking dan kelas VII C sebagai kelas eksperimen 2 yang menggunakan Strategi Question Student Have yang diberi sisipan reinforcement komunikasi matematis siswa. Dalam penelitian ini, untuk menganalisis data digunakan uji-t. Berdasarkan pengolahan data diperoleh rata-rata nilai tes akhir untuk kelas eksperimen I adalah 24,2 dari skor ideal 43, dan rata-rata nilai tes akhir untuk kelas eksperimen II adalah 19,9 dari skor ideal 43. Dan diperoleh varians untuk kelas eksperimen 1 adalah 14,02 dan varians kelas eksperimen 2 adalah 18,3. Dengan taraf signifikan 5%, hasil uji-t menunjukkan dan ,6. bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang Strategi Question Student Have yang diberi sisipan ice breaking lebih baik daripada yang menggunakan Strategi Question Student Have yang diberi sisipan reinforcement.
Analisis Kesalahan Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Indramayu dalam Menyelesaikan Soal Limit Fungsi Berdasarkan Self Regulated Learning Wiwit Damayanti Lestari; Ayu Fitriyah Ningsih; Nandang Nandang
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v5i1.1426

Abstract

This study aims to identify errors and describe the factors that cause students to make mistakes in solving function-limit questions based on self-regulated learning. This descriptive qualitative research was conducted at SMA Negeri 2 Indramayu 2021/2022. Subjects were identified in this study using the purposive sample technique. Data collection techniques used self-regulated learning questionnaires, function limit tests, and interviews. They were taken based on the subject of the questionnaire results. Based on the questionnaire results, it was divided into three categories: high, medium, and low. The results of this study revealed various kinds of errors, namely: factual errors that students did not write down symbol boundaries; operation error, incorrect operation of numbers; conceptual error, students do not understand limit rules; principle error, students determining the form of a group. Factors that cause errors are that students need help understanding the concept and are inappropriate when answering questions.
KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI TRIGONOMETRI BERDASARKAN SELF-ESTEEM DAN GAYA BELAJAR Wiwit Damayanti Lestari; Farid Gunadi; Zhazha Sofani Yahkya
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2022): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/pedagogy.v7i2.1934

Abstract

Trigonometri menjadi pokok bahasan esensial dari matematika, namun kenyataannya masih banyak siswa yang kesulitan dalam mempelajari Trigonometri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar matematika siswa pada materi trigonometri berdasarkan self-esteem dan gaya belajar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penetapan subjek penelitian dilakukan dengan memberikan angket self-esteem dan gaya belajar kepada siswa Kelas X-6 Program IPA SMA Negeri 1 Sindang yang selanjutnya dari hasil tersebut dipilih secara purposive sampel 6 subjek berdasarkan kategori self esteem (tinggi, sedang, rendah) dan berdasarkan gaya belajar (visual, auditorial, kinestetik). Instrumen yang digunakan adalah angket self-esteem dan angket gaya belajar, tes diagnostik yang digunakan untuk mengukur kesulitan belajar trigonometri, dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan siswa dengan self-esteem tinggi cenderung tidak mengalami kesulitan belajar, dimana siswa tersebut mengalami kesulitan belajar lebih sedikit dikarenakan siswa tersebut menunjukkan kepercayaan diri akan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah trigonometri dengan baik dan menunjukkan kesugguhan dalam belajar sehingga lebih sedikit mengalami kesulitan dalam belajar. Namun, siswa yang memiliki self-esteem rendah, siswa tersebut tidak menunjukkan kepercayaan diri akan kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan trigonometri dan menganggap trigonometri sulit sehingga menemui kesulitan belajar yang lebih. Siswa yang memiliki gaya belajar visual, dengan mudah dapat memvisualisasikan gambar-gambar segitiga dan menghubungkan kedalam konsep trigonometri sehingga jauh lebih sedikit menemui kesulitan belajar. Sedangkan siswa berkategori gaya belajar auditorial dan kinestetik menemui kesulitan dalam memvisualisasikan gambar segitiga dan menghubungkan kedalam konsep trigonometri sehingga terlalu banyak menemui kesulitan dalam belajar.
The Error Analysis Of Junior High School Students Based On Newman Procedure In Solving Numeration Problems Reviewing From Independent Learning: Error Analysis Of Junior High School Students Based On Newman Procedure In Solving Numeration Problems Reviewing From Independent Learning Diki Mulyana; Eka Nurjanah; Wiwit Damayanti Lestari
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Number 1
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.579 KB) | DOI: 10.53696/2964-867X.58

Abstract

The points of this review (1) are to figure out the most missteps made by understudies in settling the base ability evaluation numeracy questions, and (2) to figure out the elements that make understudies commit errors in addressing the base skill appraisal numeracy questions because of free learning, (3) to depict the mistakes. what understudies do is botches made by understudies with autonomous learning in taking care of AKM numeracy issues. In this study utilizing an illustrative strategy with a subjective methodology, the subjects in this study were educators and understudies. Information assortment methods utilized tests, meetings, surveys, and documentation from the educator and 6 understudies in the classification of High, Medium, and Low. Test methods, interview procedures, survey strategies. The aftereffects of this study are (1) the slip-ups made by understudies in addressing the AKM numeracy questions in light of free picking up, as per the educator, incorporating absence of comprehension of the material, absence of comprehension of inquiries, and understanding inquiries. (2) The missteps made in tackling the inquiries that most understudies make are mistakes in perusing the inquiries, grasping the inquiries, and abilities during the time spent addressing the AKM numeracy questions. (3) Learning autonomy influences the consequences of addressing the AKM numeracy questions that are finished, understudies with high classifications on test results have high learning freedom, and understudies who get low experimental outcomes are less autonomous in learning.
IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL STAD-TYPE AS AN EFFORT TO IMPROVE STUDENT ACTIVITY AND OUTCOMES IN MATHEMATICS ON FUNCTIONAL LIMITS MATERIAL Dewi Siti Marwah; Wiwit Damayanti Lestari; Misbahussurur Misbahussurur
Indonesian Journal of Educational Development (IJED) Vol. 4 No. 2 (2023): August 2023
Publisher : Lembaga Pengembangan Pembelajaran Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/ijed.v4i2.3014

Abstract

This study aims to determine whether learning using the cooperative learning model of Student Team Achievement Division (STAD) type can increase student activity and learning outcomes in limit function material or not. This study is a Classroom Action Research (CAR) conducted at MA Negeri 1 Indramayu. The subjects in this study were 26 students of class XI MIPA 1. The instruments used in this research were observation sheets of student learning activity given each cycle to assess student activity and formative tests given each cycle to measure learning outcomes improvement. The results of processing student activity data obtained the percentage of activity in cycle I 69.23%, cycle II 84.62%, and cycle III 92.31%. Likewise, data on student learning outcomes obtained an average of cycle I 48.08, cycle II 75.96, and cycle III 84.04. Furthermore, it was obtained data on an increase in the number of students who achieved learning mastery, they are in cycle I as many as 5 students out of 26 students or 19% with very low mastery criteria, in cycle II as many as 21 students out of 26 students or 81% with very high mastery criteria, and in cycle III as many as 24 students or 92% with very high mastery criteria.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN KUIS INTERAKTIF GOOGLE FORM TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA Barikatun Nabilah; Denni Ismunandar; Wiwit Damayanti Lestari
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14718

Abstract

Berdasarkan pengalaman peneliti selama kegiatan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Negeri 1 Lohbener, kemampuan siswa dalam menyelesaikan permasalahan belum optimal terutama ketika diberikan permasalahan kontekstual. Hal ini berdampak hasil belajar siswa menjadi rendah. Selain itu, penyampaian materi masih menggunakan metode ceramah belum mengkombinasikan dengan model pembelajaran kooperatif dan evaluasi pembelajaran belum mengkombinasikan dengan media kuis interaktif. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah penerapan model TGT berbantuan kuis interaktif Google Form. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan efektivitas perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA NEGERI 1 Lohbener. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X-C yang berjumlah 36 siswa. Data utama yang dikumpulkan adalah data variabel kemampuan pemecahan masalah matematis. Untuk mengumpulkan data tersebut, peneliti menggunakan instrumen berupa tes. Berdasarkan hasil analisis data pada uji one sample test, didapatkan nilai signifikansi bahwa nilai sig = 0,909 0,05 maka H0 diterima. Dengan demikian penggunaan model TGT berbantuan kuis interaktif google form tidak efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.