Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Mayae Tradition and the Dynamics of Citizenship Politics: Local Wisdom Study of the Maregam Community in Tidore Islands City Wahyudin Noe; Abd. Firman Bunta; Triyanto; Misnah; Aziah Ismail; Yuli Adhani; M. Azrul Marsaoly
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v23i1.67693

Abstract

This research is motivated by the researchers’ concern about the low level of public awareness to actively participate in political life, such as being apathetic towards political choices and the strengthening of a patronage political culture in the form of political support in every general election. However, this is not reflected in the Maregam community in Tidore Islands City, where political attitudes and choices appear more active and varied because they are influenced by the “MAYAE” tradition (mutual help). The purpose of this research is to further and in-depth analyze the dynamics of citizenship politics in the Maregam community based on the “Mayae” tradition. This research used a qualitative approach with a case study. The results show that the dynamics of citizenship politics in the Maregam community based on the “Mayae” tradition are evident in: 1) active involvement in every aspect of political life, 2) respect for different political choices, 3) consensual decision-making as a way to reach agreement and solve problems, and 4) the candidate's track record and concern for citizens as the primary consideration in choice-making. The findings of this study constitute a good model of citizenship political participation that to be recommended to other communities, and serve as a basis for further research development.
MODEL KADERISASI ORGANISASI KEMAHASISWAAN EKSTRA KAMPUS UNTUK PENGUATAN CIVIC SKILLS GENERASI MUDA M. Azrul Marsaoly; Wahyudin Noe; Irwan Djumat; Abd. Firman Bunta
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.538

Abstract

Menurunnya partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan ekstra kampus mencerminkan pergeseran orientasi generasi muda yang cenderung memprioritaskan efisiensi studi di atas keterlibatan organisasional. Kecenderungan ini mengabaikan potensi besar organisasi kemahasiswaan sebagai arena pembentukan karakter, kepemimpinan, dan internalisasi keterampilan kewargaan (civic skills). Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan salah satu organisasi ekstra kampus yang secara konsisten mempertahankan fungsi kaderisasi sebagai mekanisme sistematis dalam pembinaan kompetensi kewargaan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kaderisasi HMI Cabang Ternate sebagai instrumen penguatan civic skills mahasiswa. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mengeksplorasi dinamika dan struktur kaderisasi secara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa model kaderisasi HMI Cabang Ternate terstruktur secara berjenjang melalui dua tahapan utama, yaitu tahap pengenalan organisasi, serta tahap pembentukan dan pengembangan kader. Tahap pengenalan dijalankan melalui strategi rekrutmen langsung maupun tidak langsung guna membangun kesadaran dan ketertarikan mahasiswa terhadap nilai-nilai organisasi. Tahap pembentukan dan pengembangan mencakup internalisasi nilai keislaman, keindonesiaan, dan kepemimpinan yang diperkuat melalui jalur kaderisasi formal, seperti Basic Training dan Intermediate Training. Pengembangan kapasitas kader selanjutnya dilaksanakan melalui kegiatan follow up, up-grading, senior course, kajian rutin, forum diskusi, pelatihan menulis, aksi sosial, pengabdian masyarakat, serta aktivitas advokasi. Keseluruhan model kaderisasi tersebut terbukti berkontribusi signifikan terhadap penguatan civic skills mahasiswa, yang termanifestasi dalam peningkatan kapasitas berpikir kritis, kecakapan komunikasi dan kolaborasi, serta kompetensi kepemimpinan. Kata Kunci: Kaderisasi; Civic Skills; HMI; Organisasi Kemahasiswaan; Kepemimpinan Mahasiswa