Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

HUBUNGAN MORFOMETRIK DAN KARAKTERISTIK TANAH KERANG LOKAN Geloina erosa (Solander 1786) DI EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN Hasan, Uswatul
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 3, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus Agustus 2017
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v3i2.1120

Abstract

Hubungan Morfometrik dan Karakteristik Tanah kerang lokan Geloina erosa (Solander 1786) di Ekosistem Mangrove Belawan, telah diteliti pada bulan Desember 2013 - Februari 2014 G erosa. Sampel diambil dari tiga stasiun pengamatan dan masing-masing pengamatan stasiun dibuat 3 ulangan (bulanan) sampling. Metode yang digunakan dalam menentukan titik sampling adalah "purposive sampling" pada sampel G. erosa yang dikumpulkan langsung dengan cara menangkap dengan tangan pada titik terendah. Hasil analisis data diperoleh Kelas ukuran kerang lokan terbanyak terdapat stasiun 1 mangrove vegetasi Nipah (Nypa fruticans). dengan populasi kerang lokan 433 individu, sedangkan kelas ukuran kerang lokan yang terkecil terdapat pada stasiun 2 hutan mangrove vegetasi heterogen dengan populasi kerang lokan 184 individusedangkan Jumlah kelas ukuran yang terbanyak terdapat pada kelas ukuran 6,0
The Effectiveness of Different Natural Feeds on the Growth and Survival Juvenile of the Striped Snakehead Fish (Channa striata) Hasan, Uswatul; Siswoyo, Bambang H; Manullang, Helentina M; Sari, Mutia; Rezeki, Indah Tri
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 8, No 3: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus November 2022
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v8i3.3248

Abstract

One of the commodities of freshwater fish species that live in swamps and rivers that have high economic value is snakehead fish. In addition to having economic value, it also has a high albumin content and has various functions for health so it is very useful in the medical and industrial world. Snakehead fish is very rich in albumin, which is an important type of protein. There is 60% protein in plasma found in albumin, albumin in the blood functions to increase endurance, and is able to regulate the water balance in cells, waste products can also be removed, in the formation of new cells nutrients can be given so as to accelerate the recovery of body tissue that is split. post operation. The thing that must be considered at the time of feeding is the right amount, time and use. Therefore, the types of natural food that can be used as snakehead fish feed are silk worms (Tubifex sp), water fleas (Daphnia), small freshwater fish (gobies/tilapia). In this study, the design used was a non-factorial completely randomized design (CRD) with three treatments and three replications. From the results of the study, the highest growth of snakehead fish (Channa striata) was found in treatment A, namely absolute weight 6.61 grams, and average The average absolute length growth is 3.13 cm. The highest survival rate was in treatment A, which was 100% and the lowest was in treatment C, which was 76.6667%
Prevalensi Ektoparasit Pada Ikan Gurami (Osprhonemus Gouramy) Di Balai Benih Ikan Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Binjai Rahmah, Nabila Safia; Syafitri, Emmy; Hasan, Uswatul
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v4i1.5846

Abstract

Jenis ikan yang dipelihara di Balai Benih Ikan (BBI) Kota Binjai adalah ikan konsumsi dan ikan hias. Ikan konsumsi menjadi salah satu jenis ikan yang banyak diminati para pembeli dan pembudidaya, sehingga berdampak pada tingkat permintaan ikan konsumsi yang tinggi. Salah satu jenis ikan konsumsi yang paling banyak dikembangkan oleh para pembudidaya ikan adalah ikan gurami, selain itu permintaan pasar cukup tinggi, pemeliharaan mudah dan harga yang relatif stabil. Permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya ikan adalah penyakit akibat serangan parasit (ektoparasit) yang dapat menurunkan kualitas tampilan ikan, menyebabkan perubahan warna ikan dan kerusakan bagian tubuh ikan sehingga dapat menurunkan nilai jual ikan dan menurunkan tingkat produksi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis ektoparasit dan mengetahui tingkat prevalensi ektoparasit yang terdapat pada ikan gurami di BBI Kota Binjai. Metode yang digunakan adalah metode survei dan pengambilan sampel menggunakan metode purpose random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah ikan gurami berukuran 17-25 cm. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan dengan cara memotong bagian tubuh ikan (sirip, lamella insang, dan ekor), kemudian diletakkan diatas kaca benda, ditetesi aquades, ditutup dengan kaca penutup, dan diamati di bawah mikroskop. Hasil pemeriksaaan ektoparasit dianalisis secara deskripstif kuantitatif. Data yang diperoleh ditabulasikan dalam tabel dan gambar dan   disandingkan literasi terkait. Hasil pengamatan didapatkan 1 jenis ektoparasit yaitu Lerneaea sp dengan jumlah dan prevalensi yang berbeda pada setiap ukuran tubuh ikan. nilai prevalensi ektoparasit tertinggi (41,7%) didapatkan pada ikan dengan ukuran tubuh 20-22 cm dengan kategori umumnya dan keterangan infeksi biasa serta intensitas ektoparasit tertinggi (1,8 ind/ekor) didapatkan pada ukuran tubuh ikan antara 17-19 cm dengan kategori rendah.
Pemanfaatan Tepung Daun Singkong (Manihot Utilissima) Terfermentasi Dalam Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Dan Kelulushidupan Benih Ikan Batak (Tor Soro) Nasution, Muhaimin Umri; Noorsheha, Noorsheha; Siswoyo, Bambang Hendra; Hasan, Uswatul
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v4i1.5847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun singkong (Manihot utilissima) terfermentasi dalam pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan batak (Tor soro). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2023 di Unit Pembenihan Rakyat Pusat Pelatihan Manidri Kelautan dan Perikanan (UPR P2MKP) Amphibi Desa Padang Lancat Sisoma, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap), 4 taraf perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu pelet 100% sebagai kontrol, penambahan tepung daun singkong terfermentasi sebanyak 10%, 15% dan 20%. Ikan yang digunakan sebanyak 180 ekor dengan berat ikan (3-4 g, 6-7 cm). Hasil penelitian didapatkan bahwa pertumbuhan berat mutlak dan panjang mutlak tertinggi pada perlakuan P0 (1,87 g; 1,59 cm) dan terendah pada perlakuan P3 (1,14 g; 0,87 cm). Laju pertumbuhan spesifik tertinggi pada perlakuan P0 yaitu 4,6% dan terendah pada perlakuan P3 yaitu 2,8%. Kelulushidupan benih ikan batak tertinggi pada perlakuan P0 yaitu 93% dan terendah pada perlakuan P3 yaitu 84%. Pengukuran kualitas air suhu rata-rata yaitu 24,9-27,2°C. Nilai pH berkisar 6,9-7,2. Nilai DO berkisar 6,8-7,2 mg/l.
Pengaruh Suhu Yang Berbeda Terhadap Derajat Penetasan Telur Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Di Balai Benih Dan Budidaya Ikan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Dan Perikanan Kota Medan Siregar, Pitri Ramadhani; Batubara, Pebry Aisyah Putri; Hasan, Uswatul
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v4i1.5850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkatan suhu yang berbeda terhadap derajat penetasan telur Ikan Mas (Cyprinus carpio) di Balai Benih dan Budidaya Ikan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Maret sampai dengan 6 April 2024 bertempat di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan. Metoda Penelitian yang digunakan adalah Metoda Eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perbedaan suhu yang berbeda dalam penetasan telur Perlakuan salinitas yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (highly significant) terhadap daya tetas telur ikan mas (Cyprinus carpio). Rata-rata daya tetas ikan mas tertinggi terdapat pada Perlakuan P3 (suhu 29 oC) yaitu 87,67 %, dan untuk daya tetas terendah terdapat pada Perlakuan P4 (suhu 32 oC) yaitu sebesar 45,33 %. Lama waktu penetasan telur ikan mas tercepat diperoleh pada Perlakuan P4 (suhu 32 oC) yaitu selama 38 jam dan di ikuti Perlakuan P3 (suhu 29 oC) selama 42 jam, kemudian Perlakuan P2 (suhu 26oC) selama 45 jam, dan penetasan terlama pada Perlakuan P1(suhu 23 oC) yaitu selama 47 jam.Tingkat kelangsungan hidup larva ikan mas tertinggi terdapat pada Perlakuan P3 (suhu 29 oC) yaitu 97,73 % dan kelangsungan hidup terendah terdapat pada Perlakuan P4 (suhu 32 oC) yaitu sebesar 91,09 %. Parameter kualitas yang diukur selama penelitian antara lain perbedaan suhu P1 = suhu 32 oC), P2 = suhu 26 oC), P3 = suhu 29 oC), P4 = suhu 32 oC), Derajat keasaman pH berkisar 7,40 – 7,70, DO berkisar antara 7,82- 8,25.
PENGEMBANGAN USAHA PEMBENIHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DI DESA BULU CINA HAMPARAN PERAK KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA Hasan, Uswatul; Siswoyo, Bambang H; Manullang, Helentina M
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v1i1.531

Abstract

Produksi perikanan diharapkan peranannya sebagai salah satu pendukung ketersediaan bahan pangan sumber protein hewani dalam rangka perbaikan gizi masyarakat guna peningkatan keadaan kualitas sumberdaya manusia. Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah yang menjadi sentra usaha budidaya ikan air tawar dengan berbagai pola usaha dan pembenihan ikan.Tujuan pengabdian pada masyarakat adalah untuk meningkat pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelompok Tani “Bina Karya” dalam melakukan pembenihan ikan lele sehingga produksi benih ikan lele dapat meningkat, berkualitas sehingga kebutuhan benih dapat terpenuhi. Sedangkan manfaat kegiatan adalah tersedianya benih ikan lele secara kontinyu dengan kualitas prima yang dapat diperoleh dari Kelompok Tani Bina Karya pembenihan dan pembudidaya ikan/ Desa Bulu Cina dan meningkatnya kesejahteraan pembudidaya ikan melalui peningkatan produksi ikan konsumsi maupun benih ikan. Metode pendekatan yang dipakai dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode pendekatan partisipasi kelompok atau Partisipatory Rural Apprasial (PRA), yaitu melibatkan kelompok tani ternak perikanan dalam kegiatan. Proses Produksi Usaha Pembenihan Ikan Lele Dumbo meliputi pembuatan kolam, pemeliharaan induk, pembenihan, penetasan telur, pemeliharaan larva, pendederan dan pemanenan. Dengan adanya pengabdian kepada masyarakat diharapkan permasalahan sulitnya memperoleh benih  dan mahalnya harga benih dapat teratasi dengan baik dan input yang diharapkan terjadi meningkatkan pendapatan para anggota kelompok Tani Bina Karya.
BUDIDAYA IKAN LELE DENGAN TEKNOLOGI BIOFLOK DI KELURAHAN NELAYAN INDAH Siswoyo, Bambang Hendra; Hasan, Uswatul; Manullang, Helentina M
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v2i1.635

Abstract

Konsumsi protein hewani masyarakat yang rendah, perlu ditingkatkan dengan menyediakan sumber protein yang berkualitas dan harga terjangkau. Budidaya sistem bioflok memungkinkan terjadinya efisiensi penggunaan pakan sekaligus menaikan padat tebar ikan, sehingga cocok dilakukan di perkotaan dengan keterbatasan lahan. Budidaya ikan dengan sitem bioflok merupakan sistem yang sedang dikembangkan saat ini dalam kegiatan budidaya ikan yang bertujuan agar mutu air budidaya dapat bertahan bahkan dapat meningkat sesuai kebutuhan, selain itu nutrient pakan dapat dimanfaatkan secara optimal. Pengabdian kepada masyarakat berguna untuk menciptakan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat nelayan guna menambah penghasilan nelayan. Sedangkan manfaat kegiatan ini adalah pemeliharaan ikan dengan menggunakan sistem bioflok yaitu dengan cara mengembangbiakkan bakteri/mikroba yang berguna pada perairan pemeliharaan ikan, yang pada akhirnya dapat mempertahankan bahkan memperbaiki kestabilan kualitas air, menghilangkan zat-zat beracun seperti amoniak, bakteri yang merugikan (bersifat pathogen) dan selanjutnya ikan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan konsep pelibatan masyarakat atau kelompok secara aktif atau dikenal dengan metoda (PRA), metoda ini dipandang efektif karena melibatkan para mitra karang taruna berpartisipasi secara aktif mulai dari pembuatan kolam, persiapan kolam, sampai akhir kegiatan yaitu pemanenan ikan. Dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan kegiatan budidaya ikan dengan sistem bioflok ini dapat berjalan dengan baik serta dapat menambah penghasilan bagi para nelayan sehingga tingkat kesejateraan dapat meningkat.
PKM DIVERSIFIKASI HASIL OLAHAN PERIKANAN LINGKUNGAN V BAGAN DELI Manullang, Helentina Mariance; Siswoyo, Bambang Hendra; Hasan, Uswatul
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v2i2.1081

Abstract

Lingkungan V Bagan Deli berada di Kecamatan Medan Belawan. Di Lingkungan ini penduduknya berprofesi sebagai nelayan tradisional dan buruh nelayan Nelayan adalah suatu kelompok masyarakat yang mengandalkan perairan laut sebagai mata pencaharian utamanya, umumnya mereka tinggal di kawasan pesisir pantai dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik dan umumnya menggunakan alat tangkap yang sangat sederhana sehingga hasil tangkapannya juga sangat rendah sehingga kebutuhan hidup rumah tangganya sering tidak dapat tercukupi dengan baik. Ketika laut semakin sulit memberi hasil yang maksimal, tak jarang bahkan seringkali hasil tangkapan melaut hanya bisa menutupi kebutuhan satu hari saja. Ketika musim bersahabat saat melaut adakalanya memberikan hasil tangkapan yang melimpah, namun disisi lain harga jual ikannya menjadi turun. Hal ini berdampak pada pemenuhan kebutuhan ekonomi nelayan tradisional dan buruh nelayan tidak tercukupi dengan baik. Tujuan PKM ini adalah memberikan pelatihan teori dan praktek olahan hasil perikanan seperti kaki naga dan fish stick. Sedangkan yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok “Emak-Emak” Pesisir Bagan Deli. Adapun metode PKM ini yaitu: 1) share and discussion, 2) theory and try, 3) realisasi. Hasil produk dari PKM ini adalah kaki naga dan fish stick. Setelah dilakukan pelatihan kepada para anggota mitra ada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan penghasilan/omset ± 10%
Influence Of Probiotics Em-4 (Effective Microorganism-4) At Different Doses On The Sustenance And Growth Of Large Payau Nila Fish (Oreochromis Niloticus) Manullang, Helentina Mariance; Lubis, Muya Syaroh Iwanda; Hasan, Uswatul
Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Vol 6, No 2 (2025): Social Sciences, Education and Humanities
Publisher : Universitas Dharmawangsa Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/ijsseh.v6i2.7074

Abstract

The Effect of Adding Natural Ingredients to Artificial Feed on the Color Brightness Level of Goldfish (Cyprinus carpio Linn). This research aims to determine the effect of adding natural ingredients to artificial feed on the level of color brightness of goldfish (Cyprinus carpio Linn), and the growth rate and survival rate of the test fish. The method used in this research is an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 3 replications with a feeding frequency of three times per day with a percentage of 5% of the body weight of the test fish, a natural ingredient used in making artificial feed. These are pumpkin flour (Cucurbita moschata), mangosteen rind flour (Garcinia mangostana L), and carrot flour (Daucus carota L) with the same dose in each treatment, namely 25% of 1 kg of feed. Based on the results of variance analysis, the brightness level of goldfish color has a very real influence. The highest increase in the color of the test fish was obtained in treatment A, pumpkin flour, amounting to (1.37) on the Toca color finder scale (from pale orange to dark orange), followed by the second highest in treatment C, carrot flour, amounting to (1.2), treatment B flour. Mangosteen peel was in third position with an increase in color of (0.94) and the lowest increase in color change occurred in treatment D (control = without the addition of natural ingredients) of 0.7. However, absolute weight and length growth did not have a real influence. The overall graduation rate is 87.49%. The average water quality parameters are temperature 26-29oC, pH 7.5-7.9 and ammonia 0.25 ppm. 
Pengaruh Penambahan Ampas Tahu pada Pakan Komersil serta Feeding Rate berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila Nirwana (Oreochromis Niloticus) Purnama, Dian; Hasan, Uswatul; Syafitri, Emmy
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i2.4823

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara penambahan ampas tahu pada pakan komersil dengan feeding rate berbeda terhadap pertumbuhan panjang dan bobot ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 27 Februari 2023 sampai dengan 29 Maret 2023, bertempat di UPTD Balai Benih Ikan, Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kota Binjai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 (dua) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan. Faktor pertama yaitu P1 (pakan komersil 100% tanpa penambahan ampas tahu), P2 (Pakan komersil 95% dan penambahan ampas tahu 5%), P3(Pakan komersil 90% dan penambahan ampas tahu 10%) dan Faktor kedua yaitu feeding rate dengan tiga taraf yaitu F1 (feeding rate %), F2 (feeding rate 4%), F3 (feeding rate 5%). Penelitian ini dilakukan selama 30 hari pemeliharaan untuk mengetahui pertambahan bobot, pertumbuhan panjang, Feed Convertion Rasio (FCR), tingkat kelangsungan hidup, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ampas tahu pada pakan komersil dengan feeding rate berbeda menunjukkan adanya pengaruh berbeda nyata (P≤0,05) terhadap peningkatan bobot, dan pertambahan panjang dengan perlakuan terbaik A2F3 (90% pakan komersil + 5,8% tepung ampas tahu + 4,2% tepung ikan feeding rate 5%) dan pengaruh berbeda nyata (P≤0,05) terhadap Feed Convertion Rasio (FCR) dengan perlakuan terbaik pada A2F3 (A2F3 (90% pakan komersil + 5,8% tepung ampas tahu + 4,2% tepung ikan feeding rate 5%) dan tingkat kelangsungan hidup tergolong baik