Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EDUKASI PENGENALAN DAMPAK PSIKOLOGI DARI CYBER BULLYING DIMEDIA SOSIAL BAGI SISWA Purba, Budiman; Amin, Afriadi; Manullang, Helentina Mariance
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 4 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v2i4.1600

Abstract

Cyberbullying is a form of bullying that occurs in the digital world through social media, which has serious psychological and physical impacts on victims, such as depression, anxiety, sleep disorders, and decreased motivation to study. Teenagers, as active users of social media, are vulnerable to this type of bullying, so anti-bullying education on social media is very important to increase awareness, empathy, and responsibility in online interactions. The community service program at MAPN 4 Medan employs interactive socialization methods, provides educational modules, and establishes peer support groups to prevent and address cyberbullying. Evaluations indicate improved understanding among students and teachers regarding the various forms and impacts of cyberbullying, as well as increased awareness of the need for proactive action in prevention. Teacher involvement and school environment support are key factors in the program's success. With ongoing education and social support, it is hoped that a safe, comfortable, and mentally healthy school environment will be created for students in the digital age
PENGARUH JENIS KELAMIN DAN SUMBER BIBIT TERHADAP PRODUKSI KEPITING CANGKANG LUNAK Panjaitan, Pohan; Sihombing, Bandung; Manullang, Helentina Mariance
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i1.3841

Abstract

Sekarang ini ada peningkatan konsumsi global kepiting. Peningkatan konsumsi global berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia, tetapi produksi kepiting hasil tangkapan dari laut Indonesia termasuk wilayah Kabupaten Langkat masih rendah. Salah satu strategi untuk mengatasi masalah rendahnya produksi kepiting hasil tangkap dari laut adalah pengembangan industri budidaya kepiting soka atau kepiting cangkang lunak. Ada sejumlah spesies kepiting yang dapat dijadikan menjadi kepiting cangkang lunak dan dapat dibudidayakan sebagai contoh kepiting bakau dan spesies lainnya antara lain Portunus pelagicus dan Callinectes sapidus. Tulisan ini merupakan laporan hasil penelitian mengenai pengaruh jenis kelamin dan sumber bibit kepiting terhadap produksi kepiting cangkang lumah. Sehingga tujuan penelitian tersebut adalah mendapatkan informasi mengenai pengaruh jenis kelamin dan sumber bibit terhadap produksi kepiting cangkang lunak. Penelitian ini dilaksanakan di unit tambak selama empat bulan, yaitu dari Agustus sampai November 2020 yang berlokasi di Desa Tanjung Ibus Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara, berlokasi di inot tambak milik peneliti. Penelitian ini berupa percobaan faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 (dua) faktor perlakuan. Faktor perlakuan pertama adalah jenis kelamin (K) yang terdiri dari 3 jenis yaitu betina dengan bentuk perut V (K1), betina dengan bentuk perut U (K2) dan jantan (K3). Faktor perlakuan kedua adalah sumber bibit (S) yang terdiri dari hasil tangkapan langsung dari laut (S1) dan dari tangkapan setelah dibesarkan terlebih dahulu (S2). Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 (tiga) kali. Parameter uji yang digunakan untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan dalam penelitian ini antara lain: prosentase kelulushidupan, total produksi dan kualitas air (suhu, pH, salinitas, dan kandungan oksigen terlarut). Uji sidik ragam dalam percobaan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dalam studi ini menunjukkan bahwa faktor perlakuan sumber bibit dan faktor perlakuan jenis kelamin bibit berpengaruh nyata terhadap produksi kepiting lunak tetapi interaksi antara perlakuan sumber bibit dan perlakuan jenis kelamin bibit tidak nyata pengaruhnya terhadap produksi kepiting lunak. Jenis kelamin dan sumber bibit kepiting berpengaruh nyata tetapi interaksi kedua factor perlakuan tersebut tidak nyata terhadap produksi kepiting lunak. Kepiting berjenis kelamin betina bentuk V memiliki produksi kepiting lunakmlebih tinggimdibandingkan dengan kepiting berjenis kelamin betina bentuk U dan dengan kepiting yang berjenis kelamin jantan. 
Macrozoobenthos Diversity in The Fisheries Mangrove Ecotourism Area in Pulau Banyak Village Langkat District Manullang, Helentina Mariance; Lubis, Zulkarnain; Sabrina, Raja
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13660

Abstract

Mangroves are important ecosystems located in tidal areas and become habitats for various types of biota, including macrozobenthos. Macrozobenthos is a group of animals that inhabit the bottom waters of mangrove ecosystems. This study aims to analyze the diversity of macrozobenthos species in the mangrove ecotourism area of Pulau Banyak village, Langkat Regency, North Sumatra. This research was conducted from October 2022 to October 2023 in the fisheries-based mangrove ecotourism area in Pulau Bayak village, Langkat Regency. The research location was divided into three research stations. Macrozobentos observations were made once a month. Sample collection is done by collecting directly by hand, the samples collected are on the sample map (plot) measuring 1 x 1 meter making as many as 10 pieces for every 100 m2. Data were analyzed using the Paleontological Statistic (PAST) Version 4.0 tool. Parameters studied include diversity index, evenness, species richness, and dominance. Based on the results of the analysis, it is known that the diversity index is in the medium category with a value of 2.4-2.5, while the evenness index is in the high category with a value of 0.91 - 0.92, then the species richness index is in a low category with a value of 2.20 - 2.22 and the dominance index shows that there are no certain species that dominate this ecosystem with an index value close to 0. Thus, it can be concluded that this fisheries-based mangrove ecotourism area is in good condition and can support the lives of organisations associated with mangrove ecosystems.