Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penilaian Kondisi Jalan Nasional di Provinsi Bengkulu Dengan Metode International Roughness Index dan Pavement  Condition Index Ruas Betungan - Padang Serai Riski Wahyudi; Kuni Saadati; Januari Yanto
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bengkulu Outer Ring Road (BORR) merupakan jalan lingkar luar yang mengelilingi pusat Kota Bengkulu untuk mengalihkan arus lalu lintas dan memperlancar distribusi logistik. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Bengkulu mengelola sejumlah ruas jalan nasional di Kota Bengkulu, salah satunya Ruas Betungan–Padang Serai. Ruas ini merupakan bagian dari BORR yang menjadi akses utama kendaraan menuju Pelabuhan Pulau Baai. Sebagai jalur utama menuju pelabuhan, ruas Betungan–Padang Serai berperan penting dalam mendukung aksesibilitas dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, kerusakan pada ruas ini dapat mengganggu kelancaran distribusi logistik serta akses ke dan dari Pelabuhan Pulau Baai. Penilaian kondisi jalan dilakukan dengan dua metode yaitu International Roughness Index (IRI) dan Pavement Conditional Index (PCI). Alat yang digunakan untuk survei IRI yaitu alat kelas II berupa Irimeter II yang dikalibrasi dengan alat kelas I (Walking Profilometer Gapman). Hasil penelitian kondisi jalan menunjukkan pada metode IRI 21,8% Kondisi Baik, 72,7% Kondisi Sedang, 21,8% Rusak Ringan dan tidak ditemukan Rusak Berat. Pada Metode PCI menunjukkan 61,7% Kondisi Baik, 36,4% Kondisi Sedang, 1,8% Rusak Ringan dan juga tidak ditemukan Rusak Berat. Dengan adanya gambaran atau pengukuran dari kondisi perkerasan jalan Ruas Betungan – padang Serai tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman untuk penanganan kerusakan jalan pada ruas tersebut.
Perencanaan Ulang Ukuran Saluran Air Pada Jaringan Drainase Kecamatan Pancoran Jakarta Selatan Januari Yanto; Kuni Saadati
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, merupakan akumulasi masalah tata ruang dan kapasitas saluran drainase yang tidak memadai dalam menampung debit limpasan permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan ulang dimensi saluran air pada jaringan drainase di kawasan strategis tersebut agar dapat meminimalkan risiko genangan. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis hidrologi untuk menentukan debit banjir rencana dengan metode rasional serta analisis hidraulika untuk mengevaluasi kapasitas tampung saluran. Berdasarkan hasil pengujian data curah hujan selama 10 tahun, metode distribusi Log Normal terpilih sebagai model yang paling sesuai setelah melewati uji chi square dan uji Smirnov-kolmogorov. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien pengaliran kawasan sebesar 0,515, intensitas curah hujan sebesar 20,61 mm/jam, dan debit banjir rencana (Qt) untuk kala ulang 5 tahun sebesar 2,12 m3/s. Evaluasi pada saluran eksisting berukuran 0,6×0,6 m menunjukkan kapasitas tampung (Qs) hanya sebesar 0,5562 m3/s, sehingga terjadi luapan karena Qs < Qt. Sebagai solusi teknis, dilakukan perencanaan ulang saluran menjadi berukuran 1,0×1,0 m yang menghasilkan kapasitas debit sebesar 2,1718 m3/s. Dimensi baru ini telah memenuhi kriteria teknis Qs > Qt dan dinyatakan aman dari risiko banjir.
Analisis Kelayakan Ekonomi pada Jalan Raya Serang KM 20 sampai KM 23 Berdasarkan Biaya Kecelakaan Lalu Lintas Puja Intan Rahayu; Raka Surya Pradana; Riski Wahyudi; Siska Dewi; Kuni Saadati
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya volume kendaraan angkutan barang menuju kawasan industri dan Pelabuhan Merak menyebabkan Jalan Raya Serang KM 20–KM 23 memiliki tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas yang signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik kecelakaan periode 2024–2025, serta menilai kelayakan ekonomi dua skenario lajur khusus sepeda motor berkonsep zero accident. Biaya kerugian ekonomi dihitung menggunakan metode The Gross Output berdasarkan pedoman Pd T-02-2005-B. Hasil menunjukkan total kerugian ekonomi mencapai Rp18.862.805.453, dengan titik rawan tertinggi pada Sub-Segmen F tahun 2024 dan Sub-Segmen A tahun 2025. Kecelakaan didominasi faktor human error, terutama gagal menjaga jarak dan ceroboh berpindah lajur, dengan sepeda motor sebagai kendaraan yang paling banyak terlibat. Analisis kelayakan ekonomi selama umur rencana 40 tahun dengan discount rate 5,75% menunjukkan Alternatif 1 memiliki BCR 2,02, NPV Rp287.593.107, dan EIRR 10%, sedangkan alternatif 2 memiliki BCR 3,01, NPV Rp380.716.360, dan EIRR 13%. Alternatif 2 direkomendasikan sebagai solusi paling optimal karena memiliki kelayakan ekonomi dan efisiensi biaya yang lebih tinggi.