Dani Fajrul Arisyi
Universitas Negeri Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DARI TRADISI KE KOTA KREATIF: TATA KELOLA SENI PERTUNJUKAN DALAM PERSPEKTIF EKOLOGI BUDAYA Dani Fajrul Arisyi; Rachmat Rachmat
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5, No 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/botinglangi.v5i1.82985

Abstract

Seni pertunjukan merupakan praktik budaya yang tidak hanya merepresentasikan ekspresi artistik, tetapi juga mencerminkan relasi sosial, nilai budaya, dan dinamika kekuasaan dalam masyarakat. Dalam perkembangannya, seni pertunjukan mengalami transformasi seiring dengan meningkatnya mobilitas seniman, berkembangnya wacana kota kreatif, serta perubahan kebijakan kebudayaan. Kondisi ini menempatkan seni pertunjukan dalam situasi yang kompleks, di mana keberlanjutan praktik artistik tidak lagi ditentukan semata oleh kualitas estetika, tetapi juga oleh tata kelola yang mengatur relasi antara seniman, komunitas, institusi, negara, dan pasar. Artikel ini bertujuan mengkaji tata kelola seni pertunjukan melalui perspektif ekologi budaya dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan etnografi seni. Melalui pembacaan relasional terhadap praktik seni, artikel ini menunjukkan bahwa seni pertunjukan beroperasi dalam ekosistem budaya yang dinamis dan bergantung pada keseimbangan relasi sosial, ruang, serta sumber daya. Kajian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretik bagi pengembangan studi tata kelola seni serta menawarkan perspektif kontekstual bagi perumusan kebijakan dan pendidikan seni pertunjukan.
TARI BUAI-BUAI DI SANGGAR BUJANG SAIYO KABUPATEN PESISIR SELATAN: TINJAUAN TEKS DAN KONTEKS Muthia Rianti; Dani Fajrul Arisyi; Andi Taslim Saputra
Boting Langi: Jurnal Seni Pertunjukan Vol 4, No 4 (2025): Oktober-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v4i4.76915

Abstract

Di Kabupaten Pesisir Selatan masih ada beberapa sanggar yang melestarikan tari Buai-Buai, salah satunya sanggar Bujang Saiyo yang dipimpin oleh Gusman beralamat di Nagari Laban Salido Kecamatan IV Jurai, Painan, Pesisir Selatan. Tari Buai-Buai di Pesisir Selatan dikenal dengan tari Buai- Buai Duduak. Tari ini sudah ada di Pesisir Selatan semenjak tahun 1960-an, yang menceritakan kisah kerajaan Indropuro yang berada di Pesisir Selatan. Gerak tari ini bersumber dari gerak Silek yang karakter geraknya tidak memiliki pola yang sistematis. Ragam gerak yang dimiliki tari Buai-Buai ini ada 12 yaitu, Gerak Sambah, Duduak, Sentak, Ayun Lakang, Ayun Sampiang, Tagak Manyimpia, Tapuak Hantak, Lenggang Karaia, Jinjiang Bantai, Bakatiek, Marantang, dan Sambah Panutuik. Tari ini tidak banyak menggunakan pola lantai dan juga tidak menggunakan tata rias karena tari ini masi termasuk kepada tari tradisional. Untuk alat music yang digunakan juga sederhana yaitu, Adok dan juga dendang. Untuk pakaiannya hanya menggunakan pakaian Silat pada umumnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pradigma kualitatif dengan metode deskriptif analisis dengan menggunakan Etnokoreologi sebagai pisau bedah dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, observasi, studi Pustaka, wawancara, dan dokumentasi.
PELATIHAN NEW MEDIA ART BERBASIS ELEKTRONIKA MELALUI EKSPLORASI SUARA ALAM BAGI SISWA SMK NEGERI 2 MAKASSAR Mukhammad Aji Prasetyo; R. Mekar Liza Ramadhina; Muh. Afif Novaldy Hattah; Lulu Afifah Ichsan; Dani Fajrul Arisyi
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.85522

Abstract

Perkembangan seni kontemporer tidak dapat dilepaskan dari pemanfaatan teknologi digital, komputasi, internet, dan perangkat elektronik sebagai medium kreatif. Salah satu bentuk pengembangan tersebut adalah new media art, yaitu praktik seni yang memadukan gagasan artistik dengan teknologi sebagai medium utama penciptaan karya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep new media art berbasis elektronika kepada siswa SMK Negeri 2 Makassar melalui kegiatan Workshop Suara Alam. Workshop Suara Alam merupakan proses belajar merakit komponen elektronik yang dapat digunakan untuk mengeksplorasi perubahan sinyal dari objek alam, seperti tumbuhan, tanah, makanan, dan cairan, kemudian diterjemahkan menjadi bunyi atau audio. Komponen yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi LED, resistor, kapasitor keramik, IC NE 555, PCB, jack AUX, kabel, socket DC, dan beberapa komponen pendukung lainnya. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan workshop partisipatif yang terdiri atas penyampaian materi, demonstrasi alat, praktik perakitan, uji coba alat, serta diskusi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami konsep dasar konversi sinyal alam menjadi audio, mengenali fungsi dasar komponen elektronika, serta menunjukkan minat terhadap eksplorasi seni berbasis teknologi. Kegiatan ini juga mendorong pemahaman interdisipliner antara seni, sains, dan teknologi, sehingga berkontribusi terhadap pengembangan literasi teknologi kreatif di lingkungan pendidikan vokasi.
PELATIHAN DASAR OLAH VOKAL SISWA SANGGAR SENI EX ART SMAN 3 PANGKEP Sri Darmawati; Faidhul Inayah; Selfa Afia; Dani Fajrul Arisyi; Muh. Afif Novaldy Hattah
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 5, No 1 (2026): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v5i1.84882

Abstract

Kemampuan vokal merupakan salah satu kompetensi esensial dalam seni pertunjukan, terutama pada kegiatan ekstrakurikuler sanggar seni di lingkungan sekolah, seperti halnya pada sanggar seni EX Art SMAN 3 Pangkep. Namun demikian, sebagian besar siswa belum menguasai teknik dasar olah vokal yang mencakup pernapasan, artikulasi, intonasi, resonansi, dan ekspresi dalam bernyanyi. Keterbatasan tersebut berdampak pada rendahnya kualitas performa seni serta menurunnya kepercayaan diri siswa dalam mempresentasikan karya seni, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui pendekatan pelatihan partisipatif yang mencakup penyampaian materi teoretis, demonstrasi teknik olah vokal, praktik terbimbing, serta evaluasi capaian kemampuan vokal siswa. Pelaksanaan kegiatan dirancang dalam empat tahapan, meliputi tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan praktik, dan penilaian hasil latihan. Sasaran kegiatan ini adalah siswa anggota sanggar seni sekolah yang memiliki minat dan potensi di bidang seni musik dan vokal. Hasil kegiatan mengindikasikan adanya peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengaplikasikan teknik dasar olah vokal, meliputi pengelolaan pernapasan secara tepat, kejelasan pelafalan, serta kemampuan menjaga ketepatan nada dan tempo. Di samping itu, kegiatan pelatihan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri, kemampuan kolaboratif, dan daya kreativitas siswa dalam konteks seni pertunjukan. Dengan demikian, pelatihan dasar olah vokal terbukti menjadi salah satu intervensi yang efektif dalam mendukung pengembangan kompetensi seni siswa sekaligus meningkatkan mutu kegiatan sanggar seni di sekolah.