Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Metode Game-Based Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar PAI pada Siswa Sekolah Dasar Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando; Selfa Afia; Ayu Janianti Yusuf; Qurrata A’yun Anwar
Cokroaminoto Journal of Primary Education Vol. 9 No. 2 (2026): April - Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/cjpe.9.2.2026.8426

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada siswa sekolah dasar sehingga diperlukan penerapan metode Game-Based Learning untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan efektif. Rendahnya motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang cukup krusial, terutama akibat dominannya pendekatan pembelajaran konvensional yang kurang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa. Kondisi ini menuntut adanya inovasi pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, salah satunya melalui penerapan metode Game-Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode Game-Based Learning terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu menggunakan pola one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas siswa sekolah dasar yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta didukung oleh observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji inferensial berupa paired sample t-test setelah memenuhi uji prasyarat normalitas. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Game-Based Learning efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa serta mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di UPT SD 44 Sarappo Keke, Kabupaten Pangkep
Respon Mahasiswa Muslim terhadap Ujaran Kebencian di Media Sosial melalui Implementasi Materi Toleransi dalam Pendidikan Agama Islam Nur Isra' Ahmad; Selfa Afia; Ayu Janianti Yusuf; Ushwa Dwi Masrurah Arifin Bando
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5548

Abstract

Ujaran kebencian merupakan fenomena global yang semakin marak di era digital, terutama di ruang media sosial yang menjadi wadah interaksi lintas batas sekaligus sarana penyebaran konten negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon mahasiswa muslim terhadap ujaran kebencian di media sosial serta menganalisis peran implementasi materi toleransi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap respon tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 158 responden melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa muslim memiliki sensitivitas tinggi terhadap ujaran kebencian, mayoritas di antara mereka merasa terganggu dan mendorong untuk mengambil sikap dengan cara melaporkan atau menegur secara sopan sebagai bentuk internalisasi nilai toleransi dari PAI. Adapun implementasi materi toleransi terbukti relevan dalam membentuk karakter moderat mahasiswa, dengan tasamuh sebagai nilai dominan, serta diperkuat oleh ukhuwah, amanah, dan tawasuth. Mahasiswa juga menilai bahwa sikap moderat dapat dibentuk melalui pembinaan karakter di kampus, kajian etika komunikasi, dan integrasi nilai Islam dalam kurikulum digital yang saling melengkapi. Implikasinya, perguruan tinggi perlu memperkuat kurikulum PAI, metode pembelajaran interaktif, kajian etika komunikasi, serta pembinaan karakter agar mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang menjaga etika komunikasi dan mencegah konflik sosial.
PENGUATAN LITERASI BILINGUAL MELALUI STORYTELLING BERBASIS NILAI-NILAI ISLAMI PADA PESERTA DIDIK KELAS III MI MAGGARUPPI Selfa Afia; Ayu Janianti Yusuf; Andi Sulfana Masri; Ulfah Alfiyyah Abu
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 02 (2026): Volume 03 Nomor 02 (Mei 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i02.571

Abstract

Kemampuan literasi bilingual pada peserta didik sekolah dasar, khususnya madrasah ibtidaiyah, masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek kebahasaan maupun pendekatan pembelajaran yang kurang kontekstual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan literasi bilingual (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris) melalui metode storytelling berbasis nilai-nilai Islami pada peserta didik kelas III MI Manggaruppi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, praktik langsung, dan dokumentasi kegiatan. Storytelling dipilih karena mampu mengintegrasikan aspek bahasa, imajinasi, serta nilai moral dalam satu aktivitas yang menyenangkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik lebih antusias dalam belajar bahasa, mampu memahami kosakata sederhana dalam dua bahasa, serta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap nilai-nilai Islami seperti kejujuran, tanggung jawab, dan tolong-menolong. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis cerita memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri sekaligus menyerap pesan moral secara alami. Dengan demikian, storytelling berbasis nilai Islami dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran literasi bilingual yang efektif dan kontekstual di lingkungan madrasah.
Islamic Art and Creative Expression: A Conceptual Analysis of Aesthetic and Religious Values Selfa Afia; Ulfah Alfiyyah
Borneo International Journal of Islamic Studies Vol 8 No 1 (2026): Borneo International Journal of Islamic Studies, Vol. 8(1), May 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bijis.v8i1.11651

Abstract

Contemporary discussions on Islamic art often raise questions regarding the relationship between artistic freedom and religious commitment. This study examines how art is conceptualized within Islamic thought and explores the extent to which creative expression may coexist with religious values. Employing a qualitative literature review with an interpretive content analysis approach, this study draws upon primary Islamic sources, including the Qur’an and hadith, as well as classical and contemporary Islamic scholarship and academic literature on Islamic aesthetics. The analysis focuses on three dimensions: theological foundations of art, ethical boundaries of artistic expression, and the socio-spiritual functions of art in Islamic traditions. The findings indicate that Islamic perspectives do not reject artistic creativity; rather, art is understood as a meaningful cultural and spiritual practice guided by the principles of tawhid, morality, and social responsibility. The study argues that Islamic art represents a dynamic space in which aesthetic innovation and religious values are continuously negotiated. This research contributes to broader discussions in Islamic Studies by offering a conceptual framework for understanding the interaction between creativity, spirituality, and religious ethics in contemporary Islamic contexts.