Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Potensi Desa Sebagai Landasan Pengembangan Program Kuliah Kerja Nyata Agrina, Agrina; Nasrul, Besri; Kornita, Sri Endang; Zahtamal, Zahtamal; Tampubolon, Dahlan; Mahatma, Radith; Firmanda, Hengki; Chairul, Chairul; Meiwanda, Geovani; Lesmana, Indra; Febrialismanto, Febrialismanto; Kurniadi, Romi
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.735 KB) | DOI: 10.22437/jkam.v6i2.22289

Abstract

Potensi Pengembangan program pemberdayaan masyarakat harus berorientasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menggunakan sumber daya yang ada. Program harus mempertimbangkan keunggulan yang dimiliki oleh suatu daerah. Oleh karena itu penting untuk melakukan analisis potensi desa sebelum mengambangkan sebuah program pengabdian kepada masyarakat. Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) merupakan salah satu bentuk program pengabdian masyaraat yang dimotori oleh mahasiswa dan dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan. Dari tahun ke tahun program Kukerta terus berkembang menyesuaikan kondisi yang ada. Dalam rangka untuk memasimalkan rancangan program yang dilaksanakan, perlu dilakukan analisis potensi desa terlebih dahulu. Dalam melaksanakan analisis potensi desa, focus pemetaan akan dilaksanakan pada sector (a) perkebunan dan pangan, (b) pariwisata, (c) tambang dan energi, (d) industry, serta (e) kesehatan. Lima indicator tersebut dijadikan sebagai acuan untuk penyusunan program. Data diperoleh melalui survey oleh mahasiswa Kukerta pada tahun 2022. Setelah itu data akan ditabulasi dan dipetakan untuk kemudian dijadikan bahan penyusunan model yang baru.
PENGARUH MEDIA BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI bakkara, queen Widiyasnara; Agrina, Agrina; Arneliwati, Arneliwati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44063

Abstract

Remaja merupakan tahapan kehidupan saat seseorang berada dalam usia 10-19 tahun, dan mulai menunjukan ciri perkembangan seksual sekunder dan mengalami kematangan secara seksual. Pada tahapan usia remaja, terjadi banyak perubahan yang berisiko terhadap penyimpangan perilaku seperti seks bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media buku saku terhadap pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Tandun dan merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain quasi eksperiment one group pretest posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 40 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi yang sudah valid dan reliabel. Analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Terdapat peningkatan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan media buku saku. Berdasarkan perhitungan statistik didapatkan pemberian intervensi buku saku efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dengan nilai hasil P value 0,000 (< α 0,05). Media buku saku berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Diharapkan buku saku dapat digunakan remaja sebagai media untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan tindakan terkait kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL KE PELAYANAN KESEHATAN PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI SELAMA PANDEMI COVID-19 Sakinah, Annisa Sri; Utomo, Wasisto; Agrina, Agrina
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juli - Desember 2021
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v9i2.210

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan keadaan peningkatan tekanan darah dengan nilai normal diatas 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Lansia hipertensi membutuhkan pengobatan jangka panjang dan keberhasilannya dipengaruhi oleh kepatuhan kontrol. Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menyebabkan terbatasnya lansia untuk kontrol ke pelayanan kesehatan sehingga dukungan keluarga dan peran tenaga menjadi hal penting agar lansia patuh dalam menjalani pengobannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan terhadap kepatuhan kontrol ke pelayanan kesehatan pada lansia penderita hipertensi selama pandemi Covid-19. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah 67 responden dengan kriteria inklusi yaitu usia lebih dari 60 tahun, menderita hipertensi lebih dari 6 bulan tanpa komplikasi dan tinggal bersama keluarga di wilayah kerja puskesmas Rejosari. Penelitian ini menggunakan teknik pusposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner kepatuhan kontrol, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis yang digunakan yaitu analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol diperoleh nilai P (0,002) atau <α (0,05) dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol diperoleh nilai P (0,002) atau <α (0,05) bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol pada lansia penderita hipertensi selama pandemi Covid-19. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol ke pelayanan kesehatan pada lansia penderita hipertensi selama pandemi Covid-19. Kata kunci: Pandemi Covid-19, hipertensi, lansia, peran tenaga kesehatan, dukungan keluarga, kepatuhan kontrol
The Effect of Animated Educational Videos on Adolescents' Knowledge of Reproductive Health in Efforts to Prevent Stunting Lestari, Intan; Agrina, Agrina; Sabrian, Febriana
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 2 (2025): September 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i2.5485

Abstract

Stunting is a growth disorder in children caused by inadequate nutrition, affecting their physical and cognitive abilities. One contributing factor to stunting is early marriage, which is closely related to a low understanding of adolescent reproductive health. This study aims to analyze the effect of animated educational video media on adolescents' knowledge of reproductive health in efforts to prevent stunting. This quantitative study uses a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test arrangement. Data collection uses total sampling with 66 respondents. The research is conducted at SMPN 5 Satap Kunto Darussalam. The measurement tool is a validated and reliable questionnaire on reproductive health, sexuality, and teenage pregnancy prevention. The data is analyzed using the Wilcoxon test. The results show an increase in adolescents' knowledge before and after the intervention with animated educational video media. Statistical tests confirm that the intervention is effective in improving adolescents' average knowledge regarding reproductive health, with a p-value of 0.000 ( α 0.05). Animated educational video media effectively improves adolescents' knowledge about reproductive health in efforts to prevent stunting. This media can serve as a useful tool for adolescents to enhance knowledge and actions related to reproductive health and stunting prevention.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Nurul Asikin; Agrina, Agrina; Rismadefi Woferst
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v3i1.1010

Abstract

Pendahuluan: Bagi seorang ibu menyusui merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan karena kelancaran produksi ASI sangat penting untuk bayi dan semakin sering ibu menyusui akan memengaruhi produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 89 responden ibu menyusui yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purpose sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Ibu menyusui yang pola makannya adekuat dengan produksi ASI tidak cukup sebanyak 8 orang (100%) dan sebanyak 0 orang (0%) ibu menyusui produksi ASI cukup. Responden yang pola makannya tidak adekuat dengan produksi ASI cukup sebanyak 74 orang (91,4%) dan sebanyak 7 orang (8,6%) responden produksi ASI nya cukup. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui dengan p value ≥  (0,05) dengan p value = 0,859. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara pola makan dengan produksi ASI pada ibu menyusui.    
Gambaran Pola Makan pada Balita Stunting Ilma, Hikmawati; Agrina, Agrina; Sabrian, Febriana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1720

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi ketika Tinggi Badan (TB) anak lebih pendek dari rata-rata anak seusianya disebabkan oleh masalah asupan nutrisi dan pola makan yang tidak sesuai dalam waktu cukup lama. Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks Panjang Badan atau Tinggi Badan menurut Umur (PB/U atau TB/U)  dalam standar antropometri penilaian status gizi anak. untuk mengetahui gambaran pola makan pada balita stunting. penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling berjumlah 59 ibu yang memiliki balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Rejosari. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola makan kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat. mayoritas balita stunting berusia 25-59 bulan (69,5%), berjenis kelamin laki-laki (54,2%), TB sangat pendek (59,3%), BB sangat kurang (52,5%), mayoritas usia ibu balita stunting 20-35 tahun (74,6%), bekerja sebagai IRT (86,4%), berpendidikan terakhir SMA/sederajat (64,4%). Hasil penilaian pola makan balita stunting menunjukkan sudah dalam kategori tepat (79.7%) dengan pemberian jenis makanan dalam kategori tepat (67,8%), jumlah makanan dalam kategori tepat (69,5%), dan jadwal makan dalam kategori tepat (76,3%). Pola makan balita di wilayah kerja Puskesmas Rejosari termasuk dalam golongan tepat. Pola pemberian makan yang sudah tepat namun balita masih mengalami stunting dapat saja terjadi karena riwayat pola makan tidak tepat terdahulu sehingga asupan nutrisi pola makan yang tepat sekarang belum mampu sepenuhnya menunjang pertumbuhan balita stunting. Keterbatasan ekonomi, konsumsi vitamin dan mineral masih menjadi faktor penghambat dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi balita stunting.
Tingkat Stres dan Mekanisme Koping Remaja Di Lapas: Indonesia Ardi, Velisia Dwi Puspita; Zukhra, Ririn Muthia; Agrina, Agrina
Jurnal Kesehatan Holistic Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Kesehatan Holistic Volume 6/ Nomor 1/ Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan RS Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.363 KB) | DOI: 10.33377/jkh.v6i1.112

Abstract

Adolescentss tend to do deviant actions such as juvenile delinquency so that adolescentss have to deal with the law. Adolescentss who are in the Child Special Guidance Institute (LPKA) experience life changes and make adolescentss experience stress. Stress can be overcome with effective coping mechanisms from adolescents in LPKA. This study aims to describe the stress level and coping mechanisms of adolescents at the Class II Special Guidance Institute for Children in Pekanbaru. This study uses a simple descriptive design. The number of respondents was 45 juvenile detainees using accidental sampling technique. The inclusion criteria of sample is adolescents in LPKA around have 12-18 years old and the elxclusion criteria is adolescents have aged more than 18 years old. The analysis used is univariate analysis. The questionnaires used in this study were DASS (Depression Anxiety and Stress Scale) and Brief Cope. The validity test of the DASS questionnaire is 0,48-0,68 dan the reliability value is 0,90. The validity value of the COPE brief questionnaire is 0,447-0,640 and the reliable value is 0,909. The results showed that the majority of the characteristics of the respondents were adolescentss who were in the middle age (15-17 years) as many as 24 respondents (53.3%), and the case of adolescentss in LPKA namely theft as many as 15 respondents (33.3%). The stress level of respondents who had the highest presentation was moderate stress as many as 17 respondents (37.8%) and the coping mechanism of respondents who had the largest presentation was a coping mechanism that focused on emotions as many as 23 respondents (55.6%). Overall, juvenile detainees had moderate stress levels and emotional-focused coping mechanisms
KURANGNYA MANAJEMEN PERAWATAN DIRI DAN PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI DAERAH LAHAN BASAH Guna, Stephanie Dwi; Agrina, Agrina; Herlina, Herlina; Nopriadi, Nopriadi; Nurhayati , Nurhayati
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v10i1.1544

Abstract

Hypertension is the non-communicable disease with relatively high prevalence in Indonesia. The continuity of hypertension care is crucial for patients to control their blood pressure and prevent complications of this silent-killer disease. This research aims to analyze the self-management and blood pressure control of hypertension patients in wetland areas. Taking place in the area supported by the Faculty of Nursing, Universitas Riau, which is the coastal area of the Siak River, Pekanbaru, this research was a quantitative study; descriptive analytic. Thirty participants who were hypertensive patient without complication were chosen by purposive sampling. The instruments were a hypertension patient self-management questionnaire and a digital sphygmomanometer to measure blood pressure. The result showed the majority of the participants was in productive age; adult (33%) and pre-elderly (47%). The result also showed that no participant had good self-management, and most of them had poor self-management (53%). It also revealed only 23% of participants consume anti-hypertension medications regularly, while the rest of them is not taking medication at all. Most of the participants’ blood pressures were uncontrolled (97%). The average systolic pressure was 159 mmHg with maximum point at 238 mmHg and diastolic pressure was 98 mmHg with maximum point at 141 mmHg. This research indicates the urgency in dealing with hypertension, especially in research locations.
Community Empowerment to Optimize Stunting Prevention Through Processed Local Fish in Teluk Rhu: Pemberdayaan Masyarakat Guna Optimalisasi Pencegahan Stunting Melalui Olahan Ikan Lokal Teluk Rhu agrina, agrina; Dewita; Sri Endang Kornita; Yuliana, Serly Sigi; Trianti, Rana Roidah
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i2.23721

Abstract

Stunting is still a nutritional problem in infants and toddlers nationally. The purpose of the service is to improve the ability of the community, especially the UPKKA Maju Bersama partner group in utilizing local fish as a source of animal protein in Teluk Rhu Rupat Utara village. Service activities are carried out through socialization methods, training in processing local fish products (parang fish), mentoring and monitoring evaluation. The results of the service showed that the ability of the UPKKA group increased in the aspect of diversifying 4 processed local fish products (dragon feet, risoles, chocolate cookies and noodles). There was an increase in average knowledge from 7.3 to 9.3, nutritional attitudes and behaviors from 41.8 to 44.5 and 44.6 in 12 families with stunted toddlers. The conclusion of this activity is that it needs follow-up from the local government so that this activity continues because in addition to being able to overcome nutritional problems (stunting) it can also open up opportunities for economic improvement for the community because Teluk Rhu village is a tourist area so that its economic value is quite high
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Pesisir Febrianti, Eka; Agrina, Agrina; Bayhakki, Bayhakki
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 3 No 1 (2024): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol3.Iss1.1063

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan balita ataupun bayi tergantung oleh seberapa banyak ASI yang diterimanya, baik zat gizi dan energi lain yang ada dalam ASI. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif yaitu pengetahuan, budaya, sikap dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi pemberian ASI eksklusif di wilayah pesisir. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah 63 responden yang diambil berdasarkan kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji chi-square. dari 63 responden terdapat ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif memiliki pengetahuan yang rendah yaitu sebanyak 29 responden (78,9%), budaya yang kurang mendukung sebanyak 33 responden (68,8%), sikap negatif sebanyak 29 responden (82,9%), dan dukungan keluarga yang rendah sebanyak 30 responden (71,4%). Dapat disimpulkan tingkat pengetahuan, budaya, sikap, dan dukungan keluarga mempunyai hubungan yang signifikan dengan pemberian ASI eksklusif.