Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Identification of Fungal Agents Causing Onychomycosis in Elderly at Banjar Dinas Batang, Bali Rahayu, Ni Putu Indira; Prasetya, Didik; Abadi, Moh. Fairuz
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2025): November 2025
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v9i1.1983

Abstract

Onikomikosis merupakan infeksi jamur pada kuku yang sering terjadi pada lansia akibat faktor usia, lingkungan lembap, dan kebersihan yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jamur penyebab onikomikosis dan mengevaluasi karakteristik infeksi pada lansia di Banjar Dinas Batang, Karangasem, Bali. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasional dan pemeriksaan kultur jamur. Sebanyak 30 lansia dipilih melalui purposive sampling dan dilakukan pengambilan sampel kuku untuk pemeriksaan laboratorium menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar serta pewarnaan lactophenol cotton blue. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 2 dari 30 sampel (6,67%) positif terinfeksi jamur, dengan spesies dominan Trichophyton mentagrophytes. Mayoritas responden perempuan (57%) menunjukkan angka infeksi lebih tinggi dibandingkan laki-laki (43%). Faktor risiko utama meliputi kebersihan personal yang buruk dan paparan lingkungan lembap. Temuan ini mendukung studi sebelumnya bahwa lingkungan tropis dan usia lanjut berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi onikomikosis. Meskipun prevalensinya rendah, infeksi ini tetap berisiko menurunkan kualitas hidup lansia. Oleh karena itu, edukasi kebersihan kuku dan pemeriksaan berkala sangat dianjurkan untuk pencegahan. Penelitian ini juga merekomendasikan penggunaan metode diagnostik molekuler pada studi lanjutan untuk meningkatkan akurasi identifikasi jamur penyebab onikomikosis. 
Penerapan Teknik Cawan Tuang dan Sebar Dalam Pemeriksaan Enterobacteriaceae pada Pasien Diare Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Diagnosis Laboratorium Hasfika, Essydhea; Prihatiningsih, Diah; Abadi, Moh. Fairuz
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wyt38555

Abstract

Diare masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan dan salah satu penyebab utamanya adalah infeksi bakteri dari famili Enterobacteriaceae. Pemeriksaan mikrobiologi melalui metode kultur merupakan langkah penting dalam mendukung diagnosis dan pengendalian penyakit diare. Kegiatan ini bertujuan untuk membandingkan jumlah Enterobacteriaceae pada sampel feses penderita diare menggunakan teknik cawan tuang (pour plate) dan cawan sebar (spread plate). Kegiatan ini menggunakan desain eksperimental laboratoris dengan pendekatan komparatif terhadap 16 sampel feses penderita indikasi diare yang dianalisis di laboratorium. Data diperoleh melalui penghitungan jumlah koloni bakteri dalam satuan CFU/gram, kemudian dianalisis secara deskriptif dan statistik menggunakan uji Shapiro–Wilk dan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode cawan tuang menghasilkan rata-rata jumlah Enterobacteriaceae yang lebih tinggi dan lebih homogen dibandingkan metode cawan sebar. Temuan ini menunjukkan bahwa metode cawan tuang lebih efektif dalam menghitung total populasi Enterobacteriaceae pada sampel feses penderita diare, sedngkan metode cawan sebar lebih sesuai untuk pengamatan morfologi koloni permukaan. Disarankan untuk melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan beragam guna meningkatkan validitas serta generalisasi hasil penelitian.
PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN MALARIA METODE RDT DENGAN PENGGUNAAN MIKROPIPET DAN PIPET TETES DALAM PENUANGAN SPESIMEN Sakti, Saputro Panca; Abadi, Moh. Fairuz; Bintari, Ni Wayan Desi
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Malaria merupakan penyakit menular yang tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, sehingga dibutuhkan metode diagnosis yang cepat dan akurat. Rapid Diagnostic Test (RDT) banyak digunakan sebagai metode deteksi, namun keakuratannya dapat dipengaruhi oleh alat yang digunakan dalam penanganan spesimen darah, seperti mikropipet dan pipet tetes. Tujuan: membandingkan hasil pemeriksaan malaria metode RDT menggunakan kedua alat tersebut. Penelitian pra-eksperimental ini dilakukan di Puskesmas Karubaga, Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan, dengan 30 spesimen darah pasien bergejala klinis malaria yang dipilih melalui purposive sampling. Metode: Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk mengidentifikasi perbedaan hasil antara penggunaan mikropipet dan pipet tetes. Hasil: analisis menunjukkan nilai p = 1,000 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode. Meskipun demikian, penggunaan mikropipet cenderung menghasilkan tampilan garis merah muda pada strip RDT yang lebih jelas dan konsisten dibandingkan pipet tetes. Kesimpulan: pentingnya pemilihan alat yang tepat guna mendukung keakuratan interpretasi hasil pemeriksaan malaria.