Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderat Di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Ahmad Sodikin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.4 KB) | DOI: 10.30599/jpia.v6i2.641

Abstract

The rise of radicalism and terrorism in Indonesia which is done by some Muslims shows that educational institutions are less successful in forming moderate Muslims. Through educational institutions under the organization of moderate Islam, Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama proved to be able to produce a generation of Moderate Muslims. This phenomenon is very interesting for the researcher to investigate more deeply about the Learning Strategies of Islamic Educational Learning in Forming Moderate Muslims (Multi-Case Studies at the University of Muhammadiyah Malang (UMM) and Malang Islamic University (UNISMA). The focus of study is Learning Strategis of Islamic education Learning for moderate Muslims. learning plan Islamic education consists of (1) making curriculum, (2) making syllabus, (3) making SAP (4) inner preparation from lecturers such as prayer Dhuha, tahajud, praying for students, practicing sholawat Nuril Anwar. followed by presentations and student discussions, lastly the lecturers present explanations related to the problems in the discussion. Fourth, the implications of PAI learning are embedded by some moderate thoughts on students and the entire academic community, the inherent shohihah aqidah and ahlussunnah wa al jamā'ah, and the absence of radical Islamic organizations in the university, and it is not permissible to cover faces for women.
Kompetensi Kepribadian Guru PAI dalam Membentuk Karakter Siswa MA Agustina Dwi Astuti; Sholeh Hasan; Ahmad Sodikin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter merupakan nilai dasar yang membangun pribadi seseorang, terbentuk baik karena pengaruh hereditas maupun pengaruh lingkungan, yang membedakannya dengan orang lain, serta diwujudkan dalam sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Guru yang berkualitas harus memenuhi beberapa syarat kompetensi. Dalam penelitian ini penulis tertarik untuk menggunakan kompetensi kepribadian diantara empat kompetensi tersebut. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui dan meningkatkan Bagaimana Kompetensi kepribadian guru yang dapat membentuk karaktersiswa. Berdasarkan penelitian di lapangan peneliti menemukan bahwa karakter siswa sudah sangat bagus saat ini, melihat peserta didik melaksanakan kegiatan dengan tertib, bahkan dengan tenang. Kompetensi kepribadian guru PAI ini sudah cukup baik. Kepribadian guru Pendidikan Agama Islam akan berpengaruh terhadap karakter siswa. Hal ini ditandai dengan adanya indikator kepribadian guru Pendidikan Agama Islam yang meliputi: Mantap dan stabil, arif, berwibawa, dan teladan. Selain itu melakukan MGMP atau biasanya di sebut dengan (Musyawarah guru mata pelajaran) yang dilakukan oleh sekolah
Peran Orang Tua Dalam Membina Akhlak Anak Pada Era Milenial Nila Aprinawati; Romdloni Romdloni; Ahmad Sodikin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v7i2.1096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam membina akhlak anak pada era milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif, jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kasus (case study). Objek penelitian 11 orang tua yang mempunyai anak berusia 4-12 tahun. Pengumpulan datadengan teknik yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa akhlak anak usia 4-12 tahun pada era milenial banyak yang kurang baik, terbukti dengan banyaknya anak yang lebih senang bermain gadget, senang merokok sehingga mereka melupakan kewajibannya seperti, shalat, mengaji, dan mematuhi perintah orang tua. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam membina akhlak anak menjadi lebih baik supaya tidak mudah terpengaruh dengan kemajuan teknologi. Di desa Sidogede orang tua ada yang berperan sebagai guru dan sebagai pemimpin. Orang tua selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya yang masih dalam proses perkembangan. Beberapa langkah yang digunakan orang tua dalam membina akhlak anak yaitu dengan memberikan strategi keteladanan, strategi nasihat, serta strategi perhatian dan pengawasan. Hal ini dilakukan supaya anak tidak mudah terpengaruh dengan kemajuan teknologi seperti gadget dan game online. Setiap orang tua memberikan strategi yang berbeda-beda tetapi tetap sesuai dengan nilai-nilai agama dan memiliki tujuan yang sama yaitu supaya anak mempunyai akhlak yang lebih
Peran Komunkasi Interpersonal Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Wahyu Sanjaya; Muhamad Ikhsanudin; Ahmad Sodikin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui peran komunikasi interpersonal guru PAI dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian qualitatif field research dengan metode penelitian bersifat deskriptif. Pengumpulan data, menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitiannya bahwa Peran komunikasi interpersonal PAI di MA Al-Falaah Lekis Rejo melaksanakan empat peran pokoknya sebagai pendidik, pembimbing, manajer, administrator. Motivasi belajar peserta didik diketahui bahwa berbagai motivasi yang diberikan oleh guru guru PAI akan membuat motivasi belajar dan disiplin peserta didik akan meningkat sehingga prestasi belajar juga semakin meningkat. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar peserta didik dapat berasal dari dalam maupun dari luar. Faktor pendukung meliputi iklim komunikasi, adanya kebersamaan dan saling menghargai antara guru dengan peserta didik, sikap saling terbuka antara guru dengan peserta didik, mampu memberikan kelancaran dan kemudahan dalam berkomunikasi terkait pelaksanaan kemajuan kelas, Memberikan pengahargaan pada peserta didik yang berprestasi. Faktor penghambat meliputi, hambatan fasilitas, dan hambatan eksternal. Hambatan pekerjaan misalnya masih kurangnya waktu guru PAI di sekolah maupun di kelas sehingga sangat sulit untuk menyampaikan informasi yang bersifat mendadak. Hambatan fasilitas yaitu masih terdapatnya peserta didik yang tidak mempunyai alat komunkasi serta letak geografis peserta didik yang sulit dijangkau. Hambatan eksternal yaitu misalnya terdapat gangguan sinyal pada telepon celuler. .
Pendampingan Pembelajaran Daring Bagi Santri Pondok Pesantren Nurul Huda Tanah Merah Ahmad Sodikin; A.Taufiq Yulianto
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol 4, No 1 (2021): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/dedikasi.v4i1.5486

Abstract

World Health Organization (WHO) telah mengumumkan virus corona atau covid-19 sebagai pandemi, yaitu keadaan dimana populasi di seluruh dunia memiliki peluang dapat terjangkit atau terkena infeksi. Keadaan ini tentunya juga berdampak pada perekonomian Indonesia yang secara langsung juga berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia. Mengingat pandemi ini adalah suatu musibah yang mendadak sehingga mengakibatkan kebijakan atau keputusan yang diambil secara cepat tanpa adanya persiapan yang matang membuat guru, santri, dan orang tua merasa kebijakan tersebut kurang efektif terutama bagi sebagian santri yang teknik pembelajarannya tidak terbiasa dengan daring. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mempersiapkan dari kalangan santri pondok pesatren yang notabennya jauh dari rumah juga dapat melaksanakan pembelajaran secara daring dikarenakan bayaknya tenaga pengajar yang berasal dari luar daerah. Kegiatan ini melibatkan 50 santri tingkat SMA. Metode pelaksanaannya dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan banyak santri yang mampu belajar online dengan media zoom, teams, maupun google meet. Kekurangannya banyak santri yang kurang mampu mengoprasionalkan computer.
MAJELIS SHOLAWAT DAN PENDIDIKAN NASIONALISME Ahmad Sodikin; Akhmad Sahrandi; Imaduddin
Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2021)
Publisher : Research Department (Lemlit) Islamic Institute of Darullughah Wadda’wah Bangil, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/jpi.v11i2.615

Abstract

AbstrakArtikel ini mencoba mendeskripsikan peran majelis sholawat Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf dalam pendidikan Nasionalisme di daerah Mataraman, Jawa Timur. Studi ini penting dilakuakan karena dalam banyak kasus, isu nasionalsime sering diperbincangkan publik. Beberapa riset yang telah dilakukan menunjukan bahwa di beberapa daerah, generasi muda (Remaja) mulai meragukan pancasila sebagai dasa negara. Bahkan, ideologi bangsa (Pancasila) sering dipertentangkan dengan ideologi agama (Islam). Penelitian kualitataif ini menggunakan rancangan studi kasus. Penelitiana ini berkesimpulan bahwa dalam konteks majlis sholawat Habib Syekh, \ beberapa kegiatan majelisnya, Habib Syekh secara terbuka mengajak jamaahnya untuk mencinta terhadap bangsa dan negaranya. Inilalah yang kemduian melahirkan pendidikan nasionalisme. Setiap kali Habib Syekh tampil di panggung, dalam akhir acara selalu menyanyikan lagu-lagu nasioalisme. Lagu-lagu yang dinyanyikan tersebut disadari atau tidak merupakan bagian penting dalam menanamkan nasionalisme.
Upaya Meningkatkan Kefasihan dan Kelancaran Membaca Al-qur’an Melalui Metode Iqro’ pada Santri Asrama Miftahul Huda Sukaraja Suhartono Suhartono; Ahmad Sodikin; Ahmad Ulin Ni’am
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 2 No. 2 (2020): December Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jimi.v2i2.986

Abstract

Efforts to improve fluency and fluency in reading the Qur'an through the Iqro method for Miftahul Huda Sukaraja Dormitory students are carried out with the aim of increasing fluency and fluency in reading the Qur'an in Miftahul Huda Sukaraja Dormitory students. The approach used in the implementation of community service is a functional approach. The method used in the implementation of activities is the Iqro 'learning method. one method of how to quickly learn to read the Qur'an. The results obtained from this activity were that the Miftahul Huda Sukaraja dormitory students experienced an increase in their ability to read the Qur'an in terms of fluency and fluency in accordance with the rules of recitation. Of the 10 students who took part in this activity, there were 8 students who were fluent and fluent in reading the Qur'an in accordance with the rules of recitation of 80%, while there were 2 students who were not fluent and fluent in reading the Qur'an 20%.
Pengembangan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantu Aplikasi PISS KTB untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Mahasiswa Ahmad Sodikin Ahmad; Ahmad Ulin Ni’am; Suhartono
Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2021): DIRASAH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/dirasah.v4i2.305

Abstract

Educational institutions entering the industrial era 4.0 are required to produce a generation of the nation's children who are knowledgeable, able to think critically, innovate, use information and communication technology as well as daily experiences in society as the core of learning. In practice, many universities have not specially prepared their students for the challenges of the industrial era 4.0, through the lessons they have designed. Based on this thought, the researcher wants to develop a Problem Based Learning learning model assisted by the Piss KTB application. The problem based learning model assisted by the PISS KTB application is included in the category of valid learning models and can be applied in the PAI student class, especially in fiqh subjects. The following are some of the requirements that must be fulfilled: 1. There is an internet network that can be accessed by students and lecturers. 2. Students have cellphones / laptops that have the PISS KTB application installed. 3. Lecturers are able to operate the PISS KTB application, 4. Lecturers are able to understand Arabic texts. While the effectiveness of the problem based learning model is very visible, it is proven by the increasing in student learning outcomes.
Penerapan Cara Membaca al-Qur’an Dengan Menggunakan Metode Utsmani Terhadap Mahasiswa di Asrama Miftahul Huda Gunawan Patoni Amin; Ahmad Sodikin; Muhamad Ihsanudin
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v9i2.1704

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetagui cara apa yang digunakan oleh seorang pendidik memberikan pengembangan SDM kepada generasi penerus bangsa, khususnya pendidikan agama, dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dan penyelesaian. Deskriptif kualitatif yang dipilih oleh peneliti dalam mencari informasi-informasi dilapangan, dengan maksud yaitu berupa penjelasan secara fakta dan akurat tentang yang diteliti, baik dari data maupun keterangan dari seseorang. Metode untuk mengindentifikasi lembaga atau informan yaitu wawancara, interview dan dokumentasi yang mana peneliti langsung terjun dilapangan. Sehingga, nantinya hasil dari pada penelitian ini dapat memaparkan pembelajaran membaca al-Qur’an menggunakan metode utsmani pada mahasiswa di asrama Miftahul Huda sangat baik dengan tetap menerapkan prinsip dan strategi metode utsmani, hal tersebut menjadi acuan atau cara keberhasilan dalam pembelajaran metode utsmani. Selain itu juga ada beberapa faktor yang menghambat dalam proses tersebut seperti: media yang digunakan dan sikap peserta didik, dan adapun faktor pendukungnya ialah lingkungan yang berada pada pondok pesantren serta tidak sedikit masyarakat atau santri senior yang telah belajar menggunakan metode utsmani tersebut. Usaha yang dilakukan diantaranya: 1.) Memotivasi pentingnya membaca al-Qur’an dengan tartil dengan sesuai kaidah tajwid yang berlaku, dan 2.) memberikan sarana dan prasarana terhadap peserta didik untuk mengulang pembelajaran (nderes) di luar waktu yang disediakan
Kaderisasi DAI NU Untuk Meningkatkan Kualitas Keislaman dan Kebangsaan di OKU Timur Ahmad Sodikin; Sholeh Hasan; Ahmad Ulin Ni’am
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 4 No. 1 (2022): June Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jimi.v4i1.1470

Abstract

The regeneration of DAI NU is carried out with the aim of producing DAI regeneration who have broad insight into Islam, are brave and firm in conveying the truth, have national insight and insight into Ahlusunnah wal Jama'ah, are able to spread Islamic traditions that are friendly, tolerant and have good morals and become good role models. for the community, able to convey Islamic da'wah in the realm of ukhuwah Islamiyah, ukhuwah bashariyah, ukhuwah wathoniyah. The implementation steps start from (1) deliberation of the service team with the LDNU management; (2) participant recruitment; (3) Education and training; (4) Field Da'wah Practice; (5) evaluation. The resulting output is the formation of Dauroh DAI NU in East OKU which has received a certificate of education and training for DAI NU. The certificate in question is also a form of legality for preaching recommended by the East NU OKU PC.