Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Uang Saku dan QRIS terhadap Konsumsi Mahasiswa: Analisis Regresi Linear Berganda Ni Wayan Vara Wulandari; Rieke Nindita Sari; Intan Ruliana; Muhammad Rizqi Alfiah; Diah Arum Sari Nawang Ulan; Marista Febria Safutri; Nida Yasmin Sofiyah; Rahmawati Rahmawati; Fiarika Dwi Utari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11351

Abstract

Perkembangan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) memberikan kemudahan dalam proses transaksi dan turut memengaruhi pola konsumsi mahasiswa. Selain itu, tingkat uang saku sebagai sumber pendapatan utama mahasiswa menjadi faktor penting dalam menentukan besarnya pengeluaran bulanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat uang saku dan intensitas penggunaan QRIS terhadap perilaku konsumsi mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2024 dan 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear berganda. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan teknik accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, di mana siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dan bersedia mengisi kuesioner dapat dijadikan sampel. Dari total populasi mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2024 dan angkatan 2025, diperoleh sebanyak 56 responden yang mengisi kuesioner. Variabel penelitian terdiri atas tingkat uang saku (X1), intensitas penggunaan QRIS (X2), dan perilaku konsumsi mahasiswa (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial tingkat uang saku tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi mahasiswa, sedangkan intensitas penggunaan QRIS berpengaruh signifikan. Namun, secara simultan kedua variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi dengan nilai koefisien determinasi sebesar 18,9%. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku konsumsi mahasiswa lebih dipengaruhi oleh penggunaan QRIS dibandingkan kemampuan finansial
Pengaruh Hubungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan UMKM di Bandar Lampung Dwi Apriyana; Rieke Nindita Sari; Irfan A Suki; Intan Ruliana; Lis Tiara Putri; Annisa Luthfiyyah; Rahmawati Rahmawati
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hubungan kerja terhadap kinerja karyawan pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bandar Lampung. Hubungan kerja yang harmonis diyakini mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kinerja karyawan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hubungan kerja berkontribusi terhadap peningkatan kinerja karyawan pada sektor UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 34 karyawan UMKM di Bandar Lampung yang dijadikan sebagai responden penelitian. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin. Jumlah item pernyataan yang digunakan sebanyak 34 butir yang terdiri atas pernyataan untuk variabel hubungan kerja dan kinerja karyawan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear sederhana, serta uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 6,306 lebih besar daripada ttabel sebesar 2,0369 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hasil tersebut membuktikan bahwa hubungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan UMKM di Bandar Lampung. Semakin harmonis hubungan kerja yang terjalin antara atasan dan bawahan maupun antar rekan kerja, maka semakin optimal pula kinerja karyawan dalam aspek kualitas kerja, kuantitas kerja, kerja sama, dan inisiatif kerja.