Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemberdayaan UMKM Desa Gelebak dalam melalui edukasi keuangan syariah dan penguatan nilai ekonomi Islam Choiriyah, Choiriyah; Noviani, Dwi; Nopriansyah, Waldi; Juleha, Juleha; Sari, Emilia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31607

Abstract

AbstrakRendahnya literasi keuangan syariah menjadi hambatan utama bagi pelaku UMKM di Desa Gelebak Dalam dalam mengakses sistem keuangan yang adil, halal, dan sesuai syariat. Pemberdayaan melalui edukasi keuangan syariah diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik keuangan Islami di tingkat desa. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan observasi kebutuhan, pelatihan langsung, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi. Materi meliputi prinsip dasar keuangan syariah, pengenalan akad mudharabah dan musyarakah, serta pencatatan keuangan sederhana berbasis syariah. Terdapat peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 45% terhadap prinsip transaksi tanpa riba, jenis akad syariah, pencatatan keuangan usaha, dan kewajiban zakat. Peserta juga menunjukkan ketertarikan pada model pembiayaan tanpa bunga yang lebih adil dan transparan. Diskusi kelompok kecil terbukti efektif untuk mendorong pemahaman konsep keuangan syariah secara praktis. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran, keterampilan, dan motivasi peserta dalam mengelola usaha secara halal dan berkelanjutan. Diperlukan pendampingan lanjutan, pelatihan digital sederhana, dan kerja sama dengan lembaga keuangan syariah agar dampak positif dapat dipertahankan dan diperluas. Kata Kunci: UMKM; keuangan Syariah; edukasi; pemberdayaan; ekonomi Islam. AbstractLow Islamic financial literacy is a major barrier for MSME actors in Gelebak Dalam Village to access fair, halal, and sharia-compliant financial systems. Empowerment through Islamic financial education is needed to improve understanding and financial practices at the village level. This community service used a participatory approach involving needs assessment, direct training, group discussions, case studies, and simulations. Training materials covered the basic principles of Islamic finance, introduction to mudharabah and musyarakah contracts, and simple sharia-based financial recordkeeping. There was an average 45% increase in participants’ understanding of interest-free transactions, types of Islamic contracts, business financial recording, and zakat obligations. Participants also showed strong interest in fairer, interest-free financing models. Small-group discussions proved effective in fostering practical understanding of Islamic financial concepts. The program contributed to increased awareness, skills, and motivation among MSME actors to manage businesses in a halal and sustainable manner. Continued support is needed in the form of follow-up mentoring, basic digital training, and collaboration with Islamic financial institutions to sustain and expand the program’s positive impact. Keywords: MSMEs; Islamic finance; education; empowerment; Islamic economy.
HALAL CERTIFICATION FOR MSMEs: PROTECTION OF THE FIVE BASIC ASPECTS OF LIFE (AD-DHARURIYYAH AL-KHAMSAH) AND STRATEGIES TO STRENGTHEN ITS IMPLEMENTATION Nopriansyah, Waldi; Muntazhor, Ahmad Widad; Chantika, Zalvira; Choiriyah, Choiriyah; Meriyati, Meriyati
istinbath Vol. 24 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/ijhi.v24i1.966

Abstract

This study investigates the persistently low compliance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) with halal certification, despite its critical role in safeguarding the five essential objectives of Islamic law (ad-dharuriyyah al-khamsah): religion (dīn), life (nafs), intellect (‘aql), lineage (nasl), and property (māl). Employing a qualitative research design, this study utilizes a descriptive-analytical approach supported by thematic content analysis. Data were collected through a systematic literature review, including primary Islamic sources (Qur’an, Hadis, and classical jurisprudence) and relevant secondary literature (peer-reviewed journals, regulations, and government reports). The findings were categorized based on the maqāṣid al-shari'ah framework to ensure a structured and normative analysis. The results reveal that halal certification serves as a multidimensional protection mechanism, with the preservation of life (ḥifẓ al-nafs) identified as the most urgent priority. This emphasis stems from product consumption's direct psychological and ethical implications on human well-being. By elevating ḥifẓ al-nafs above traditional priorities such as ḥifẓ al-dīn, the study offers a contextual reinterpretation aligned with contemporary public health and ethical standards. Moreover, this research fills a notable gap in the literature by explicitly linking halal certification to the comprehensive structure of ad-dharuriyyah al-khamsah, a dimension often overlooked in previous studies. Policy recommendations include financial incentives, awareness campaigns, streamlined regulations, and stakeholder collaboration, highlighting the dual role of halal certification as both a religious obligation and a vehicle for public welfare.
ANALISIS PEMBIAYAAN QARDH BANK WAKAF MIKRO AULIA CENDEKIA TERHADAP UMKM DI KELURAHAN TALANG JAMBE PALEMBANG Fauzi, Ikang; Saprida, Saprida; Nopriansyah, Waldi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah (JIMESHA) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah (JIMESHA)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jimesha.v5i2.744

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ( UMKM ) yang memiliki modal sangat terbatas sehingga berkontribusi besar pada lambatnya akumulasi modal yang menyebabkan UMKM berkembang tidak signifikan dengan ini kehadiran Bank Wakaf Mikro mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan, pencapaian stabilitas sistem keuangan, serta melawan praktik rentenir di tengah-tengah masyarakat miskin. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembiayaan qardh pada UMKM dan peran pembiayaan qardh terhadap peningkatan UMKM nasabah di Bank Wakaf Mikro Aulia Cendekia Palembang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelaksanaan pembiayaan qardh Bank Wakaf Mikro Aulia Cendekia Palembang terdiri dari identifikasi nasabah dalam sekitar pondok pesantren, sosialisasi, uji kelayakan, pra Pelatihan Wajib Kelompok (PWK), PWK dan Halaqah Mingguan (HALMI). Proses pembiayaan qardh adalah prinsip sesuai syari’ah, menggunakan pola 2:2:1, tanpa agunan dan bersifat tanggung renteng. Pembiayaan dan pendampingan usaha yang dilakukan oleh Bank Wakaf Mikro Aulia Cendekia memberikan peranan sangat penting dan pengaruh positif terhadap peningkatan usaha mikro nasabah. Diantaranya peranan dampak positif yang dirasakan nasabah adalah terjadinya perkembangan usaha nasabah, pendapatan nasabah bertambah, jumlah produksi usaha bertambah dan laba usaha nasabah bertambah. Selain itu bertambahnya pengetahuan spiritualitas dan pengetahuan tentang kewirausahaan nasabah. Kendala yang dikeluhkan hampir semua nasabah terhadap pembiayaan qardh adalah pemberian dana pembiayaan qardh yang masih sangat kurang dirasakan nasabah sehingga perkembangan usaha, kenaikan produksi, bertambahnya laba dan pendapatan serta meningkatnya perekonomian tidak mengalami kenaikan secara signifikan untuk kemajuan usaha
PENGARUH TEORI KONSUMSI MENURUT PANDANGAN IMAM AL- GHAZALI TERHADAP PERILAKU KONSUMSI MAHASISWA STEBIS IGM PALEMBANG Ramdhani, Adam; Nopriansyah, Waldi; Saprida, Saprida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah (JIMESHA) Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Syariah (JIMESHA)
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/jimesha.v5i2.745

Abstract

Pengaruh teori konsumsi menurut pandangan Imam Al-Ghazali terhadap perilaku konsumsi mahasiswa STEBIS IGM yang membedakannya adalah lingkungan pergaulan, gaya hidup, kebutuhan dan keinginan, maksudnya ada mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari lebih mementingakan gaya hidup dari pada kepentingan seperti nongkrong di cafe setelah selesai kuliah dan menghabiskan uang untuk membeli barang yang dia inginkan dibandingkan denganmemenuhi kebutuhannya sendiri. teori konsumsi menurut pandangan Al-Ghazali terhadap perilaku konsumsi mahasiswa STEBIS IGM Palembang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap didasarkan pada kebutuhan dan niat ibadah kepada Allah. Al-Ghazali juga menekankan bahawa konsumsi harus seimbang dan tidak boros. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh teori konsumsi menurut pandangan Imam Al-Ghazali terhadap perilaku konsumsi mahasiswa STEBIS IGM Palembang. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunkan teknik Analisis Regresi Linear Sederhanadan uji hipotsis yang dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistic 29. Sampel penelitian ini menggunakan sampling jenuh yang dimana semua populasi dijadikan sampel berjumlah 51 orang. Hasil penelitian yang diperoleh Variabel Teori Konsumsi (X) menunjukan nilai signifikan (0,01 < 0,05) dan nilai thitung > ttabel (17,904> 1,677) yang artinya Ha diterima sedangkan H0 ditolak, yakni dapat disimpulkan secara signifikan Teori Konsumsi (X) berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumsi Mahasiswa (Y). Hal ini terjadi karena adanya tingkat pemahaman pengetahun mahasiswa ekonomi syariah STEBIS IGM terhadap perilaku konsumsi
Transformation of Sharia Economic Law and Economic Transactions of the Middle-Class Muslim Community in Indonesia Muzalifah; Nopriansyah, Waldi
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 2 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i2.11770

Abstract

The transformation of economic behavior among Indonesia’s urban middle-class Muslims has been significantly influenced by digitalization and the rapid growth of Islamic fintech. This study explores how Sharia economic law adapts to these transformations, particularly in the context of daily market transactions. Using a qualitative approach, data were collected through observations and interviews in selected traditional markets such as Beringharjo (Yogyakarta), Antasari (Banjarmasin), and Ngronggo (Kediri) representing diverse urban settings. The findings reveal that digital payment adoption and hybrid trading systems (combining oral bargaining and digital settlement) have reshaped the understanding and application of Sharia principles. Traders and consumers demonstrate pragmatic flexibility by seeking local religious guidance (fatwas) to ensure compliance while embracing efficiency. This study contributes new insights by linking the transformation of Sharia economic law with real practices of middle-class Muslims in digital-era marketplaces, highlighting the dynamic interplay between legal norms, technology, and socio-economic class.   Abstrak Transformasi perilaku ekonomi di kalangan masyarakat Muslim kelas menengah perkotaan di Indonesia telah banyak dipengaruhi oleh proses digitalisasi dan pertumbuhan pesat fintech syariah. Penelitian ini mengkaji bagaimana hukum ekonomi syariah beradaptasi terhadap perubahan tersebut, khususnya dalam konteks transaksi ekonomi sehari-hari di pasar tradisional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi dan wawancara di beberapa pasar tradisional terpilih seperti Pasar Beringharjo (Yogyakarta), Pasar Antasari (Banjarmasin), dan Pasar Ngronggo (Kediri) yang merepresentasikan berbagai konteks perkotaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa adopsi pembayaran digital dan munculnya sistem perdagangan hibrida (menggabungkan tawar-menawar lisan dengan penyelesaian digital) telah mengubah pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip syariah. Para pedagang dan konsumen menunjukkan fleksibilitas yang pragmatis dengan mencari panduan keagamaan lokal (fatwa) agar tetap sesuai dengan prinsip syariah sambil memanfaatkan efisiensi teknologi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengaitkan transformasi hukum ekonomi syariah dengan praktik nyata masyarakat Muslim kelas menengah di pasar era digital, serta menyoroti dinamika antara norma hukum, teknologi, dan kelas sosial-ekonomi.
Transformation of Sharia Economic Law and Economic Transactions of the Middle-Class Muslim Community in Indonesia Muzalifah; Nopriansyah, Waldi
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 2 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i2.11770

Abstract

The transformation of economic behavior among Indonesia’s urban middle-class Muslims has been significantly influenced by digitalization and the rapid growth of Islamic fintech. This study explores how Sharia economic law adapts to these transformations, particularly in the context of daily market transactions. Using a qualitative approach, data were collected through observations and interviews in selected traditional markets such as Beringharjo (Yogyakarta), Antasari (Banjarmasin), and Ngronggo (Kediri) representing diverse urban settings. The findings reveal that digital payment adoption and hybrid trading systems (combining oral bargaining and digital settlement) have reshaped the understanding and application of Sharia principles. Traders and consumers demonstrate pragmatic flexibility by seeking local religious guidance (fatwas) to ensure compliance while embracing efficiency. This study contributes new insights by linking the transformation of Sharia economic law with real practices of middle-class Muslims in digital-era marketplaces, highlighting the dynamic interplay between legal norms, technology, and socio-economic class.   Abstrak Transformasi perilaku ekonomi di kalangan masyarakat Muslim kelas menengah perkotaan di Indonesia telah banyak dipengaruhi oleh proses digitalisasi dan pertumbuhan pesat fintech syariah. Penelitian ini mengkaji bagaimana hukum ekonomi syariah beradaptasi terhadap perubahan tersebut, khususnya dalam konteks transaksi ekonomi sehari-hari di pasar tradisional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi dan wawancara di beberapa pasar tradisional terpilih seperti Pasar Beringharjo (Yogyakarta), Pasar Antasari (Banjarmasin), dan Pasar Ngronggo (Kediri) yang merepresentasikan berbagai konteks perkotaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa adopsi pembayaran digital dan munculnya sistem perdagangan hibrida (menggabungkan tawar-menawar lisan dengan penyelesaian digital) telah mengubah pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip syariah. Para pedagang dan konsumen menunjukkan fleksibilitas yang pragmatis dengan mencari panduan keagamaan lokal (fatwa) agar tetap sesuai dengan prinsip syariah sambil memanfaatkan efisiensi teknologi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengaitkan transformasi hukum ekonomi syariah dengan praktik nyata masyarakat Muslim kelas menengah di pasar era digital, serta menyoroti dinamika antara norma hukum, teknologi, dan kelas sosial-ekonomi.