Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Sitakara

PEWARISAN RABAB PIAMAN DI KECAMATAN LUBUK ALUNG KABUPTEN PADANG PARIAMAN Irfan Kurniawan
Jurnal Sitakara Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v5i1.3528

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi Rabab Piaman dalam kehidupan masyarakat dewasa ini dan pewarisannya dalam kehidupan masyarakat di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Kenyataannya yang ditemukan sekarang seniman tradisi Rabab Piaman bertarung melawan perubahan nilai akibat modrenisasi, yang mengakibatkan menurunya eksistensi pertunjukanya dalam masyarakat kecamatan Lubuk Alung. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengkuti langkah-langkah Miles dan Huberman. Pengumpulan data dilakukan dengan obervasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pewarisan Rabab Piaman terdiri dari bagian-bagian yang saling terkait satu sama lainnya, yaitu pewarisan enkulturasi dan pewarisan sosialisasi. Selanjutnya, dari  hasil penelelitian juga ditemukan bahwa sistem pewarisan Rabab Piaman di kecamatan Lubuk Alung mempunyai cara tersendiri. Secara tradisi ada dua tahapan dalam pewarisan Rabab Piaman di Nagari Lubuk alung, yaitu; (1) pewarisan secara non fisik, yakni Melengkapi syarat-syarat baraja (belajar) Rabab Piaman, dan (2) pewarisan secara fisik, yakni praktik belajar memainkan Rabab Piaman. Kata Kunci:  Pewarisan, Rabab Piaman,  kecamatan Lubuk Alun.
MEMBACA NOTASI BALOK PADA LAGU APUSE DALAM PERSPEKTIF PEMBELAJARAN Silo Siswanto; Irfan Kurniawan
Jurnal Sitakara Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v7i1.7467

Abstract

Penenlitian ini adalah penelitian deskriptif tentang proses Pelaksanaan Pembelajaran Notasi Balok. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengungkap bagaimana proses pembelajaran membaca notasi balik Pada Lagu Apuse. Selanjutnya metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dilakaukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis  secara cermat dengan memperhatikan, memeriksa, mempelajari, membandingkan data yang ada. Adapun hasil dari penelitian ini adalah uraian tentang perencanaan pembelajaran membaca notasi balok, pelaksanaan pembelajaran yang meliputi langkah-langkah dan metode pembelajaran serta penyajian materi pembelajaran membaca notasi balok, dan evaluasi pembelajaran berupa tes praktik membaca notasi balok. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapat hasil bahwa pelaksanaan pembelajaran membaca notasi balok lagu Apuse pada siswa berjalan dengan baik, dengan nilai mahasiswa diatas KKM.
KETERMARGINALAN SENI PERTUNJUKAN RABAB PIAMAN DI KECAMATAN LUBUK ALUNG PARIAMAN SUMATERA BARAT Irfan Kurniawan
Jurnal Sitakara Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v4i1.2559

Abstract

ABSTRAK                  Artikel ini adalah hasil Penelitian kajian budaya yang kritis dan emansipatoristentang ketermarginalan Seni Pertunjukan Rabab Piaman dalam masyarakat nagari Lubuk Alung. Dalam rangkamengungkap fenomena yang berkaitan dengan bentuk, faktor dan dampakKetermarginalan Seni Pertunjukan Rabab Piaman dalam masyarakat nagari Lubuk Alung maka dilakukan penelitian kualitatif.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara dan dokumantasi, serta dianalisis secara interaktif dan berlangsung secara terus pada setiap tahap penelitian sehingga sampai tuntas. Hasil penelitian adalah pertama,teridentifikasi bentuk ketermarginalan Rabab Piaman,yaknimenurunya konteks pertunjukan, mengecilnya wilayah pertunjukan, berkurangnya seniman, dan kalah dalam berkontestasi dalam kehidupan sosial budaya. Kedua, faktor-faktor penyebab ketermarginalan Rabab Piaman yang terdiri atas faktor eksternal yang meliputi; globalisasi, kesenian populer, kesenian tradisi dinamis, dan faktor internal yang meliputi; seniman, dan penyajian Rabab Piaman.Ketiga, dampak ketermarginalan seni pertunjukan Rabab Piaman yang meliputi hilangnya identitas budaya Pariaman (kearifan lokal), menguatnya budaya pop, dan terpuruk secara sosial budaya.Untuk membahas masalah faktor dan dampak ketermarginalan tersebut digunakan teori dekonstruksi (Derida). Kata kunci: Ketermarginalan, Seni Pertunjukan , Rabab Piaman, Kecamatan Lubuk Alung, Pariaman.
PROSES PENGGARAPAN MUSIK TARI KIPAS CHANDANI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM MUSIK STUDIO ONE DI UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG Rio Eka Putra; Deria Sepdwiko; Irfan Kurniawan
Jurnal Sitakara Vol 7, No 1 (2022): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v7i1.7464

Abstract

Penggarapan musik ini membuat musik tari kreasi baru memakai program musik studio one sebagai tempat mengolah bahan-bahan mencampur, mengaduk hingga menjadi sebuah karya musik kreasi tari baru yang berjudul “Tari Kipas Chandani”, tari kreasi baru ini adalah sebuah bentuk tari kreasi baru yang dibuat oleh salah satu dosen tari yaitu buk Rully, menggangkat kearifan lokal dan menjadikantari kreasi baru tanpa menghilangkan akar budaya daerah setempat khususnya Palembang Sumatera Selatan. Capaian dari Proses Penggarapan musik ini bertujuan memberikan sebuah pengetahuan ilmu musik khususnya musik tarikepada sehingga Ilmu ini akan lebih bermanfaat ketika mahasiswa tersebut sudah menyelesaikan jenjang pendidikan S1 dan menjadi seorang pendidik seni di sekolah. Aplikasi ini menanyakan tentang pendekatan,variabel pekerjaan dengan memakai interpretasi Tradisi, pendekatan ini merupakan gaya penggarapan musik yang berpijak dari musikal tradisional kemudian diramu dengan laras-laras jawa dan tabuhannya, musik tari ini Secara umum akan memiliki kumpul-kumpul individu yang luas, dapat diteruskan ke berbagai urusan sosial individu. Dari hasil pemikiran ini, diyakini bahwa pertimbangan kreatif yang mutakhir akan tercipta sejauh menciptakan musik bergerak yang menarik dalam kemasannya dan memiliki kualitas dalam menjaga citra dan kecerdasan lingkungan.
Analisis Keterampilan Guru Dalam Mengadakan Variasi Pembelajaran Seni Budaya Putri Permata Sari; Irfan Kurniawan
Jurnal Sitakara Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterampilan guru dalam mengadakan variasi pembelajaran seni budaya siswa kelas IX di SMP Negeri 15 Palembang. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Mulyasa dalam buku guru yang profesional, teori ini menjelaskan mengenai cara-cara guru dalam melaksanakan pembelajaran mulai dari variasi pembelajaran yang didalamnya terdapat variasi gaya mengajar, variasi media pembelajaran dan variasi pola interaksi. Metode penilitian adalah metode deskriptif kualitatif, Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Setelah pengumpulan data dilakukan dan data yang sudah dianalisis, maka terdapat hasil penelitian dan pembahasan yang dapat disimpulkan bahwa variasi keterampilan guru di SMP negeri 15 Palembang terutama pada pembelajaran seni budaya pada siswa kelas IX sudah berjalan sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan hasil yang diterima oleh para siswa juga maksimal. Kata Kunci: . Kata kunci: keterampilan variasi, variasi pembelajaran, hasil belajar
Integrasi Pengetahuan Lokal dalam Pendidikan Seni Rupa di Era Digital Muhsin Ilhaq; Irfan Kurniawan
Jurnal Sitakara Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to explore the integration of local knowledge in art education in the city of Palembang in the digital era. Using a phenomenological approach with qualitative methods, this study examines how digital technology and cultural heritage can be integrated into the art education curriculum. Results indicate that although there are challenges in adapting to technology, its proper application can enrich students' understanding of traditional arts and prepare them for the digital era. It can be concluded that effective art education in the modern era should consider cultural heritage while leveraging technological innovations. Keyword: Art education, local knowledge integration, digital era
Proses Pembuatan Batik Gambo Di Desa Toman Sanita, Merlinda; Kurniawan, Irfan; Elvandari, Efita
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i1.14791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembuatan Batik Gambo di Desa Toman Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian tanaman gambir merupakan tanaman yang memiliki banyak sekali manfaat seperti dijadikan bahan campuran obat, kosmetik dan bahan pewarna kain. Adapun proses pembuatan kain jumputan Gambo dimulai dari proses pembuatan pola kain, proses penjahitan kain, proses pengikatan kain, proses perendaman dan pengeringan kain. Kain jumputan Gambo terus mengalami perkembangan mengikuti trend zaman sesuai dengan selera masyarakat zaman sekarang. Pengembangan yang dilakukan untuk melestarikan kain jumputan Gambo dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat bagaimana proses pembuatan kain Batik jumputan Gambo. Kesimpulan bahwa kain Batik jumputan Gambo merupakan icon industri kerajinan tangan yang berbasis pemberdayaan masyarakat terutama bagi para pengrajin kain Batik Gambo dan juga para petani Gambo (gambir). Promosi tentang kain Batik jumputan Gambo harus terus dilakukan terutama bagi masyarakat lokal setempat karena cukup banyak masyarakat yang belum mengetahui serta mengenal apa itu kain Batik jumputan Gambo dikarenakan kain Batik jumputan Gambo merupakan produk lokal khas Kabupaten Musi Banyuasin yang harus dikembangkan dan dilestarikan. Kata Kunci : Batik Gambo, pewarna alam, produk lokal.
Proses Penciptaan Tari Belanger di Sanggar Raden Kuning Ogan Ilir Sari, Desi Puspita; Kurniawan, Irfan
Jurnal Sitakara Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v9i2.16108

Abstract

Tari Belanger merupakan karya tari kreasi baru yang mengangkat cerita tradisi nenek moyang terdahulu yang ada di Desa Seri Tanjung, yang menceritakan proses pemandian anak-anak perempuan yang beranjak remaja untuk menghindari masalah ataupun tolak balak. Peneliti melakukan wawancara terhadap koreografer tari Belanger yaitu Ana Nurkadina. Manfaat peneliti ini untuk mengenalkan dan melesetarikan tradisi kesenian yang hampir hilang yang berada di lingkungan sekitar desa Seri Tanjung. Bagi peneliti sejenis supaya bisa menjadi referensi penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengambilan dan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini tari Belanger merupakan Proses penciptaan tari Belanger menggunakan metode konstruksi I dan II menurut teori Jacqueline Smith. Kata Kunci : Penciptaan; Tari Belanger; Sanggar Raden Kuning.