Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EVALUASI STANDAR JALUR EVAKUASI KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT (Studi Kasus Gedung BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya) Djamaluddin, Rahmat; Zakia, Zakia; Firzan, Firzan; Fajri, Aulil
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.551

Abstract

Abstrak Dampak negatif yang ditimbulkan dari bencana dapat berupa kerugian materiil maupun jiwa. Bencana tersebut dapat dicontohkan seperti banjir, gempa bumi ada pula bencana non alam seperti kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi standar jalur evakuasi kebakaran pada kantor BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya, mengetahui apakah jalur evakuasi kebakaran pada kantor BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya telah memenuhi standar. Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder, yang diambil dengan cara penyebaran kuisioner, observasi dan pengamatan secara langsung. Pertanyaan melalui kuisioner diolah menggunakan software SPSS-23, sedangkan data hasil observasi dan pengamatan secara langsung, diolah melalui analisa deskripsi sesuai hasil lapangan. Hasil analisa menunjukkan bahwa semua pertanyaan valid memiliki nilai korelasi lebih besar dari nilai product moment/r tabel 0,632. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil evaluasi standar jalur evakuasi kebakaran pada Bangunan Gedung BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya, belum sesuai standar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan bahwasanya penerapan peraturan sistem jalur evakuasi kebakaran masih pasif pada gedung BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya untuk fungsi bangunan publik serta Kesesuaian fasilitas jalur evakuasi kebakaran yang tersedia pada bangunan gedung BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya sangat sulit dilakukan evakuasi jika sewaktu waktu-waktu terjadi kebakaran Kata Kunci: Jalur evakuasi, bangunan gedung, metode kuantitatif, kuisioner   Abstract The negative impact can be in the form of material and life losses. The disaster can be exemplified as floods, earthquakes there are also non-natural disasters such as fire. Disaster is a phenomenon of human life that cannot be known exactly when it happened. This study aims to determine how the standard conditions of fire evacuation routes at the Nagan Raya Regency Bappeda office, find out whether the fire evacuation routes at the Nagan Raya Regency Bappeda office meet the standards. The data used in this study are primary and secondary data, data collection is done by observation and direct observation. While the research method used is a quantitative method. Results of the Standard Identification of Fire Evacuation Paths in Nagan Raya Regency Bappeda Building, according to Minister of Public Works Regulation No.26 / PRT / M / 2008 concerning Rescue Lines that the application of fire evacuation system regulations is still passive in Bappeda Building Nagan Raya Regency for public building functions as well as the suitability of fire evacuation route facilities available in the building of Bappeda Nagan Raya Regency, it is very difficult to evacuate if at any time there is a fire Keywords: Evacuation route, building, quantitative method, questionnaire
Analisis Kelayakan Ekonomi Bangunan Bronjong Tebing Sungai Dalam Upaya Pengendalian Erosi febrianti, dian; Safriani, Meylis; Zakia, Zakia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.611

Abstract

Abstrak Studi Kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan seperti investor atau pemerintah. Salah satu program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat adalah dengan membangun fasilitas atau konstruksi yang dapat berpengaruh pada perekonomian masyarakat atau untuk keselamatan masyarakat, salah satunya yaitu bronjong. Pembangunan bronjong sebagai tebing sungai di Desa Padang Mancang, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat diharapkan dapat memberikan keselamatan bagi warga yang tinggal di sekitar sungai dikarenakan pengikisan tebing sungai yang semakin parah. Pembangunan bronjong ini disarankan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Dinas PU Pengairan untuk mengetahui tentang studi kelayakan ekonominya. Biaya modal yang dikeluarkan untuk pembangunan bronjong adalah sebesar Rp. 8.684.106.116,- dan biaya tahunan yang dikeluarkan (biaya operasional dan pemeliharaan) adalah sebesar Rp. 37.111.565,-. Manfaat yang diperoleh dengan adanya pembangunan bronjong didapat senilai Rp. 7.214.000.000,-. Studi Kelayakan Ekonomi Pada Pembangunan Bronjong Tebing Sungai bertujuan untuk mengetahui layak atau tidak proyek tersebut dijalankan dengan menggunakan metode NPV (Net Present Value), dan BEP (Break Even Point). Studi kelayakan ini menggunakan suku bunga 5% dan umur ekonomi bangunan 65 tahun. Hasil nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp. 397.600.237,- atau NPV > 0 dan BEP terjadi pada tahun ke-60 bulan ke-6, sehingga waktu pengembalian modal kurang dari umur ekonomis proyek, yaitu 65 tahun. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proyek pembangunan bronjong ini layak dilaksanakan dan dibangun untuk menghindari erosi pada tebing sungai. Kata kunci: Studi Kelayakan, bronjong, NPV, BEP.  Abstract A feasibility study is needed by many groups such as investors or the government. One of the government's programs for the welfare of the community is to build facilities or construction that can affect the economy of the community or for the safety of the community, one of which is the gabion. The construction of gabions as river cliffs in Padang Mancang Village, Kaway XVI District, West Aceh Regency is expected to provide safety for residents living around the river due to the increasingly severe erosion of river cliffs. The construction of gabions is suggested to be used as evaluation material for the Dinas PU Pengairan to find out about its economic feasibility study. The capital cost spent for the construction of gabions is Rp. 8,684,106,116, - and the annual cost incurred (operational and maintenance costs) is Rp. 37,111,565, -. The benefits obtained from the construction of gabion are valued at Rp. 7,214,000,000, -. The Economic Feasibility Study on the Development of the River Cliffs Gabion aims to determine whether the project is feasible or not to be carried out using the NPV (Net Present Value) and BEP (Break Even Point) methods. This feasibility study uses primary data, secondary data and assumptions to be used in the calculation of cash flow analysis. By using an interest rate of 5% and an economic age of 65 years, the NPV value obtained is Rp. 397,600,237, - and BEP occurs in the 60th year of the 6th month. The results of the three methods indicate that the gabion construction project is feasible to implement or build. Keywords: Feasibility Study, Gabion, NPV, BEP
Aplikasi media pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas VI(studi kasus : SDIT Ath-Thaariq Muhammadiyah Dumai): Application of learning media for Islamic religious education and ethics (case study: sdit ath-tharayq muhammadiyah dumai) zakia, zakia; Yuliati, Tri; Desriyati, Welly
Jurnal Teknologi Komputer dan Informasi Vol. 12 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/jutekinf.v12i2.633

Abstract

Learning is a communication process between learners, teachers and teaching materials. Communication will not work without the help of a means of delivering messages or media. Currently, the delivery of learning messages from teachers to students still uses teaching aids such as books. Learning media is a teaching aid for teachers to convey teaching material, increase student creativity and increase student attention in the learning process. Learning media can help teachers simplify the process of students' understanding of the delivery of lesson material. Sdit Ath-Thaariq Muhammadiyah Dumai is a private school with A accreditation in the city of Dumai. Sdit Ath-Thaariq Muhammadiyah Dumai in carrying out the learning process is usually given in the form of print media. Learning through print media is still considered less effective and lacks understanding in every student's comprehension and memory. Therefore, we need a learning application media that can change learning from print media to digital media. This research applies the MDLC method which is an appropriate method for designing and developing learning media which is a combination of image, sound, video and animation media. This research produces a learning media application in the form of image, sound, video and 2D animation media which can increase students' interest and enthusiasm in receiving learning at Sdit Ath-Thaariq Muhammadiyah Dumai with a percentage of feasibility of success in learning media through a questionnaire distributed to 26 students and 1 class VI teacher in the subjects of Islamic religious education and character produced a percentage of 86.8462% of the total 100%.
Economic Feasibility Study on The Development of Irrigation Channels Zakia, Zakia; Safriani, Meylis; Radianica, Nessa; Ikhwali, M Faisi
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.66 KB) | DOI: 10.52088/ijesty.v2i1.217

Abstract

Indonesia is an agricultural country where the livelihood of the majority of the population is farming. Geographically, Indonesia is an archipelagic country that has enormous natural potential, both in the marine and agricultural fields. The agricultural sector is a sector that has an important role in improving the welfare of the entire population of Indonesia. Rice fields in Blang Beurandang Village still rely on irrigation from using rainwater to meet irrigation water needs. To increase rice yields, an irrigation network is needed that can flow water to the rice fields. It is necessary to conduct a feasibility study on the irrigation to be built so that it can be calculated from an economic point of view whether the project is feasible or not. This feasibility study is equipped with an analysis using the first method; Net Present Value (NPV), the second is the Benefit Cost Ratio (BCR) analysis, the third is the Internal Rate of Return (IRR), and the fourth is the Break Event Point (BEP). The results of this study are the value of the investment cost of the construction project or the initial capital of the irrigation canal which is IDR. 2,088,058,500, and the value of the operational and maintenance costs is IDR. 9,578,250 per year. The results obtained that NPV was IDR. 30,614,330, BCR was 1.01%, IRR was 5.88% 5% and BEP occurred in the 22nd year and the 7th month. Based on the calculation results obtained from these four methods, it shows that the irrigation channel construction project has met the eligibility requirements and the project can be implemented or built. This means that the construction of irrigation networks in the village is feasible.
Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi Di Jeuram Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Mengoptimalkan Produktivitas Pertanian Febrianti, Dian; Mawardi, Edi; Farizal, Teuku; Zakia, Zakia; willis, Ruhalena; Elviani, Elviani
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.243

Abstract

AbstractThis study aimed to determine the priority of rehabilitation and maintenance of the Jeuram irrigation network in Nagan Raya Regency using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Damage identification was carried out through field surveys on irrigation networks in Blang Ara Village and Cot Gud Village, which recorded moderate damage as the most dominant. The assessment of rehabilitation priorities was based on four criteria: patching leaks, vegetation control, channel rehabilitation, and channel cleaning, with patching leaks having the highest weight (0.634). The evaluation results showed that Minor Structural Repair was the top priority alternative with the highest performance score (2.05), followed by Irrigation Channel Edge Strengthening (1.95) and Irrigation Dam Reconstruction (1.80). The repair budget showed a dominance of concrete work, reflecting the need to strengthen the physical structure of the channel. The total budget required for Blang Ara Village is Rp33,291,247.24, while for Cot Gud Village it is Rp31,374,880.50. The AHP-based approach provides an objective assessment in determining rehabilitation priorities by considering the level of damage, budget efficiency, and its impact on agricultural productivity. The results of this study provide strategic guidance for more efficient and sustainable irrigation network management, supporting increased agricultural productivity, and ensuring the sustainability of irrigation systems for future needs.Keywords:Analytical hierarchy process (AHP); irrigation maintenance costs; irrigation infrastructure; irrigation repair prioritiesAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi Jeuram di Kabupaten Nagan Raya menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP). Berdasarkan hasil observasi lapangan, ditemukan berbagai permasalahan fisik pada jaringan irigasi, antara lain retaknya dinding saluran, pertumbuhan vegetasi liar pada dinding dan dasar saluran, penutup saluran yang rusak dan berlubang, serta sedimentasi dan penumpukan sampah yang menghambat aliran air. Selain itu, bangunan pelengkap irigasi berada dalam kondisi tidak memadai secara fungsi, sehingga tidak mampu mendukung distribusi air secara optimal ke lahan pertanian. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan sumber daya manusia dalam kegiatan pemeliharaan dan operasional jaringan, menyebabkan banyak kerusakan yang tidak segera tertangani. Analisis kondisi menunjukkan bahwa tingkat kerusakan sedang merupakan kategori dominan pada jaringan irigasi di Desa Blang Ara dan Desa Cot Gud. Penilaian prioritas rehabilitasi dilakukan berdasarkan empat kriteria, yaitu penambalan kebocoran, pengendalian vegetasi, rehabilitasi saluran, dan pembersihan saluran. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa penambalan kebocoran memiliki bobot tertinggi (0,634), menandakan aspek ini sebagai faktor paling krusial dalam peningkatan kinerja jaringan. Alternatif perbaikan struktural minor menjadi prioritas utama dengan skor kinerja tertinggi (2,05), diikuti oleh penguatan tepi saluran irigasi (1,95) dan rekonstruksi bendungan irigasi (1,80). Total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp. 33.291.247,24 untuk Desa Blang Ara dan Rp. 31.374.880,50 untuk Desa Cot Gud, dengan dominasi pekerjaan beton. Pendekatan AHP terbukti memberikan penilaian objektif dan efisien, serta menjadi dasar strategis dalam pengelolaan jaringan irigasi yang berkelanjutan dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian.    Kata Kunci:Analytical hierarchy process (AHP); biaya pemeliharaan irigasi; infrastruktur irigasi prioritas perbaikan irigasi 
Optimalisasi Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Pembangunan Infrastruktur  Saluran Irigasi Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Kabupaten Aceh Barat Zakia, Zakia; Salena, Inseun Yuni; Safriani, Meylis; Febrianti, Dian; Hasdanita, Fitry
Pengabdian Cendekia Vol. 3 No. 2 (2025): Vol. 3 No 2 (Desember 2025) Membangun Kecendekian: Transformasi Melalui Pengabd
Publisher : Indonesian Scholars Global Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63107/wkzrm058

Abstract

Kabupaten Aceh Barat, sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, sangat memerlukan sistem irigasi yang dapat mendukung optimalisasi produksi pertanian, sekaligus memperhatikan aspek Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja (K3) dalam setiap tahap pembangunan infrastruktur irigasinya. Melalui pengabdian ini, diharapkan dapat tercipta kesadaran kolektif akan pentingnya implementasi K3 dalam pembangunan infrastruktur irigasi, yang pada gilirannya akan mendukung keberlanjutan pembangunan sektor pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Barat. Pada kegiatan pengabdian ini dilakukan sosialiasi pentingnya penerpaan safety building, kemudian diperkenalkan bagaimana cara membuat rambu safety building dan K3 yang sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku. Pretest dan posttest dilakukan untuk mengukur peningktan kemampuan peserta tentang pentingnya penerapan K3. Hasil Program Pengabdian dengan tema Optimalisasi Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Pembangunan Infrastruktur Saluran Irigasi Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Kabupaten Aceh Barat dapat meningkatkan kemampuan peserta berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh meningkat sebanyak 3.4 point. Program ini saat efektif dilakukan pada pekerjaan proyek konstruksi untuk mengurangi kecelakaan kerja selama waktu pelaksanaan proyek. Dengan minimnya kecelakaan kerja dapat mengurangai biaya keselamatan dan Kesehatan kerja dan dampak proyek bagi Masyarakat.