Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengobatan Tradisional (Teut) Di Desa Krueng Kluet Kecamatan Kluet Selatan Raihatul Husna; Ambia Nurdin; Ully Fitria; Khairuman Khairuman; Dian Rahayu
Public Health Journal Vol. 2 No. 1 (2025): January–March, Health Policy and Health Systems
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/f2925s50

Abstract

Setiap suku bangsa yang ada di Indonesia mempunyai ciri khas budaya yang berbeda satu sama lain. Setiap kebudayaan juga mempunyai berbagai aspek yang mengandung pengetahuan dan pedoman serta tata cara hidup yang sangat berharga. Salah satu aspek tersebut adalah pengobatan tradisional.Salah satu Suku Bangsa di Indonesia yang masih mempunyai Pengetahuan akan Pengobatan Tradisional adalah Suku Sangihe yang berada di Desa Krueng Kluet Kecamatan Kluet Selatan Kabupaten Aceh Provinsi Aceh masih mereka pertahankan, dan masih mengandalkan pengobatan tradisional baik berupa ramuan, khususnya pada wanita setelahnya. persalinan atau masa sedasi. Masyarakat sangat percaya bahwa dengan obat tradisional Teut penyakit ini dapat disembuhkan dengan cepat dan tidak  mempunyai efek samping.Pengobatan Tradisional Teut sebagai penyembuh merevitalisasi tubuh yang melemah setelah melahirkan, merawat kulit dan juga organ kewanitaan. Selain itu pengobatan Teut juga mempunyai makna persaudaraan karena pada saat proses pengobatan Teut berlangsung, para kerabat dekat berkumpul hanya untuk menyemangati ibu-ibu yang sedang melakukan pengobatan Teut.Pengobatan tradisional seringkali dianggap tidak rasional, tidak ada ukuran dan penuh takhayul. Menurunnya pengetahuan masyarakat tentang pengobatan tradisional Teut, disebabkan oleh tidak adanya generasi tua dalam memberikan ajaran atau tulisan yang mendukung pelestarian tradisi tersebut. Pergeseran dipicu oleh interaksi yang intensif dengan dunia luar akibat urbanisasi serta faktor pendidikan
Evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis di Kecamatan Pasie Raja Aceh Selatan Kiki Asrifa Dinen; Aulia Zahrima; Mukhlisin Mukhlisin; Nurul Afrida; Deri Rahmat Akram; Nirwanna Nirwanna; Najma farha; Alviya Lisma Dewi; Dini Arminarthi; Riska Yuniarma; Raihatul Husna; Marida Tiana; Nurul Hijjah; Fera Julita; Isma Warni; Hasmatul Jannah; Mudatul izza
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MASYARAKAT DAN SOSIAL
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jikas.v4i1.2505

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is one of the government's strategic initiatives aimed at improving the nutritional status of students, supporting the quality of education, and reducing the risk of malnutrition among school-aged children. This study aims to evaluate the implementation of the Free Nutritious Meal Program in Pasie Raja District, South Aceh Regency, by assessing the program's effectiveness, target accuracy, service quality, and the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. The study employed a qualitative approach using an evaluative research method. Data were collected through observations, interviews with school personnel, meal providers, and relevant government agencies, as well as document analysis. The data were analyzed through the processes of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Free Nutritious Meal Program has provided positive benefits by improving students' access to nutritious meals and supporting their concentration during learning activities. However, several challenges remain, including delays in food distribution, limited menu variety, and suboptimal monitoring of food quality. Therefore, stronger inter-agency coordination, enhanced monitoring and evaluation systems, and improvements in distribution mechanisms are necessary to ensure the program is implemented more effectively, efficiently, and sustainably. The findings of this study are expected to provide valuable input for local governments and other stakeholders in improving the implementation of the Free Nutritious Meal Program.