Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perencanaan Strategis Manajemen Pendidikan dalam Pengembangan Pembelajaran Digital di SMP Negeri 2 Kedungwuni Syfa Maulidiyah; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1366

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mendorong lembaga pendidikan untuk melakukan transformasi digital dengan menyediakan pendidikan yang relevan. Namun, proses implementasinya di lapangan berulang kali menemui kendala terkait infrastruktur dan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengklarifikasi unsur-unsur strategis dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan pendidikan terkait pengembangan pembelajaran digital di SMP Negeri 2 Kedungwuni. Selain itu, penelitian ini mengevaluasi efektivitas strategi sekolah dalam mengatasi tantangan operasional tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Sampling purposif merupakan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yang melibatkan administrator sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui tiga pilar utama yang terintegrasi: studi literatur internal sekolah, analisis semi-struktural berdasarkan analisis SWOT, dan pengamatan bahasa di ruang kelas. Analisis data dilakukan secara sirkuler kualitatif melalui reduksi data dan analisis data. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan sebesar 46,1% dalam hal jumlah komputer di sekolah, jumlah guru informatika, ketidakstabilan koneksi internet, serta dominasi metode pengajaran tradisional. Sebagai solusinya, sekolah menerapkan pendekatan manajemen strategik untuk mengatasi masalah ini. Secara konkret, hal ini mencakup integrasi pembelajaran pemrograman dan seni ke dalam pengajaran reguler di kelas (96–108 JP per tahun), optimalisasi komunitas belajar intra-sekolah dengan bantuan Sistem Manajemen Pembelajaran (Google Classroom/Drive) dan gamifikasi (Kahoot/Quizizz), serta penyederhanaan program OSIS Bidang TIK.
Implementasi Manajemen Kurikulum dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah: Studi Literatur dengan Konteks MTs Salafiyah Hidayatul Athfal Pekalongan Nisrina Qurrotul Ain; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1396

Abstract

Manajemen kurikulum merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan pendidikan karena berperan dalam mengarahkan seluruh proses pembelajaran agar berjalan secara efektif dan sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Pengelolaan kurikulum yang baik tidak hanya berpengaruh terhadap keterlaksanaan program pembelajaran, tetapi juga terhadap peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen kurikulum dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran di MTs Salafiyah Hidayatul Athfal Pekalongan. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang relevan dengan manajemen kurikulum serta mutu pembelajaran di madrasah. Teknik analisis data dilakukan melalui identifikasi, pengkajian, pengelompokan, dan interpretasi berbagai temuan yang diperoleh dari sumber literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi manajemen kurikulum dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum yang saling berkaitan. Penerapan manajemen kurikulum yang efektif memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, peningkatan hasil belajar peserta didik, serta penguatan karakter peserta didik. Keberhasilan implementasi kurikulum dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung, seperti kepemimpinan kepala madrasah, kompetensi guru, ketersediaan sarana dan prasarana, serta dukungan orang tua dan masyarakat. Adapun faktor penghambat meliputi perubahan kebijakan kurikulum, keterbatasan sumber daya pendidikan, dan rendahnya motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, penguatan manajemen kurikulum secara berkelanjutan diperlukan untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan di madrasah.
Implementasi Manajemen Pembalajaran Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar Negri Putri Nurul Azizah; Mutammam Mutammam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pembelajaran Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Negeri. Fokus penelitian mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 8 guru kelas, 3 kepala sekolah, dan 2 pengawas sekolah yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: perencanaan pembelajaran telah dilakukan melalui penyusunan modul ajar, namun guru masih mengalami kesulitan dalam merumuskan tujuan pembelajaran yang operasional dan menyusun asesmen diagnostik,pengorganisasian pembelajaran masih berjalan secara konvensional dan belum sepenuhnya mendukung implementasi Kurikulum Merdeka,pelaksanaan pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah dan belum optimal dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, evaluasi pembelajaran lebih fokus pada penilaian sumatif, sementara asesmen diagnostik dan formatif belum berjalan maksimal. Faktor penghambat meliputi kompetensi pedagogik guru yang terbatas, kurangnya pelatihan berkelanjutan, beban administratif yang tinggi, dan keterbatasan sarana prasarana. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru melalui pelatihan intensif dan berkelanjutan, pengurangan beban administratif guru, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.