Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

In Vitro Micro-Cutting Of Vanilla (Vanilla Planifolia Andrews.) In Different Naa And Bap Prabaninggar, Rizki Amalia; Sasmita, Ellen Rosyelina; Wahyurini, Endah
Journal TECHNO Vol. 7 No. 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/journal techno.v7i1.5429

Abstract

Vanilla is one of the spice plant that has a high selling value. The problem with conventional propagation of vanilla by stem cuttings is the attack of stem rot disease caused by Fusarium oxisporum f sp. and limited planting material, therefore can be overcome by tissue culture techniques. This study aims to examine the interaction between the various concentrations of NAA and BAP, obtain the most appropriate concentrations of NAA and BAP for vanilla’s micro-cutting. The study used a Completely Randomized Design (CRD) method. The first factor is the concentration of NAA consisting of N1: 0,5 ppm, N2: 1 ppm, and N3: 1,5 ppm. The second factor is the concentration of BAP consisting of B1: 1 ppm, B2: 2 ppm, and B3: 3 ppm. Observation data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and  Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The results showed that there was no interaction between the treatment of NAA and BAP concentrations on vanilla micro-cutting. The use of 1 ppm NAA gave the best results on root length. BAP at all concentrations gave the same response on parameters of time to grow buds, live percentage, number of shoots, number of roots, number of leaves, root length, and dry weight of plantlets.
PENGARUH APLIKASI BENZYL AMINO PURIN (BAP) DAN PUPUK BOKASHI KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME Putri, Virga Aulia Nasikhah; Herastuti, Heti; Sasmita, Ellen Rosyelina
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10740

Abstract

Edamame merupakan kedelai hijau yang memiliki biji lebih besar dan rasa lebih manis. Kebutuhan kedelai edamame meningkat setiap tahunnya. Meskipun demikian, besarnya permintaan tidak sebanding dengan produktivitas kedelai edamame sehingga memerlukan upaya meningkatkan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik dari pemberian konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil edamame. Rancangan penelitian yang digunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) diulang tiga kali dengan faktor pertama yaitu konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) menggunakan 3 aras yaitu 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm dan faktor kedua yaitu dosis pupuk bokashi kotoran ayam 7,5 ton/ha, 10 ton/ha, 12,5 ton/ha. Dalam 1 unit percobaan terdapat 10 tanaman dan kontrol sehingga diperoleh 300 tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antar perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan dosis pupuk bokashi kotoran ayam pada parameter bobot biji dan hasil dalam 1 hektar. Sehingga hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) 20 ppm memberikan hasil terbaik pada parameter waktu muncul bunga, luas daun 42 HST, dan bobot polong. Perlakuan dosis pupuk bokashi kotoran ayam 10 ton/ha memberikan hasil tebaik pada parameter tinggi tanaman 14 HST, jumlah cabang primer 28 dan 42 HST, dan waktu muncul bunga.
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG AYAM DAN KONSENTRASI GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN BABY Baihaqi, Izzati Kemal; Sasmita, Ellen Rosyelina; Setyaningrum, Tuti
Jurnal Agrivet Vol 29 No 2 (2023): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v29i2.10811

Abstract

Produksi mentimun di Indonesia saat ini masih tergolong rendah dikarenakan sistem budidaya yang kurang intensif dan efisien. Banyaknya bunga mentimun yang rontok juga menjadikan hasil mentimun kurang maksimal. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang ayam dan konsentrasi giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian menggunakan metode percobaan lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas dua faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam 15, 20, dan 25 ton/ha. Faktor kedua adalah konsentrasi giberelin 100, 200, dan 300 ppm. Hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA, untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5%. Pengujian antara perlakuan dengan kontrol diuji dengan Kontras Orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan dosis pupuk kandang ayam dan pemberian konsentrasi giberelin pada parameter jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, dan bobot buah per tanaman. Perlakuan dosis pupuk kandang ayam 20 ton/ha menunjukkan hasil terbaik pada parameter jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, dan bobot buah per tanaman. Perlakuan konsentrasi giberelin 200 ppm menunjukkan hasil terbaik pada parameter waktu muncul bunga, jumlah bunga, jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, dan bobot buah per tanaman.
APLIKASI POC DAN MOL REBUNG BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Alfani, Ananda Intan; Sasmita, Ellen Rosyelina; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.11212

Abstract

Produksi kacang panjang di Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan konsumen sehingga memerlukan upaya untuk meningkatkan produksinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara POC dan MOL rebung bambu, perbedaan antara perlakuan kontrol dengan kombinasi perlakuan, serta menentukan konsentrasi POC dan MOL rebung bambu terbaik. Penelitian dilaksanakan April-Juni 2023 di Dusun Pelem. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial (3x3)+1. Faktor I konsentrasi POC dengan 3 taraf yaitu 3 ml/l, 6 ml/l, dan 9 ml/l. Faktor II konsentrasi MOL rebung bambu dengan 3 taraf yaitu 150 ml/l, 200 ml/l, dan 250 ml/l. Kontrol menggunakan pupuk NPK. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan POC dan MOL rebung bambu pada parameter panjang sulur 35 HST dan bobot polong per petak. Kombinasi perlakuan POC dan MOL rebung bambu dengan perlakuan kontrol tidak menunjukkan perbedaan terhadap semua parameter. Perlakuan POC 9 ml/l merupakan konsentrasi paling baik pada parameter panjang sulur 35 HST, umur berbunga, bobot biji kering per tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, sedangkan MOL rebung bambu 200 ml/l merupakan konsentrasi paling baik pada parameter panjang sulur 35 HST dan jumlah polong per tanaman.
Pengaruh Waktu Pemangkasan Pucuk dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Air Lele terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun Baby (Cucumis sativus L.) Pratiwi, Pipin Ana; Sasmita, Ellen Rosyelina
AGROISTA : Jurnal Agroteknologi Vol. 9 No. 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agroteknologi INSTIPER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/agi.v9i2.2124

Abstract

Cucumber is vegetable containing protein, fat, and vitamins. One way to increase growth and yield cucumbers by pruning shoots and catfish water LOF. Study aims to determine best time for pruning shoots and concentration catfish water LOF the growth and yield cucumbers. Study design Completely Randomized Design (CRD) Factorial consisting two factors and one control. First factor time pruning shoots 3 levels, namely: pruning shoots aged 14, 21, and 28 HST. Second factor concentration catfish water POC 3 levels, namely: concentrations 200 ml/L, 300 ml/L, and 400 ml/L. Control is without pruning and catfish water. Results analyzed ANOVA, to find out real difference between treatments, followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5% level. Testing treatment with control using Ortogonal Contrast. The results showed there was an interaction between treatment pruning shoots and concentration catfish water LOF, parameters of plant length 14 DAP, stem diameter 21 DAP, number female flowers 35 DAP, weight a fruit and a plant. Pruning treatment 28 DAP showed the best results for number leaves 14 DAP. Treatment catfish water concentration 300 ml/L showed best results for parameters number of leaves 14 DAP, leaf area, and leaf area index.