Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Upaya Pencegahan Karies Gigi Menggunakan dengan Skrining dan Demontrasi Sikat Gigit Pada Kelompok Anak Sekolah Firmina Th. Kora; Salis Miftahul Khoeriyah; Rika Monika; Angela Merici W. Kurniawati; Amelia Kartika; Frety Handayani; Trya Dwi Putri; Via Dinda Rahayu; Yuni Anggrayini Muskar; Riski Wahyu Aji
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 2 No. 2 (2023): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v2i2.118

Abstract

Kesehatan mulut di Indonesia masih perlu diperhatikan terutama pada kelompok anak usia sekolah dimana prevalensi karies gigi sangat tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian karies salah satunya adalah dengan praktik sigat gigi yang baik dan benar serta deteksi dini masalah gigi dan mulut. Sasaran pengabdian sebanyak 15 murid Sekolah Dasar dengan tujuan meningkatkan pengetahuan sikat gigi dan meningkatkan kesadaran kesehatan gigi dan mulut dengan deteksi dini. Metode yang digunakan adalah metode demontrasi sikat gigi dan skrining kesehatan gigi dan mulut. Hasil skrining kesehatan gigi dan mulut didapatkan sebanyak 40% murid memiliki karang gigi, 33% murid memiliki gigi kotor, dan 33% murid memiliki gigi berlubang. Sedangkan hasil demontrasi sikat gigi didapatkan hasil pre-test mayoritas murid memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 53% dan hasil post-test mayoritas murid memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 47%. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta deteksi dini terbukti meningkatkan pengetahuan dan kesadaraan akan kesehatan gigi dan mulut pada murid Sekolah dasar, sehingga kedepannya kegiatan penyuluhan gigi dan mulut serta skrining kesehatan gigi dan mulut ini dapat dilakukan secara berkala pada semua murid Sekolah Dasar.
Penerapan MTBS di puskesmas dan skrining tumbuh kembang balita disertai edukasi keluarga pada kunjungan rumah di wilayah puskesmas Bantul Khoeriyah, Salis Miftahul; Kora, Firmina Theresia; Monika, Rika; Rosyad, Yafi Sabila; Ratri, Tifany Hayuning
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 1 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i1.234

Abstract

Tumbuh kembang yang sehat pada balita tampak pada fisik yang sehat, keamanan yang optimal serta mental dan emosional yang sejahtera. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan balita adalah pelayanan kesehatan balita sehat dan pelayanan kesehatan balita sakit. Sasaran pengabdian sebanyak 65 balita di puskesmas-puskesmas wilayah Kabupaten Bantul dengan tujuan mengetahui masalah kesehatan dengan MTBS, mengetahui tumbuh kembang balita dengan skrining Denver II dan meningkatkan pengetahuan keluarga dengan edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode MTBSdan skrining DDST. Hasil MTBS didapatkan sebanyak 57% balita mengalami masalah kesehatan batuk-pilek, status gizi BB/U adalah normal sebanyak 79%, status gizi berdasrkan TB/U adalah normal sebanyak 63%. Hasil skrining Denver II didapatkan 100% normal. Kegiatan pengelolaan MTBS, skrining tumbuh kembang dan edukasi pada kunjungan rumah memberikan manfaat bagi kesehatan balita dan keluarga
The Relationship Between Family Support and Quality Of Life in Adolescents With Thalassaemia Major Angela Merici Wenefrida Kurniawati; Rika Monika
Holistic Nursing Plus Vol. 3 No. 1 (2025): Holistic Nursing Plus
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/hnp.v3i1.327

Abstract

Background: Indonesia is the third largest country in the world in terms of Thalassaemia cases, this number is projected to increase by 2.500 new cases each year. Thalassaemia is chronic disease that can affect quality of life. Providing family support is one effort to improve the quality of life of sufferers. Purpose: To determine the relationship between family support and the quality of life in adolescents with Thalassaemia Major at POPTI Solo Raya. Methods: This cross-sectional study involved 72 adolescents with Thalassaemia Major aged 11-19 years using Purposive Sampling at POPTI Solo Raya. Data was collected using validated instruments: family support questionnaire and Assesment of Qualityiof Life-4 Dimension (AQoL-4D) and analyzed using the Spearman Rank test. Results: the age of repondents mayority aged between 11 – 14 years old, with 81,9% reporting had good family support dan 95,8% reporting had a good quality of life. The result showed family support was positively associated with quality of lfe (r = 0,295, p = 0.012). Conclusions: Thalassaemia can affect the quality of life of adolescent patients. By increasing family support during the patient's treatment, it will positively impact the patient's quality of life.
Implementasi manajemen stres pada kelompok mahasiswa paska pandemi COVID-19 Kora, Firmina Theresia; Khoeriyah, Salis Miftahul; Rika Monika
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 1 No. 2 (2022): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v1i2.34

Abstract

Pandemi Covid -19 tidak dapat dipungkiri mempengaruhi sistem pembelajaran, perubahan pola sistem pembelajaran ini menjadi salah satu penyebab stres yang terjadi pada mahasiswa.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mahasiswa dalam mengelola stres pasca pandemi Covid – 19. Sasaran kegiatan adalah 46 mahasiswa yang selama masa pandemi masih berada disekitar kawasan kampus, adapun kegiatan pengabdian dimulai dari pelaksanaan skrining kesehatan dan mental lalu dilanjutkan dengan pendidikan kesehatan terkait manajemen stres dan demostrasi terapi tertawa. Hasil skrining kesehatan dan mental ditemukan mayoritas mahasiswa mengeluhkan stres dalam kategorik sedang (70%), 59% mahasiswa mengeluhkan jam tidur berkurang sebanyak 1- 3 jam bahkan terdapat 24% mahasiswa yang jam tidurnya berkurang > 3 jam. Selain itu hasil pemeriksaan IMT didapatkan sebanyak 30% mahasiswa memiliki IMT underweight dan 15% mahasiswa memiliki IMT overweight, dan sebanyak 37% mahasiswa memiliki tekanan darah > 120/78 mmHg. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan demontrasi terapi tertawa didapatkan hasil perubahan pada tingkat pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam mengelola stres, dimana sebelumnya hasil pre –test mahasiswa yang memiliki tingkat pengetahuan dalam kategorik baik sebanyak 44% dan hasil post –test mahasiswa yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 72%. Kegiatan skrining kesehatan dan mental, pendidikan kesehatan terkait manajemen stres dan demontrasi terapi tertawa terbukti dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan mahasiswa dalam mengelola stres.
Penggunaan Gadget Smartphone dan Interaksi Sosial Pada Kelompok Anak Usia Sekolah Alfirdaus, Amrianti Nurazizah \; monika, rika
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 16 No 01 (2025): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v16i01.355

Abstract

Latar belakang: Penggunaan smartphone meningkat pada kelompok usia 5-12 tahun dengan penggunaan berlangsung lebih dari 4 jam dalam sehari. Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat membuat anak akan cenderung lebih individualis, sulit bergaul, serta kecanduan smartphone. Tujuan: mengetahui hubungan antara penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial pada anak usia sekolah. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional yang dilakukan pada 120 orang murid SD di Wilayah Condong Catur D.I Yogyakarta yang diambil dengan teknik stratified random sampling dan menggunakan instrumen kuesioner penggunaan smartphone dan interaksi sosial yang dianalisa menggunakan uji spearman rank. Hasil : mayoritas murid dengan rantang usia 9 – 12 tahun menggunakan smartphone dengan durasi >2 jam sebanyak 78 responden (65%), tanpa pendampingan selama menggunakan smartphone sebanyak 66 (55%), mayoritas digunakan untuk mengakses konten musik di youtube sebanyak 38 (31,7%), mayoritas digunakan untuk memainkan game action sebanyak 88 responden (73,3%) dan mengakses Tiktok sebanyak 57 responden (47,5%). Sedangkan mayoritas responden menunjukkan interaksi sosial berada dalam kategori baik sebanyak 116 responen (96,7%). Hasil uji hubungan didapatkan tidak ada hubungan antara durasi penggunanaan smartphone (p = 0,67), konten youtube (p = 0,33), konten game (p = 0,22), dan akses media sosial (p = 0,79) dengan interaksi sosial. Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial pada anak usia sekolah.
Promoting Child Growth and Development through the Mozaik Indonesia Radio Program at RRI Cirebon to Prevent Stunting: Edukasi Tumbuh Kembang Anak melalui Program Mozaik Indonesia di RRI Cirebon sebagai Strategi Pencegahan Stunting KHOERIYAH, SALIS; monika, rika; Rosyad, Yafi Sabila; Kora, Firmina
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 5 No. 1 (2026): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v5i1.464

Abstract

Introduction: Stunting is a condition of growth failure in children under five resulting from chronic malnutrition and recurrent infections, particularly during the first 1,000 days of life. Low parental literacy regarding child growth and developmental indicators remains a major barrier to early stunting prevention efforts. Methods: This community service activity was conducted through an interactive dialogue between a child nursing expert and a radio broadcaster on the Mozaik Indonesia program aired by LPP RRI Cirebon. The educational approach included expert-led material presentations followed by live question-and-answer sessions with the audience. Results: The educational content covered stunting risk factors, physical characteristics of stunted children, and preventive strategies through balanced nutritional intake. The audience demonstrated high levels of engagement by actively participating via radio broadcasts and the comment section of RRI Cirebon’s YouTube channel, where various questions related to child growth and development were raised and addressed in real time. Conclusion: Radio broadcasting integrated with digital platforms such as YouTube has proven to be an effective and interactive medium for disseminating health information and reaching a broader community. Keywords: Stunting; Child Growth and Development; RRI Cirebon; YouTube; Health Education
HYPERTENSION KNOWLEDGE AND DIET ADHERENCE AMONG OLDER ADULTS WITH HYPERTENSION Ottu, Trisno Silfester Kornelis; Monika, Rika; Priyantari, Wiwin
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 12 (2021): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v12i0.605

Abstract

Peningkatan angka kejadian Hipertensi setiap tahunnya menjadi perhatian global. Penderita hipertensi masih didominasi oleh para lansia. Kejadian hipertensi pada lansia akan terus meningkat jika tidak ditangani dengan baik dan benar dan tentunya akan memberikan dampak negatif untuk kesejahteraan sampai ancaman kematian. Salah satu upaya untuk menurunkan dampak negatif dari hipertensi adalah dengan melakukan modifikasi gaya hidup. Pengaturan diet merupakan salah satu bentuk usaha modifikasi gaya hidup.  Namun, masih rendahnya tingkat kesadaran penderita dianggap menjadi penyebab belum optimalnya perawatan. Bagi lansia sendiri kepatuhan pelaksaan diet dianggap masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan tingkat pengetahuan Hipertensi dengan kepatuhan pelaksanaan diet rendah garam pada lansia. Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah lansia berjumlah 65 orang dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling. Analisa data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian dari 65 responden ditemukan, 46,25% responden memiliki pengetahuan yang kurang, 23,3% responden memiliki pengetahuan yang cukup dan 21,5% responden memiliki pengetahuan yang baik . Sedangkan untuk kepatuhan diet rendah garam, terdapat 26,2% responden yang patuh dan 73,8% responden yang tidak patuh. terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan hipertensi dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia
Digital Education as an Innovative Strategy for Stunting Prevention: A Literature Review Salis Miftahul Khoeriyah; Rika Monika; Firmina Theresia Kora; Ega Lestari; Risti Tamara Tahanora
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.7035

Abstract

Stunting is a public health problem that is still high in Indonesia and other developing countries. Prevention efforts require an innovative approach, one of which is through digital education that is able to reach targets quickly and effectively. This article aims to examine the various digital education interventions used in stunting prevention and analyze their effectiveness based on evidence from original research. This study is a review of the narrative literature on 11 original research articles published between 2020–2025. A total of 372 articles were initially identified through database searches (PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Garuda, and ResearchGate). After applying the inclusion and exclusion criteria and removing duplicates, 11 articles met the eligibility criteria and were included in the analysis. Article selection follows the PICOS criteria and the PRISMA process. Digital education in the form of mobile applications, voice and text messages, and online media has been proven to improve nutrition knowledge, change feeding behavior, and improve children's nutritional status. The effectiveness of interventions is greatly influenced by consistent message exposure, support of health cadres, and readiness of digital infrastructure. Digital education is a relevant and adaptive strategy in stunting prevention. Integration with community and cross-sector approaches is critical to ensuring the success and sustainability of the program.
Sociodemographic Factors and Happiness as Determinants of Students' Academic Achievement Yafi Sabila Rosyad; Dandi Oka Subantara; Salis Miftahul Khoeriyah; Rika Monika; Firmina Theresia Kora
HealthCare Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v8i1.7297

Abstract

Students' GPA is frequently linked to a variety of internal and external factors, including sociodemographic characteristics such as gender and area of residence, as well as psychological variables such as happiness levels. However, the association between happiness and academic achievement has not been clearly established in prior study. The purpose of this study is to examine the association between gender, place of residence, and happiness levels in relation to students' Grade Point Average (GPA). The study followed a descriptive correlational strategy. Data was obtained from 62 students using a questionnaire that included factors like gender, place of residence, happiness level, GPA, and the Indonesian version of the Oxford Happiness Questionnaire (OHQI). The research was conducted using the Chi-Square test for categorical correlations, the independent t-test for comparing mean GPAs between groups, and one-way ANOVA to assess the impact of happiness level on GPA. The findings revealed no statistically significant associations were found between gender and happiness level (p=0.481), gender and GPA (p=0.111), place of residence and happiness level (p=0.537), place of residence and GPA (p=0.090), or happiness level and GPA (p=0.401). Nevertheless, students who live with their parents tend to have higher GPAs than students who reside in dorms. The results indicate that no statistically significant associations were observed between gender, place of residence, happiness level, and students’ GPA. Descriptively, students living with their parents tended to have higher GPAs than those residing in dormitories, although this difference was not statistically significant. These findings suggest that sociodemographic characteristics alone may not sufficiently explain variations in academic performance within this sample.
Enhancing Maternal Knowledge on IYCF Through Toddler Mother Classes for Stunting Prevention : Peningkatan Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Makanan Bayi dan Anak Melalui Kelas Ibu Balita Untuk Pencegahan Stunting Rika Monika; Salis Miftahul Khoeriyah; Tati Gunawati; Maesaroh Maesaroh
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 5 No. 2 (2026): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v5i2.511

Abstract

Introduction:  The issue of malnutrition and stunting in toddlers often stems from parenting mistakes, particularly the inaccuracies in the Practice Feeding. Although the facilities of the Toddler Mother Class are available at the Community Health Center, their utilisation tends to be suboptimal due to an approach dominated by one-way theoretical lectures. This community service activity aims to optimise the Toddler Class into an educational platform based on interactive practices to enhance mothers' knowledge of infant and child feeding practices. Methods:  This activity was carried out at the Kesambi Primary Health Center in Cirebon City, involving 15 mothers with toddlers aged 0–24 months and 2 cadres as sustainability partners. The program implementation method is divided into three comprehensive stages: the preparation stage (policy coordination and assessment of the needs of mothers with toddlers), the implementation stage (IYCF education ), and the evaluation stage (measurement of cognitive aspects through pre-test and post-test). Results: The educational intervention led to a substantial improvement in maternal knowledge regarding IYCF practices. Prior to the intervention, baseline evaluation showed that only 33.3% of mothers demonstrated good knowledge. Following the implementation of the participatory educational sessions, the proportion of mothers in the good knowledge category increased markedly to 86.7%, reflecting a successful shift in maternal knowledge. Conclusion It is concluded that the education provided to mothers of toddlers, particularly with a different educational model in terms of methods and media usage, where participatory-applicative education is very effective in stimulating cognitive changes in mothers of toddlers in the practice of feeding infants and toddlers. It is recommended that the Puskesmas integrate the interactive practice-based discussion education model into the health promotion program scheme to ensure the sustainability of specific nutrition interventions at the primary service level.