Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Perbandingan YOLO v8, v9, dan v11 dalam Penerapan Tata Tertib K3: Deteksi Penggunaan Helm Keselamatan di Lingkungan Konstruksi: Implementation and Comparison of YOLO v8, v9, and v11 in Occupational Safety Regulations: Detecting Safety Helmet Usage in Construction Environments Rafael Praseli; Nenden Siti Fatonah; Diah Aryani; Hani Dewi Ariessanti
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 6 No. 2 (2026): MALCOM April 2026
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v6i2.2554

Abstract

Penegakan aturan keselamatan kerja secara konsisten merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan konstruksi yang aman dan tertib. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan eksperimen menggunakan dataset Hard Hats Computer Vision Project yang berjumlah sekitar 20.000 gambar beranotasi, dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan melalui algoritma YOLOv8, YOLOv9, dan YOLOv11. Model dilatih menggunakan dataset pekerja konstruksi dan dievaluasi berdasarkan tiga metrik utama, yaitu precision, recall, serta mean Average Precision (mAP) untuk mengukur akurasi dan kemampuan generalisasi deteksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YOLOv8 menghasilkan performa yang stabil dengan nilai precision sebesar 0,895, recall sebesar 0,895, dan mAP@50–95 sebesar 0,597 pada 60 epoch, sedangkan YOLOv11 mencapai akurasi tertinggi dengan precision sebesar 0,903, recall sebesar 0,897, dan mAP@50–95 sebesar 0,600. Sementara itu, YOLOv9 menunjukkan efisiensi yang lebih rendah dibandingkan dengan kedua model lainnya. Dengan demikian, YOLOv8 lebih sesuai untuk implementasi real-time karena stabil dan efisien, sedangkan YOLOv11 memiliki potensi akurasi yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi baik secara akademis dalam pengembangan sistem berbasis AI maupun secara praktis dalam meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan konstruksi.
Predicting Technical Intern Training Program Trainee Success: A Comparative Machine Learning Analysis For Risk Mitigation Syaban Maulana; Nenden Siti Fatonah; Gerry Firmansyah; Agung Mulyo Widodo
Journal of Innovation and Technology Polbeng Series on Informatics (INOVTEK Polbeng - Seri Informatika) Vol. 10 No. 3 (2025): November
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/1r93bf26

Abstract

Japan's demographic crisis has increased demand for the Technical Intern Training Program (TITP). However, for Sending Organizations (SOs) in Indonesia, this process carries high financial risk due to an upfront talent funding scheme, where significant costs (up to IDR 35,000,000) are paid in advance. Trainee failure (dropouts or runaways) leads to substantial bad debt. This research aims to develop and validate a robust machine learning model for risk mitigation. We compare XGBoost and Random Forest on a dataset of 784 historical trainee records, characterized by extreme class imbalance (75.5% majority class). To address prior methodological weaknesses and prevent data leakage, we implement a 10-fold stratified cross-validation pipeline incorporating StandardScaler and SMOTE. The results show XGBoost (mean macro F1-Score: 0.5470 ± 0.15) significantly outperforms Random Forest (mean macro F1: 0.5098 ± 0.15), which is confirmed as statistically significant (p=0.0384) by a paired t-test. Furthermore, SMOTE is validated as a superior imbalance strategy compared to class_weight (p=0.0076). SHAP analysis identified 'contract duration' and lifestyle factors (e.g., 'alcohol consumption') as key predictors. The final model effectively predicts 'Runaway' cases (F1=0.533) but struggles with 'Training Dropouts' (F1=0.170), indicating a key limitation and a need for temporal features in future work.