Pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas memerlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan produksi, tetapi juga mengintegrasikan kemampuan manajemen usaha dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan kapasitas usaha kelompok ibu PKK Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta Barat, melalui pengembangan usaha frozen food berbasis komunitas. Kelompok mitra memiliki 50 anggota, sedangkan kegiatan secara langsung melibatkan 12 orang perwakilan PKK RW sebagai peserta program. Program dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi dan pemetaan kondisi awal, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan program. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan berbasis capaian melalui observasi, dokumentasi, diskusi dengan mitra, dan penilaian terhadap luaran kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu menerapkan proses produksi frozen food secara lebih terstruktur, menerapkan praktik higienitas dan sanitasi, serta menggunakan teknologi produksi dan pengemasan. Program menghasilkan tiga produk utama berupa risoles frozen, nugget ayam, dan dimsum frozen. Pada aspek manajemen usaha, peserta mampu menerapkan pencatatan usaha sederhana, menghitung harga pokok produksi dan harga jual, serta menerapkan pembagian peran dalam pengelolaan usaha kelompok. Pada aspek pemasaran, program menghasilkan penguatan identitas produk melalui merek, label, dan kemasan serta pemanfaatan WhatsApp Business, media sosial, dan katalog digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital dapat menjadi pendekatan pemberdayaan hulu–hilir dalam mentransformasikan keterampilan pengolahan pangan rumah tangga menjadi kegiatan ekonomi produktif berbasis komunitas.