Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MULTIMODAL READING TEXTS AND EFL UNDERGRADUATES’ ACADEMIC WRITING DEVELOPMENT: A QUALITATIVE CASE STUDY IN INDONESIA Atalisi Zalukhu; Fitria Rahmawati; Yuanita Arianti; Aliya Noor Cahyani
Jurnal Suluh Pendidikan Vol 14 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jsp.v14i1.2411

Abstract

The integration of reading and writing has long been recognized as a crucial component in second language learning. However, most previous studies have focused primarily on linear academic texts, with limited attention to the role of multimodal reading materials in supporting students’ academic writing development. This study investigates how multimodal reading texts influence the academic writing development of English as a Foreign Language (EFL) students. Using a qualitative case study design, the study involved approximately 20–25 undergraduate students enrolled in an Academic Writing course in an English Language Education program. Data were collected through classroom observations, analysis of students’ writing samples, and semi-structured interviews. The data were analyzed using thematic analysis and qualitative discourse analysis to examine patterns in students’ perceptions and developments in their written texts. The findings reveal that exposure to multimodal texts such as infographics, visual essays, and digitally enriched articles enhances students’ ability to generate ideas, organize arguments, expand lexical choices, and engage critically in academic writing. Students also demonstrate an improved capacity to synthesize information from multiple modes into coherent written arguments. These results suggest that integrating multimodal reading materials into writing instruction can effectively support academic writing development in EFL contexts. However, the findings are limited to a single instructional setting and a relatively small participant group; therefore, caution should be exercised in generalizing the results. Nevertheless, the study provides transferable pedagogical insights for integrating multimodal reading and writing practices in higher education EFL classrooms.
Pemberdayaan Ibu PKK melalui Pengembangan Usaha Frozen Food Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi dan Pemasaran Digital Dodi Atmaja; Puspita Chairun Nisa2; Isniati Dwijayanti; Andi Hidayat Muhmin; Fachmi Tamzil; Unggul Kustiawan; Ritta Setiyati; Muniroh; Yuanita Arianti; Gilang Pratama Hafidz
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): May-August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v6i2.2883

Abstract

Pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis komunitas memerlukan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan produksi, tetapi juga mengintegrasikan kemampuan manajemen usaha dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan kapasitas usaha kelompok ibu PKK Kelurahan Meruya Selatan, Jakarta Barat, melalui pengembangan usaha frozen food berbasis komunitas. Kelompok mitra memiliki 50 anggota, sedangkan kegiatan secara langsung melibatkan 12 orang perwakilan PKK RW sebagai peserta program. Program dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi dan pemetaan kondisi awal, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan program. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan berbasis capaian melalui observasi, dokumentasi, diskusi dengan mitra, dan penilaian terhadap luaran kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu menerapkan proses produksi frozen food secara lebih terstruktur, menerapkan praktik higienitas dan sanitasi, serta menggunakan teknologi produksi dan pengemasan. Program menghasilkan tiga produk utama berupa risoles frozen, nugget ayam, dan dimsum frozen. Pada aspek manajemen usaha, peserta mampu menerapkan pencatatan usaha sederhana, menghitung harga pokok produksi dan harga jual, serta menerapkan pembagian peran dalam pengelolaan usaha kelompok. Pada aspek pemasaran, program menghasilkan penguatan identitas produk melalui merek, label, dan kemasan serta pemanfaatan WhatsApp Business, media sosial, dan katalog digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital dapat menjadi pendekatan pemberdayaan hulu–hilir dalam mentransformasikan keterampilan pengolahan pangan rumah tangga menjadi kegiatan ekonomi produktif berbasis komunitas.