Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARAHAN KEPALA RUANGAN DALAM MENINGKATKAN KOMITMEN PERAWAT PELAKSANA Yustan Azidin; Solikin Solikin
CNJ: Caring Nursing Journal Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruang dengan komitmen perawat pelaksana pada organisasi di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskreptiif korelasi dengan rancangan cross sectional, dan jumlah sampel 119 perawat pelaksana dengan teknik pengambilan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi manajemen yang mempunyai hubungan dengan komitmen perawat pelaksana pada organisasi adalah fungsi perencanaan (p=0,47, 95% CI=1,005-4,480), fungsi pengarahan (p=0,017, 95% CI=1,255-5,576), dan fungsi pengendalian (p=0,012, 95% CI=1,312-5,844). Sedangkan dari karakteristik individu yang terdapat hubungan adalah tingkat pendidikan (p=0,048, 95% CI=0,899-66,204). Faktor paling berhubungan adalah fungsi pengarahan setelah dikontrol variabel tingkat pendidikan. Kepala ruangan perlu memberikan motivasi dan memfasilitasi perawat pelaksana untuk meningkatkan komitmen pada organisasi.
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS LANDASAN ULIN Solikin Solikin; Muhammad Rizki Heriyadi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.669 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.545

Abstract

Latar Belakang: Gaya hidup tidak sehat dewasa ini sedang menjadi pembicaraan, seperti mengkonsumsi junk food, minuman bersoda, dan malas berolahraga, hal ini merupakan masalah kesehatan yang harus diatasi, apabila tidak akan terjadi kerusakan metabolisme didalam tubuh, Peningkatan jumlah kasus diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat insufisisiensi fungsi insulin.Tujuan: untuk mengetahui hubungan self management dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus di Puskesmas Landasan Ulin tahun 2019.Metode : penelitian menggunakan metode analitik, Populasi: pasien diabetes melitus tanpa komplikasi, dan berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Landasan Ulin dalam enam bulan terakhir tahun 2019 sebanyak 114 orang. Sampel penelitian sebanyak 98 partisipan. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji spearman rank.Hasil : penelitian menunjukan sebagian besar self management dalam kategori cukup (48%), sedangkan kualitas hidup dalam kategori cukup (57,1%), hasil analisis bivariat menggunakan spearman rank menunjukkan p value 0,000 (p 0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus di Puskesmas Landasan Ulin tahun 2019. self management seperti kontrol rutin gula darah, pengambilan obat rutin, diet diabetes melitus, dan aktivitas fisik, sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi pada pasien diabetes melitus dan akan meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitusSimpulan : self management seperti kontrol rutin gula darah, pengambilan obat rutin, diet diabetes melitus, dan aktivitas fisik, sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi pada pasien diabetes melitus dan akan meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitusKata Kunci : diabetes melitus, kualitas hidup, self management,Abstract Background: Today's unhealthy lifestyle is being discussed, such as consuming junk food, soft drinks, and being lazy to exercise, these are health problems that must be overcome, otherwise there will be metabolic damage in the body, an increase in the number of diabetes mellitus cases. Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by high blood sugar levels as a result of insufficient insulin function.Objective: to determine the relationship between self-management and quality of life for diabetes mellitus patients at the Puskesmas Landasan Ulin in 2019.Methods: the study used an analytical method, Population: patients with diabetes mellitus without complications, and residing in the work area of the Puskesmas Landasan Ulin in the last six months of 2019 were 114 people. The sample in this study was 98 participants. Sampling using simple random sampling method. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Spearman rank test.Results: the study showed that most of the self-management was in the sufficient category (48%), while the quality of life was in the sufficient category (57.1%), the results of the bivariate analysis using the Spearman rank showed a p value of 0.000 (p 0.05), this indicates that there is a relationship between self management and the quality of life of diabetes mellitus patients at the Puskesmas Landasan Ulin in 2019. self management such as routine blood sugar control, routine drug taking, diabetes mellitus diet, and physical activity is very important to prevent complications in diabetes mellitus patients and will improve the quality of life of patients with diabetes mellitusConclusion: self-management such as routine control of blood sugar, routine drug taking, diabetes mellitus diet, and physical activity is very important to prevent complications in diabetes mellitus patients and will improve the quality of life of diabetes mellitus patients. Keywords: diabetes mellitus, quality of life, self management
EFEKTIVITAS PEMBERIAN POSISI SEMI FOWLER DAN POSISI FOWLER TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN Rosana Aprilia; Hanura Aprilia; , Solikin , Solikin; Sukarlan Sukarlan
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v7i1.332

Abstract

AbstrakPenurunan curah jantung menyebabkan peningkatan End-Diastolic Pressure (EDP) ventrikel kiri (preload) dantekanan vena pulmonalis karena darah kembali dalam sirkulasi pulmonal. Penyebab dari mekanisme ini adalahterjadinya dispnea hebat yang memicu terjadinya hipoksemia. Posisi semi fowler dan posisi fowler dapatmeningkatkan pengembangan paru dan menurunkan resiko terjadinya hipoksemua. Tujuan penelitian ini adalahuntuk menganalisis efektivitas pemberian posisi semi fowler dan posisi fowler terhadap saturasi oksigen pada pasiengagal jantung. Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan non-equivalent controlgroup (pretest-posttest), sampel penelitian berjumlah 25 responden. Saturasi oksigen sebelum diberikan posisi semifowler (x=95,40%) dan sesudah (x=98,20%), pada posisi fowler sebelum (x=95,27%) dan sesudah (x=96,87%).Uji paired t-test menunjukkan ada perbedaan saturasi oksigen sebelum dan sesudah diberikan posisi semi fowlerdengan ρ value 0,000 dan posisi fowler ρ value 0,000. Uji independent sample t-test menunjukkan ada perbedaanantara pemberian posisi semi fowler dan posisi fowler terhadap saturasi oksigen pasien gagal jantung dengan ρvalue 0,002.Kata Kunci: Fowler, Gagal Jantung, Saturasi Oksigen, Semi Fowler Daftar RujukanAaronson, I. P. & Ward, P. T. J. (2010). At GlanceSistem Kardiovaskuler. Jakarta: PenerbitErlangga.Agrina, S.S., Hairitama, R. (2011). Kepatuhan LansiaPenderita Hipertensi dalam Pemenuhan DietHipertensi. ISSN1907-364XAmerican College Of Surgeons Commite On Trauma.(2008). Trauma Toraks. Dalam ATLS StudentCourse Manual eight edition. USAAsmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta:EGCBarbara, K. (2010). Buku Ajar FundamentalKeperawatan Konsep Proses dan Praktik. EdisiVII Volume I. Jakarta: EGC.Depkes RI. (2014). Pedoman Surveilans PenyakitJantung Dan Pembuluh Darah. Jakarta:Departemen Kesehatan RI.Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. (2017).Rekapitulasi Jumlah Penyakit Gagal Jantung.Djuantoro, D. (2014). Patofisiologi Buku Ajar IlustrasiMade Incredibly Easy. Tangerang Selatan:Binarupa Aksara.Hines, R. L. & Marschall, K. E. (2017). Stoelting’sHandbook for Stoelting’s anesthesia andcoexisting disease. 7th ed. Philadelphia, PA:Elsevier/Saunders.Ignatavicius, D. D., & Workman, M. L. (2010). Medical– Surgical Nursing: Clients – CenteredCollaborative Care. Sixth Edition, 1& 2.Missouri: Saunders Elsevier.Kasron. (2012). Kelainan dan Penyakit JantungPencegahan serta Pengobatannya. Yogyakarta:Nuha Medika.Kemenkes RI. (2017). Rekapitulasi Panyakit GagalJantung Seluruh Indonesia.Khasanah, S. & Maryoto, M. (2015). Jurnal KesehatanAl-Irsyad: Efektifitas Posisi Condong Ke DepanDan Pursed Lips Breathing (PLB) TerhadapPeningkatan Saturasi Oksigen Pasien PenyakitParu Obstruktif Kronik, Vol. VII No. 1.Laporan IGD RSUD Ulin, (2018). Profil RSUD UlinBanjarmasin, Kalimantan Selatan.P- ISSN: 2527-5798, E-ISSN: 2580-7633Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI) Volume 7, Number 1, Januari-Juni 202237Mansjoer, A. & Triyanti, K. (2012). Kapita SelektaKedokteran. Edisi 4. Jakarta: MediaAesculapius.Medical Record RSUD Ulin Banjarmasin. (2018).Rekapitulasi Penyakit Gagal Jantung Di RSUDUlin Banjarmasin. Kalimantan SelatanMeilirianta, Tohri, T. & Suhendra. (2016). Posisi Semi-Fowler Dan Posisi High Fowler TerhadapPerubahan Saturasi Oksigen Pada Pasien AsmaBronchial Di Ruang Rawat Inap D3 Dan E3Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi.Muttaqin, A. (2009). Buku Ajar Asuhan KeperawatanKlien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler& Hematologi. Jakarta: Salemba Medika.Niko, Q., Kristyawati, S. P., Arief. (2017). Jurnal IlmuKeperawatan dan Kebidanan. Efektivitas PosisiSemi Fowler Dengan Pursed Lip Breathing DanSemi Fowler Dengan Diaphragm BreathingTerhadap SaO2 Pasien TB Paru Di RSP Dr.Ariowirawan Salatiga.Potter & Perry. (2010). Buku Ajar FundamentalKeperawatan: Konsep, Proses & Praktek.Jakarta: EGC.Pugsley, M. K. (2008). Cardiac Drug DevelopmentGuide. Springer: New Jersey.Sepdianto. T. C., Tyas, M. D. & Anjaswarni, T. (2013).Jurnal Keperawatan dan Kebidanan.Peningkatan Saturasi Oksigen Melalui LatihanDeep Diaphragmatic Breathing Pada PasienGagal Jantung. Vol. 1 No. 8.Soeharto. I. (2008). Pencegahan Dan PenyembuhanPenyakit Jantung Koroner. Edisi III. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.Suratinoyo, I. (2016). Hubungan Tingkat KecemasanDengan Mekanisme Koping pada Pasien GagalJantung Kongestif di Ruangan CVBC (CardioVaskuler Brain Centre) Lantai III di RSUP. Prof.dr. R. D. Kandou Manado Ejournal Keperawatan(e-Kp) Volume 4 Nomor 1Tarwoto & Wartonah. (2011). Kebutuhan DasarManusia dan Proses Keperawtan. Jakarta:Salemba Medika.WHO. (2017). Prevalensi Penyakit Kardiovaskuler
H Hubungan Prehospital Delay Dengan Tingkat Keparahan Pada Pasien Stroke Di Rumah Sakit Banjarmasin Julianto Julianto; Solikin; Muhammad Firdaus
Journal of Nursing Invention Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Nursing Invention
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jni.v3i2.274

Abstract

Background: Stroke patients need golden time in treatment ±3 hours which means that in the first 3 hours after having a stroke the patient must get complete and optimal care. Objective: To determine the relationship between prehospital delay and severity in stroke patients in Banjarmasin city hospitals. Method: This research is a quantitative study using a correlational descriptive research design with a retrospective approach. Sampling was carried out using purposive sampling techniques, the sample in this study was 124 respondents. Data collection using prehospital observation of stroke patients with Spearman Rank statistical test. Results: The results of statistical tests in this study obtained a p-value of 0.000 < 0.05 and it can be stated that there is a significant relationship between prehospital delay and the severity of stroke patients at Banjarmasin City Hospital. The relationship between these two variables indicates in the direction of a negative correlation with the Spearman Rank value - 0.948 which means that the relationship between the two variables has perfect relationship. Conclusion: There is a significant relationship between prehospital delay and the severity of stroke patients at Banjarmasin City Hospital.
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS LANDASAN ULIN Solikin Solikin; Muhammad Rizki Heriyadi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.545

Abstract

Latar Belakang: Gaya hidup tidak sehat dewasa ini sedang menjadi pembicaraan, seperti mengkonsumsi junk food, minuman bersoda, dan malas berolahraga, hal ini merupakan masalah kesehatan yang harus diatasi, apabila tidak akan terjadi kerusakan metabolisme didalam tubuh, Peningkatan jumlah kasus diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah sebagai akibat insufisisiensi fungsi insulin.Tujuan: untuk mengetahui hubungan self management dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus di Puskesmas Landasan Ulin tahun 2019.Metode : penelitian menggunakan metode analitik, Populasi: pasien diabetes melitus tanpa komplikasi, dan berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Landasan Ulin dalam enam bulan terakhir tahun 2019 sebanyak 114 orang. Sampel penelitian sebanyak 98 partisipan. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji spearman rank.Hasil : penelitian menunjukan sebagian besar self management dalam kategori cukup (48%), sedangkan kualitas hidup dalam kategori cukup (57,1%), hasil analisis bivariat menggunakan spearman rank menunjukkan p value 0,000 (p 0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus di Puskesmas Landasan Ulin tahun 2019. self management seperti kontrol rutin gula darah, pengambilan obat rutin, diet diabetes melitus, dan aktivitas fisik, sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi pada pasien diabetes melitus dan akan meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitusSimpulan : self management seperti kontrol rutin gula darah, pengambilan obat rutin, diet diabetes melitus, dan aktivitas fisik, sangat penting dilakukan untuk mencegah komplikasi pada pasien diabetes melitus dan akan meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes melitusKata Kunci : diabetes melitus, kualitas hidup, self management,Abstract Background: Today's unhealthy lifestyle is being discussed, such as consuming junk food, soft drinks, and being lazy to exercise, these are health problems that must be overcome, otherwise there will be metabolic damage in the body, an increase in the number of diabetes mellitus cases. Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by high blood sugar levels as a result of insufficient insulin function.Objective: to determine the relationship between self-management and quality of life for diabetes mellitus patients at the Puskesmas Landasan Ulin in 2019.Methods: the study used an analytical method, Population: patients with diabetes mellitus without complications, and residing in the work area of the Puskesmas Landasan Ulin in the last six months of 2019 were 114 people. The sample in this study was 98 participants. Sampling using simple random sampling method. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Spearman rank test.Results: the study showed that most of the self-management was in the sufficient category (48%), while the quality of life was in the sufficient category (57.1%), the results of the bivariate analysis using the Spearman rank showed a p value of 0.000 (p 0.05), this indicates that there is a relationship between self management and the quality of life of diabetes mellitus patients at the Puskesmas Landasan Ulin in 2019. self management such as routine blood sugar control, routine drug taking, diabetes mellitus diet, and physical activity is very important to prevent complications in diabetes mellitus patients and will improve the quality of life of patients with diabetes mellitusConclusion: self-management such as routine control of blood sugar, routine drug taking, diabetes mellitus diet, and physical activity is very important to prevent complications in diabetes mellitus patients and will improve the quality of life of diabetes mellitus patients. Keywords: diabetes mellitus, quality of life, self management
Faktor Faktor-Faktor yang Beruhubungan dengan Kejadian Gagal Jantung di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Fitri; Solikin; Diah Retno Wulan; Izma Daud
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v11i2.343

Abstract

Gagal jantung merupakan masalah kesehatan global yang serius dan tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, termasuk di Indonesia. Kondisi ini merupakan manifestasi klinis akhir dari berbagai gangguan kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperlipidemia, kebiasaan merokok, riwayat keluarga, serta adanya komorbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gagal jantung di RSUD Sultan Suriansyah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 113 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara hipertensi (p=0,005), merokok (p=0,022), diabetes melitus (p=0,027), hiperlipidemia (p=0,005), riwayat keluarga (p=0,003), dan komorbiditas (p=0,042) dengan kejadian gagal jantung. Faktor-faktor tersebut terbukti berkontribusi terhadap terjadinya gagal jantung. Oleh karena itu, faktor risiko ini perlu dipertimbangkan dalam strategi pencegahan dan intervensi kesehatan, khususnya pada populasi berisiko tinggi di lingkungan rumah sakit. Penelitian ini menekankan pentingnya deteksi dini dan manajemen komprehensif faktor risiko untuk mengurangi beban gagal jantung.
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN TEH ROSELLA PADA KETAJAMAN PENGLIHATAN (visus) PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESKESMAS 9 NOPEMBER BANJARMASIN TAHUN 2014: THE EFFECT OF ADMINISTRATION OF ROSELLA TEA ON VISUALITY (VISUS) PATIENTS WITH TYPE II DIABETES MELLITUS IN PUSKESMAS 9 NOPEMBER BANJARMASIN 2014 M. Sobirin Mohtar; Solikin Solikin; Hardiono Hardiono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus tipe II mempunyai banyak komplikasi, salah satunya komplikasi mikrovaskuler yang dapat meyerang mata. Keluhan yang sering terjadi selain TRIAS adalah visus menurun. Kandungan dalam teh rosella seperti Flavonoid, Vitamin A danC yang telah terbukti menyehatkan mata ternyata juga berpengaruh pada visusnya.Penelitian ini bertujuanmenganalisa pengaruh pemberian seduhan teh rosella pada visus pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas 9 Nopember Banjarmasin tahun 2014. Desain penelitian iniQuasy Eksperimendengan rancangan Non Equivalent Control Grupdengan ujiPaired Sample T-Test.Hasilnyakelompok eksperimen saat pretest nilai rerataOD:0.3733 dan OS:0.5487, sedangkan posttest didapatkan peningkatanhasil OD:0.4867 dan OS:0.7887 dengan nilai ρ pada OD:ρ=0.002 dan OS:ρ=0.005 jadi keduanya kurang dari α(0.05). Kelompok kontrol saat pretest nilai rerataOD:0.3267dan OS:0.2667 sedangkan posttest didapatkan penurunan OD:0.2733 dan OS:0.2200 dengan nilai ρ pada OD:ρ=0.015dan OS:ρ=0.014 kurang dari α(0.05) yang artinya lebih siginifikan kelompok eksperimen dari pada kelompok kontrol. Bunga Rosella memiliki banyak kandungan yang sangat baik untuk kesehatan mata seperti beberapa kandungan vitamin dan antioksidannya, dengan banyaknya kandungan tersebutteh rosella telah terbukti menyehatkan mata dan ternyata juga berpengaruh pada ketajaman penglihatannya, dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian seduhan teh rosella pada ketajaman penglihatan pasien DM tipe II.
The Effect Of Giving Green Tea To Elderly With Hypertension Disease To Decrease The Level Of Cholesterol At Tamban Baru Health Center solikin solikin
Health Media Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : UrbanGreen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55756/hm.v1i2.27

Abstract

Background: High blood cholesterol levels lead to cholesterol deposits in blood vessels walls, the more sediment will clog blood vessels and disrupt blood circulation. This condition is the trigger of heart disease and stroke. To overcome the problems of high cholesterol in the blood, now it has begun to use natural ingredients to lower blood cholesterol levels that are the treatment by using herbal medicines such as medicines such as medicinal plants one of them is green tea. The main purpose the study is to know the effect of green tea on cholesterol values in elderly hypertensive patients in at Tamban baru community health centre in Tamban Baru Mekar Village. Methods: the research design used for this research is pre experimental one group, pretest and posttest design. The subject is elderly people with high cholesterol hypertension. Sampling technique in this research is purposive sampling technique with numbers of respondents 16 respondents who were given treatment. The research instrument used in this research is independent variable green tea giving and the dependent variable is cholesterol measures on elderly hypertensive patient using rapid test tool of cholesterol stick multi check in three, bivariate analysis using paired T test. Respondents were given green tea twice a day every morning and afternoon for 14 days
Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Tabuk 1 Desa Pemakuan Tahun 2023 Nur Syifa Mardhatillah; Suryati Suryati; Solikin Solikin
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 1 (2024): January : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i1.170

Abstract

Immunization is the process of administering vaccines aimed at providing protection or immunity against specific diseases. Immunization stimulates the body's immune system to recognize and fight disease infections more effectively, reducing the risk of individuals who have been vaccinated contracting the disease. Understanding the administration of immunization is crucial, especially in the current context where infections and diseases are highly dangerous and easily transmissible, such as tuberculosis, diphtheria, pertussis, tetanus, polio, hepatitis, and others. The purpose of this study is to determine the relationship between the mother's educational level and the completeness of basic immunization in the working area of ​​Sungai Tabuk 1 Community Health Center, Pemakuan Village, in the year 2023. The research design used is cross-sectional and was conducted in October 2023. The population consists of mothers with children aged ≥11, with a sample size of 112 respondents. Data were collected through the distribution of questionnaires and Maternal and Child Health Books (Buku KIA). The majority of mothers had a low level of education, amounting to 60 people with a percentage of 53.6%. Most respondents had complete basic immunization, totaling 77 respondents with a percentage of 68.8%. The Chi-Square Test analysis results show p = 0.000 < α (0.05), thus it is concluded that H0 is rejected, and Ha is accepted, indicating a relationship between the mother's educational level and the completeness of basic immunization in the working area of ​​Sungai Tabuk 1 Community Health Center, Pemakuan Village..
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipotensi Intraoperatif pada Pasien Dengan Spinal Anestesi di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Maulina Afifah; Roly Marwan Marthuridy; Solikin; Wahyudi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8835

Abstract

Hipotensi intraoperatif merupakan komplikasi yang sering terjadi setelah spinal anestesi dan berisiko menyebabkan gangguan perfusi organ. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan lokasi penusukan, jenis obat spinal anestesi, posisi pasien setelah spinal anestesi, usia, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian hipotensi intraoperatif pada pasien yang menjalani spinal anestesi di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional pada 101 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi rekam medis lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara lokasi penusukan (p=0,037), jenis obat spinal anestesi (p=0,003), posisi pasien setelah spinal anestesi (p=0,009), usia pasien (p=0,004), dan IMT pasien (p=0,003) dengan kejadian hipotensi intraoperatif. Hipotensi lebih banyak terjadi pada pasien dengan lokasi penusukan selain L3–L4, penggunaan anestesi lokal hiperbarik, posisi supine, usia 56–65 tahun, dan IMT 25–29,9 kg/m². Faktor teknik spinal anestesi dan karakteristik pasien berhubungan dengan kejadian hipotensi intraoperatif. Identifikasi faktor risiko sebelum tindakan anestesi diperlukan untuk mendukung pemantauan hemodinamik dan pencegahan hipotensi untuk meningkatkan keselamatan pasien.