Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Cara Pengaplikasian pada Tanaman Budidaya Mata, Meri Helsiana; Tefa, Anna; Tnunay, Ite Morina Yostianti; Hanas, Dicky Frengky; Nalle, Mardit Nikodemus
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v1i2.199

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat tentang pemanfaatan limbah rumah tangga dan hijauan dalam bentuk pelatihan pembuatan serta pengaplikasian pupuk organik cair dengan bahan limbah rumah tangga. Pemahaman ini sangat diperlukan guna meminimalisir penggunaan pupuk anorganik yang kurang ramah lingkungan dan penggunaan bahan organik dalam usaha pertanian guna meningkatkan mutu hasil pertanian. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi ceramah, diskusi dan pelatihan. Tahapan kegiatan ini meliputi koordinasi, persiapan alat bahan, penyampaian proses pembuatan POC bagi para peserta pengabdian dan pengaplikasian hasil pembuatan POC pada tanaman pertanian. Adapun hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini yaitu adanya tambahan wawasan dan pengetahuan masyarakat dalam pembuatan pupuk organik cair serta tambahan pengalaman dan peningkatan keterampilan dalam pembuatan pupuk organik cair. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sudah dilaksanakan dengan baik dengan harapan kegiatan ini tidak berhenti hanya pada saat kegiatan ini saja tetapi, dapat di dilakukan terus-menerus secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebaruan dan perkembangan teknik-teknik pembuatan pupuk organik melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan.
Efek Pengasapan Menggunakan Bahan Nabati terhadap Viabilitas dan Pertumbuhan Awal Benih Jagung (Zea Mays L) Lokal Timor Bano, Adriana Ernawati; Tefa, Anna; Nino, Jefrianus
Savana Cendana Vol 8 No 4 (2023): Savana Cendana (SC) - October 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Sains, dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/sc.v8i4.1731

Abstract

Corn is a food that is easily accepted, people, because it is a tradisional food in NTT and also as a staple food. Thys study aimed to determine the germination and early growth of local Timor cornseeds that were smoked using vegetable materials. This research was carried out in December 2021 at the Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Timor, Kefamenanu. This research uses Completely Randomized Design (CRD) single factor : smoking from vegetable ingredients Kusambi (Ku), krinyu leaf (Kr), Gringsingan (Gr) the results of this study show the highest value namely the parameter germination capacity (96,67%), maximum growt potential (86,36%), growt speed (15,94%), vigor index (10,67%), and dry weight of sprouts were normal (8,29 gram). Initial growth parameters with the value height (39,13cm), number of leaves (4), stem diameter (0,55 mm).
Aplikasi Bakteri Probiotik untuk Meningkatkan Mutu Fisiologi dan Kesehatan Bibit Cabai (Capsicum annuum L.) Tefa, Anna; Widajati, Eny; Syukur, Muhamad; Giyanto, dan
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 44 No. 2 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.829 KB) | DOI: 10.24831/jai.v44i2.13487

Abstract

ABSTRACTThe use of probiotic bacteria as biocontrol agents is one of the methods of controlling anthracnose disease caused by Colletotrichum acutatum. The objective of this research was to suppress the infection of C. acutatum and increase chilli pepper seedling vigour. The research involved factorial experiments arranged in a completely randomized design with two factors. The first factor was seed coating involving six treatments, i.e., control, seed coating without bacteria, seed coating with Bacillus sp., Pseudomonas sp., Actinomycetes sp, and fungicide. The second factor was the seed storage period where six storage periods were experimented, i.e., 0, 1, 2, 3, 4, 5, and 6 months. The results showed that the coating treatment of Bacillus sp., Pseudomonas sp., and Actinomycetes sp. improved germination, growth rate and number of leaves and reduced the incidence of attacks and infection of hypocotyls at 5 month storage period.Keywords: Actinomycetes sp., Bacillus sp., Pseudomonas sp., seed coating, storage period
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI RHIZOSFER DARI TANAMAN KACANG GUDE (Cajanus cajan L) SEBAGAI PENGHASIL HORMON IAA (Indole Acetic Acid) DAN APLIKASINYA PADA BENIH PADI (Oryza sativa L) Fallo, Gergonius; Banusu, Maria Sarliana; Pardosi, Lukas; Tefa, Anna
Berita Biologi Vol 22 No 1 (2023): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2023.803

Abstract

Indole Acetic Acid (IAA) merupakan hormon tumbuh yang memegang peranan penting pada semua tanaman dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengkarakterisasi bakteri rhizosfer penghasil IAA dari tanaman kacang gude (Cajanus cajan L) sebagai penghasil IAA dan mengetahui pengaruh isolat bakteri tersebut terhadap perkecambahan benih padi (Oryza sativa L). Penelitian diawali dengan pengambilan sampel, isolasi bakteri menggunakan media Nutrient Agar (NA) dan seleksi isolat bakteri penghasil IAA. Seleksi isolate baketri penghasil IAA dilakukan dengan cara menumbuhkan isolat bakteri pada media Nutrient Broth (NB) + triptofan dan direaksikan dengan reagen Salkowski. Hasil isolasi diperoleh tujuh isolat dengan karakter morfologi koloni berukuran kecil dan sedang, warna koloni putih, bentuk koloni bundar, berserabut, tidak teratur, elevasi koloni datar, umbunate, pulvinate, dan cembung. Tepi koloni rata, bergelombang dan berlekuk. Hasil seleksi didapatkan tiga isolat yaitu RTG-01, RTG-02 dan RTG-03 yang menghasilkan IAA. Hasil identifikasi mikroskopis isolat RTG-01 dan RTG-02 bentuk sel bulat Gram negatif dan isolat RTG-03 bentuk sel batang Gram positif. Isolat bakteri penghasil IAA diaplikasikan pada benih padi dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan ketiga isolat bakteri penghasil IAA tidak berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap potensi tumbuh maksimum, indeks vigor, dan berat kering kecambah normal padi, namun berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap daya berkecambah.
Aplikasi giberelin (GA3) pada bawang merah (Allium ascalonicum L) lokal eban untuk meningkatkan Produksi dan mutu benih di dataran tinggi Tefa, Anna; Kofi, Antonius; Manehat, Arnoldus; Ceunfin, Syprianus; Rusae, Aloysius
Jurnal AGRO Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/j.agro.49154

Abstract

Pengembangan bahan tanam bawang merah dari biji botanis (True Shallot Seed) merupakan salah satu inovasi teknologi dalam meningkatkan kualitas benih. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa giberelin (GA3) mampu menginduksi pembungaan dan meningkatkan produksi true shallot seed (TSS) pada bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan konsentrasi giberelin dan lama perendaman yang pengaruhnya paling baik terhadap hasil umbi, produksi true shallot seed (TSS) dan mutu benih bawang merah lokal Eban. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2024 di Desa Saenam, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Laboratorium Universitas Timor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi giberelin dengan empat taraf yaitu 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm. Faktor kedua adalah lama perendaman dengan tiga taraf yaitu 30, 45 dan 60 menit. Hasil Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan's Multiple Range Test/DMRT) menunjukkan bahwa konsentrasi giberelin 200 ppm dan lama perendaman 30 menit menghasilkan jumlah umbi pertanaman 12,33 umbi, berat kering umbi 168,51 g pada konsentrasi giberelin 200 ppm dan lama perendaman 60 menit. Konsentrasi giberelin 300 ppm dan lama perendaman 30 menit meningkatkan persentase tanaman berbunga 54,50%, konsentrasi 100 ppm dan lama perendaman 30 menit meningkatkan jumlah kapsul bernas per umbel 17,67 dan jumlah biji per umbel 37,00. Uji mutu benih TSS yang dihasilkan oleh umbi yang diberi konsentrasi giberelin 300 ppm dan lama perendaman 30 menit menghasilkan potensi tumbuh maksimum 14,66% dan daya berkecambah 14,66%. Perendaman umbi dengan giberelin belum mampu menghasilkan benih dengan viabilitas sesuai standar benih bermutu, sehingga diperlukan penelitian lanjutan. ABSTRACT The development of shallot planting material from botanical seeds (True Shallot Seed) is one of the technological innovations in improving seed quality. Several research results show that gibberellin (GA3) can induce flowering and increase the production of true shallot seed (TSS) in shallots. This study aimed to determine the gibberellin concentration and soaking duration that had the best effect on bulb yield, true shallot seed (TSS) production and seed quality of local Eban shallots. The experiment was conducted from June to October 2024 in Saenam Village, North Central Timor Regency (TTU) and the Timor University Laboratory. The experimental design used was a factorial randomized block design (RAK). The first factor was gibberellin concentration with four levels: 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm, and 300 ppm. The second factor was soaking duration with three levels: 0, 30, 45, and 60 minutes. The results of Duncan multiple range test (DMRT) analysis showed that gibberellin concentration of 200 ppm and soaking duration of 30 minutes resulted in 12.33 tubers per plant, dry weight of bulbs of 168.51 g at gibberellin concentration of 200 ppm and soaking duration of 60 minutes. Gibberellin concentration of 300 ppm and soaking duration of 30 minutes increased the percentage of flowering plants by 54.50%, concentration of 100 ppm and soaking duration of 30 minutes increased the number of full capsules per umbel by 17.67 and the number of seeds per umbel by 37.00. The quality test of TSS seeds produced by bulbs given gibberellin concentration of 300 ppm and soaking duration of 30 minutes resulted in a maximum growth potential of 14.66% and germination power of 14.66%. Soaking bulbs with gibberellin has not been able to produce seeds with viability according to quality seed standards, so further research is needed.