Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN MEGABENTOS BERDASARKAN PERSENTASE TUTUPAN KARANG DI PERAIRAN DESA BUTON, KECAMATAN BUNGKU SELATAN, KABUPATEN MOROWALI, SULAWESI TENGAH Bangapadang, Messy; Emiyarti, .; Nurgayah, Wa
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 2: Mei 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i2.8327

Abstract

Bulu babi, bintang laut biru, teripang, kima, lola, siput drupella, lobster, dan bintang laut berduri merupakan organisme  megabentos yang berasosiasi dengan terumbu karang. Terumbu karang adalah habitat bagi ribuan biota, baik yang hidup sementara maupun menetap selamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan keanekaragaman megabentos serta untuk mengetahui hubungan persentase tutupan karang dengan kepadatan dan keanekaragaman jenis megabentos di Perairan Desa Buton, Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-April 2019, yang meliputi pengambilan data dan pengolahan data. Pengambilan data megabentos dilakukan dengan menggunakan metode Belt Transect yang ditarik sejajar garis pantai dengan luasan 150 m2. Untuk pengambilan data persentase tutupan karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) dengan menarik transek sejajar garis pantai sepanjang 60 m2. Nilai kepadatan megabentos yang tertinggi dengan nilai 2,37 ind/m2berada pada kondisi karang yang baik dengan nilai tutupan persentase 73,03% dan yang terendah dengan nilai 2,13 ind/m2berada pada kondisi karang yang sedang dengan nilai tutupan persentase 48,32%. Hasil indeks keanekaragaman jenis megabentos pada kondisi karang yang baik diperoleh 1,73, untuk kategori kondisi karang yang sedang diperoleh nilai 1,59, danuntuk kategori karang yang buruk diperoleh nilai 1,32. Hasil perhitungan korelasi kepadatan megabentos dengan persentase tutupan karang diperoleh nilai r = 0,57 dengan kategori hubungan sedang, sedangkan untuk hubungan keanekaragaman jenis dengan persentase tutupan karang sangat kuat diperoleh nilai r = 0,99.Kata Kunci: Megabentos, Kepadatan,  Keanekaragaman, Desa Buton
KANDUNGAN LOGAM BERAT NIKEL (Ni) PADA SEDIMEN DAN AIR DI PERAIRAN DESA TAPUEMEA KABUPATEN KONAWE UTARA Wali, Windarsin; Emiyarti, .; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i1.10952

Abstract

Perairan Desa TapuemeaKonawe Utara  merupakan salah satu perairan yang memiliki potensi risiko kerusakan lingkungan akibat aktivitas kegiatan manusia di darat. Telah dilakukan pengambilan sampel untuk menentukan konsentrasi logam berat Ni di Perairan Tapuemeapada April 2019. Sebanyak delapan sampel air dan sampel sedimen diambil dandianalisis menggunakan metode Spektofotometridengan alat Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan. Hasil studi menunjukkan bahwa kandungan logam berat Ni di sedimen berkisar 0,76–9,72 ppm atau setara dengan 79,74–9369,39µg/g. Kandunganlogamberat Ni di sedimentelah sangat tercemar berdasarkan standar internasionalbakumutu IADC/CEDA Tahun 1997 dantidak sesuai dengan standarkandungan logam berat Ni di sedimen padakondisiperairanlaut yang normal. Hal yang serupa dijumpai di air, kandungan Ni dalam air berkisar 0,04–0,23ppm dan telah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB)0,05ppm yang ditetapkan oleh KMNKLH No. 51 Tahun 2004 untuk biota laut. Sebaran logam berat Ni terlarut danlogam berat nikel dalam sedimen di Perairan Desa Tapuemea sebagian besar didugaberasaldariaktifitasantropogenik di darat.Kata kunci: logam berat nikel, sedimen, air, Desa Tapuemea
SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI SEKITAR DERMAGA TAMBANG DI PERAIRAN TONDONGGEU KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI Anwar, Syamsul; Armid, Alrum; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 5, No 2: Mei 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v5i2.12172

Abstract

Penelitian ini dilakukan dari bulan Desember 2018 sampai pada Januari 2019 dengan tujuan untuk mengetahui sebaran Total Suspended Solid (TSS) permukaan serta untuk mengetahui hubungan parameter fisika kimia perairan yang mempengaruhi distribusi TSS di sekitar Tambang di Perairan Tondonggeu Kecamatan Abeli. Kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi serta dapat mengetahui tingginya tingkat kekeruhan di suatu perairan yang dapat menghambat masuknya sinar matahari kedalam perairan sehingga dapat menyebabkan kondisi kehidupan di perairan akan terganggu. Metode yang digunakan adalah purposive sampling yang terdiri dari 10 stasiun, pengambilan sampel air pada saat surut dengan menggunakan botol sampel. Analisis sampel menggunakan metode Gravimetri. Distribusi TSS permukaan di Perairan Tondonggeu tertinggi berada di sekitar kawasan pemukiman penduduk dan dermaga pelabuhan perahu nelayan berkisar antara 938,833-1328,333 mg/L, sedangkan terendah berada di kawasan hutan mangrove yaitu berkisar antara 330,833-432,333 mg/L. Kecepatan arus adalah parameter kualitas air yang memiliki pengaruh paling besar terhadap sebaran TSS di Perairan Tondonggeu.Kata Kunci : Total Suspended Solid, Perairan Tondonggeu
STRUKTUR KOMUNITAS TERIPANG DI PERAIRAN DESA TANOMEHA KABUPATEN WAKATOBI Darmisa, .; Emiyarti, .; Afu, La Ode Alirman
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 4, No 4: November 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v4i4.10764

Abstract

Teripang merupakan salah satu sumberdaya hayati laut ekonomis penting dan mempunyai peluang pasar cukup baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sturktur komunitas teripang meliputi kepadatan, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi. Penelitian ini di lakukan di Perairan Desa Tanomeha Kecamatan Kaledupa Selatan Kabupaten Wakatobi pada bulan Januari-Maret 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah transek kudrat, dibagi menjadi 3 stasiun. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat 10 spesies teripang yang di klasifikasikan dalam 3 genus (Holothuria, Bohadschia dan Stichopus). Berdasarkan perhitungan struktur komunitas menunjukkan kepadatan teripang tertinggi untuk kedua fase bulan yakni pada bulan terang 0,195 ind/m²   ditemukan di daerah lamun yang bersubtrat pasir berlempung. Untuk kenaekaragaman nilai tertinggi diperoleh pada bulan terang sebesar 1,58 dan bulan gelap 0,34. Sedangkan nilai keseragaman jenis yang paling tinggi diperoleh pada bulan terang di daerah lamun berkisar 1,79 dan bulan gelap berkisar 1,60. Dominansi nilai paling tinggi diperoleh pada bulan terang sebesar 0,78 dan bulan gelap sebesar 0,80 yang keduanya berada pada daerah mangrove. Parameter kualitas perairan yang diukur dalam lokasi penelitian memiliki kondisi lingkungan yang baik untuk kehidupan teripang.  Kata Kunci: Sturktur komunitas, Teripang, Perairan Tanomeha
STRUKTUR KOMUNITAS ECHINODERMATA DI PERAIRAN INTERTIDAL DESA PATUNO KABUPATEN WAKATOBI Seli, .; Emiyarti, .; Haya, La Ode Muhammad Yasir
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19436

Abstract

Echinodermata merupakan hewan invertebrate yang memiliki duri pada kulitnya dan hidup di zona intertidal. Zona ini memiliki factor fisik dan kimia yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan dan kehidupan semua tumbuhan dan organisme laut di lautan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas meliputi indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi pada Echinodermata. Dan untuk mengukur parameter kualitas air di perairan intertidal  Desa Patuno Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Mei sampai Juni 2019 di perairan Desa Patuno Kabupaten Wakatobi, Propinsi Sulawesi Tenggara. Pengambilan data Echinodermata dilakukan dengan menggunakan metode transek kuadrat dengan ukuran transek 1x1 m. transek garis dengan panjang 100 m yang di bentangkan tagak lurus terhadap garis pantai, yang dilakukan pada saat  air laut surut atau surut terendah. Secara teknis, trasek kuadrat pertama di letakan di dekat daratan transek berikutnya menuju kelaut dengan jarak masing-masing transek 20 meter. Data tiap stasiun di ambil sejumlah 3 kali. Parameter kualitas perairan (i.e., suhu, salinitas, Ph, dan DO) dan sampel substrat dilakukan secara langsung. Untuk sampel substrat dilakukan analisis di Lab. Pengujian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo. Hasil penelitian menunjukan bahwa 14 Spesis Echinodermata ditemukan pada 2 Stasiun pengamatan yang terdiri dari empat kelas meliputi Asteroidea, Holothuroidea, Echinoidea, dan Ophiuroidea. Keberadaan sepsis tersebut di perairan menunjukan indeks keanekaragaman sedang (2,51) dan indeks dominansi rendah (0,09).Kata kunci: Perairan Desa Patuno; Echinodermata; intertidal; struktur komunitas
KONTAMINASI JENIS MIKROPLASTIK PADA TUBUH IKAN TEMBANG (SARDINELLA FIMBRIATA) DI PERAIRAN TELUK KENDARI Hatia, .; Sara, La; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i2.19432

Abstract

Mikroplastik merupakan bagian dari sampah plastik yang memiliki ukuran partikel kurang dari 5 mm. Mikroplastik yang terdapat di dalam perairan kemungkinan dapat ditelan organisme laut, seperti ikan tembang (Sardinella fimbriata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah setiap jenis mikroplastik yang ditemukan pada saluran pencernaan ikan tembang di Perairan Teluk Kendari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – September 2020. Lokasi pengambilan sampel ikan tembang berasal dari stasiun Perairan Kendari Beach, Perairan Masjid Al-Alam dan Perairan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari menggunakan gillnet, selanjutnya sampel ikan tembang dimasukkan dalam cool box untuk mempertahankan kesegarannya. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Unit Produktivitas dan Lingkungan Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo. Pengamatan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu tahap preparasi sampel dan identifikasi menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis mikroplastik yang ditemukan ada empat jenis yaitu jenis fiber, fragmen, film dan pellet. Mikroplastik paling tinggi ditemukan dalam saluran pencernaan ikan tembang pada penelitian ini adalah jenis film sebesar 208,6 partikel/individu (50,24%) dan terendah adalah jenis pellet yaitu 1 partikel/indindivu (0,24%). Berdasarkan lokasi penelitian, jumlah mikroplastik tertinggi ditemukan pada stasiun PPS Kendari yaitu 151,9 partikel/individu dan terendah didapatkan pada stasiun Masjid Al-Alam yaitu 123,7 partikel/individu.Kata Kunci: Mikroplastik, Ikan Tembang (Sardinella fimbriata), Perairan Teluk    Kendari.
SEBARAN LOGAM BERAT NIKEL (Ni) PADA AIR DI PERAIRAN KECAMATAN POMALAA KABUPATEN KOLAKA Fitriani, Wa; Emiyarti, .; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20984

Abstract

Logam berat memiliki berat jenis lebih atau sama dengan 5 g/cm3. Unsur ini dikenal sebagai unsur toksik yang dapat mencemari lingkungan. Nikel merupakan salah satu jenis logam berat yang berwarna putih keperakan. Meningkatnya kadar logam berat nikel pada suatu perairan dapat menurunkan kualitas perairan terkait. Kecamatan Pomalaa memiliki cadangan sumber daya mineral berupa nikel (Ni). Sumber daya Nikel yang ada pada Kecamatan Pomalaa ini memberi dampak pada kualitas perairan kecamatan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan logam berat nikel pada Perairan Kecamatan Pomalaa. Pengambilan data ini dilakukan pada Bulan Maret-Juni 2020. Analisis kandungan logam berat dilakukan pada Laboratorium Balai Lingkunngan Hidup Kota Kendari dengan menggunakan metode Spektrofotometri serapan atom. Kandungan logam berat nikel pada perairan kecamatan pomalaa berkisar antara 0,001-0,013. Rata-rata kandungan logam berat nikel yang diperoleh berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini yaitu 0,006  mg/l.Kata kunci: Logam berat; Nikel; Kecamatan Pomalaa.
KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA SEDIMEN DAN KERANG (Pollymesoda erosa) DI DESA TOTOBO SULAWESI TENGGARA Balqis, .; Emiyarti, .; Takwir, Amadhan
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21854

Abstract

Logam berat  merupakan salah satu bahan kimia yang beracun yang dapat memasuki ekosistem bahari. Logam berat seringkali memasuki rantai makanan di laut dan berpengaruh pada beberapa biota laut tertentu yang memiliki kemampuan untuk mengakumulasi zat kimia yang bersifat toksik. Salah satu organisme laut yang berpotensi mengakumulasi logam berat adalah kerang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat (Pb) pada sedimen dan  kandungan logam berat (Pb) pada Kalandue (Polymesoda erosa) di Perairan Desa Totobo serta untuk mengetahui hubungan fraksi sedimen dengan kadar logam berat timbal (Pb) pada kerang (pollymesoda erosa) dan kadar logam berat timbal (Pb) pada sedimen. Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling dan analisa logam berat Pb menggunakan metode Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). Hasil dari penelitian ini, konsentrasi logam berat timbal (Pb) pada sedimen berkisar antara 7,481-92,477 mg/kg dan kerang jenis Pollymesoda erosa berkisar antara 0,096-0,389 mg/l. Berdasarkan standar baku mutu oleh Kepmen LH No 51 Tahun 2004, BPOM dan SEPA dinyatakan kandungan timbal pada sedimen dan kerang (Pollymesoda erosa) sudah melewati ambang batas baku mutu dan kerang masih layak dikonsumsi namun dalam jumlah yang sedikit. Penelitian lanjutan sebaiknya menguji kadar logam berat Timbal (Pb) pada Kerang Kalandue pada organ tertentu seperti gonad dan insang. Sehingga dapat diketahui bagian organ mana yang paling banyak terakumulasi logam berat selain daging.Kata Kunci: Atomic Absorbtion Spectrophotometry, Perairan Totobo, Pollymesoda erosa, Sedimen, Timbal.
KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK BERDASARKAN LAPISAN KEDALAMAN PERAIRAN TELUK KENDARI Walyanse, Ria Amelia Safitri; Asmadin, .; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20985

Abstract

Komposisi jenis bahan pencemar mikroplastik penting untuk diidentifikasi dan diperhitungkan jumlah dan kelimpahannya pada setiap lapisan kedalaman perairan, karena potensial sebagai ancaman terhadap suatu ekosistem laut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi komposisi dan kelimpahan mikroplastik sesuai lapisan permukaan, kolom dan dasar perairan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara. Metode penelitian ini menggunakan pompa hidrolik yang disambungkan dengan pipa paralon diameter 30 mm dan panjang sesuai dengan lapisan kedalaman pengambilan sampel. Sampel air laut sebanyak 1 ml digunakan untuk mengidentifikasi partikel mikroplastik di bawah Mikroskop Binokuler dengan perbesaran 4 x 0.10 µ dengan pola pengamatan "zig-zag" dan menghitung jumlahnya. Metode identifikasi jenis mikroplastik menggunakan buku panduan Guide to Microplastics. Analisis kelimpahan mikroplastik diadaptasi dari analisis kelimpahan plankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis mikroplastik yang ditemukan di perairan Teluk Kendari pada kedalaman 0-12 m terdiri dari empat jenis, yaitu film, fiber, fragment dan pellet. Berdasarkan total jumlah pada semua lapisan kedalaman, jenis fragment paling banyak ditemukan 786 partikel, film 762 partikel, fiber 488 partikel dan pellet 25 partikel yang paling sedikit. Jumlah total mikroplastik sebanyak 2061 partikel terdistribusi di seluruh lapisan kedalaman mulai dari permukaan, kolom hingga dasar perairan. Komposisi mikroplastik terbesar hingga terendah diperoleh pada lapisan permukaan 860 partikel, dasar perairan 632 partikel, kolom air 569 partikel. Total kelimpahan mikroplastik dari yang tertinggi ke terendah berkisar antara 72,5-165,0 Partikel/L (lapisan permukaan), 45,5-111,5 Partikel/L (dasar perairan) dan 52,0-91,0 Partikel/L (kolom perairan). Komposisi dan kelimpahan mikroplastik penting untuk meningkatkan penilaian terhadap tingkat pencemaran mikroplastik di suatu perairan estuari.Kata Kunci: Komposisi Jenis Mikroplastik, Kelimpahan, Lapisan kedalaman, Teluk Kendari, Kota Kendari
SEBARAN LOGAM BERAT NIKEL (Ni) DALAM AIR DI PERAIRAN KECAMATAN MOLAWE KABUPATEN KONAWE UTARA Adidharma, Mohammad Afdhal; Emiyarti, .; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Sapa Laut Vol 6, No 4: November 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i4.21851

Abstract

Provinsi Sulawesi Tenggara dengan potensi cadangan Nikel sebesar 97,4 miliar ton, menjadikan Nikel sebagai komoditas utama pertambangannya. Potensi yang besar ini menjadi penyebab tingginya aktifitas eksploitasi tambang nikel di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara. Sistem penambangan terbuka yang masih marak digunakan, menyebabkan material padat yang membawa unsur logam berat dari daratan masuk ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat nikel pada air di Perairan Kecamatan Molawe. Pengambilan data dilakukan pada Bulan Maret 2020 di Desa Tapuemea dan Desa Tapunggaya, Kecamatan Molawe. Sampel air dianalisis di UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil yang diperoleh kadar nikel pada air di perairan Kecamatan Molawe berkisar antara 0,003 hingga 0,017 mg/l, dan hasil tersebut masih dibawah ambang batas baku mutu KMNLH No. 51 Tahun 2004.Kata kunci: Nikel, Air, Molawe.