Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KANDUNGAN LOGAM BERAT Pb PADA SEDIMEN DAN KERANG (POLYMESODA EROSA) DI PERAIRAN KOEONO, KECAMATAN PALANGGA SELATAN, KABUPATEN KONAWE SELATAN Mariani, Reni Ulfa; Emiyarti, .; Haya, La Ode Muhammad Yasir
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20987

Abstract

Perairan Koeono merupakan pusat aktifitas pertambangan jenis ore nickel. Kondisi perairan tersebut diduga telah tercemar logam berat diantaranya jenis logam berat Timbal (Pb), namun informasi tentang konsentrasi bahan pencemar berbahaya (logam berat Pb) di lokasi penelitian belum tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Pb pada sedimen dan Bivalvia jenis kerang (Polymesoda erosa) di Perairan Koeono. Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling. Sampel diambil dengan dua kali pengulangan. Analisa logam berat Pb menggunakan metode Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi logam berat Timbal (Pb) pada sedimen berada pada kisaran 0.145-0.345 mg/l dan kerang jenis polymesoda erosa pada kisaran 1.14-2.65 mg/l. Berdasarkan standar baku mutu oleh Kepmen LH No 51 Tahun 2004 dan BPOM dinyatakan kandungan timbal pada sedimen dan kerang (Polymesoda erosa) sudah melewati ambang batas baku mutu dan kerang tidak layak dikonsumsi.Kata kunci: Kerang; Sedimen; logam berat Pb; Perairan Koeono
AKUMULASI LOGAM TIMBAL (Pb) PADA SEDIMEN TELUK STARING SULAWESI TENGGARA Efendi, Icang; Armid, Alrum; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20988

Abstract

Teluk Staring, terletak di Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, merupakan lingkungan perairan laut yang telah lama dijadikan penduduk setempat untuk kegiatan nelayan, pelayaran dan kegiatan wisata. Wilayah daratan dari teluk ini telah dikembangkan untuk kegiatan-kegiatan pertanian, tambak dan penambangan pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akumulasi logam timbal (Pb) pada sedimen Teluk Staring yang kemungkinan dihasilkan dari residu hasil aktivitas penduduk di sekitar teluk. Sampel sedimen dari 12 titik sampling dalam wilayah teluk dianalisis dengan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Indeks geoakumulasi digunakan untuk menentukan status pencemaran logam Pb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sedimen berfluktuasi dari lempung berdebu dan debu. Konsentrasi logam Pb berada pada interval 5.21-11.68 ppm dengan konsentrasi tertinggi terdapat pada muara Sungai Laonti yang kemungkinan disebabkan oleh buangan limbah dari aktivitas antropogenik di darat yang terjerap pada sedimen dari badan perairan. Hasil perhitungan indeks geoakumulasi menyimpulkan bahwa sedimen dari perairan Teluk Staring belum mengalami pencemaran logam Pb. Monitoring terhadap kualitas perairan Teluk Staring penting dilakukan oleh pemerintah lokal untuk menjamin pemanfaatan kawasan teluk secara aman dan bebas polusi.Kata Kunci: Timbal (Pb), Sedimen, Teluk Staring
KANDUNGAN MIKROPLASTIK PADA KERANG DARAH (ANADARA GRANOSA) DI PERAIRAN TELUK KENDARI Isjayanti, Wardha; Sara, La; Emiyarti, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 6, No 3: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v6i3.20994

Abstract

Mikroplastik di perairan dapat mengganggu organisme yang berasosiasi salah satunya kerang darah (Anadara granosa). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan dan jenis mikroplastik yang terdapat pada tubuh kerang darah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-September 2020. Lokasi pengambilan sampel kerang darah berasal dari stasiun perairan Lapulu, Masjid Al-Alam, dan Muara Sungai Wanggu. Pengambilan sampel dari setiap stasiun dilakukan secara acak. Jumlah sampel masing-masing stasiun tersebut adalah 30 individu. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Unit Produktivitas dan Lingkungan Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis mikroplastik yang terdapat dalam tubuh kerang darah terdiri atas 4 jenis, yaitu fiber, film, fragmen dan pellet. Kandungan mikroplastik pada tubuh kerang darah tertinggi terdapat pada stasiun perairan Lapulu yaitu rata-rata 445,8 partikel/individu. Stasiun perairan Lapulu jenis mikroplastik yang tertinggi di dapatkan ialah jenis film 193,7 partikel/individu, Stasiun perairan Masjid Al-Alam jenis fiber 57,9 partikel/individu dan Stasiun perairan muara sungai Wanggu jenis fragmen 85,4 partikel/individuKata Kunci : Mikroplastik, Teluk Kendari, Kerang Darah (Anadara granosa)
Inventarisasi Parasit Serta Akumulasi Logam Berat Nikel (Ni) Terhadap Ikan Bandeng (Chanos chanos) yang Dibudidayakan di Tambak Kumala, Sri; Nur, Indriyani; Emiyarti, .
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.872 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i1.6379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis parasit pada ikan bandeng sertaakumulasi logam berat nikel (Ni) pada ikan bandeng yang dipelihara di Tambak Desa Tapunggaya Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara. Jumlah sampel ikan bandeng (Chanos chanos) yang dibudidayakan di tambak dalam waktu pemeliharaan 2 bulan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga (3) kali masing-masing (5) ekor tiap minggu selama (1) minggu persampling (total 15 ekor ikan bandeng untuk pengamatan parasit yang menyerang tubuh organisme). Pemeriksaan parasit dilakukan pada organ insang dan kulit (ektoparasit) dan organ usus dan hati (endoparasit) sedangkan pemeriksaan nikel dilakukan pada air . Hasil penelitian ditemukan dua jenis ektoparasit yaitu Ergasilus sp. dan dua jenis endoparasit yaitu Ergasilus dan Nematoda. Jenis parasit dengan intensitas tertinggi terdapat pada nematoda dengan nilai intensitas 8,8ind/ekor dan yang terendah Ergasilus sp. 0 ind/ekor atau tidak ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat serangan parasit pada nematoda masih tergolong infeksi parasit sedang dan Ergasilus sp. tergolong infeksi parasit ringan. Nilai prevalensi tertinggi terdapat pada parasit jenisNematodayang memperoleh nilai prevalensi yaitu 100% pada sampling II yang termasuk dalam kategori “sedang” sedangkan nilai prevalensi terendah terdapat pada parasit jenis Ergasilus sp. 0% pada sampling I yang tidak ditemukannya parasit. Faktor kondisi menunjukan ikan kurang gemuk dengan nilai berkisar antara 1,173-1,525. Kandungan logam berat Nipada air menunjukkan hasil meningkat tiap samplingnya dengan perolehan nilai yaitu 0.263, 0.271 dan 0.280 ppm.Kata kunci :Chanos chanos, Parasit, Prevalensi, Intensitas, Nikel (Ni).
STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA (GASTROPODA DAN BIVALVIA) PADA PERAIRAN PANTAI UNTU KECAMATAN TOMIA TIMUR KABUPATEN WAKATOBI Yahya, Yusran; Emiyarti, .; Ira, .
Jurnal Sapa Laut (Jurnal Ilmu Kelautan) Vol 7, No 1: Februari 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsl.v7i1.24339

Abstract

Pantai Untu merupakan pantai yang memiliki topografi yang landai dengan dasar perairan dan tipe substratnya yaitu pantai berpasir, berbatu dan berpasir yang bercampur pecahan karang mati sehingga banyak organisme yang hidup dan berkembangbiak di dalamnya khususnya moluska (gastropoda dan bivalvia). Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui jenis-jenis dan struktur komunitas gastropoda dan bivalvia di Perairan Pantai Untu. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan November 2020 - Februari 2021 di Perairan Pantai Untu  Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara. Analisis substrat dan bahan organik dilakukan di Laboratorium Perikanan Universitas Halu Oleo Kendari. Pengambilan data Gastropoda dan bivalvia dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan. Transek garis sepanjang 100 meter yang dibentangkan tegak lurus terhadap garis pantai, yang dilakukan pada saat air laut surut atau menjelang surut terendah. Jenis gastropoda yang ditemukan pada pengamatan di lapangan ditemukan 16 spesies dan jenis bivalvia di temukan 8 spesies. Nilai kepadatan gastropoda dan bivalvia diperoleh bahwa nilai pada Stasiun I, II dan III  dengan kisaran nilai 6,5-7,2 kategori nilai kepadatan yang tinggi. Nilai indeks keanekaragaman diperoleh jenis gastropoda dan bivalvia yaitu indeks keanekaragaman sedang dengan nilai 1,43-2,33 dan nilai indeks keseragaman untuk jenis gastropoda dan bivalvia diperoleh nilai indeks keseragaman tinggi dengan nilai 0,68 - 0,96 serta indeks dominansi yang diperoleh untuk jenis gastropoda adalah kategori indeks dominansi rendah dengan nilai 0,15-0,50.Kata Kunci: Pantai Untu, Gastropoda, Bivalvia