Su’udi
Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pola Tidur Dengan Risiko Hipertensi Pada Remaja Di Program Studi Keperawatan Program Diploma Tiga Kampus Tuban Halimatus Sya’diyah; Su’udi; Titik Sumiatin; Yasin Wahyurianto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2438

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan esensial yang memegang peranan krusial dalam pemeliharaan homeostasis tubuh. Penurunan kualitas tidur berpotensi memicu disfungsi fisiologis yang berdampak pada kenaikan tekanan darah, sehingga meningkatkan presipitasi risiko hipertensi. Pada populasi remaja, gangguan tidur kerap terpresipitasi oleh beban akademik, durasi keterpaparan gawai, dan dinamika gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara pola tidur dengan tingkat risiko hipertensi pada remaja di Program Studi D3 Keperawatan Kampus Tuban.Penelitian kuantitatif ini mengaplikasikan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi mencakup 226 mahasiswa D3 Keperawatan Kampus Tuban, di mana 140 responden dipilih sebagai sampel melalui metode simple random sampling. Pola tidur diposisikan sebagai variabel independen dan diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan risiko hipertensi sebagai variabel dependen diukur melalui tensimetri. Pengujian hipotesis dilakukan mengaplikasikan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi alpha = 0,05.Hasil pengolahan data mengindikasikan bahwa 79 responden (56,4%) memiliki pola tidur kategori buruk, sementara 61 responden (43,6%) tergolong baik. Pada variabel tekanan darah, 112 responden (80%) berada pada kategori tidak berisiko hipertensi dan 28 responden (20%) teridentifikasi berisiko hipertensi. Uji statistik Chi-Square menghasilkan p-value= 0,002 (p < 0,05), yang membuktikan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara pola tidur dan risiko hipertensi pada remaja di lokasi studi.Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pola tidur berbanding lurus dengan risiko kecenderungan hipertensi pada usia remaja. Gangguan pola tidur diduga mengganggu sistem regulasi kardiovaskular akibat terganggunya pemulihan fisiologis. Oleh karena itu, intervensi edukatif mengenai kebersihan tidur (sleep hygiene) sangat penting diupayakan sebagai langkah preventif hipertensi sejak dini.
Pemberian Susu Formula Dengan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Puskesmas Tuban Eka Asfiyanti; Su’udi; Titik Sumiatin; Wahyuningsih Triana Nugraheni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2439

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan pada bayi. Berdasarkan SKI (2023), prevalensi diare pada bayi sebesar 7,8%, sedangkan capaian penemuan kasus diare di Jawa Timur tahun 2024 mencapai 442,1%. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko diare adalah pemberian susu formula karena berisiko mengalami kontaminasi dan tidak mengandung zat kekebalan tubuh seperti ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0 – 6 bulan di Puskesmas Tuban. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh Ibu yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulan di Puskesmas Tuban. Sampel sebanyak 86 responden diperoleh menggunakan teknik total sampling. Variabel independen adalah pemberian susu formula dan variabel dependen adalah kejadian diare. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (67,4%) bayi diberikan susu formula dan hampir seluruhnya (79,1%) bayi mengalami diare. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,019 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan antara pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0 – 6 bulan di Puskesmas Tuban. Bayi yang diberikan susu formula memiliki kecenderungan lebih besar mengalami diare dibandingkan bayi yang tidak diberikan susu formula. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebersihan penyajian dan ketepatan penggunaan susu formula perlu diperhatikan. Oleh karena itu, edukasi kepada orang tua mengenai pemberian ASI eksklusif dan penyajian susu formula yang higienis perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan diare pada bayi.