Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

DNA barcoding pada Familia Bovidae berdasarkan gen Co1 (Cytochrome C Oxydase Sub Unit 1) Ristiana, Rina; Rustam, Aswar; Zein, Moch. Syamsul Arifin; Zulkarnain, Zulkarnain
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 1 No 2 (2021): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.475 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v1i2.23802

Abstract

DNA barcoding merupakan suatu teknik identifikasi spesies berbasis molekuler dengan menggunakan gen Cytochrome C Oxydase Subunit 1 (CO1). DNA barcoding terhadap famili Bovidae berguna dalam rangka identifikasi spesies, monitoring perdagangan daging ternak, penegakkan hukum, serta klarifikasi spesies dalam suatu produk pangan yang berasal dari hewan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas gen CO1 sebagai DNA barcode dengan melihat  jarak genetik antar-spesies dan inter-spesies Bovidae dengan spesies outgrup serta kekerabatan spesies dalam konstruksi filogenetik. Analisis sekuen CO1 dilakukan terhadap tujuh spesies Bovidae dan dua spesies out grup. Data sekuen CO1 diperoleh dari NCBI (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/) lalu dilakukan analisis jarak genetik dan filogenetik menggunakan metode neighbor-joining (NJ) pada software Moleculer Evolutionary Genetics Analysis (MEGA) versi 6. Hasil penelitian menunjukkan jarak genetik intra-spesies Bovidae berkisar antara 0,044-0,69% dengan jarak terendah terlihat pada spesies Bos taurus (0,044%) dan tertinggi pada spesies Bos javanicus (4,69%). Sedangkan jarak genetik inter-spesies berkisar antara 2,2-24,6% dengan jarak tertinggi ditunjukkan oleh Bos javanicus dan spesies outgrup yakni sebesar 24,6% (rata-rata ±2,2-0,05%). Sekuen gen CO1 pada spesies famili Bovidae menunjukkan adanya variasi yang tinggi antar-spesies namun rendah dalam spesies (intra-spesies). Oleh karena itu, gen CO1 efektif digunakan sebagai DNA barcode pada famili Bovidae.
Identifikasi tumbuhan lumut (Bryophyta) di Kawasan Hutan Topidi Kabupaten Gowa Irawati, Irawati; Rustam, Aswar; Nurindah, Nurindah
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 1 (2023): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.704 KB) | DOI: 10.24252/filogeni.v3i1.29979

Abstract

Indonesia is located between mainland Asia and Australia which is an archipelago spread out in the world with no less than 17,500 islands with an area of ​​4500 km2. It has a tropical climate that causes Indonesia to have a high level of biodiversity, such as the islands located along the equator. Of the 40% thousand types of flora that grow in the world, 30 thousand of them grow in Indonesia. About 26% have been cultivated and the remaining 74% are still wild in the forest. The purpose of this study was to determine the types of mosses that exist in the Topidi forest area. The types of mosses were identified using the PlanNet application. The research was conducted using an exploratory survey method, which was carried out by observing directly the moss plants in the field. The results showed that in the topidi forest area, five types of mosses were found, including Fissidens atrovidis moss, Philonotis hastata moss, Hyophila apiculata moss, Rhynchostegiella manadensis moss and Barbula indica moss.
Teknik pendederan benih kakap putih (Lates calcarifer) di BPBAP Takalar, Sulawesi Selatan Sifatullah, Nur; Furqan, Andi Al; Rustam, Aswar; Hamka, Hamka
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v3i3.31422

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan spesies budidaya penting yang berasal dari wilayah Indo-Pasifik Barat yang dapat dibudidayakan baik di kolam serta di keramba dan merupakan ikan dengan nilai ekonomis tinggi, baik dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi di dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu untuk mengkaji aspek-aspek teknis dalam budidaya perikanan khususnya teknik pendederan benih kakap putih. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2022 yang berlokasi di Divisi Ikan Laut, Unit Pendederan Benih Ikan Laut, Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendederan benih kakap putih (L. calcarifer) terdiri atas beberapa tahap yaitu persiapan bak, manajemen kualitas air, pemberian pakan, grading dan seleksi, pemanenan, pengepakan, serta transportasi benih.
Uji kualitas air outlet rumah sakit di Kota Makassar menggunakan metode most probable number (MPN) Amelia, Fathiria; Rustam, Aswar; Rosmah, Rosmah
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v3i2.35122

Abstract

Air termasuk salah satu kebutuhan hidup yang paling penting, tanpa air berbagai proses kehidupan tidak dapat berlangsung. Pencemaran air merupakan pencemaran yang disebabkan oleh polutan yang dapat berupa gas dan partikulat. Pencemaran air disebabkan oleh beberapa hal seperti limbah rumah tangga, pertanian dan industri. Tujuan penelitian untuk mengetahui cara-cara mendeteksi parameter terkait total coliform pada sampel air. Metode yang digunakan adalah metode most probable number (MPN) yang meliputi uji penduga menggunakan medium LB dan uji penegas menggunakan medium BGLB. Hasil yang diperoleh bahwa air limbah kode 536.B/AL dan 551. B/AL memiliki nilai total coliform yang tinggi berdasarkan nilai MPN. Semua sampel yang diuji menunjukkan adanya bakteri coliform.
ANALYSIS OF THE DIVERSITY OF UNDERSTORY SPECIES AT THE GREENHOUSE DEPARTMENT OF BIOLOGY, UIN ALAUDDIN MAKASSAR Rustam, Aswar; Hamzah, Pratiwi
JURNAL BIOSAINS Vol. 10 No. 1 (2024): JBIO : JURNAL BIOSAINS (THE JOURNAL OF BIOSCIENCES)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jbio.v10i1.40387

Abstract

Undergrowth is one of the constituents of a forest vegetation ecosystem. Over time, the condition of the land that has experienced succession will be overgrown by pioneer species and become understory. This research is to determine the distribution of understory species at the post-land clearing location at the greenhouse construction site, Department of Biology, UIN Alauddin Makassar. The variables of this research are diversity, evenness, dominance, and community similarity of understory plants that live in that location. Based on observations, the species distribution at the study site reached 35 species in 3 observation points. This condition indicates that the understory species in the research area are abundant and dominated by L. Nummularia, S. obtusifolia, and C. dactylon. The community similarity index shows a figure of 12%, which means the categories are not the same. The species diversity index shows that the three observation plots are moderate. Regarding the evenness, only S. nodiflora had a moderate evenness (0.6 ≤ e ≤ 0.4). Meanwhile, species with low evenness (e < 0.4) were C. dactylon, S. tora, and S. obtusifolia.
ANALISIS TOTAL BAKTERI LINGKUNGAN RUMAH POTONG UNGGAS (RPU) KECAMATAN MANGGALA, KOTA MAKASSAR Rustam, Aswar; Thaha, Aminah Hajah; Rosalina, Hamna; Muthiadin, Cut
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64527

Abstract

Rumah Potong Unggas (RPU) merupakan tempat pemotongan unggas meliputi proses penyembelihan, pemotongan, dan pencucian hingga menjadi karkas yang siap diperjualbelikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total bakteri lingkungan Rumah Potong Unggas (RPU) serta membandingkan tingkat higiene lingkungan berbasis cemaran mikrobiologi antara RPU yang memiliki sertifikat halal dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dengan RPU yang belum bersertifikat di Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Tahapan penelitian ini meliputi survei lokasi, pengumpulan data, pengambilan sampel, pembuatan media pertumbuhan bakteri, sterilisasi alat dan bahan, uji Total Plate Count (TPC), dan analisis data. Penelitian ini menggunakan 3 jenis sampel yaitu air rebusan, air limbah, dan air keran yang diambil dari 9 RPU. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kecenderungan bahwa Rumah Potong Unggas (RPU) yang memiliki sertifikat halal dan NKV memiliki tingkat higiene lingkungan berbasis cemaran mikrobiologi yang lebih baik pada beberapa sampel dibandingkan RPU yang belum bersertifikat. Namun, masih terdapat RPU bersertifikat dengan total mikroba yang tinggi, sehingga kepemilikan sertifikat halal dan NKV belum tentu menjamin kebersihan sanitasi lingkungan dan diperlukan audit berkala. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai TPC terendah diperoleh pada sampel A1 (air rebusan), A2 (air limbah), dan B3 (air keran), dengan nilai berturut-turut 8,70 × 10⁵ CFU/mL, 3,85 × 10⁵ CFU/mL, dan <1 × 10³ CFU/mL. Namun masih ada RPU dengan sertifikasi halal dan NKV yang menunjukkan total mikroba yang tinggi. Sebagai contoh, salah satu RPU yang telah memiliki sertifikat halal dan NKV sejak 2022 (RPU D) menunjukkan nilai TPC yang tinggi pada sampel air rebusan dan air keran, yang menegaskan bahwa sertifikasi saja tidak selalu diikuti dengan penerapan sanitasi yang konsisten. Sehingga kepemilikan sertifikat halal dan NKV belum tentu menjamin kebersihan sanitasi lingkungan dan diperlukan adanya audit berkala. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai jaminan kepatuhan terhadap aspek keagamaan, tetapi juga mengenai sanitasi yang lebih optimal, sehingga berkaitan dengan keamanan pangan.