p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Senna Warita Saragih
STIKes Mitra Husada Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Screen Time Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia 1-4 Tahun Di Puskesmas Tuntungan Kecamatan Medan Tuntungan Tahun 2026 Dwi Gita Sabrina; Asnita Sinaga; Ade Rachmat Yudiyanto; Senna Warita Saragih; Cinta Tri Aritonang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61726

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak usia dini yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penggunaan media digital (screen time). Peningkatan penggunaan perangkat digital pada anak usia 1–4 tahun menimbulkan kekhawatiran terhadap dampaknya terhadap perkembangan bahasa, terutama apabila penggunaan media digital tidak disertai pendampingan orang tua dan pemilihan konten yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan durasi screen time, jenis konten, interaksi orang tua, dan pendampingan orang tua dengan perkembangan bahasa anak usia 1–4 tahun di Puskesmas Tuntungan, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 191 anak usia 1–4 tahun, dengan sampel sebanyak 75 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai penggunaan media digital, interaksi dan pendampingan orang tua, serta lembar observasi perkembangan bahasa menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki durasi screen time 1–2 jam per hari (42,7%), mengakses konten edukatif (37,3%), memperoleh interaksi orang tua kategori cukup (41,3%) dan pendampingan orang tua kategori cukup (42,7%), serta memiliki perkembangan bahasa kategori sesuai (40,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi screen time (p=0,000), jenis konten (p=0,000), interaksi orang tua (p=0,000), dan pendampingan orang tua (p=0,000) dengan perkembangan bahasa anak. Disimpulkan bahwa pengelolaan penggunaan media digital melalui pembatasan durasi, pemilihan konten yang sesuai usia, serta peningkatan interaksi dan pendampingan orang tua berperan penting dalam mendukung perkembangan bahasa anak usia dini.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Difteri Pada Anak Usia 1-5 Tahun Menggunakan Media Leaflet Di Puskesmas Tuntungan Kecamatan Medan Tuntungan Provinsi Sumatra Utara Tahun 2026 Ome Bancin; Marlina Simbolon; Marliani Marliani; Masdian Zega; Senna Warita Saragih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61727

Abstract

Difteri merupakan penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi, namun masih menjadi masalah kesehatan karena rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak usia 1–5 tahun. Kurangnya pemahaman mengenai gejala, penularan, dan pencegahan difteri dapat meningkatkan risiko terjadinya kasus pada anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan yang efektif, salah satunya melalui media leaflet yang bersifat informatif, ringkas, dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan difteri pada anak usia 1–5 tahun di Puskesmas Tuntungan Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia 1–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Tuntungan sebanyak 50 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pemberian edukasi melalui media leaflet. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan sebelum intervensi sebesar 57,40 dan meningkat menjadi 83,20 setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi menggunakan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan difteri pada anak. Dengan demikian, edukasi kesehatan melalui media leaflet direkomendasikan sebagai salah satu media promosi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di pelayanan kesehatan primer.