Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Manajemen Ekstrakurikuler Hizbul Wathan Dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Di MTS Muhammadiyah 1 Weleri Kendal Armalia Zuhrufa Putri Firgia; Misbakhudin Azka; Nur Azizah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen ekstrakurikuler Hizbul Wathan dalam membentuk karakter disiplin siswa di MTs Muhammadiyah 1 Weleri, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen ekstrakurikuler Hizbul Wathan berjalan melalui empat fungsi manajemen yang saling menguatkan. Perencanaan dilakukan secara strategis dan partisipatif, mulai dari penetapan tujuan besar oleh kepala sekolah hingga penyusunan silabus teknis oleh pembina, dengan melibatkan pengurus dan siswa. Pengorganisasian tersusun jelas dan berjenjang, dengan pembagian peran yang dikoordinasikan melalui rapat, kalender kegiatan, dan grup digital. Pelaksanaan didukung pemantauan berkala serta metode pembinaan yang variatif disertai konsekuensi tegas, sehingga disiplin tertanam melalui pengalaman langsung. Evaluasi dilakukan secara komprehensif dan multisumber, ditindaklanjuti dengan konseling dan kontrak komitmen bersama orang tua, sehingga mendorong perubahan karakter siswa secara nyata dan berkelanjutan. Keberhasilan program ini didukung oleh sarana prasarana yang memadai, kebijakan dan anggaran kepala sekolah, serta metode pembinaan yang kreatif dan kompetitif, sehingga disiplin diterima siswa sebagai tantangan, bukan beban. Namun demikian, program ini masih menghadapi hambatan struktural, hambatan keluarga, dan hambatan personal, sehingga keberhasilan program ke depan bergantung pada sinergi dukungan struktural, kreativitas pembinaan, keterlibatan keluarga, dan penguatan ketegasan pengurus dalam menegakkan disiplin.
Strategi Tim Kurikulum Dalam Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Pengajar Kajian Kitab Amtsilati Di Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal Rahma Alisia Balqis; Anjaludin Anjaludin; Nur Azizah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3162

Abstract

Pendidikan Islam telah berkembang menjadi sistem yang lebih modern dan mandiri. Terdapat berbagai sumber belajar yang tersedia untuk penunjang pendidikan Islam, salah satunya adalah kitab kuning. Kitab kuning adalah sumber data penting dalam kajian Islam, berisi berbagai macam cabang ilmu agama Islam, seperti fiqih, aqidah, tasawuf, etika, dan tata bahasa. Pendidikan Islam tidak terlepas dari peran guru, sehingga kompetensi pedagogik guru sangat penting untuk melaksanakan tugas dalam mengajar dengan efektif dan efisien. Kasus yang sering terjadi di lingkungan lembaga pendidikan adalah banyak guru yang masih belum memahami metode pengajaran yang efektif dan inovatif, terutama pada metode pengajaran kitab kuning. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, didukung dengan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya dengan triangulasi yang menggabungkan berbagai sumber data untuk meningkatkan keabsahan dan validitas data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program peningkatan kompetensi pedagogik guru Amtsilati yang dilakukan oleh tim kurikulum sudah berjalan dengan baik dengan menerapkan standar yang disusun berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan dengan jelas, terukur, dan mengikat bagi pengajar. Para guru Amtsilati juga telah melalui evaluasi dan mempunyai sertifikasi, serta menerapakan berbagai langkah konkret seperti pembinaan berupa pelaksanaan BIMTEK, pelatihan berjenjang dan forum MGMP secara berkala. Selain itu, dilakukan pula peningkatan fasilitas pembelajaran dan pemerolehan dukungan dari pimpinan pesantren, sehingga beberapa penghambat yang dialami, seperti seringnya perubahan kebijakan dan kurikulum yang terjadi dan beberapa fasilitas yang belum memadai dapat teratasi.
Strategi Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Lulusan Di MAS Darunnajah Cipining Bogor Rachmah Noor Ghofarina; Nur Azizah; Anjaludin Anjaludin
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepala madrasah dalam meningkatkan mutu lulusan di MAS Darunnajah Cipining Bogor, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala madrasah dalam mengelola lembaga pendidikan agar mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas, terutama di tengah tuntutan transformasi digital dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap kepala madrasah, tim kurikulum, dan guru, kemudian dianalisis secara deskriptif serta diuji keabsahannya melalui triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan strategi peningkatan mutu lulusan melalui tiga tahap yang saling berkaitan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, kepala madrasah menerapkan transformasi digital adaptif-regulatif dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu guru menyiapkan bahan ajar, disertai penyusunan bimbingan belajar kelas akhir, digitalisasi buku ajar, dan penyusunan perangkat pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, kepala madrasah menyediakan akun produktivitas premium bagi guru, melakukan pemeriksaan kesiapan mengajar (I'dad Tadris), menyelenggarakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), serta pendampingan belajar intensif pagi dan malam. Pada tahap evaluasi, dilakukan supervisi berbasis kontrol kualitas, penilaian efisiensi kerja guru, umpan balik siswa melalui angket, indikator daya saing lulusan ke perguruan tinggi, serta asesmen berkala. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor pendukung meliputi dukungan dana madrasah, lingkungan pesantren yang kondusif, dan kerja sama antarguru, sedangkan faktor penghambat meliputi tantangan menyeimbangkan teknologi dengan nilai-nilai kepesantrenan, keterbatasan waktu, serta perbedaan kemampuan belajar siswa.
Peran Wali Kelas dalam Manajemen Konflik Antarsiswa di Kelas VII SMP Pelita Cendekia Bogor Imelda Imelda; Misbakhudin Azka; Nur Azizah
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.12641

Abstract

This study aims to describe the pivotal role of the homeroom teacher in managing inter-student conflict within Grade VII at SMP Pelita Cendekia Bogor, as well as to analyze the supporting and inhibiting factors involved. A descriptive qualitativeapproach was employed. Data were collected through observation, interviews, and document analysis involving Grade VII homeroom teachers, students, the school principal, guidance and counseling teachers, and subject teachers. The findings indicate that the homeroom teacher's role encompasses four management functions: (1) planning, through the exercise of autonomy and the creation of participatory classroom rules; (2) organizing, acting as a first responder and a communication liaison between the school and parents; (3) implementation, acting as a neutral mediator, a moral advisor grounded in restorative justice, and a designer of preventive strategies (such as random grouping); and (4) evaluation, focusing on changes in student behavior (outcomes) and post-conflict monitoring. Key supporting factors include the homeroom teacher's patience and empathy, autonomy granted by the principal, and open communication with parents. Meanwhile, inhibiting factors include the homeroom teacher's heavy teaching schedule, the emotional instability characteristic of early adolescence, and suboptimal coordination with guidance and counseling teachers.
Strategi Kepala Program Tahfizh Al-Qur’an Dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Santri Pondok Pesantren At-Thoyyibah Pageruyung Kendal Azkiyatul Amilah; Anjaludin Anjaludin; Nur Azizah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Kepala Program Tahfizh Al-Qur'an dalam meningkatkan kualitas hafalan santri di Pondok Pesantren At-Thoyyibah Pageruyung Kendal dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi strategi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kepala Program Tahfizh Al-Qur'an mencakup tiga aspek utama: (1) strategi perencanaan yang fleksibel dan individual dengan penekanan pada standar tartil; (2) strategi pelaksanaan melalui pendekatan keteladanan, pembiasaan, dan pendampingan langsung; serta (3) strategi evaluasi yang berjenjang dan berkelanjutan melalui setoran harian dan tes kenaikan juz. Faktor pendukung utama meliputi muroja'ah yang konsisten, suasana tenang dan kondusif, teman yang mendukung, peran aktif Kepala Program, serta hubungan spiritual dan ketenangan pikiran. Adapun faktor penghambatnya adalah konsistensi dan mood santri yang fluktuatif, pengaruh teman negatif, keramaian, kesulitan membagi waktu, mudah lupa, dan faktor internal seperti mental, pikiran, dan rasa malas. Namun masih terdapat beberapa kelemahan sistem pada strategi-strategi yang diterapkan seperti kurangnya pemahaman santri terkait standar kualitas hafalan dan ketidakmerataan dalam monitoring perkembangan hafalan santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program tahfidz tidak semata-mata ditentukan oleh satu faktor, melainkan merupakan hasil sinergi antara pendekatan struktural dan humanis yang diterapkan oleh Kepala Program secara konsisten.
Strategi Kepala Lembaga Tahfidz Al-Qur’an Dalam Meningkatkan Target Hafalan Al-Qur’an Santriwati Tahfidz Al-Qur’an Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining Putri Balahaqis Eliqa; Anjaludin Anjaludin; Nur Azizah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3182

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pencapaian target hafalan Al-Qur’an santriwati di Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Perbedaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan dan motivasi santriwati, tetapi juga dengan kebijakan lembaga, penetapan target, pengorganisasian musammiah, pelaksanaan pembinaan, dan evaluasi program Tahfidz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi kepala lembaga Tahfidz dalam meningkatkan target hafalan santriwati serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain studi kasus. Data dari kepala lembaga Tahfidz dan musammiah dikumpulkan melalui wawancara mendalam karena keduanya memiliki tanggung jawab langsung dalam perumusan dan pelaksanaan strategi program. Data dari santriwati dikumpulkan melalui angket terbuka karena mempertimbangkan keterbatasan waktu santriwati, efisiensi pengumpulan data, dan kenyamanan informan dalam menyampaikan pengalaman secara tertulis. Data juga diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala lembaga Tahfidz meliputi perencanaan target yang fleksibel dan terukur, pengorganisasian santriwati serta musammiah, pelaksanaan pembinaan dengan kebebasan metode dan standarisasi tahapan teknis, serta evaluasi melalui ujian dan tasmi. Target hafalan dibedakan berdasarkan program Reguler, Thulabul Minhah, dan Beasiswa, kemudian diterjemahkan oleh musammiah menjadi target harian dan mingguan. Faktor pendukung meliputi motivasi diri, dukungan sosial, fasilitas, sistem penghargaan, dan pendekatan personal musammiah. Faktor penghambat meliputi kejenuhan, perbedaan kemampuan, keterbatasan waktu, dan benturan jadwal sebagai konsekuensi kehidupan pesantren yang memiliki karakter total institution. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi lintas bagian, transparansi komunikasi target, pembinaan musammiah, dan penataan jadwal Tahfidz yang lebih terintegrasi.
Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengatasi Kenakalan Remaja Di SMP 02 Wanasari Brebes Riska Pebiana; M. Yogi Saputra; Nur Azizah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam mengatasi kenakalan remaja di SMP Negeri, yang meliputi perencanaan strategi, penerapan strategi, dan evaluasi strategi. Kenakalan remaja merupakan salah satu permasalahan yang dapat mengganggu proses pembelajaran dan perkembangan karakter peserta didik. Oleh karena itu, kepala sekolah memiliki peran penting dalam merencanakan dan menerapkan berbagai strategi untuk mencegah serta mengatasi kenakalan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru BK, guru PAI, wali kelas, siswa, dan orang tua. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam mengatasi kenakalan remaja dilakukan melalui perencanaan yang melibatkan pihak sekolah, penerapan pembinaan kedisiplinan, pemberian bimbingan dan nasihat, penguatan pendidikan karakter dan keagamaan, serta kerja sama dengan orang tua. Evaluasi dilakukan melalui pemantauan perkembangan perilaku siswa dan tindak lanjut terhadap permasalahan yang terjadi. Dengan demikian, strategi kepala sekolah yang dilaksanakan secara terencana, konsisten, dan berkelanjutan dapat membantu mencegah dan mengatasi kenakalan remaja di lingkungan sekolah.
Implementasi Program Tahfidzul Qur’an Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur'an Santriwati Tahfidz Di Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor Reva Mardhiyyah; Arizqi Ihsan Pratama; Nur Azizah
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 6 (2026): Desember
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i6.3185

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelaksanaan Program Tahfidzul Qur’an yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian jumlah hafalan, tetapi juga pada peningkatan dan pemeliharaan kualitas hafalan Al-Qur’an santriwati. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Program Tahfidzul Qur’an; (2) mendeskripsikan dan menganalisis upaya peningkatan kualitas hafalan santriwati tahfidz; dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi program serta upaya peningkatan kualitas hafalan santriwati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan Kepala Lembaga Tahfidzul Qur’an, Kepala Asrama Tahfidz, Guru Tahfidz atau Musammi’ah, dan santriwati tahfidz, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Tahfidzul Qur’an meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan tindak lanjut. Pelaksanaan program dilakukan melalui ziyādah, murāja’ah, takrīr, tahsin, dan tasmī’. Pengawasan dilakukan secara berjenjang oleh Musammi’ah, Kepala Asrama, dan lembaga dengan dukungan sistem SIATA. Upaya peningkatan kualitas hafalan dilakukan melalui murāja’ah, takrīr, setoran, tasmī’, tahsin, koreksi bacaan, motivasi, dan pendampingan personal. Faktor pendukung meliputi motivasi santriwati, dukungan Musammi’ah, SOP, jadwal kegiatan, sistem pencatatan, dan kerja sama pengelola. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, padatnya kegiatan Pesantren, kelelahan, kondisi lingkungan, dan kendala teknis pencatatan. Kualitas hafalan santriwati secara keseluruhan belum sepenuhnya optimal sehingga masih diperlukan penguatan dalam pemeliharaan hafalan, evaluasi, dan pengelolaan program secara berkelanjutan.