Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelatihan Etiket dan Penampilan Profesional Demi Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Staf Kelurahan Pondok Kelapa Rosalia Kurni Setyawati; Maria Francisca Lies Ambarwati
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1 No 2: JULI 2020
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/cechab20

Abstract

Melayani masyarakat membutuhkan keterampilan dalam berkomunikasi dan etiket yang memadai. Guna meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kelurahan Pondok Kelapa, para Kader PKK mendapatkan pelatihan etiket dan public speaking. Peserta pelatihan berjumlah 29 orang ibu-ibu Kader PKK. Kegiatan pelatihan ini dilakukan selama satu hari bertempat di kampus STIKS Tarakanita yang masih berada di wilayah Kelurahan Pondok Kelapa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan para ibu Kader PKK dalam berkomunikasi secara efektif dan memiliki sikap yang baik dalam menyampaikan pesan. Materi yang disampaikan adalah bagaimana berkomunikasi dan berpenampilan serta bersikap yang santun. Teknik penyajian yang digunakan adalah pemberian materi berupa ceramah dan diskusi disertai dengan simulasi atau memeragakan secara langsung materi yang telah dipaparkan. Peserta juga diberi kesempatan praktik dengan menggunakan kasus dalam kegiatan PKK, baik di kelurahan, RW maupun RT. Hasil pelatihan secara keseluruhan menunjukkan bahwa peserta memahami etiket dan cara berkomunikasi yang baik, namun masih mengalami beberapa kendala dalam mempraktikkannya antara lain gugup dan kurang percaya diri. Kegiatan pelatihan etiket dan public speaking menumbuhkan semangat baru bagi peserta pelatihanuntuk memberi pelayanan yang lebih baik.
Strategi Komunikasi Pemasaran Produk Skincare Somethinc Melalui Instagram @somethincofficial Angelina Priska Aningtyas; Maria F. Lies Ambarwati
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 1: November 2023
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi pemasaran merupakan bentuk komunikasi yang bertujuan untuk memperkuat strategi pemasaran, guna meraih target pasar yang meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran Somethinc terhadap keputusan pembelian produk Somethinc. Dasar Teori yang digunakan adalah teori Uses and Gratification. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Objek penelitian ini adalah Somethinc, dan mengambil 9 informan dengan empat kategori; beauty enthusiast, digital creator, mahasiswi, dan ibu rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara secara daring, observasi, dan dokumentasi dari konten yang diunggah di Instagram Somethinc. Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi yang dilakukan Somethinc, informan mengatakan kualitas produk dan strategi komunikasi; announcing, informing, dan motivating di Instagram Somethinc telah sesuai. Strategi yang paling menonjol dari ketiga tujuan strategi komunikasi adalah informing. Manfaat praktis Somethinc adalah orang lain dapat mengikuti apa yang dilakukan Somethinc, sehingga orang lain menggunakan Instagram tidak hanya untuk sebagai hiburan semata, tetapi dapat digunakan juga untuk berbisnis.
Efektivitas Penggunaan Brand Ambassador Skintific dalam Membangun Brand Awareness di Instagram Maria Angeline Yoshevanya Haryanto; Maria F. Lies Ambarwati
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 1: Juli 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengakuan terhadap popularitas suatu merek sering kali dikaitkan dengan sejauh mana konsumen mampu mengidentifikasi atau mengingat merek dari suatu produk. Selain itu, brand awareness secara umum digunakan sebagai indikator utama untuk menilai efektivitas strategi pemasaran secara keseluruhan. Dalam aktivitas promosi, perusahaan secara strategis memanfaatkan brand ambassador untuk menarik minat konsumen terhadap iklan, pada akhirnya memengaruhi perilaku pembelian mereka. Riset ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan brand ambassador Skintific dalam membangun brand awareness produk Skintific melalui platform Instagram, dengan memanfaatkan pendekatan konseptual VISCAP. Nicholas Saputra menjadi objek dalam riset ini sebagai brand ambassador ditunjuk untuk produk Skintific. Pengumpulan data dilangsungkan melalui kuesioner daring disebarkan memanfaatkan Google Form. Populasi dalam riset ini ialah generasi Z berdomisili di wilayah Jakarta. Teknik pengambilan sampel dilangsungkan secara acak, dan jumlah sampel sebanyak 209 partisipan ditentukan berlandaskan rumus Hair. Analisis data dilangsungkan memanfaatkan aplikasi IBM SPSS versi 25 untuk menjamin validitas statistik dan ketepatan metodologi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa variabel brand ambassador berkontribusi sebesar 50,7% terhadap peningkatan brand awareness merek Skintific, sementara 49,3% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain tidak dikaji dalam riset ini. Persentase signifikan ini menegaskan pentingnya optimalisasi peran brand ambassador dalam memperluas jangkauan serta keterlibatan audiens terhadap merek.
Pengaruh Brand Ambassador Terhadap Brand Awareness Kopi Kenangan Safira Natasya; Maria Francisca Lies Ambarwati
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan saat ini perlu fleksibel untuk bereaksi terhadap perubahan pasar. Mempromosikan produk dengan orang-orang terkenal merupakan taktik umum dalam periklanan modern. Tujuan menggunakan brand ambassador adalah untuk meningkatkan pengenalan merek dengan menyebarkan informasi kepada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand ambassador terhadap brand awareness Kopi Kenangan. Data untuk penelitian ini berasal dari survei, yang merupakan metode kuantitatif. Dalam penelitian ini, menggunakan responden sebanyak 103 Gen Z, dengan rentang usia 17 hingga 25 tahun yaitu peminum Kopi Kenangan dan pernah melihat iklan yang dibintangi Angga Yunanda di Instagram. Korelasi antara karakteristik duta merek dan pengenalan konsumen terhadap merek diselidiki dalam penelitian ini. Dengan menggunakan perangkat lunak statistik, Uji regresi linier sederhana dilakukan pada data yang dikumpulkan. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel duta merek secara signifikan memengaruhi brand awareness , mencakup 64,3% dari total pengaruh (R² = 0,643). Implikasi penelitian ini secara praktis adalah perusahaan disarankan untuk memilih brand ambassador secara selektif agar dapat meningkatkan brand awareness dan reputasi perusahaan. Saran untuk penelitian selanjutnya sebaiknya responden penelitian tidak dibatasi Gen Z saja, melainkan juga dilakukan terhadap respnden dengan rentan usia yang cukup luas dari berbeda generasi.
ANALISIS PERAN KEGIATAN INTERNAL DALAM PENGUATAN BUDAYA ORGANISASI Studi Kasus Pada PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) Gabriella Mercy Ulina T; Maria Francisca Lies Ambarwati
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 4 No 1: Juli 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikw.v4.i1.294

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran kegiatan internal dalam penguatan budaya organisasi pada PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin). Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana kegiatan internal berfungsi sebagai media komunikasi budaya dalam mendukung transformasi global One Telin Transformation. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam terhadap sejumlah informan dari tiga level karyawan, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan internal seperti Townhall, BoD Talks, dan Calendar of Culture Activation tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga berfungsi sebagai ruang sensemaking dan dialog dua arah. Kegiatan-kegiatan ini memperkuat internalisasi nilai “Great” dan “Akhlak” serta membangun identitas kolektif lintas entitas global. Kesimpulannya, kegiatan internal merupakan instrumen komunikasi strategis yang berperan sebagai penggerak penguatan budaya organisasi selama transformasi Telin. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengeksplorasi dampak spesifik setiap jenis kegiatan internal terhadap dimensi budaya tertentu atau melakukan studi komparatif di perusahaan multinasional sejenis.
Analisis Kualitatif Peran Komunikasi Contact Center Dalam Meningkatkan Kepuasan Nasabah Bank Ocbc Indonesia Yohana Dama Yussi; Maria F. Lies Maria F. Lies
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 4 No 1: Juli 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikw.v4.i1.295

Abstract

Transformasi digital dalam industri perbankan menempatkan contact center sebagai garda terdepan komunikasi antara bank dan nasabah, bukan hanya sebagai saluran informasi tetapi juga ruang interaksi sosial yang membentuk persepsi terhadap kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran komunikasi contact center dalam meningkatkan kepuasan nasabah Bank OCBC Indonesia dengan menggunakan kerangka Social Exchange Theory (SET) dan lima konsep komunikasi interpersonal: keterbukaan, empati, dukungan, kepositifan, dan kesetaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan enam informan yang terdiri dari nasabah, agen, dan manajer, melalui wawancara mendalam serta observasi non-partisipatif. Analisis data dilakukan dengan teknik coding tematik (open, axial, dan selective coding) untuk menemukan pola interaksi yang memengaruhi kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang responsif, empatik, dan transparan mampu meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah, meskipun tantangan berupa ketidakpastian solusi dan tekanan waktu masih muncul. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi yang konsisten dan adil menjadi kunci dalam membangun kepercayaan nasabah, dan merekomendasikan agar penelitian selanjutnya memperluas cakupan informan dengan melibatkan lebih banyak perspektif, serta mengintegrasikan pendekatan kuantitatif guna memperkaya pemahaman tentang hubungan komunikasi dan kepuasan nasabah di era perbankan digital ini.
Analisis Semiotika Moodboard Warna dalam Meningkatkan Minat Beli Botol Rosca di Shopee Irene Sinaga; Maria Lies Ambarwati
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 4 No 1: Juli 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikw.v4.i1.306

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin canggih mendorong perubahan strategi komunikasi dari metode tradisional menuju pendekatan visual yang lebih menarik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan moodboard warna terhadap minat beli produk botol Rosca di Shopee dengan menggunakan semiotika sebagai kerangka utama. Fokus penelitian ini ada pada komunikasi visual warna sebagai tanda yang memiliki makna denotatif, konotatif, dan mitos, serta berpengaruh dalam membentuk persepsi konsumen, terutama Generasi Z dan Milenial yang memiliki kepekaan terhadap visual. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan sepuluh pengguna produk Rosca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moodboard warna dengan kesan estetis, modern, dan minimalis menghasilkan makna konotatif positif yang meningkatkan ketertarikan awal konsumen. Visual produk juga memengaruhi persepsi kualitas dan kesesuaian harga, sehingga meningkatkan perceived value. Temuan lainnya menunjukkan bahwa pilihan warna sejalan dengan preferensi Gen Z dan Milenial, memperkuat mitos visual yang membuat strategi komunikasi Rosca semakin efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa moodboard warna tidak hanya berfungsi sebagai strategi komunikasi, tetapi juga sebagai tanda visual bermakna semiotik yang berperan penting dalam meningkatkan minat beli di Shopee. Penelitian berikutnya disarankan menggunakan metode berbeda atau memperluas objek kajian pada platform dan produk lain untuk menguji konsistensi pengaruh warna dalam konteks yang lebih luas.
Pengaruh Sikap dan Gaya Komunikasi e-Customer Service Officer Telkomsel di Media Sosial X terhadap Loyalitas Pelanggan Margaretha Adventya; Maria Fransisca Lies Ambarwati
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 4 No 1: Juli 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikw.v4.i1.307

Abstract

Layanan pelanggan melalui media sosial semakin penting dalam membangun loyalitas di era digital, terutama bagi perusahaan telekomunikasi seperti Telkomsel. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh sikap dan gaya berkomunikasi e-customer service Telkomsel di media sosial X terhadap loyalitas pelanggan tahun 2025. Metode kuantitatif dipergunakan dengan analisis Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan SmartPLS4. Sampel sebanyak 100 pengguna Telkomsel yang pernah berkomunikasi dengan e-customer service di Twitter diambil secara purposive sampling untuk memastikan relevansi data. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya melalui outer loading, AVE, Cronbach’s Alpha, dan Composite Reliability. Hasil analisis menunjukkan sikap dan cara komunikasi e-customer service berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,592 menunjukkan bahwa 59,2% variasi loyalitas pelanggan dijelaskan oleh variabel komunikasi digital tersebut. Temuan ini menegaskan komunikasi digital yang sopan, jelas, responsif, dan empatik sebagai faktor utama peningkatan loyalitas pelanggan. Penelitian ini memperkaya kajian komunikasi digital dengan menegaskan peran sikap dan gaya komunikasi e-customer service pada platform berbasis percakapan publik, di mana aspek empati dan responsivitas menjadi kunci utama dalam mempertahankan pelanggan di era layanan mandiri digital. Rekomendasi penelitian selanjutnya adalah memperluas variabel dengan menambahkan faktor lain seperti kualitas jaringan, harga, pengalaman aplikasi digital, atau reputasi merek untuk pemahaman yang lebih komprehensif.
IMPLEMENTASI SPREADSHEET MONITORING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI ALUR KERJA ADMINISTRASI STUDI KASUS PADA KANTOR HUKUM Nadya Amelinda Sinulingga; Maria F. Lies Ambarwati
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 11 No 2: September 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jak.v11.i2.518

Abstract

Pengelolaan kegiatan perkantoran secara tertib dan terstruktur merupakan fondasi utama yang menentukan kelancaran seluruh proses operasional suatu organisasi, termasuk pada organisasi yang bergerak di bidang pelayanan jasa hukum. Ketergantungan pada komunikasi yang tidak tercatat dinilai tidak lagi cukup untuk mendukung kelancaran kerja, sehingga dibutuhkan sistem pemantauan yang lebih teratur agar setiap tugas dapat diselesaikan tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan. Artikel ini bertujuan mengkaji efektivitas monitoring instruksi kerja internal pada unit administrasi Firma Hukum Rudal & Partners sebagai upaya mendukung ketertiban operasional dan peningkatan efisiensi kerja. Permasalahan diidentifikasi melalui observasi, wawancara, dan keterlibatan langsung dalam operasional harian, kemudian dianalisis menggunakan diagram sebab-akibat (fishbone diagram) berdasarkan kerangka 4M (Methods, Manpower,Machine,Materials). Hasil analisis menunjukkan bahwa akar permasalahan utama bersumber dari ketiadaan prosedur pencatatan yang terstandarisasi, ketidakseimbangan beban kerja akibat lonjakan volume perkara, ketergantungan pada group WhatsApp sebagai media distribusi instruksi, serta ketidakseragaman format pengajuan penugasan. Guna menentukan prioritas intervensi, dilakukan pembobotan menggunakan teknik matriks prioritas masalah berdasarkan parameter Magnitude, Importance, Vulnerability dibagi Cost (M x I x V)/C. Berdasarkan hasil pembobotan tersebut, pembuatan formulir monitoring instruksi kerja terstandarisasi berbasis Cloud spreadsheet menggunakan Google Sheets terpilih sebagai alternatif solusi dengan skor tertinggi. Penerapan dashboard digital ini terbukti meningkatkan transparansi alur kerja, mempercepat akses informasi status penugasan secara real-time, serta mereduksi ketergantungan terhadap konfirmasi verbal yang tidak efisien.