Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Komposisi Tempurung Kelapa, Ampas Tebu, dan Perekat Resin Epoksi terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Sari, Desi Permata; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.2.264-269.2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi tempurung kelapa, ampas tebu, dan perekat resin epoksi terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel. Partikel tempurung kelapa adalah yang lolos ayakan 100 mesh dan ampas tebu yang lolos ayakan 50 mesh. Hasil ayakan dibagi menjadi lima komposisi dengan rasio persentase dari tempurung kelapa dan ampas tebu sebesar 30:60, 40:45, 50:30, 60:15, dan 70:0. Kadar perekat resin epoksi yang digunakan adalah 10, 15, 20, 25, dan 30. Densitas terendah sebesar 0,90 g/cm3 diperoleh pada komposisi 30:60 sedangkan densitas tertinggi 1,01 g/cm3 pada komposisi 70:0. Kadar air terendah 0,89% pada komposisi 70:0 sedangkan kadar air tertinggi 1,99% pada komposisi 30:60. Daya serap air terendah 15,51% pada komposisi 70:0 sedangkan daya serap air tertinggi 37,61% pada komposisi 30:60. Hasil uji sifat mekanis seperti MOE terendah 526,16 kg/cm2 pada komposisi 30:60 sedangkan MOE tertinggi 817,33 kg/cm2 pada komposisi 70:0 dan MOR terendah 28,35 kg/cm2 pada komposisi 30:60 sedangkan MOR tertinggi 101,43 kg/cm2 pada komposisi 70:0. Sifat fisis dan mekanis papan partikel yang didapatkan pada pengujian telah memenuhi standar mutu SNI 03-2105-2006 kecuali untuk beberapa pengujian densitas, MOR dan MOE. The purpose of this research is to analyze the effect of variations of coconut shell, bagasse, and epoxy resin adhesives on the physical and mechanical properties of particle boards. The particle size used is coconut shell that pass 100 mesh and bagasse that pass 50 mesh. The filler microparticles which procured subsequently separated to five compositions within specified volumetric percentage ratio (coconut shell:bagasse) namely 30:60, 40:45, 50:30, 60:15, and 70:0. The epoxy resin content is 10%, 15%, 20%, 25%, and 30%. The result of physical characteristics show that the lowest density is 0.90 g/cm3 on ratio 30:60 while the highest density is 1.01 g/cm3 on ratio 70:0. The water content has showed that the lowest is 0.89% on ratio 70:0 while the highest water content is 1.99% on ratio 30:60. The lowest water absorption is 15.51% on ratio 70:0 while the highest water absorption is 37.61% on ratio 30:60. The result of mechanical characteristics that shown the lowest MOE value is 526.16 kg/cm2 on ratio 30:60 while the highest value is 817.33 kg/cm2 on ratio 70:0. The lowest MOR value is 28.35 kg/cm2 on ratio 30:60 while the highest MOR value is 101.43 kg/cm2 on ratio 70:0. The physical and mechanical properties of the particle board obtained in the test have met the SNI 03-2105-2006 quality standards except density, MOR and MOE.
Pengaruh Massa Magnesium Oksida (MgO) dan Alumina (Al2O3) Terhadap Karakteristik Keramik Kordierit dari Abu Vulkanik Gunung Sinabung Cibro, Lukman Palum Hasianto; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.292-298.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh massa magnesium oksida (MgO) dan alumina (Al2O3) terhadap karakteristik keramik cordierite dari abu vulkanik gunung sinabung. Karakteristik yang diuji meliputi susut bakar, porositas, densitas, kekerasan, struktur fasa, ukuran kristal dan fasa apa yang terbentuk selama proses pembuatan sampel.  Pembuatan silika diekstraksi dari abu vulkanik dengan metode sol-gel yang direaksikan dengan NaOH 4 M dan dengan penambahan HCl 8 M untuk pembuatan silika gel.  Keramik cordierite disintesis dengan metode solid state dengan perbandingan 14% massa MgO : 35% massa Al2O3 dan 51% massa SiO2.  Selanjutnya serbuk keramik kordierit tersebut dicampur dengan masing-masing 0%, 10% dan 15% massa MgO dan Al2O3.  Pengujian yang dilakukan meliputi uji sifat fisis (susut bakar, porositas dan densitas) dan uji kekerasan menggunakan Vickers Tester, serta karakterisasi dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) untuk menentukan ukuran kristal dan struktur fasa yang terbentuk.  Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, bahwa pada penambahan massa 10% (MgO & Al2O3) didapatkan nilai susut bakar, densitas dan kekerasan semakin menurun sementara porositas semakin meningkat. Namun seiring dengan penambahan massa 15% (MgO &Al2O3) nilai susut bakar, densitas dan kekerasan semakin meningkat sementara porositas semakin menurun. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa struktur fasa yang terbentuk pada sampel penambahan 0% (MgO & Al2O3), 10% (MgO & Al2O3) dan 15% (MgO & Al2O3) adalah cordierite dan albite.  Research on the effect of the mass of magnesium oxide (MgO) and alumina (Al2O3) on the characteristics of cordierite ceramics from volcanic ash of Mt. Sinabung. The characteristics tested include burn losses, porosity, density, hardness, phase structure, crystal size and what phases are formed during the sample making process. The making of silica was extracted from volcanic ash by the sol-gel method which was reacted with 4 M NaOH and with the addition of 8 M HCl for the making of silica gel. Cordierite ceramics were synthesized by the solid state method with a ratio of 14% MgO mass: 35% mass Al2O3  and 51% mass SiO2. Then the cordierite ceramic powder is mixed with 0%, 10% and 15% mass of MgO and Al2O3 respectively. Tests carried out include tests of physical properties (burn losses, porosity and density) and hardness tests using Vickers Tester, and characterization is carried out using X-Ray Diffraction (XRD) to determine the size of the crystals and the structure of the phase formed.  Based on the results of tests carried out, that with the addition of a mass of 10% (MgO & Al2O3), the value of burn losses, density and hardness decreases while porosity increases. But along with the addition of a mass of 15% (MgO & Al2O3) the value of burn losses, density and hardness are increasing while porosity decreases. The XRD characterization results showed that the phase structure formed in the addition of 0% samples (MgO & Al2O3), 10% (MgO & Al2O3) and 15% (MgO & Al2O3) were cordierite and albite.
Analisis Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel dari Serbuk Kayu Bayur (Pterospermum javanicum) dan Serbuk Kulit Kakao (Theobroma cacao L) Bertulang Anyaman Bambu Sari, Hayyul Pelma; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.368-374.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi serbuk kayu dengan serbuk kulit kakao pada papan partikel bertulang anyaman bambu terhadap sifat fisis dan mekanis. Perbandingan komposisi bahan pengisi (serbuk kayu : serbuk kulit kakao) yang digunakan yaitu 70%:0%, 50%:20%, 35%:35%, 20%:50%, 0%:70%, dengan matriks yang konstan yaitu 30%. Ukuran partikel serbuk kayu yang digunakan adalah yang lolos ayakan 50 mesh dan kulit kakao yang lolos ayakan 100 mesh.  Parameter yang diukur adalah densitas, kadar air, daya serap air, Modulus of Elasticity (MOE), dan Modulus of Rupture (MOR). Hasil pengujian yang didapatkan bahwa variasi komposisi serbuk kayu dan serbuk kulit kakao berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanis yang dihasilkan. Densitas (0,87 g/cm3 - 1,03 g/cm3) papan partikel di atas standar SNI 03-2105-2006. Kadar air (2,48% - 2,96%) papan partikel sudah memenuhi standar. Daya serap air (13,43% - 20,50%) papan partikel sudah memenuhi standar. Pengujian sifat mekanis MOR papan partikel pada komposisi 50%:20%, 35%:35% dan 20%:50% (82,40 kg/cm2 - 87,02 kg/cm2) sudah memenuhui standar SNI 03-2105-2006. MOE (2290,42 kg/cm2 - 3857,27 kg/cm2)  papan partikel belum memenuhi standar SNI 03-2105-2006.  A research to determine the effect of the composition of wood powder with cocoa skin powder on bamboo woven reinforced particleboard on physical and mechanical properties has been conducted. Comparison of filler composition (wood powder: cocoa skin powder) used is 70%:0%, 50%:20%, 35%:35%, 20%:50%, 0%:70%, with a constant matrix of 30%. The particle size of the sawdust used is a 50 mesh sieve pass and a cocoa shell that passes 100 mesh sieve. The parameters measured are density, water content, water absorption, Modulus of Elasticity (MOE), and Modulus of Rupture (MOR). The results show that the variation of the composition of wood powder and cocoa skin powder affect the physical and mechanical properties produced. Density (0,87 g/cm3 – 1,03 g/cm3) particle board above SNI standard 03-2105-2006. Water content (2,48% - 2,96%) particle board meets the standard. Water absorption (13,43% - 20,50%) particle board meets the standards. Testing the mechanical properties of particle board MOR at the composition of 50%:20%, 35%:35% and 20%:50% (82,40 kg/cm2 – 87,02 kg/cm2) has fulfilled SNI 03-2105-2006 standards. MOE (2290,42 kg/cm2 – 3857,27 kg/cm2) particle board has not fulfilled SNI 03-2105-2006 standards.
Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel dari Serbuk Tandan Kosong Kelapa Sawit, Kayu Meranti dan Tempurung Kelapa Bertulang Anyaman Bambu Savitri, Marni; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.3.357-363.2021

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis sifat fisis dan mekanis papan partikel dengan komposisi tandan kosong kelapa sawit, serbuk kayu meranti, dan tempurung kelapa yang bertulang anyaman bambu yang berperan sebagai penguat. Ukuran partikel material yang digunakan yaitu lolosan ayakan 100 mesh. Papan partikel yang diujikan berukuran 12 cm x 8 cm x 2 cm dibuat dengan pencampuran tandan kosong kelapa sawit, kayu meranti, dan tempurung kelapa, resin epoksi, katalis, dan anyaman bambu. Perbandingan komposisi serbuk kayu meranti dan tempurung kelapa yaitu 25%:5%, 20%:10%, 15%:15%, 10%:20%, dan 5%:25%. Variasi massa tandan kosong kelapa sawit dan resin epoksi yaitu 40% dan 30%. Bahan-bahan dikempa dengan massa 2000 kg pada temperatur 100oC selama 10 menit. Parameter yang diuji yaitu kerapatan, kadar air, daya serap air, Modulus of Elasticity (MOE), dan Modulus of Rupture (MOR). Hasil pengujian papan partikel berdasarkan SNI 03-2105-2006. Nilai kerapatan sebesar 0,85– 0,90 g/cm3, kadar air sebesar 2,24% - 3,8%, dan daya serap air 21,19% - 25,46 % dan sudah memenuhui SNI 03-2105-2006. Nilai kuat tekan (MOR) untuk semua komposisi kayu meranti dan tempurung kelapa sebagian besar memenuhi SNI 03-2105-2006 kecuali pada perbandingan 20%:10%. Pengujian kuat lentur (MOE) pada penelitian ini belum memenuhi SNI 03-2105-2006.
Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Serbuk Batang Pisang dan Kulit Buah Kakao Bertulang Ayaman Lidi Kelapa Zul Adha, Dendy Kurniady; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.290-296.2023

Abstract

Penelitian tentang pembuatan komposit dari serbuk batang pisang dan kulit buah kakao bertulang anyaman lidi kelapa terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel perekat resin epoksi telah dilakukan. Sifat fisis yang diuji meliputi densitas, kadar air, dan daya serap air. Sementara pengujian sifat mekanis meliputi kuat lentur dan kuat tekan. Papan partikel dibuat dengan memvariasikan komposisi partikel serbuk batang pisang dan kulit buah kakao yaitu 70%:0%, 50%:20%, 35%:35%, 20%:50%, 0%:70% dengan kadar resin epoksi 30%. Proses awal pencampuran serbuk batang pisang, serbuk kulit buah kakao, resin epoksi serta katalis. Bahan dibagi menjadi dua adonan dan dimasukan ke dalam cetakan besi ukuran 12 cm x 8 cm x 2 cm dan anyaman lidi kelapa sebagai pembatas antara dua adonan.  Cetakan dikempa dengan tekanan kempa sebesar 3000 kg pada suhu 180oC selama 10 menit. Hasil uji sifat fisis menunjukan bahwa papan partikel termasuk papan partikel berkerapatan tinggi dengan nilai densitas di atas 9 g/cm3. Berdasarkan kadar air dan daya serap airnya memenuhi ketentuan SNI 03-2105-2006. Untuk nilai kuat lentur (MOE) belum memenuhi standar sedangkan nilai dari kuat tekan (MOR) sudah memenuhi standar SNI 03-2105-2006. Variasi massa terbaik pada pembuatan papan partikel serbuk batang pisang 20% dan serbuk kulit buah kakao 50%.
Sifat Fisis dan Mekanis Papan Partikel Berbahan Serbuk Tempurung Kelapa (Cocos nucifera L.) dan Serbuk Kayu Ulin (Eusideroxylon zwaregi) Bertulang Anyaman Bambu Fazri, Icha Zahratul; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.185-191.2023

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis sifat fisis dan mekanis papan partikel berbahan serbuk tempurung kelapa dan serbuk kayu ulin bertulang anyaman bambu. Perbandingan komposisi filler yang digunakan serbuk tempurung kelapa : serbuk kayu ulin yaitu 0%:70%, 20%:50%, 35%:35%, 50%:20%, 70%:0% dengan variasi matriks resin epoksi konstan yaitu 30%. Ukuran partikel serbuk tempurung kelapa dan serbuk kayu ulin yang digunakan adalah lolos ayakan 100 mesh. Parameter yang diukur adalah densitas, kadar air, daya serap air, Modulus of Elasticity (MOE), dan Modulus of Repture (MOR). Hasil pengujian yang didapatkan bahwa variasi komposisi serbuk tempurung kelapa dan serbuk kayu ulin berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel. Hasil pengujian sifat fisis papan partikel yang didapatkan memenuhi standar SNI 03-2105-2006 berdasarkan kadar air daya serap air sedangkan densitas belum memenuhi standar SNI 03-2105-2006. Hasil pengujian sifat mekanis papan partikel yang didapatkan MOE dan MOR belum memenuhi standar SNI 03-2105-2006.
Pengaruh Variasi Waktu Milling dan Suhu Sintering Terhadap Sifat Fisis dan Kuat Tekan Keramik Clay Riani, Angeli; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.499-505.2023

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi waktu milling dan suhu sintering terhadap sifat fisis dan kuat tekan keramik clay. Clay dimilling dengan variasi waktu 0 jam (tanpa millng), 5 jam dan 10 jam. Persentase campuran clay tanpa milling (milling 0 jam) dengan milling variasi waktu 100%:0%, 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%. Pengujian yang dilakukan pada sampel meliputi uji sifat fisis (susut bakar, densitas, porositas) dan kuat tekan, serta karakterisasi menggunakan X-ray Fluorescene (XRF). Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, nilai susut bakar berbanding terbalik dengan nilai densitas. Semakin besar nilai susut bakar, semakin kecil nilai densitas yang dihasilkan. Nilai susut bakar keramik tertinggi diperoleh pada komposisi massa 100% tanpa milling, yaitu 21,26%, 20,47%, dan 20,04%. Nilai densitas tertinggi yaitu pada campuran clay  80% tanpa milling dengan 20% milling 5 jam untuk semua variasi suhu sintering (700°C, 800°C, dan 900°C) dengan yaitu 1,80 g/cm3, 1,63 g/cm3, dan 1,81 g/cm3. Nilai porositas terendah diperoleh pada keramik clay  campuran 70% tanpa milling dengan 30% clay milling 5 jam untuk suhu sintering 700°C, yaitu 20,00%. Nilai kuat tekan tertinggi untuk suhu 900°C, yaitu pada clay 70% tanpa milling dengan 30% milling 5 jam, yaitu 383,13 kg/cm2. 
Pengaruh Penambahan Silika (SiO2) dan Suhu Pembakaran Terhadap Karakteristik Keramik Kordierit Berbasis Abu Sekam Padi Ulfah, Mutia; Mora, Mora
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.54-60.2024

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi keramik kordierit dengan menggunakan silika dari abu sekam padi. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penambahan massa silika dan suhu pembakaran terhadap kerakteristik keramik kordierit dari abu sekam padi. Penelitian ini dilakukan dengan pembentukan silika dilakukan dengan pembakaran sekam padi pada suhu 700 °C selama 3 jam dengan penambahan NaOH 4M untuk membentuk silika gel. Sintesis keramik kordierit perbandingan massa 14% Magnesium oksida, 35% Alumina, dan 51% Silika dari abu sekam padi dangan metode solid state dengan pemanasan pada suhu (700, 800 dan 900) °C. Karakteristik sampel dilakukan menggunakan uji XRD dan untuk mengetahui nilai kekerasan digunakan microhardness tester. Selain itu dilakukan analisis sifat fisis kordierit meliputi pengukuran susut bakar, densitas dan porositas. Nilai susut bakar dan densitas mengalami kenaikan seiring dengan penambahan massa silika dan suhu pembakaran, kecuali pada suhu 700 °C dengan penambahan 10% silika nilai susut bakar menurun dan pada suhu 900 °C dengan penambahan 10% silika nilai densitas juga menurun. Penambahan massa silika dan kenaikan suhu pembakaran membuat nilai porositas semakin meningkat kecuali pada suhu 900 °C dengan penambahan 15% silika mengalami penurunan sebesar 20,65 %. Penambahan silika menurunkan nilai kekerasan keramik kordierit, sehingga dengan meningkatnya suhu kalsinasi maka nilai kekerasan juga menurun, kecuali pada sampel tanpa silika pada suhu 800°C. Berdasarkan hasil XRD tanpa penambahan silika pada suhu 700 °C diperoleh ukuran kristal sebesar 108,58 nm, dan pada suhu 900 °C dengan penambahan 10% silika sebesar 374,74 nm.