Sutrisno
Universitas An Nuur

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH PUSKESMAS 1 GODONG KABUPATEN GROBOGAN Sutrisno; Iin Sonia Vegianawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi di mana pembuluh darah mengalami peningkatan tekanan secara terus-menerus. Penderita hipertensi di dunia mencapai 1, 28 milliar jiwa, dengan Indonesia 34, 1%, Jawa Tengah 37, 5%, prevalensi hipertensiberdasarkan umur di Jawa Tengah 55-64 tahun (54,60%), 65-74 tahun (64,42%), >75 tahun(71,31%) dan di Grobogan memiliki 13.391 lansia penderita hipertensi. Penderita hipertensi di Puskesmas Godong 1 mencapai 4.169 jiwa, dengan 1.881 kategori lansia. Indeks MassaTubuh merupakan salah satu faktor risiko yang memiliki hubungan erat dengan kejadianhipertensi, di mana Indeks Massa Tubuh yang tidak normal akan berpeluang lebih besauntuk mengalami hipertensi. Timbunan lemak pada pembuluh darah membuat tersumbatnydistribusi darah, sehingga timbulah tekanan darah yang tinggi. Tujuan penelitian ini untukmengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh dengan kejadian hipertensi pada lansia.Metode: Rancangan penelitian case control dengan pendekatan retrospektif . teknik samplingyang digunakan yaitu purposive sampling. Responden yang diteliti sebanyak 60 orang  yaitu lansia penderita hipertensi dan tidak hipertensi. Analisis data menggunakan Chi Square Test.Hasil: Analisis bivariat menunjukan adanya hubungan indeks massa tubuh dengan kejadianhipertensi pada lansia dengan hasil p value sebesar 0,000 < α (0,05) dengan hasil Oods Ratiosebesar  31,000. Kesimpulan: Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan indeks massa tubuh dengankejadian hipertensi pada lansia dengan hasil p value sebesar 0,000 < α (0,05) dengan hasilOods Ratio sebesar  31,000.
HUBUNGAN SELF CARE DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN PASKA STROKE NON HEMORAGIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GODONG 1 Novita Priya Permatasari; Sutrisno; Mika Agustiana
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA - S1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

Latar Belakang: Stroke Association (2018) sebanyak 6,24 juta kematian di dunia diakibatkan oleh stroke menempati posisi kedua penyebab kematian. Riskesdas (2018) berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥15 tahun sebesar 10,9% atau diperkirakan sebanyak 2.210.362 orang. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (2019) mengeluarkan data bahwa Kabupaten Grobogan pada tahun 2019 pasien stroke sebanyak 177kasus yang terdiri dari stroke hemoragik sebanyak 10 dan stroke non hemoragik sebanyak 167 kasus. Gangguan kognitif pada pasien stroke dapat memperngaruhi institusionalisasi, kecacatan, peningkatan angka kematian dan kualitas hidup. Dampak positif self care pada pasien stroke yaitu dapat meningkatkan aktivitas sehari-hari, mempermudah kolaborasi, dan meningkatkan kualitas hidup sebesar 95% dibandingkan dengan perawatan biasa.Metode: Penelitian menggunakan desain comparasi non experiment (case control). Teknik sampling adalah non probability sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 48 pasien stroke non hemoragik.Hasil: Uji chi-square didapatkan hasil dengan nilai p-value sebesar (0,000) <α (0,05).Kesimpulan: Ada hubungan self care dengan kualitas hidup pasien paska stroke non hemoragik di wilayah kerja Puskesmas Godong 1.