Inayatun
MI Lerep

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Budaya Aktif Bergerak Melalui Permainan Tradisional Fajar Awang Irawan; Ai Sumirah Setiawati; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Romayuli Pardede; Agil Kusuma Wardhana; Wanda Kusuma Putri; Revi Meyrdiansyah Fatma; Safina Azzahra; Intan Septi Kartika
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33771

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk menurunnya minat siswa terhadap permainan tradisional yang sarat nilai budaya dan ilmiah. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik sekaligus berkurangnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya aktif bergerak sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional melalui pendekatan berbasis ethno-science. Metode yang digunakan adalah praktik langsung yang dipadukan dengan literasi budaya, meliputi tahapan persiapan materi, penyediaan sarana permainan, sosialisasi, serta evaluasi. Permainan yang diperkenalkan antara lain egrang, congklak, bakiak, dan ketapel, dengan pendampingan dari tim pengabdi, pihak madrasah, dan organisasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi aktif, antusias, serta mampu memahami nilai budaya dan konsep ilmiah yang terkandung dalam permainan tradisional, seperti keseimbangan, gaya, gravitasi, strategi, dan keterampilan berhitung. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas fisik, keterampilan motorik, serta penalaran logis siswa. Kolaborasi yang baik antara tim pelaksana dan mitra turut mendukung kelancaran program, sementara kendala teknis dapat diatasi melalui strategi adaptif. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa permainan tradisional berbasis ethno-science dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan budaya, sains, dan aktivitas fisik.
Pembentukan Karakter dan Optimalisasi Budaya Gerak Melalui Permainan Tradisional Fajar Awang Irawan; Dhias Fajar Widya Permana; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Devina Lutfiani; Nonik Rahesti; Ulfatul Azizah Awaliyyah; Revi Meyrdiansyah Fatma; Safina Azzahra; Intan Septi Kartika
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran permainan tradisional dalam membangkitkan semangat budaya aktif gerak pada 150 siswa MI Lerep, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh aktivis, relawan, dan penggiat dari Universitas Negeri Semarang, artikel ini menganalisis dampak permainan tradisional terhadap kesadaran budaya, aktivitas fisik, dan kemampuan sosial anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan dan praktik permainan tradisional seperti Bakiak, bekel, ketapel, dan egrang bambu berhasil meningkatkan partisipasi siswa, memupuk nilai-nilai kolaborasi, dan melestarikan warisan budaya. Keterlibatan seluruh sampel membuktikan bahwa permainan tradisional masih sangat relevan dan dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mengurangi penggunaan gawai. Penelitian ini diharapkan dapat memotivasi sekolah dan komunitas untuk mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam kurikulum sebagai sarana pendidikan yang menyeluruh.
Penguatan Deep Learning Melalui Permainan Tradisional Ketapel Berbasis Kids Fun Bagi Siswa Madrasah Fajar Awang Irawan; Sugiarto; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Safina azzahra; Agil Kusuma Wardhana
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.63183

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penguatan deep learning melalui permainan tradisional berbasis kids fun bagi siswa. Metode yang digunakan melalui materi literasi budaya dan praktik langsung permainan tradisional, siswa diharapkan mampu memahami materi yang diberikan melalui praktik praktik pembelajaran permainan tradisional dan permainan yang menyenangkan. Pendekatan ini juga bertujuan untuk membantu lembaga pendidikan dalam membantu siswa untuk lebih berinisiasi dan berfikir kritis untuk menganalisa lebih dalam pada materi yang diberikan. Kegiatan ini selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ketiga yaitu Good Health and Well-being yang menegaskan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan setiap individu dan pelestarian budaya. Selain itu kegitan ini juga mendukung visi pembangunan Indonesia melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia memposisikan penguatan sumber daya manusia unggul sebagai prioritas strategis. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pemberian penguatan deep learning melalui permainan ketapel mengembangkan keterampilan motorik, koordinasi mata-tangan, dan fokus siswa. Pendekatan kids fun dan deep learning terbukti efektif mendorong partisipasi aktif serta menginternalisasi nilai karakter seperti kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam suasana yang menyenangkan. Pengabdian ini memiliki keterbatasan pada durasi praktik mandiri per siswa. Selain itu, pengukuran peningkatan keterampilan masih bersifat observasi kualitatif dan belum menggunakan instrumen baku. Pengabdian selanjutnya disarankan untuk menggunakan instrumen penilaian kuantitatif (pre-test dan post-test) guna mengukur hasil secara objektif. Disarankan juga untuk menyediakan modifikasi alat ketapel dengan berbagai ukuran yang disesuaikan dengan postur tubuh anak.