Revi Meyrdiansyah Fatma
Universitas Negeri Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Risiko Cedera Lutut pada Lompat Smash Bulu Tangkis Revi Meyrdiansyah Fatma; Fajar Awang Irawan
Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science Vol 5 No 3 (2025): September: Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/ijpess.v5i3.1316

Abstract

Study purpose. This study aims to analyse the risk of knee injury during the landing phase of the jumping smash movement in athletes from the CPLUSco Badminton Club in Semarang. The jumping smash is a highly explosive and effective attacking technique in the game, but it carries a high risk of injury, particularly to the knee joint due to the pressure exerted during landing. Materials and Methods. This study employed a quantitative descriptive method with a sample of 10 male athletes aged 14–18 years, selected using purposive sampling. Data were collected through motion capture using a Sony A6000 camera and analysed using Kinovea software version 0.9.5. The primary focus of the study was the landing phase, with biomechanical indicators including landing time (s), right and left knee flexion angles (°), and inter-leg distance during landing (cm). Results. This study found that the optimal landing duration was in the range of 0.20–0.36 seconds, but there was a mismatch in knee angle and foot position, which was a significant risk factor for knee injury. Conclusion. The conclusion of this study found that biomechanical evaluation needs to be conducted regularly to reduce the risk of injury.
Analisis Gerakan Jumping Smash pada Bulutangkis Revi Meyrdiansyah Fatma; Fajar Awang Irawan
Athena: Physical Education and Sports Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Sport
Publisher : S&Co Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56773/athena.v4i1.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan jumping smash pada atlet bulutangkis menggunakan pendekatan biomekanik guna mengidentifikasi potensi risiko cedera serta kelemahan teknik yang memengaruhi performa. Subjek penelitian terdiri dari 10 atlet bulutangkis Club CPLUSco Badminton yang berusia 14–18 tahun. Data diperoleh melalui perekaman gerak menggunakan kamera Sony A6000 dan dianalisis dengan perangkat lunak Kinovea versi 0.9.5 untuk mengevaluasi parameter kinematik seperti waktu, sudut, kecepatan, jarak, dan tinggi lompatan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar atlet menunjukkan variasi yang signifikan dalam durasi fase gerakan, sudut fleksi lutut, serta posisi kaki saat awalan dan pendaratan. Ketidaksesuaian tersebut berpotensi menurunkan efisiensi gerak dan meningkatkan risiko cedera, khususnya pada sendi lutut. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya pelatihan teknik berbasis biomekanik yang terfokus pada stabilitas postural, aktivasi otot optimal, dan konsistensi waktu gerakan. Penerapan analisis biomekanik secara rutin dapat meningkatkan efektivitas teknik jumping smash sekaligus mencegah cedera pada atlet.
Budaya Aktif Bergerak Melalui Permainan Tradisional Fajar Awang Irawan; Ai Sumirah Setiawati; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Romayuli Pardede; Agil Kusuma Wardhana; Wanda Kusuma Putri; Revi Meyrdiansyah Fatma; Safina Azzahra; Intan Septi Kartika
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33771

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk menurunnya minat siswa terhadap permainan tradisional yang sarat nilai budaya dan ilmiah. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik sekaligus berkurangnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya aktif bergerak sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional melalui pendekatan berbasis ethno-science. Metode yang digunakan adalah praktik langsung yang dipadukan dengan literasi budaya, meliputi tahapan persiapan materi, penyediaan sarana permainan, sosialisasi, serta evaluasi. Permainan yang diperkenalkan antara lain egrang, congklak, bakiak, dan ketapel, dengan pendampingan dari tim pengabdi, pihak madrasah, dan organisasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi aktif, antusias, serta mampu memahami nilai budaya dan konsep ilmiah yang terkandung dalam permainan tradisional, seperti keseimbangan, gaya, gravitasi, strategi, dan keterampilan berhitung. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas fisik, keterampilan motorik, serta penalaran logis siswa. Kolaborasi yang baik antara tim pelaksana dan mitra turut mendukung kelancaran program, sementara kendala teknis dapat diatasi melalui strategi adaptif. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa permainan tradisional berbasis ethno-science dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan budaya, sains, dan aktivitas fisik.
Pembentukan Karakter dan Optimalisasi Budaya Gerak Melalui Permainan Tradisional Fajar Awang Irawan; Dhias Fajar Widya Permana; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Devina Lutfiani; Nonik Rahesti; Ulfatul Azizah Awaliyyah; Revi Meyrdiansyah Fatma; Safina Azzahra; Intan Septi Kartika
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran permainan tradisional dalam membangkitkan semangat budaya aktif gerak pada 150 siswa MI Lerep, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh aktivis, relawan, dan penggiat dari Universitas Negeri Semarang, artikel ini menganalisis dampak permainan tradisional terhadap kesadaran budaya, aktivitas fisik, dan kemampuan sosial anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan dan praktik permainan tradisional seperti Bakiak, bekel, ketapel, dan egrang bambu berhasil meningkatkan partisipasi siswa, memupuk nilai-nilai kolaborasi, dan melestarikan warisan budaya. Keterlibatan seluruh sampel membuktikan bahwa permainan tradisional masih sangat relevan dan dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mengurangi penggunaan gawai. Penelitian ini diharapkan dapat memotivasi sekolah dan komunitas untuk mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam kurikulum sebagai sarana pendidikan yang menyeluruh.