Romayuli Pardede
Universitas Negeri Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effectiveness of Rheumatic Exercise on Functional Independence among Elderly with Joint Pain: A Study in a Nursing Home Romayuli Pardede; Fajar Awang Irawan
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 8 No 1 (2026): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.paju.2026.8.1.18223

Abstract

Nyeri sendi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh lanjut usia dan berdampak pada penurunan mobilitas, timbulnya nyeri, serta ketergantungan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas senam rematik terhadap kemandirian fungsional lansia dengan nyeri sendi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan quasi-eksperimen menggunakan pendekatan one group pretest–posttest design. Sebanyak 18 lansia yang memenuhi kriteria inklusi menjadi responden penelitian. Senam rematik dilakukan tiga kali seminggu selama empat minggu, terdiri dari fase pemanasan, gerakan inti, dan pendinginan dengan gerakan sendi berulang yang berfokus pada fleksi, ekstensi, dan rotasi. Tingkat kemandirian diukur menggunakan Barthel Index, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemandirian fungsional setelah intervensi (p = 0,001). Rata-rata skor ADL meningkat dari 71,11 sebelum intervensi menjadi 79,72 setelah empat minggu pelaksanaan senam rematik. Peningkatan ini berkaitan dengan meningkatnya fleksibilitas sendi, kekuatan otot, dan berkurangnya kekakuan akibat gerakan yang teratur dan terkontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa senam rematik efektif sebagai intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kemampuan fungsional dan kemandirian lansia dengan nyeri sendi.
Analysis of Activity Daily Living in Elderly with Joint Pain: Rheumatic Exercise and Functional Independence Romayuli Pardede; Fajar Awang Irawan
Journal of Physical Education and Sports Vol. 15 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpes.v15i2.41410

Abstract

The increasing prevalence of joint pain among the elderly often leads to decreased functional independence and limitations in Activities of Daily Living (ADL). Rheumatic exercise is considered a low-impact physical activity that may help maintain joint mobility and functional capacity in the elderly. This study aimed to analyze Activities of Daily Living among elderly individuals with joint pain and to examine the effect of rheumatic exercise on functional independence at Panti Werdha Rindang Asih II Bongsari, Semarang. A quantitative quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach was employed. The study involved 18 elderly participants selected through purposive sampling. The intervention was conducted over four weeks, with rheumatic exercise sessions held three times per week for approximately 30 minutes. Functional independence was measured using the Barthel Index of Activities of Daily Living. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant improvement in ADL scores after the intervention, with the mean score increasing from 71.11 before the intervention to 79.72 after the intervention (p = 0.001). These findings indicate that rheumatic exercise significantly improves functional independence in elderly individuals with joint pain. Rheumatic exercise can therefore be recommended as a safe and effective non-pharmacological intervention to support mobility, independence, and quality of life among the elderly, particularly in institutional care settings.
Permainan Lari Balok: Upaya Peningkatan Koordinasi dan Apresiasi Budaya Pada Kegiatan P5 Romayuli Pardede
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v1i2.27659

Abstract

Permainan tradisional lari balok merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki potensi besar dalam pengembangan keterampilan fisik dan karakter siswa. Namun dalam praktiknya, permainan ini jarang diterapkan di lingkungan sekolah karena rendahnya pemahaman siswa terhadap aturan dan teknik permainan, yang berdampak pada lemahnya koordinasi motorik serta efektivitas pembelajaran yang kurang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan koordinasi motorik, khususnya gerak lokomotor, serta menumbuhkan apresiasi budaya melalui integrasi permainan lari balok dalam kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Metode pelaksanaan melibatkan tiga tahap utama, yaitu diskusi, ceramah, dan demonstrasi. Diskusi digunakan untuk memperkenalkan latar belakang permainan dan nilai-nilai karakter yang terkandung. Ceramah dilakukan untuk menjelaskan aturan dan teknik dasar permainan secara sistematis. Demonstrasi berfungsi memperlihatkan langsung langkah-langkah bermain agar siswa dapat memahami secara praktis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap cara bermain, serta perkembangan dalam keterampilan motorik, terutama dalam menjaga keseimbangan dan koordinasi gerakan tangan-kaki. Selain itu, nilai-nilai seperti kerja sama, sportivitas, dan semangat kebersamaan mulai muncul selama kegiatan berlangsung. Permainan ini juga berhasil membangkitkan minat siswa terhadap budaya lokal sebagai bagian dari identitas nasional. Dengan demikian, permainan lari balok terbukti efektif sebagai media pembelajaran kontekstual yang mendukung pembentukan karakter dan keterampilan fisik siswa dalam kerangka P5, serta layak diintegrasikan secara rutin ke dalam kurikulum pendidikan.
Budaya Aktif Bergerak Melalui Permainan Tradisional Fajar Awang Irawan; Ai Sumirah Setiawati; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Romayuli Pardede; Agil Kusuma Wardhana; Wanda Kusuma Putri; Revi Meyrdiansyah Fatma; Safina Azzahra; Intan Septi Kartika
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33771

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk menurunnya minat siswa terhadap permainan tradisional yang sarat nilai budaya dan ilmiah. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik sekaligus berkurangnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya aktif bergerak sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional melalui pendekatan berbasis ethno-science. Metode yang digunakan adalah praktik langsung yang dipadukan dengan literasi budaya, meliputi tahapan persiapan materi, penyediaan sarana permainan, sosialisasi, serta evaluasi. Permainan yang diperkenalkan antara lain egrang, congklak, bakiak, dan ketapel, dengan pendampingan dari tim pengabdi, pihak madrasah, dan organisasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi aktif, antusias, serta mampu memahami nilai budaya dan konsep ilmiah yang terkandung dalam permainan tradisional, seperti keseimbangan, gaya, gravitasi, strategi, dan keterampilan berhitung. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas fisik, keterampilan motorik, serta penalaran logis siswa. Kolaborasi yang baik antara tim pelaksana dan mitra turut mendukung kelancaran program, sementara kendala teknis dapat diatasi melalui strategi adaptif. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa permainan tradisional berbasis ethno-science dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan budaya, sains, dan aktivitas fisik.
Revitalisasi Permainan Tradisional Balap Karung sebagai Sarana Pendidikan Karakter dan Pelestarian Budaya Romayuli Pardede; Aji Tri Pamungkas
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.41283

Abstract

Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang memiliki nilai edukatif, sosial, dan karakter. Namun, seiring perkembangan teknologi dan maraknya permainan digital, keberadaan permainan tradisional mulai ditinggalkan oleh anak-anak, khususnya di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi permainan tradisional balap karung sebagai sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya di SDN Samban 02. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh siswa SDN Samban 02 yang dilibatkan secara aktif dalam rangkaian kegiatan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung permainan balap karung di lapangan sekolah. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pemahaman mengenai sejarah, manfaat, dan nilai karakter yang terkandung dalam permainan tradisional. Selanjutnya, demonstrasi dilakukan untuk memperagakan cara bermain balap karung yang benar dan aman, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung oleh seluruh siswa dengan pendampingan tim mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias mengikuti kegiatan permainan tradisional balap karung. Melalui permainan ini, siswa mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti sportivitas, kerja sama, disiplin, dan kebersamaan. Selain itu, aktivitas balap karung juga mendorong peningkatan aktivitas fisik dan kemampuan motorik siswa. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan kesadaran siswa terhadap pentingnya melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari budaya bangsa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional balap karung merupakan media yang efektif dan menyenangkan untuk pendidikan karakter serta pelestarian budaya di lingkungan sekolah dasar.