Wanda Kusuma Putri
Universitas Negeri Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The implementation of traditional games in ntunhs taiwan sit-in students in indonesia Fajar Awang Irawan; Dhias Fajar Widya Permana; Taufiq Hidayah; Wanda Kusuma Putri; Huang Wen Ching; Tania Arlita Safitri Prastiwi; Nonik Rahesti; Dina Syarafina Ghassani; Nur Suciati
Journal Of Sport Education (JOPE) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jope.6.1.39-48

Abstract

(English)This study aims to introduce the characteristics of the Indonesian nation in the form of traditional games as one of the efforts to preserve culture. Data is obtained from the process of observation, interviews, and documentation, which is then described by qualitative descriptive methods. The data analysis used in this study used the Miles and Huberman method. Participants in this study consisted of students of the National Taipei University of Nursing and Health Science who were visiting Semarang State University, as well as lecturers and students of Sports Science Semarang State University who were active in traditional games. The results obtained in this study show that traditional games have benefits for health and fitness. Traditional games are another facet of cultural heritage that needs to be conserved. One way to help preserve traditional games is to play them more often, engage with others, and promote them. This research is limited to the still-widely-ranging discussions about traditional games. The study is expected to consist of a short course focused on one of the original traditional games played in Indonesia.(Indonesian)Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan ciri khas bangsa Indonesia dalam bentuk permainan tradisional sebagai salah satu upaya pelestarian budaya. Data diperoleh dari proses observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dijabarkan dengan metode deskriptif kualitatif. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode Miles dan Huberman. Partisipan pada penelitian ini terdiri dari mahasiswa National Taipei University of Nursing and Health Science yang sedang berkunjung ke Universitas Negeri Semarang serta dosen dan mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang yang aktif dalam bidang permainan tradisional. Hasil yang didapat pada penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional memiliki manfaat untuk kesehatan dan kebugaran. Selain itu, permainan tradisonal menjadi salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan. Salah satu upaya untuk melestarikan permainan tradisional dapat melalui frekuensi dalam memainkan permainan tersebut, sosialisasi, dan melakukan publikasi terhadap permainan tradisional tersebut. Penelitian ini terbatas pada pembahasan terkait permainan tradisional yang masih cukup luas. Pada penelitian selanjutnya, diharapkan dapat melakukan short course yang berfokus pada salah satu permainan tradisional asli dari Indonesia.Copyright © The Author (s) 2023Journal of Sport Education (JOPE) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Beyond Physical Training: Psychosocial Development of Young Weightlifting Athletes in the SLOMPN-UNNES Program Gizalias Kusnanda Nurrafi’u; Wanda Kusuma Putri; Dina Firda Maula
Indonesian Journal for Physical Education and Sport Vol. 7 No. 2 (2026): INAPES
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/inapes.v7i2.56266

Abstract

The development of young athletes is increasingly recognized as a process that extends beyond physical performance and competitive achievement. This study explored the psychosocial development of young weightlifting athletes participating in the Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN)-UNNES program. A qualitative descriptive design was employed involving five athletes who had continuously participated in the program for approximately two years. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that participation in the program contributed positively to athletes’ personal, social, and psychological development. Athletes reported improvements in independence, discipline, social connectedness, confidence, emotional regulation, and resilience through their experiences within the program. Family support, coach-athlete relationships, peer solidarity, and structured mental preparation emerged as important contributors to psychosocial growth. These findings demonstrate that athlete development extends beyond physical training and that structured training environments can play an important role in fostering psychosocial growth among young athletes. In conclusion, youth athlete development programs should integrate psychosocial support alongside physical and technical preparation to promote holistic athlete development.
Budaya Aktif Bergerak Melalui Permainan Tradisional Fajar Awang Irawan; Ai Sumirah Setiawati; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Romayuli Pardede; Agil Kusuma Wardhana; Wanda Kusuma Putri; Revi Meyrdiansyah Fatma; Safina Azzahra; Intan Septi Kartika
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33771

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk menurunnya minat siswa terhadap permainan tradisional yang sarat nilai budaya dan ilmiah. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik sekaligus berkurangnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya aktif bergerak sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional melalui pendekatan berbasis ethno-science. Metode yang digunakan adalah praktik langsung yang dipadukan dengan literasi budaya, meliputi tahapan persiapan materi, penyediaan sarana permainan, sosialisasi, serta evaluasi. Permainan yang diperkenalkan antara lain egrang, congklak, bakiak, dan ketapel, dengan pendampingan dari tim pengabdi, pihak madrasah, dan organisasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi aktif, antusias, serta mampu memahami nilai budaya dan konsep ilmiah yang terkandung dalam permainan tradisional, seperti keseimbangan, gaya, gravitasi, strategi, dan keterampilan berhitung. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas fisik, keterampilan motorik, serta penalaran logis siswa. Kolaborasi yang baik antara tim pelaksana dan mitra turut mendukung kelancaran program, sementara kendala teknis dapat diatasi melalui strategi adaptif. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa permainan tradisional berbasis ethno-science dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan budaya, sains, dan aktivitas fisik.
Implementasi Pemanduan Bakat Dalam Pengembangan Karakter Dan Potensi Sepak Bola: Tinjauan Kasus Daya Krida FC Wanda Kusuma Putri; Gizalias Kusnanda Nurrafi'u; Daniel Suryanto Sianturi
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.34533

Abstract

Olahraga memiliki peran penting dalam pembangunan karakter dan pengembangan potensi generasi muda. Sepak bola sebagai olahraga kolektif tidak hanya melatih aspek teknis dan fisik, tetapi juga keterampilan sosial dan karakter. Program seleksi talenta muda yang diselenggarakan oleh Daya Krida FC di Semarang Utara pada 6–7 September 2025 bertujuan menjaring dan mengembangkan potensi siswa Sekolah Dasar secara inklusif dan berkelanjutan. Seleksi melibatkan pengujian fisik dan keterampilan teknik dasar sepak bola, serta observasi aspek karakter dan sportivitas, dengan dukungan pelatih profesional dan relawan internasional. Dari 60 peserta, terpilih 25 siswa untuk mengikuti program pembinaan gratis. Hasil ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik berbasis Positive Youth Development (PYD) dalam pembinaan usia dini, yang tidak hanya fokus pada prestasi atletik, tetapi juga pembentukan mental dan sosial. Program ini sekaligus menjadi contoh nyata pengabdian masyarakat dalam menciptakan akses pembinaan olahraga yang merata, khususnya bagi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi.
Membangun Kapasitas Sosial Emosional Anak Melalui Program Olahraga Kolaboratif Daya Krida Indonesia dan Satoe Atap Wanda Kusuma Putri; Gizalias Kusnanda Nurrafi'u; Daniel Suryanto Sianturi
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.34576

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas sosial dan emosional anak-anak dari komunitas marginal melalui aktivitas fisik berbasis permainan kelompok. Bertempat di kawasan Simpang Lima, Semarang, kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Daya Krida Indonesia, komunitas sosial Satoe Atap, serta relawan lokal dan internasional. Sebanyak 34 peserta mengikuti rangkaian permainan fisik yang dirancang untuk menumbuhkan nilai kerja sama, keberanian, kedisiplinan, serta memperluas interaksi sosial anak-anak. Proses kegiatan dilakukan secara partisipatif dan menyenangkan, dengan fasilitasi aktif dari para relawan. Hasil observasi dan testimoni menunjukkan bahwa anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi, peningkatan rasa percaya diri, serta keterampilan sosial yang lebih baik. Kegiatan ini juga membuka ruang interaksi lintas budaya yang positif, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan transformatif. Model kegiatan ini terbukti efektif sebagai bentuk intervensi sosial berbasis komunitas yang dapat direplikasi di berbagai wilayah dengan kondisi serupa.