Safina Azzahra
Universitas Negeri Semarang

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Bekel Jadi Getengan: Inovasi Permainan Tradisional Untuk Motorik Anak Safina Azzahra
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v1i2.27767

Abstract

Permainan getengan adalah salah satu permainan tradisional anak-anak Indonesia yang mirip atau setara dengan permainan bekel, baik dari segi cara bermain maupun alat yang digunakan. Dalam permainan ini, anak-anak menggunakan benda kecil seperti batu pipih, atau biji-bijian untuk melakukan gerakan lempar-tangkap sambil mengambil benda-benda tersebut sesuai urutan tertentu, perbedaannya terletak pada gaco. Permainan bola bekel menggunakan gaco bola karet dipantulkan ke lantai sedangkan permainan getengan menggunakan biji tanpa memantulkan ke lantai. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah observasi partisipatif. Pada pengabdian ini peneliti terlibat secara aktif kepada subjek untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan pemahaman terhadap permainan getengan. Pengabdian ini dilaksanakan pada Kamis, 15 Mei 2025 di SMA Hidayatullah Kota Semarang. Sasaran kegiatan pengabdian ialah siswa kelas 11 SMA Hidayatullah Kota Semarang. Permainan getengan mengajarkan anak untuk mengingat alur permainan yang terbagi dalam beberapa tahap seraya menyusun strategi supaya gaco tidak jatuh sebelum anak berhasil mengambil biji saat permainan berlangsung. Ketika anak melempar bola dan menangkap bola, aspek fisik motorik yang terstimulus terlihat dalam permainan getengan. Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi partisipatif di lembaga SMA Hidayatullah Kota Semarang permainan tradisional getengan memiliki manfaat dalam mengasah keterampilan fisik motorik pada anak, beberapa aspek motorik yang terkandung dalam permainan getengan ialah koordinasi mata tangan (hand-eye coordination), kecepatan reaksi, keseimbangan, dan akurasi.
Implementasi Demonstrasi Permainan Tradisional Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningatkan Kompetensi Sosial dan Kultural Siswa Safina Azzahra; Raehan Fathur Farhanu; Arfian Kurnianto; Angga Septiyanto; Sutirto
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33556

Abstract

Modernisasi dan perkembangan teknologi digital telah menggeser minat anak-anak dari permainan tradisional menuju permainan berbasis gawai, sehingga berpengaruh pada menurunnya interaksi sosial dan kesadaran budaya lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sosial dan kultural siswa melalui demonstrasi permainan tradisional di SDN Rejosari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif, dengan tahapan sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung tiga permainan tradisional, yaitu bakiak, lari balok, dan lompat tali. Subjek kegiatan adalah 49 siswa kelas 4 dengan rentang usia 9–10 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa permainan tradisional mampu menumbuhkan kerja sama, disiplin, sportivitas, serta kepercayaan diri dari aspek sosial. Dari aspek kultural, siswa dikenalkan kembali pada nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghargaan terhadap budaya lokal. Kesimpulannya, permainan tradisional dapat dijadikan media pembelajaran kontekstual yang menyenangkan sekaligus memperkuat karakter sosial dan kultural siswa.
Budaya Aktif Bergerak Melalui Permainan Tradisional Fajar Awang Irawan; Ai Sumirah Setiawati; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Romayuli Pardede; Agil Kusuma Wardhana; Wanda Kusuma Putri; Revi Meyrdiansyah Fatma; Safina Azzahra; Intan Septi Kartika
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33771

Abstract

Perkembangan teknologi di era globalisasi membawa dampak signifikan terhadap pendidikan, termasuk menurunnya minat siswa terhadap permainan tradisional yang sarat nilai budaya dan ilmiah. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya aktivitas fisik sekaligus berkurangnya keterlibatan generasi muda dalam melestarikan budaya lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya aktif bergerak sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional melalui pendekatan berbasis ethno-science. Metode yang digunakan adalah praktik langsung yang dipadukan dengan literasi budaya, meliputi tahapan persiapan materi, penyediaan sarana permainan, sosialisasi, serta evaluasi. Permainan yang diperkenalkan antara lain egrang, congklak, bakiak, dan ketapel, dengan pendampingan dari tim pengabdi, pihak madrasah, dan organisasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa berpartisipasi aktif, antusias, serta mampu memahami nilai budaya dan konsep ilmiah yang terkandung dalam permainan tradisional, seperti keseimbangan, gaya, gravitasi, strategi, dan keterampilan berhitung. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas fisik, keterampilan motorik, serta penalaran logis siswa. Kolaborasi yang baik antara tim pelaksana dan mitra turut mendukung kelancaran program, sementara kendala teknis dapat diatasi melalui strategi adaptif. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa permainan tradisional berbasis ethno-science dapat menjadi model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan budaya, sains, dan aktivitas fisik.
Pembentukan Karakter dan Optimalisasi Budaya Gerak Melalui Permainan Tradisional Fajar Awang Irawan; Dhias Fajar Widya Permana; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Devina Lutfiani; Nonik Rahesti; Ulfatul Azizah Awaliyyah; Revi Meyrdiansyah Fatma; Safina Azzahra; Intan Septi Kartika
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i1.33774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran permainan tradisional dalam membangkitkan semangat budaya aktif gerak pada 150 siswa MI Lerep, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan oleh aktivis, relawan, dan penggiat dari Universitas Negeri Semarang, artikel ini menganalisis dampak permainan tradisional terhadap kesadaran budaya, aktivitas fisik, dan kemampuan sosial anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengumpulkan data melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan dan praktik permainan tradisional seperti Bakiak, bekel, ketapel, dan egrang bambu berhasil meningkatkan partisipasi siswa, memupuk nilai-nilai kolaborasi, dan melestarikan warisan budaya. Keterlibatan seluruh sampel membuktikan bahwa permainan tradisional masih sangat relevan dan dapat menjadi alternatif yang efektif untuk mengurangi penggunaan gawai. Penelitian ini diharapkan dapat memotivasi sekolah dan komunitas untuk mengintegrasikan permainan tradisional ke dalam kurikulum sebagai sarana pendidikan yang menyeluruh.
Eksistensi Permainan Tradisional Engklek Dalam Menjaga Ingatan Sosial Dan Identitas Budaya Nusantara Safina Azzahra; Aji Tri Pamungkas
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.42135

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan eksistensi permainan tradisional engklek dalam menjaga ingatan sosial dan identitas budaya Nusantara di kalangan peserta didik sekolah dasar. pengabdian ini didasarkan pada fenomena pergeseran minat anak terhadap permainan modern yang berdampak pada semakin berkurangnya praktik permainan tradisional, padahal permainan tradisional memiliki nilai edukatif, sosial, dan budaya yang penting bagi perkembangan anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah observasi partisipatif, dengan melibatkan tim pengabdi secara langsung dalam proses sosialisasi, demonstrasi, dan praktik permainan engklek pada siswa kelas I–VI di beberapa sekolah dasar di Kabupaten Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi permainan engklek mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap nilai budaya, sekaligus berkontribusi pada perkembangan keterampilan motorik kasar, aspek kognitif, kedisiplinan, dan daya ingat anak melalui aktivitas bermain yang terstruktur. Selain itu, metode demonstrasi dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik, sedangkan peran mitra lokal, seperti sekolah dan komunitas, menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan pelestarian permainan tradisional. Pengabdian ini menunjukkan bahwa permainan engklek tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang efektif untuk memperkuat literasi budaya dan perkembangan anak.
Penerapan Ilmu Biomekanika Olahraga Dalam Peningkatan Performa Atlet: Penguatan Kompetensi Praktisi dan Akademisi di Laboratorium Sports Science Safina Azzahra; Bambang Kridasuwarso; Suratmin; Tommy Soenyoto; Abdul Aziz Hakim
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.62025

Abstract

This community service activity aims to enhance the competencies of sports practitioners and academics in understanding and applying the science of biomechanics to support improvements in athlete performance through the use of technology at the Sports Science Laboratory. The method employed was a participatory observation approach. The activity was held over two days and involved 30 participants from various universities in Indonesia. The first day of the event consisted of three sessions: a presentation on the benefits of biomechanics for coaches, academics, and sports instructors; sports motion modeling using Artificial Intelligence (AI) and Computer Fusion; and the theory of biomechanical feedback in sports skill acquisition. Each session lasted 75 minutes, comprising 45 minutes of presentation and 30 minutes of discussion, with an active participant engagement rate of 16.7%. The second day focused on demonstrations and hands-on practice with biomechanical instruments, including a body analyzer, 3D motion analysis, gait analysis, electromyography (EMG), Smart Speed, Contemplas CMJ, HumanTrak, and APECS. The results of the activity showed that the combination of lecture-based instruction and laboratory practice was effective in strengthening participants’ understanding of motion analysis, the interpretation of biomechanical data, and the application of technology in performance evaluation and injury prevention for athletes. However, this activity still had limitations regarding the number of participants and did not utilize standardized evaluation instruments. Therefore, similar activities need to be developed with a broader participant base and more comprehensive evaluation methods.
Penguatan Deep Learning Melalui Permainan Tradisional Ketapel Berbasis Kids Fun Bagi Siswa Madrasah Fajar Awang Irawan; Sugiarto; Aziz Amrulloh; Primawati Suciani; Inayatun; Safina azzahra; Agil Kusuma Wardhana
Jurnal Pengabdian Olahraga Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): October 2026 (Article In Progress)
Publisher : Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpoi.v2i2.63183

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penguatan deep learning melalui permainan tradisional berbasis kids fun bagi siswa. Metode yang digunakan melalui materi literasi budaya dan praktik langsung permainan tradisional, siswa diharapkan mampu memahami materi yang diberikan melalui praktik praktik pembelajaran permainan tradisional dan permainan yang menyenangkan. Pendekatan ini juga bertujuan untuk membantu lembaga pendidikan dalam membantu siswa untuk lebih berinisiasi dan berfikir kritis untuk menganalisa lebih dalam pada materi yang diberikan. Kegiatan ini selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ketiga yaitu Good Health and Well-being yang menegaskan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan setiap individu dan pelestarian budaya. Selain itu kegitan ini juga mendukung visi pembangunan Indonesia melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia memposisikan penguatan sumber daya manusia unggul sebagai prioritas strategis. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pemberian penguatan deep learning melalui permainan ketapel mengembangkan keterampilan motorik, koordinasi mata-tangan, dan fokus siswa. Pendekatan kids fun dan deep learning terbukti efektif mendorong partisipasi aktif serta menginternalisasi nilai karakter seperti kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam suasana yang menyenangkan. Pengabdian ini memiliki keterbatasan pada durasi praktik mandiri per siswa. Selain itu, pengukuran peningkatan keterampilan masih bersifat observasi kualitatif dan belum menggunakan instrumen baku. Pengabdian selanjutnya disarankan untuk menggunakan instrumen penilaian kuantitatif (pre-test dan post-test) guna mengukur hasil secara objektif. Disarankan juga untuk menyediakan modifikasi alat ketapel dengan berbagai ukuran yang disesuaikan dengan postur tubuh anak.