Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : KREASI

PERANCANGAN PROYEK BUTIK LA BELLE DI SURABAYA DENGAN PENDEKATAN SENSE OF PLACE OLEH NOOVEAU INTERIOR ARCHITECTURE CONSULTANT Michelle Soeharto; Maureen Nuradhi; Melania Rahadiyanti
KREASI Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v5i1.1228

Abstract

Perkembangan yang terjadi pada sektor ekonomi menyebabkan peningkatan pada sektor pembangunan, baik area komersial, residensial, dan lainnya. Desain interior arsitektur pada area komersial merupakan salah satu faktor penting yang dapat membentuk citra positif bagi orang di dalamnya. Dengan citra yang positif, maka akan memberikan keuntungan bagi perusahaan dimana citra berkaitan erat dengan sikap pengunjung yang tentunya membuat area komersial tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Melihat peluang ini penulis memutuskan untuk membuka usaha jasa konsultan desain interior arsitektur yang berfokus pada proyek komersial yang mempengaruhi kondisi psikologis manusia di dalamnya. Dengan itu, konsep “sense of place” yang ingin dirancang oleh penulis akan diungkapkan melalui cara penyusunan unsur-unsur desain interior arsitektur sebagai tanda visual ungkapan ruang yang akan ditransfer menjadi wujud yang dapat menstimuli atau merangsang perhatian dan kepribadian pengunjung. Proyek pertama yang diambil oleh Nooveau Interior Architecture Consultant sekaligus menjadi proyek tugas akhir yaitu sebuah butik bernama Galilea Fashion di Kota Surabaya. Permasalahan yang ada dijawab dengan konsep Diamond yang beraspek kepada sense of place bangunan dan ruang. Konsep desain ini menjawab beberapa permasalahan yang ada yaitu dengan penataan ruang dan sirkulasi yang tepat serta desain eksterior maupun interior yang elegan dengan pendekatan sense of place.Kata Kunci: Komersial, Interior, Arsitektur, Psikologis, Sense of Place
APLIKASI CHILD-CENTERED DESIGN PADA RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PURI BUNDA MALANG Bianca Lois; Melania Rahadiyanti
KREASI Vol. 8 No. 1 (2022): KREASI
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v8i1.4277

Abstract

Didasari oleh permasalahan dimana Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Bunda Malang memiliki desain yang tipikal, dengan suasana yang cukup mencekam serta kurang mendukung bagi anak-anak. Selain itu juga tidak memenuh standar desain untuk sebuah rumah sakit ibu dan anak. Dengan adanya permasalahan tersebut ditambah dengan doktrin yang menyerang sisi psikologis, yaitu mengajarkan kepada anak-anak bahwa Rumah Sakit adalah tempat yang menyeramkan, menjadikan anak-anak enggan ketika diajak pergi ke dokter. Maka dari itu, aplikasi prinsip Child-Centered Design dinilai tepat untuk proyek renovasi partial Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Bunda Malang ini. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat memfasilitasi pengguna bangunan agar mencapai tingkat kenyamanan yang maksimal serta pasien anak-anak dapat memiliki pandangan yang positif terhadap karakter Rumah Sakit. Konsep solusi perancangan yang diterapkan berdasarkan dengan hasil analisa tapak dan beberapa permasalahan yang ditemukan di kondisi tapak eksisting. Sesuai dengan tujuan Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Bunda Malang yang mempunyai target sasaran adalah pasien wanita dan anak-anak, konsep desain yang diaplikasikan juga berpusat kepada kondisi target pasien tersebut. Selain itu, konsep desain juga mengacu pada prinsip Child-Centered Design yang dapat terlihat mulai dari pemilihan bentukan interior, pemilihan material pelingkup dan interior, hingga penataan ruang dalam dan segala fasilitas penunjangnya guna meningkatkan kenyamanan, kesehatan, dan keselamatan aktivitas para pengguna bangunan, khususnya pasien anak-anak. Aplikasi konsep Child-Centered Design ini dilakukan melalui pengolahan interior yang diharapkan dapat meningkatkan kondisi fisik sekaligus kondisi psikologis dari pasien, terutama pasien anak-anak.
PERANCANGAN PROYEK DEPARTMENT STORE DENGAN PENDALAMAN BEHAVIORAL ARCHITECTURE OLEH KONSULTAN ARSITEKTUR INTERIOR AERI ATELIER Clarissa Averina; Melania Rahadiyanti
KREASI Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v9i1.4491

Abstract

The final assignment is entitled “Project Design Department Store with Deep Behavioral Architecture by InteriorArchitecture Consultant Aeri Atelier” which contains business plans specializing in behavioral architecture indesigning a building. It is due to issues related to the COVID-19 pandemic spreading; many customers are nowtransferring from online to offline department store shopping to online e-commerce from home. Department storesare becoming less common and vulnerable, detrimental to economic development. The author hopes the designproject department store can not only provide facilities for shopping directly but also as a means of leisure which caninfluence well-being and consumer behavior visitors and able to increase customer buying behavior. The methodsused in this design are observation, interviews and data collection, literature study, typology study, and designthinking, which is the process of designing a solution to existing problems. Aeri Atelier will apply the deepeningbehavioral architecture in a room that is designed and provides benefits to the room users. With value offered,the owner of Rosa Fashion Department Store agreed to create a supportive environment positive building users,and an ambiance that experiences visitors while shopping. Approach behavioral architecture is applied throughspatial planning, the atmosphere of the room and building, and the materials used.
PERANCANGAN PROYEK PET SHOP CIBUBUR DENGAN PENDALAMAN GREEN ARCHITECTURE OLEH LAU STUDIO Laurent, Justin; Rahadiyanti, Melania
KREASI Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v8i2.4495

Abstract

Isu lingkungan yang diakibatkan oleh polusi di negara Indonesia terus berkembang setiap tahunnya. Hal ini dipelopori dari sektor konstruksi dan properti di Indonesia. Polusi ini tidak hanya menciptakan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat namun juga menciptakan peluang baru bagi bisnis konsultan yang bergerak di bidang arsitektur interior dengan prinsip green architecture pada desainnya. Dari sisi kompetitor, jumlah pesaing yang fokus pada prinsip penerapan green architecture juga belum banyak. Selain ramah lingkungan, penerapan green architecture juga dapat memperindah estetika yang mulai banyak diterapkan pada bangunan komersial saat ini. Konsep ini akhirnya dibawa oleh Lau Studio dalam setiap pekerjaan untuk menciptakan branding serta value secara tidak langsung. Hal ini juga diterapkan oleh Lau Studio pada proyek perancangan Spot on Pet Boutique, yaitu sebuah pet shop yang terletak di daerah Cibubur, Jakarta, dengan mengusung tema besar alami namun tetap memiliki style kontemporer yang sesuai dengan keinginan pasar. Proyek ini dapat menunjukkan permbuatan bangunan komersial yang ramah lingkungan serta menunjukkan identitas dari brand yang dibawa. Dengan konsep ini, diharapkan menjadi Langkah awal serta menjadi contoh bagi arsitektur lain dalam menerapkan green architecture untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, mengembangkan tren pola hidup baru serta menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia kedepannya.
Perancangan Vihara Avalokitesvara Makassar dengan Pendalaman Sense of Place oleh Kantor Konsultan Arsitektur Interior Yi-San Studio Ivany, Ivany; Rahadiyanti, Melania
KREASI Vol. 9 No. 2 (2024): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v9i2.5029

Abstract

The final assignment report, "Designing the Avalokitesvara Monastery in Makassar with a Deepening Sense of Place by Yi-san Studio," contains the interior and architectural design plans for the Avalokitesvara Monastery in Makassar. Designing a monastery with a sense of place aims to create a space that not only functions as a place of worship but can also provide a deep spiritual and emotional experience for its users. In the context of the monastery, a sense of place can be achieved by combining architectural, landscape, and symbolic elements that reflect Buddhist values ​​and teachings. Avalokitesvara Vihara can show the identity of a place of worship that has the characteristics of Buddhist places of prayer in general and provides comfort for users. Additionally, it may draw attention to the Avalokitesvara Vihara and encourage people to visit for prayer. The application of the design is realized by the use of flower and animal ornaments, which symbolize the unity of nature and living things; the colors are typical of Chinese architecture; the square ornament on the door symbolizes life in a better direction; the front door is also made with a model that is very typical of traditional houses in China; and the use of natural materials to provide a comfortable atmosphere during worship. The design of the Avalokitesvara Vihara also applies the New Normal design as a response to the COVID-19 pandemic, namely by giving aloe vera plants to help reduce toxins in the air and increasing openings to obtain natural air circulation.
Perancangan Proyek Restoran Singapore dengan Pendalaman Biophilic Design oleh Konsultan Arsitektur Interior Epi Studio Soesanto, Levia Nathalie; Rahadiyanti, Melania
KREASI Vol. 9 No. 2 (2024): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v9i2.5030

Abstract

With community life at the time of the pandemic entering the new normal, this opens up opportunities for architectural and interior consulting companies to create innovations that answer the needs of society. Many design trends carry the concepts of sustainability, user health, and nature, which are starting to become a trend during the current pandemic. This results from the need for a new normal that considers the impact of design on the user's health more. In addition, the issue of people's mental and physical health has become problematic because the pandemic's effects have had a significant influence on people's lifestyles and the economy. Epi Studio is here as an architectural and interior consultant that applies an approach to biophilic design in each project, to create a space or building design that can have a positive effect and help improve the quality of life of its users. To design eateries that can both attract customers and help users get closer to nature, Epi Studio collaborates with Singaporean eateries. Using the "Dine in Nature" concept, A Singaporean restaurant and coffee shop were designed using a biophilic approach. The design intended to give customers the impression that they were in a natural setting. This idea is implemented using 14 biophilic design patterns, including 3 patterns being prioritized as the primary means of resolving the site's current issues. It's intended that by implementing this idea, it will be possible to maximize comfort and positively affect its users while also providing guests with a feeling of a natural place.
PERANCANGAN PROYEK KANTOR PUSAT NAKAMURA INDONESIA DENGAN PENDEKATAN BRANDING OLEH KONSULTAN ARSITEKTUR INTERIOR BRAINSTORMING STUDIO Setiando, Michele Julian; Rahadiyanti, Melania
KREASI Vol. 10 No. 1 (2024): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v10i1.5326

Abstract

Sebuah perancangan interior yang dikatakan baik dan mampu mencerminkan brand perusahaan, akan membawa dampak kinerja yang meningkat dan dapat memicu penggunanya untuk membantu membangun rasa memiliki dari brand perusahaan tersebut. Perancangan kantor pusat Nakamura Indonesia dengan pendekatan branding bertujuan untuk menciptakan ruang kerja yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memperkuat identitas merek secara keseluruhan. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam layanan kesehatan holistik dengan konsep tradisional Jepang, kantor pusat harus mencerminkan nilai-nilai inti perusahaan, seperti keseimbangan, kesehatan, dan ketenangan. Pendekatan branding digunakan untuk mengintegrasikan elemen visual dan ruang yang konsisten dengan citra merek, mulai dari pemilihan material, warna, hingga tata letak interior. Tata letak pembagian ruang kerja kantor menyesuaikan kebutuhan fungsi masing-masing ruang. Dengan adanya area open space untuk ruang sirkulasi yang bertujuan untuk menimbulkan suasana bekerja yang nyaman dan fleksibel. Upaya lain untuk mencapai pendekatan branding yang akan di lakukan yaitu dengan mendalami strategi brand perusahaan antara lain yaitu identitas, reputasi, misi, nilai, dan kepribadian dari brand perusahaan tersebut. Implementasi branding dalam perancangan ruang kerja ini diharapkan dapat memperkuat identitas perusahaan, meningkatkan loyalitas karyawan, serta memberikan kesan mendalam bagi para pengunjung. Sehingga, kantor pusat ini menjadi representasi fisik dari brand Nakamura Indonesia, mendukung strategi komunikasi perusahaan secara keseluruhan, dan memperkuat posisi perusahaan di pasar layanan kesehatan holistik di Indonesia.
PERANCANGAN PROYEK 11 12 BEER GARDEN DENGAN PENDEKATAN DESIGN AND BEHAVIOR OLEH KONSULTAN SETUDIO TUJU Susantono, Reynata Ayrin; Rahadiyanti, Melania
KREASI Vol. 10 No. 1 (2024): Kreasi
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/kreasi.v10i1.5329

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang terus membaik memberikan pengaruh pada minat beli masyarakat yang semakin tinggi dan juga munculnya bisnis baru terutama dalam bidang kuliner. Bisnis kuliner online yang terus berkembang akan tetap membutuhkan tempat makan secara langsung. Kebutuhan ini akan memberikan keuntungan bagi jasa konsultan arsitektur interior terutama dalam mengerjakan proyek commercial. Dimana dalam sebuah tempat makan selain dari kualitas makanan, customer experience merupakan hal yang penting untuk menjaga kesetiaan konsumen dan menjadi nilai tambah bagi sebuah bisnis. Upaya penciptaan customer experience salah satunya dapat dilakukan dengan penciptaan identitas brand yang dihasilkan melalui upaya branding yang menjadi salah satu nilai tambah bagi bisnis dan akan memberikan pengaruh besar bagi brand kedepannya. Setudio Tuju sebagaijasa konsultan arsitektur interior akan mengerjakan proyek commercial dimana customer experience dibutuhkan dengan menekankan identitas brand melalui upaya branding. Dalam pencapaian ini, Setudio Tuju divisi Food and Beverages (F&B) akan menggunakan pendekatan design and behavior untuk kebutuhan desain 11 12 Beer Garden untuk memenuhi kebutuhan serta kenyamanan dalam berjalannya bisnis dalam bidang kuliner dengan pembagian zonasi baik untuk pekerja maupun pengunjung. Desain sendiri memiliki konsep untuk memberikan kesan yang meriah dengan ciri khas 11 12 Beer Garden dengan tujuan untuk mendukung terciptanya identitas dari brand sendiri dan dapat menjadi salah satu destinasi utama yang menonjol.